Wartain.com – Gempa tektonik dengan magnitudo 5.5 mengguncang wilayah 146 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Sabtu (18/7/2026) pagi.
Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terjadi pukul 09:23:39 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 4.72 LU, 124.78 BT dengan kedalaman 10 km.
Dengan kedalaman 10 km, gempa ini termasuk kategori gempa dangkal. Gempa dangkal umumnya berpotensi lebih kuat dirasakan di permukaan.
BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hal ini disampaikan melalui rilis resmi dan infografis yang diunggah akun @InfoBMKG.
“Gempa Mag 5.5, 18-Jul-26 09:23:39 WIB, Lok: 4.72 LU,124.78 BT, Kedalaman: 10 Km, 146 km Barat Laut TAHUNA-KEP.SANGIHE-SULUT, Tidak Berpotensi Tsunami” tulis BMKG.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Wilayah Kepulauan Sangihe memang berada di jalur pertemuan lempeng aktif. Sehingga aktivitas gempa tektonik cukup sering terjadi di kawasan tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat di sekitar pusat gempa untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi hoaks.
“Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pesan BMKG.
Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta memastikan keselamatan keluarga terutama lansia dan anak-anak.
Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG di http://www.bmkg.go.id dan media sosial @InfoBMKG.
Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG mengingatkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi. Untuk itu kewaspadaan perlu ditingkatkan.
Pemerintah daerah bersama BPBD setempat saat ini masih melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan situasi aman dan kondusif pasca gempa.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
