Wartain.com – Petugas PLN bersama pihak kepolisian, mendatangi Kampung Bojongpari, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis siang. Kedatangan mereka untuk mengecek kondisi jaringan listrik milik warga bernama Leony yang sebelumnya diputus oleh warga setempat.
Pemutusan aliran dilakukan secara swadaya oleh warga. Penyebabnya, penggunaan listrik di rumah Leony diduga melebihi kapasitas atau “sepaneng” sehingga membuat tegangan di kampung tidak stabil.
Dampaknya cukup meresahkan. Sejumlah warga mengaku mengalami kerusakan barang elektronik seperti televisi dan kulkas dalam beberapa waktu terakhir.
Salahsatunya, Mang Olot, tokoh masyarakat setempat, membenarkan alasan warga. “Alasan warga cukup kuat. Diduga listrik yang dipergunakan Leony melebihi kapasitas sehingga berpengaruh kepada kerusakan benda elektronik warga,” ungkapnya, Jumat 17/07/2026.
Mang Olot juga mengingatkan sejarah panjang perjuangan warga Bojongpari mendapatkan listrik. “Sekitar tahun 2000-an, ingin masuk listrik ke kampung Bojongpari ini sangat sulit. Mulai dari pasang gardu, penanaman tiang listrik dan kabel, masyarakat secara sukarela gotong royong. Kabel juga beli sendiri,” ceritanya.
Karena perjuangan itulah, warga sangat menjaga kestabilan jaringan. Ketika merasa ada satu rumah yang mengganggu, mereka sepakat mengambil tindakan tegas dengan memutus aliran sementara.
Saat dikonfirmasi, Leony mengaku kaget dengan pemutusan tersebut. Ia membenarkan listrik di rumahnya diputus warga.
“Saya tidak tau kalau listrik yang dipergunakan ada pelanggaran, dan pelanggaran dari mana, saya tidak tau, karena saya bukan ahli listrik. Listrik yang saya pergunakan dipasang sekitar tahun 2018,” keluh Leony.
Dari pantauan di lapangan, terlihat petugas PLN bersama anggota kepolisian sedang berdiskusi dengan warga. Suasana cukup kondusif, warga menyampaikan keluhannya secara bergantian.
Pihak PLN dan kepolisian yang ditemui di lokasi belum memberikan keterangan resmi. Mereka masih melakukan pengecekan teknis di tiang dan instalasi rumah Leony untuk memastikan penyebab gangguan.
Hingga berita ini diturunkan, mediasi masih berlangsung. Kedua belah pihak berupaya mencari jalan tengah agar pasokan listrik kembali normal tanpa merugikan warga lain.
Warga berharap ada solusi permanen, seperti pemasangan meteran tambahan atau pembagian beban, agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara PLN diimbau segera melakukan audit jaringan di Kampung Bojongpari yang dibangun secara swadaya itu.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Saeful Usman)
