Wartain.com – Pembangunan jaringan irigasi di Kampung Cilengka-Cimanggu, Desa Bantaragung Kecamatan Jampang Tengah melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) telah rampung 100 persen.
Hal tersebut diketahui dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) pekerjaan jaringan irigasi yang dilaksanakan setelah seluruh pekerjaan fisik selesai sesuai target, Kamis (27/08/2026).
Ketua Pelaksana Kegiatan, Rahman Hakim, mengatakan pekerjaan pembangunan jaringan irigasi tersebut telah diselesaikan dalam waktu 45 hari kerja.
“Pengerjaan sudah rampung 100 persen,” ujarnya, Jumat (28/08/2026).
Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi selama proses pembangunan adalah kondisi medan yang cukup sulit, terutama dalam proses pengangkutan material. Jalur menuju lokasi pembangunan memiliki medan yang terjal dan jaraknya cukup jauh sehingga membutuhkan upaya lebih dalam mobilisasi material.
Meski demikian, kendala tersebut tidak menghambat penyelesaian pembangunan hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Denden Rizki Qurbani, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Monev, pekerjaan fisik jaringan irigasi Cilengka telah mencapai 100 persen dan dinyatakan sesuai dengan target volume serta spesifikasi teknis di lapangan.
“Hasil Monev 100 persen. Pekerjaan fisik jaringan irigasi Cilengka telah rampung 100 persen sesuai target volume dan spesifikasi teknis di lapangan,” ungkap Denden.
Namun, dalam proses uji coba aliran air, debit sungai sempat mengalami penyusutan. Kondisi tersebut disebabkan oleh cuaca kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air.
Sebagai tindak lanjut, Tim P3A Cimapag Dua Tawekal bersama para petani setempat melakukan penanganan secara swadaya dan melakukan pengaturan aliran air agar pemanfaatan jaringan irigasi dapat berjalan secara optimal. Selanjutnya, masyarakat siap melanjutkan proses menuju serah terima pekerjaan sembari menunggu undangan resmi dari pihak balai.
Kegiatan Monev tersebut turut dihadiri Rival Zulyana dari KMB, Raisya, Yuddi Musthopa dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Iing Jumroni selaku Ketua P3TGAI Cimapag Dua Tawekal, serta para penggarap dan petani sawah, di antaranya Kani.
Bagi para petani, keberadaan saluran irigasi tersebut memberikan manfaat besar karena mampu membantu mengairi areal persawahan yang sebelumnya terkendala ketersediaan air.
Salah seorang penggarap sawah, Kani, menyampaikan bahwa pembangunan jaringan irigasi di wilayah tersebut diharapkan dapat membuat lahan pertanian menjadi lebih subur dan produktif.
“Dengan terbangunnya saluran irigasi ini, sangat bermanfaat karena dapat mengaliri hektaran sawah. Yang sebelumnya hanya bisa panen dua kali dalam setahun, sekarang diharapkan bisa menjadi tiga kali panen dalam setahun,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan frekuensi panen tersebut tidak hanya berdampak terhadap kesejahteraan petani, tetapi juga ikut menopang ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Ia berharap pembangunan jaringan irigasi dapat terus dilanjutkan, khususnya untuk lahan-lahan pertanian yang hingga kini belum memiliki saluran irigasi memadai.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih atau hatur nuhun kepada Bapak Presiden Prabowo, Kementerian PU, Bapak Gubernur Kang Dedi Mulyadi, dan BBWS Citarum,” katanya.
Sementara itu, Rahman Hakim berharap keberadaan jaringan irigasi melalui program P3TGAI dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, ketersediaan air untuk lahan pertanian diharapkan mampu meningkatkan frekuensi panen, mengaktifkan kembali lahan tidur, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan rampungnya pembangunan jaringan irigasi tersebut, masyarakat berharap manfaat program tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi dapat dirasakan secara berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan para petani di wilayah Cilengka-Cimanggu.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
