Wartain.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi `P3-TGAI` yang tengah dilaksanakan di Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, mendapat sambutan positif dari para petani. Program tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi keberlangsungan pertanian, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan persawahan.
Pekerjaan peningkatan jaringan irigasi Daerah Irigasi Cipari Sawahlega tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air `P3A` Harapan Muda, Bina Sejahtera, dan Taruma Negara.
Masing-masing kelompok memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp195 juta yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan papan informasi kegiatan, program ini berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai `BBWS` Citarum, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Citarum.
Pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 45 hari kalender. Sistem swakelola dinilai menjadi salah satu keunggulan program karena proses pembangunan melibatkan langsung para petani yang sehari-hari memahami kondisi serta kebutuhan jaringan irigasi.
Salah seorang petani Desa Rambay, Arif Rahman Hakim (55), menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah atas hadirnya program tersebut.
Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang baik sangat penting bagi petani karena ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama dalam menunjang produktivitas persawahan.
“Kami sangat menyambut baik program ini dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami, karena irigasi merupakan kebutuhan utama untuk mengairi sawah,” ujar Arif, Sabtu (15/8/2026).
Ia menilai pelaksanaan secara swakelola memberikan keuntungan tersendiri. Para petani yang terlibat bukan hanya mengetahui kebutuhan pembangunan, tetapi nantinya juga menjadi pihak yang menggunakan sekaligus bertanggung jawab dalam menjaga hasil pekerjaan.
“Karena yang mengerjakan adalah petani sendiri, tentu kami lebih memahami bagian mana yang perlu diperbaiki dan seperti apa kebutuhan di lapangan. Jadi hasilnya diharapkan benar-benar sesuai dengan kondisi sawah,” katanya.
Arif berharap pembangunan jaringan irigasi tersebut dikerjakan dengan mengutamakan kualitas sehingga dapat memberikan manfaat dalam waktu panjang.
“Kami tentu berharap hasil pembangunannya kuat dan bisa digunakan dalam jangka panjang. Kalau kualitasnya bagus, mudah-mudahan bisa bertahan sampai 20 atau 30 tahun dan terus memberikan manfaat untuk petani,” ungkapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Bina Sejahtera, Irpan. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian di wilayahnya.
“Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan program ini kepada petani. Kami sangat mengapresiasi karena pembangunan irigasi ini berkaitan langsung dengan kebutuhan para petani,” tutur Irpan.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Taruma Negara, Oman Setiawan. Ia berharap program tersebut dapat memperlancar distribusi air ke areal persawahan sekaligus meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan pertanian.
“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi program ini. Mudah-mudahan jaringan irigasi yang dibangun bisa memberikan manfaat besar bagi petani dan terus dijaga bersama setelah pekerjaannya selesai,” kata Oman.
Para petani berharap dukungan terhadap infrastruktur irigasi dapat terus berlanjut, sehingga kebutuhan air pertanian di Desa Rambay dapat terpenuhi dan aktivitas bercocok tanam berjalan lebih optimal. ***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
