Wartain.com – Kesetaraan gender dapat diwujudkan melalui langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan menghapus stigma terhadap profesi maupun keterampilan yang selama ini kerap dikaitkan dengan jenis kelamin tertentu.
Pesan tersebut disampaikan melalui edukasi CAGER (Cerita tentang Gender) Episode 10 yang dibagikan oleh akun media sosial DP3A Kabupaten Sukabumi. Edukasi ini mengajak masyarakat untuk melihat bahwa kemampuan dan pilihan profesi tidak semestinya dibatasi oleh anggapan bahwa pekerjaan tertentu hanya cocok bagi laki-laki atau perempuan.
Dalam berbagai budaya, masih terdapat anggapan bahwa perempuan harus memiliki keterampilan tertentu, seperti memasak dan berdandan. Padahal, kemampuan tersebut tidak ditentukan oleh jenis kelamin. Demikian pula dengan profesi yang selama ini dianggap identik dengan perempuan.
Di sisi lain, tidak sedikit laki-laki yang mampu menekuni profesi seperti chef maupun Make Up Artist (MUA) dan menghasilkan karya yang profesional serta berkualitas.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk mengembangkan potensi, minat, dan keterampilannya tanpa harus terbelenggu oleh stereotip gender.
Kesetaraan gender bukan berarti menghilangkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan, melainkan memberikan kesempatan yang adil bagi setiap individu untuk berkembang dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Dengan menghapus berbagai “kotak” yang membatasi identitas dan pilihan seseorang, masyarakat diharapkan dapat membangun lingkungan yang lebih inklusif, adil, dan saling menghargai.
“Salam setara!” menjadi pesan penutup yang mengajak masyarakat Sukabumi untuk bersama-sama membangun pemahaman bahwa profesi dan keterampilan bukanlah milik satu gender tertentu.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
