26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Kota Sukabumi Siap Jadi Daerah ke-26 di Jabar yang Bebas Buang Air Besar Sembarangan

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi semakin dekat menuju predikat Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) 100 persen. Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Paparan Verifikasi Dokumen ODF Tingkat Kota Sukabumi yang digelar di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Senin (20/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Vini Adiani Dewi; Ketua Forum Kota Sehat, Ranty Rachmatilah; serta sejumlah camat dan pejabat lintas OPD.

Dalam kesempatan itu, dr. Vini Adiani Dewi mengapresiasi langkah progresif Kota Sukabumi yang menunjukkan keseriusan tinggi dalam menciptakan lingkungan sehat dan bebas dari praktik buang air besar sembarangan.

“Capaian ODF bukan sekadar angka, tetapi cerminan kesadaran masyarakat dan tanggung jawab sosial bersama. Jika hasil verifikasi pusat menyatakan sesuai, maka Sukabumi akan menjadi kota ke-26 di Jawa Barat yang dinyatakan ODF,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan sanitasi bukan hanya urusan teknis bidang kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, lingkungan, dan perilaku masyarakat. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor serta dukungan kebijakan yang kuat agar tidak ada lagi limbah rumah tangga yang mencemari lingkungan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, memaparkan bahwa capaian ODF di wilayahnya mengalami peningkatan signifikan dalam empat tahun terakhir.

“Pada tahun 2021 capaian ODF kita baru mencapai 60,67 persen. Setahun kemudian, delapan kelurahan berhasil mendeklarasikan diri dengan capaian 90,91 persen. Dan tahun 2025 ini, seluruh 33 kelurahan sudah dinyatakan ODF, sehingga persentasenya mencapai 100 persen,” jelasnya.

Menurut Bobby, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan kebijakan daerah, salah satunya melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Limbah Domestik, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ia juga menyoroti inovasi Gema Sajadah (Gerakan Mengubah Sampah Menjadi Berkah) yang menjadi strategi kreatif Pemkot Sukabumi untuk mendukung pembangunan sarana sanitasi.

“Melalui program ini, masyarakat bisa menukar sampah menjadi tabungan. Dana hasil tabungan tersebut digunakan untuk membangun septic tank dan memperbaiki sanitasi rumah warga,” paparnya.

Menanggapi keterlambatan tiga kelurahan terakhir dalam deklarasi ODF, Bobby menjelaskan bahwa hal itu disebabkan kepadatan penduduk dan kompleksitas survei lapangan.

“Verifikasi memang butuh waktu lebih lama, tapi sekarang semuanya sudah sesuai standar dan dinyatakan 100 persen ODF,” tegasnya.

Ke depan, Pemkot Sukabumi akan fokus pada penguatan program Kali Bersih sebagai lanjutan dari upaya menjaga sanitasi berkelanjutan. Program ini menitikberatkan pada edukasi masyarakat agar tidak lagi membuang limbah ke aliran sungai.

“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan ODF bukan sekadar status administratif, tapi benar-benar menjadi budaya hidup bersih yang tertanam di masyarakat. Kota Sukabumi harus menjadi contoh kota sehat dan bermartabat di Jawa Barat,” pungkas Bobby.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.