26.7 C
Jakarta
Rabu, September 30, 2026

Latest Posts

Hadapi Ancaman Iklim, Kota Sukabumi Perkuat Jejaring Antardaerah

Wartain.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menghadiri Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Selasa (29/9/2026).

Forum yang menjadi bagian dari agenda APEKSI Komisariat Wilayah III ini mempertemukan para kepala daerah untuk membahas tantangan perubahan iklim, ketahanan perkotaan, tata ruang, lingkungan, pangan, hingga pembiayaan pembangunan daerah.

Mengusung tema “Membangun Kota Tangguh, Integrasi Tata Ruang, Lingkungan Berkelanjutan, serta Adaptif Iklim”, forum juga membahas pentingnya penggunaan data dan kajian ilmiah dalam menyusun kebijakan, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pengelolaan risiko bencana.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa persoalan lingkungan dan perubahan iklim tidak dapat ditangani berdasarkan batas administratif. Kerja sama antardaerah diperlukan dalam pengelolaan air, kawasan hulu-hilir, pangan, ruang terbuka hijau, hingga pengendalian bencana.

“Alam sekali lagi tidak bisa dijaga sepotong-potong berdasarkan wilayah administrasi saja atau satu daerah saja,” tegas Hanif.

Bagi Kota Sukabumi, isu tersebut menjadi relevan karena ketahanan kota tidak hanya berkaitan dengan kondisi di dalam wilayah administrasi, tetapi juga dipengaruhi keterhubungan dengan kawasan sekitar. Pengelolaan lingkungan, ketersediaan pangan dan air, tata ruang, serta mitigasi bencana membutuhkan koordinasi lintas wilayah.

Ayep Zaki mengatakan, keikutsertaan Kota Sukabumi dalam forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan bertukar pengalaman dengan daerah lain dalam menghadapi tantangan perkotaan.

“Bagi Kota Sukabumi, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antarkota sekaligus bertukar pengalaman dan inovasi dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan. Kolaborasi lintas daerah menjadi penting karena berbagai persoalan lingkungan, pangan, air, dan kebencanaan memiliki keterkaitan yang melampaui batas administratif,” kata Ayep.

Melalui forum ini, Kota Sukabumi turut memperkuat perspektif bahwa pembangunan kota perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, ketahanan pangan dan air, kesiapsiagaan bencana, serta perencanaan tata ruang yang mempertimbangkan risiko perubahan iklim.

Kolaborasi antardaerah diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan Kota Sukabumi yang semakin tangguh, adaptif, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.