26.7 C
Jakarta
Kamis, Oktober 15, 2026

Latest Posts

Literasi sebagai Kekuatan Generasi Muda: Menjelajah Ruang Digital dengan Kritis dan Bijak

Oleh: Raden Ratu Dinar Nusantara Putri Abdulsalam/Siswi Ekstrakurikuler Literasi SMP Negeri 13 Kota Sukabumi

Wartain.com – Di era pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini, media sosial memberikan panggung bagi siapa saja untuk menjadi pembuat konten. Namun, kemudahan ini ibarat pisau bermata dua. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat khususnya remaja sering kali dihadapkan pada fenomena infodemik, yaitu banjir informasi yang bercampur aduk antara fakta, hoaks, dan disinformasi.

Melihat fenomena tersebut, timbul satu pertanyaan mendasar yang krusial: seberapa pentingkah literasi bagi generasi muda saat ini? Jawabannya adalah sangat penting. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis teks, melainkan fondasi utama dalam membangun pola pikir kritis dan karakter bangsa. Tanpa pemahaman literasi yang kuat, remaja sangat rentan menjadi korban disinformasi, atau bahkan tanpa sadar ikut memperluas penyebaran berita palsu di ruang digital.

Pentingnya penanaman budaya membaca dan berpikir kritis ini ditegaskan oleh Raden Ratu Dinar Nusantara Putri Abdulsalam, seorang siswi aktif dari Ekstrakurikuler Literasi SMP Negeri 13 Kota Sukabumi. Dalam pandangannya, keberanian generasi muda untuk tampil dan berbicara tidak ditentukan oleh seberapa keras suara yang dikeluarkan atau seberapa besar perhatian yang didapat, melainkan dari gagasan bermanfaat yang disampaikan serta tindakan nyata yang menjadi teladan.

Literasi membuat kita memahami dunia menjadi lebih luas. Literasi mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, serta mengambil keputusan yang tepat. Kemampuan berpikir kritis yang lahir dari budaya literasi inilah yang menjadi perisai utama kita.

Proses penguatan literasi ini perlu dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyikapi dinamika ruang digital. Di tengah godaan konten instan yang belum tentu bermanfaat, kecakapan literasi bertindak sebagai pemilah informasi agar generasi muda tidak mudah terprovokasi.

Oleh karena itu, transformasi budaya literasi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil. Generasi muda dipanggil untuk mengisi ruang digital dengan konten positif, membagikan pengetahuan, serta aktif berorganisasi dan bersosialisasi.

Perubahan besar tidak harus menunggu seseorang menjadi ‘orang hebat’, melainkan dimulai dari keberanian melakukan hal baik sejak dini seperti mengajak teman membaca dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana membangun bangsa.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Yosep)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.