Oleh : AM Soleh/Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar
Wartain.com || Majlis dzikir adalah pertemuan atau perkumpulan orang-orang yang berdzikir kepada Allah SWT, baik dengan mengucapkan kalimat-kalimat dzikir, membaca Al-Qur’an, shalawat, atau melakukan amalan-amalan lainnya yang dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan kepada Allah SWT.
Majlis dzikir merupakan majlis yang dipenuhi dengan dzikrullah, mengingat Allah SWT, sesuai dengan tata cara yang diajarkan Rasululullah SAW. Termasuk di dalamnya majlis ta’lim untuk mengkaji agama Allah.
“Para ulama salaf sangat bersemangat untuk menghadiri majlis-majlis seperti ini dan memotivasi orang lain untuk menghadirinya,”
Abdullah bin Rawahah radhiyallahu ‘anhu salah satu sahabat Nabi SAW, seringkali mengajak teman-temannya, “Ayo kita memperbaharui keimanan kita dengan berdzikir Semoga keimanan kita bertambah karena ketaatan tersebut dan Allah SWT berkenan untuk mengampuni kita”.
Majlis ilmu, lingkaran dzikir, dan pengajian Al-Qur’an adalah majelis-majelis yang di dalamnya hati-hati diisi dengan iman, dada-dada dibuka dengan dzikir kepada Allah Yang Maha Pengasih, dan seorang mukmin mempelajari syariat dan hukum-hukum di dalamnya.
Tidak heran jika banyak teks-teks nash yang menjelaskan tentang keutamaan majelis ilmu, dzikir, dan pengajian Al-Qur’an. Diantara keutamaan majelis dzikir adalah:
1. Menghadiri majlis dzikir Mendapatkan ampunan dan surga, serta selamat dari neraka. Malaikat hadir di dalamnya, dan mereka hadir atas perintah Allah Ta’ala.
Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang menghadiri majelis dzikir memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala memiliki malaikat-malaikat yang berkeliaran, mencari majelis-majelis dzikir. Jika mereka menemukan majelis dzikir, mereka akan duduk bersama mereka, dan mereka akan mengelilingi mereka dengan sayap-sayap mereka, hingga mereka memenuhi ruang antara mereka dan langit dunia.
Jika mereka berpisah, mereka akan naik ke langit. Allah Azza wa Jalla akan bertanya kepada mereka, padahal Dia lebih mengetahui tentang mereka: ‘Dari mana kamu datang?’
Mereka akan menjawab: ‘Kami datang dari sisi hamba-hamba-Mu di bumi yang bertasbih, bertakbir, bertahlil, dan bertahmid kepada-Mu, serta meminta kepada-Mu.’
Allah akan bertanya: ‘Apa yang mereka minta kepada-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Mereka meminta surga-Mu.’
Allah akan bertanya: ‘Apakah mereka telah melihat surga-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Tidak, wahai Tuhan kami.’
Allah akan bertanya: ‘Bagaimana jika mereka telah melihat surga-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Mereka juga meminta perlindungan kepada-Mu.’
Allah akan bertanya: ‘Dari apa mereka meminta perlindungan kepada-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami.’
Allah akan bertanya: ‘Apakah mereka telah melihat neraka-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Tidak.’
Allah akan bertanya: ‘Bagaimana jika mereka telah melihat neraka-Ku?’
Mereka akan menjawab: ‘Mereka juga meminta ampunan kepada-Mu.’
Allah akan bersabda: ‘Aku telah mengampuni mereka, dan Aku telah memberikan apa yang mereka minta, serta Aku telah melindungi mereka dari apa yang mereka minta perlindungan.’
Mereka akan berkata: ‘Wahai Tuhan kami, di antara mereka ada seorang hamba yang banyak melakukan kesalahan, namun dia hanya lewat dan duduk bersama mereka.’
Allah akan bersabda: ‘Aku juga telah mengampuni dia. Mereka adalah orang-orang yang tidak akan sengsara karena kehadiran mereka.'” (HR Bukhari dan Muslim)
2. Allah Ta’ala membanggakan orang-orang yang hadir di majlis dzikir kepada malaikat-Nya.
Sebagaimana dalam hadits Abu Sa’id dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dan melihat sekelompok sahabatnya yang sedang duduk, lalu beliau bertanya: ‘Apa yang membuat kalian duduk di sini?’
Mereka menjawab: ‘Kami duduk di sini untuk berdzikir kepada Allah dan memuji-Nya karena telah memberi kami petunjuk kepada Islam dan menganugerahkan nikmat kepada kami.’
Beliau bertanya: ‘Demi Allah, apakah kalian tidak duduk di sini kecuali untuk itu?’
Mereka menjawab: ‘Demi Allah, kami tidak duduk di sini kecuali untuk itu.’
Beliau bersabda: ‘Aku tidak meminta kalian bersumpah karena curiga kepada kalian, tetapi Jibril datang kepada-ku dan memberitahu-ku bahwa Allah Azza wa Jalla membanggakan kalian kepada malaikat-Nya.'” (HR Muslim)
3. Allah Ta’ala melindungi orang-orang yang hadir di dalamnya, menerima mereka, dan mendekatkan mereka kepada-Nya.
Sebagaimana dalam hadits Abu Waqid Al-Laitsi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berada di masjid, datanglah tiga orang. Dua orang dari mereka mendekati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan yang satu pergi.
Salah satu dari mereka melihat celah di dalam lingkaran, lalu ia duduk di sana. Yang lain duduk di belakang mereka.
Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai, beliau bersabda: ‘Maukah aku beritahu kalian tentang tiga orang itu?’
Salah satu dari mereka mencari perlindungan kepada Allah, maka Allah melindunginya.
Yang lain merasa malu, maka Allah juga merasa malu terhadapnya.
Yang lain berpaling, maka Allah juga berpaling darinya.'” (HR Bukhari dan Muslim)
4. Dosa-dosa orang-orang yang hadir di majlis dzikir digantikan dengan kebaikan.
Sebagaimana dalam hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada sekelompok orang yang berkumpul untuk berdzikir kepada Allah, tidak ada tujuan lain kecuali untuk mencari wajah-Nya, kecuali akan ada seorang penyeru dari langit yang menyeru mereka: ‘Berdirilah, kalian telah diampuni, dosa-dosa kalian telah digantikan dengan kebaikan.” (HR Ahmad)
5. Ghanimah (harta rampasan) dari majelis dzikir adalah Surga.
Sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
“Aku bertanya: Wahai Rasulullah, apa ghanimah dari majelis dzikir?”
Beliau menjawab: “Ghanimah dari majelis dzikir adalah surga, surga.” (HR Ahmad)
6. Majlis dzikir adalah taman-taman surga yang ada di dunia.
Dan diriwayatkan juga dalam hadits Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika kalian melewati taman-taman surga, maka makanlah dari sana.”
Para sahabat bertanya: “Apa taman-taman surga itu?”
Beliau menjawab: “Lingkaran-lingkaran dzikir.”
(HR Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan gharib)
7. Orang yang berkumpul untuk berdzikir akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan wajah-wajah yang bercahaya.
Disebutkan di dalam hadits Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Allah akan membangkitkan pada hari kiamat suatu kaum yang wajah-wajah mereka bercahaya, di atas mimbar-mimbar mutiara, yang membuat orang-orang iri dengki, padahal mereka bukanlah nabi-nabi dan tidak pula syuhada.’
Maka seorang Arab Badui berlutut dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, jelaskan kepada kami tentang mereka agar kami dapat mengenal mereka.’
Beliau menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, dari berbagai suku dan negeri yang berbeda, yang berkumpul untuk berdzikir kepada Allah dan mengingat-Nya.'” (HR Thabrani, dan dinilai hasan oleh Mundziri dan Haisami).***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
