Wartain.com – Maraknya kasus perundungan di sekolah mendapat perhatian serius dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi.
Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menegaskan, tidak ada toleransi bagi pelaku bullying di dunia pendidikan. Sekolah harus steril dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis.
Menurutnya, perundungan bukan persoalan sepele yang bisa dianggap candaan. Dampaknya bisa merusak mental, kepercayaan diri, bahkan masa depan anak sebagai korban.
Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama memerangi bullying, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di dua lingkungan terdekat anak lainnya.
“Pencegahan harus dimulai dari keluarga, diperkuat di sekolah, dan dijaga di lingkungan masyarakat. Tiga pilar ini harus saling menguatkan,” ujarnya, Jumat 06/11/2026.
Ia berharap, dengan kolaborasi orang tua, guru, siswa, dan masyarakat, kasus-kasus perundungan bisa dicegah sejak dini, sehingga tercipta Kabupaten Sukabumi yang benar-benar ramah dan aman bagi anak.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
