26.7 C
Jakarta
Kamis, April 30, 2026

Latest Posts

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sukabumi Gelar Sosialisasi Pencegahan Kanker Payudara

Wartain.Com, Sukabumi || Indonesia darurat kanker payudara (Carcinoma Mammae-latin). Yaitu sejenis penyakit yang berasal dari kelenjar, saluran dan jaringan penunjang payudara. Menurut data, tidak kurang dari 150 ribu kasus per tahun di Indonesia, kanker payudara ini menyerang para perempuan dan menyebabkan kematian.

Semakin merebaknya Kasus penyebaran kanker payudara dikalangan perempuan, menjadi perhatian khusus dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sukabumi, bekerja sama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI),  menggelar sosialisasi pencegahan dini kanker payudara, bertempat di Aula Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu 27/09/2023.

Ketua GOW Kabupaten Sukabumi sekaligus sebagai ketua forum PUSPA, Hj. Yani Jatnika Marwan mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada para perempuan, terkait penyakit kanker payudara, terutama dalam hal pencegahan dan deteksi secara dini.

“Kanker payudara sudah menjadi penyakit yang mematikan, kepada siapapun mungkin akan terjadi. Oleh karena itu kita harus tahu dan faham cara deteksi dan pencegahan secara dini,” katanya.

Ia juga berpesan dan berharap, kaum perempuan tidak menganggap sepele hal seperti ini. Paling tidak sebagai perempuan harus mampu mewaspadai, gejala atau tanda-tanda kanker payudara.

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sukabumi Gelar Sosialisasi Pencegahan Kanker Payudara (foto : wartain.com/Ida)

“Saya berpesan dan berharap, selalu jaga kesehatan, kenali dan fahami apa itu kanker payudara, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadilah perempuan-perempuan yang tangguh,” pungkas Yani.

Sementara itu pemateri yang didapuk dalam sosialisasi tersebut, dr. Agus Sutarman, Sp.B(K), Onk, dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta, menyampaikan, hal- hal yang menjadi perhatian bagi perempuan dalam mengenali kanker payudara adalah, kenali setiap gejala yang dirasakan dalam payudara.

Perlu diketahui, gejala awal Kanker Payudara banyak ragamnya, diantaranya :

* Munculnya benjolan di dalam payudara atau daerah ketiak;
* Perubahan ukuran dan bentuk payudara;
* Rasa sakit di area tertentu yang tidak kunjung hilang;
* Vena menonjol di permukaan payudara;
* Perubahan ukuran dan bentuk payudara;
* Luka atau ruam pada puting;
* Pembengkakan, kemerahan, atau penggelapan pada area payudara;
* Adanya lekukan kulit di payudara.

“Perubahan pada payudara di atas bisa terjadi meski kelenjar pada payudara tergolong jinak. Mereka tidak selalu penyebabnya adalah kanker. Jika kamu memperhatikan perubahan seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan ke rumah sakit agar segera dapat penanganan awal,” beber Agus.

“Kanker payudara cenderung terjadi pada usia yang lebih muda daripada jenis kanker lainnya. Dokter terkadang juga bisa saja salah mendiagnosisnya karena dapat menyerupai infeksi, trauma, atau masalah lain. Terpenting, selalu berkonsultasi dengan dokter agar dilakukan pemeriksaan di rumah sakit,” tambahnya.

Peserta antusias mendengarkan pemateri yang disampaikan ahli dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta (foto : wartain.com/Ida)

Selain untuk konsultasi dengan dokter, kita juga bisa mendeteksi secara dini kanker payudara melalui teknik “SADARI” (perikSA payuDAra sendiRI).

Langkah-langkah melakukan SADARI

1. Perhatikan dengan teliti payudara anda di depan cermin, dengan kedua lengan lurus ke bawah. Perhatikan bila terdapat benjolan atau perubahan bentuk, warna, dan ukuran pada payudara (secara normal ukuran pada payudara kanan dan kiri tidak sama persis).

2. Angkatlah kedua lengan ke atas sampai kedua tangan berada di belakang kepala dan tekan ke arah depan. Kemudian tekanlah kedua tangan anda dengan kuat pada pinggul dan gerakkan kedua lengan dan siku ke arah depan sambil mengangkat bahu. Cara ini akan menegangkan otot-otot dada anda sehingga perubahan-perubahan seperti cekungan atau benjolan akan lebih terlihat.

3. Angkatlah lengan kiri anda lalu rabalah payudara kiri dengan tiga ujung jari tengah tangan kanan yang dirapatkan. Perabaan dapat dilakukan dengan cara:
• Gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, dimulai dari atas (posisi jam 12) dengan mengikuti arah jarum jam, bergerak ke tengah ke arah puting susu.
• Gerakan dari atas ke bawah dan sebaliknya.
• Gerakan dari bagian luar payudara ke arah puting susu
• Kemudian lakukan perabaan dengan gerakan yang sama pada payudara kanan Anda dengan menggunakan jari-jari dari tangan kiri.

4. Tekan secara pelan daerah di sekitar puting kedua payudara dan amatilah apakah terdapat keluar cairan yang tidak normal (tidak biasanya), seperti putih kekuning-kuningan yang terkadang bercampur darah. Pada wanita yang masih menyusui, bedakan dengan ASI. Proses tersebut dapat dilakukan saat mandi dengan menggunakan air sabun

6. Berilah perhatian khusus pada payudara bagian atas tepi luar dekat lipat ketiak (kuadran superolateral kanan dan kiri) karena tumor payudara banyak ditemukan di daerah tersebut.

Penyerahan cedera mata dari ketua YKPI kepada ketua GOW Kabupaten Sukabumi (foto : wartain.com/Ida)

Hal lain yang penting untuk diketahui dalam melakukan SADARI yaitu mengetahui batas-batas dari payudara sehingga seluruh payudara dapat diraba secara berurutan dan sistematis sehingga tidak ada bagian yang terlewatkan.

Batas-batas payudara:
• Batas atas adalah jarak 1-2 jari dibawah ruas tulang selangka (clavicula).
• Batas bawah adalah garis lingkar kulit bawah payudara.
• Batas terluar adalah garis tengah ketiak ke arah bawah.
• Batas terdalam adalah garis tengah ruas dada.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kowani Ibu Titien Pamudji, Ketua BKOW Jabar, Ketua YKPI, Ketua GOW Kabupaten Sukabumi beserta jajaran dan tamu undangan lainnya.***

Foto : wartain.com/Ida

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.