Wartain.com || Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid mengatakan stok pupuk subsidi di Gudang Lini III Cibadak, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, diklaim hanya akan mencukupi kebutuhan petani di Kabupaten Sukabumi, sekitar 6 sampai 8 minggu atau 2 bulan kedepan.
Hal tersebut disampaikannya saat melakukan Gebyar Diskon Pupuk Non Subsidi BUMN bersama Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Gudang Lini III Cibadak, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada beberapa waktu lalu.
“Ketersedian pupuk di Gudang Lini III Cibadak, coba lihat keliling, penuh di gudang. Jadi sebenarnya kalau kita di gudang ini, lihat kanan dan kiri pupuk tersusun rapi dan di Sukabumi ini stok sudah kita siapkan 2.000 ton urea dan 2.700 ton NPK. Itu stok yang saat ini tersedia, cukup kurang lebih 6-8 minggu kebutuhan. Jadi kalau nanti diambil akan kita restok lagi,” kata Robby, dikutip dari Radar Sukabumi, Jumat 09/02/2024.
Robby menuturkan pemerintah berencana menambah anggaran untuk penyediaan pupuk di Tanah Air sebanyak 2,1 juta ton, dari anggaran awal 5,2 juta ton. sehingga nantinya total anggaran akan mencapai 7,3 ton untuk pupuk subsidi.
“Tapi, tambahan anggaran yang 2,1 juta ton itu mungkin di level pemerintah memerlukan waktu atau proses. Nah kami dari produsen pupuk takut atau khawatir teman-teman petani kehilangan momen untuk menanam di musim tanam 1 ini, oleh karena itu kami punya program diskon pupuk agar kekurangannya sementara bisa menggunakan pupuk non subsidi yang kami diskon. Program itu, kami lakukan sampai akhir bulan bahkan sampai awal Maret. Khususnya pada musim tanam di tahap 1,” bebernya.
Sementara itu, Sub Koordinator Pendampingan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sostenes mengatakan, untuk tahun 2024 ini alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Sukabumi hanya 52 persen untuk pukuk jenis urea dari kebutuhan. Sementara, untuk pupuk jenis NPK-nya hanya 29 persen dari kebutuan.
“Jadi, kebutuhan pupuk urea di Kabupaten Sukabumi ini, 74.156 ton dan NPK-nya 74.566 ton,” jelasnya.
Diketahui, wilayah Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu yang terluas, dan pupuk subsidi dari pemerintah hanya boleh digunakan untuk sembilan komoditas pertanian.
“Ini cukup luas yah. Jadi yang boleh digunakan untuk pupuk subsidi ini hanya 9 komoditas, padi, jagung, kedelai, bawang putih, bawang merah, cabai, perkebunan rakyat. Seperti tebu, kopi dan kakao,” pungkasnya.***
Foto: Radar Sukabumi
Editor: Raka A. Firmansyah
(Red)
