Wartain.com || Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Sukabumi, Ayep Zaki – Bobby Maulana telah rampung melaksanakan pemeriksaan kesehatan (Rikes) di RSUD R Syamsudin SH pada Jumat (30/8/2024).
Rikes tersebut menjadi salah satu rangkaian para paslon yang nantinya akan maju di Pilkada Kota Sukabumi.
Ayep-Bobby jadi pasangan terakhir yang melakukan ikes setelah dua hari sebelumnya Fahmi-Dida dan Muraz-Andri telah melakukan hal serupa. Hal itu bisa dipastikan setelah KPU Kota Sukabumi menutup pendaftaran paslon pada Kamis (29/8/2024) pukul 23.59 WIB.
“Ini satu rangkaian pemeriksaan kesehatan yang cukup bagus, saya sangat mengapresiasi dan saya juga sering medical check dan sebagainya ini sangat lengkap,” kata Ayep.
Ayep-Bobby di periksa oleh tim dokter selama lebih dari 8 jam yang meliputi pemeriksaan fisik, mental, dan psikis.
“ Mulai dari fisik semua organ diperiksa sehingga kalaupun ada kekurangan dalam tubuh kita langsung keliatan. Kedua secara psikis mental. Artinya semua rangkaian ini dilakukan secara serius dan profesional.
Sementara itu wakilnya, Bobby Maulana mengatakan, sebelum melakukan Rikes dirinya dan Ayep sempat menjalani puasa yang dimulai dari jam 7 malam,” kaya Bobby.
“Kita kan tadi puasa dari jam 7 malam . Itu baru bisa makan setelah ambil sampel darah sekitar jam 8, makanannya juga sangat-sangat baik. Suguhannya baik, juga mengutamakan cita rasa,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan, dr. Muhammad Arzan Alfarish menjelaskan hasil Rikes dari ketiga paslon akan di rapat pleno kan pada Sabtu (31/8/2024) dan KPU Kota Sukabumi akan menerima resumenya.
“Tim sebenarnya sudah mengantongi hasil-hasilnya nanti tinggal kita rapatkan dan karena dirapatkan jadi keputusan kolektif jadi keputusan bersama,” tutur Farish.
Adapun tentang hasil Rikes, rekam medisnya itu bersifat tertutup begitupun tentang riwayat penyakit para paslon.
“Kalau dari juknis KPU itu tidak adanya sakit kronis yang nantinya sakit yang sifatnya fatal yang dapat mengganggu selama masa kepemimpinan jadi bukan berarti tidak boleh sakit sama sekali, tetapi apakah sakit itu mengganggu itu yang dicari,” pungkasnya.***(RAF)
