Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) telah memetakan luas area pergerakan tanah di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Hasil peninjauan melalui drone, area pergerakan tanah memiliki luas 1,5 hektare dengan bentuk tapal kuda atau huruf U. Tapal kuda itu ditandai dengan retakan memanjangkan dengan lebar 2 centimeter sampai 5 meter. Panjang rekahan tapal kuda itu berkisar antara 100 sampai 200 meter yang sama-sama berujung di sungai Cidadap.
“Kita sudah petakan, luas 1,5 hektar lahan terdampak bencana pergerakan tanah. Untuk panjang rekahan 100-200 meter,” kata Surveyor Pemetaan Tanah dan Bencana Badan Geologi Kementerian ESDM, Sumaryono, Selasa 5 Maret 2024.
Menurutnya, karena telah berbentuk tapal kuda area 1,5 hektar lahan itu terus bergerak ke bawah karena dorongan kemiringan lahan dan air di bagian bawah. Oleh karena itu, seluruh bangunan di atas area tapal kuda ini harus dikosongkan karena tanah masih bergerak.
“Bentuk pergerakan serupa tapal kuda yang sudah siap meluncur apalagi dipicu hujan deras atau gempa. Makanya kami rekomendasikan untuk relokasi,” tambahnya.
Berdasarkan pemetaan, jenis pergerakan tanah di Cibedug merupakan tipe rayapan pada tahap awal, lalu berubah jadi tipe rotasional seiring terjadinya kejenuhan. Tipe rotasional memiliki percepatan gerakan tanah karena banyaknya kandungan air di bagian bawah.
Ia memastikan pergerakan tanah di Kampung Cigombong tak akan melebar luas melebihi area 1,5 hektare. Kalaupun terjadi perluasan, maksimal ke radius 15-20 meter.
“Potensi meluas masih ada, tapi ini tergantung pemicunya. Tapi patut waspada area di radius 15-20 meter dari batas rekahan. Tapi sampai saat ini, di radius 20 meter ini masih aman belum ada retakan,” tandasnya.***
Foto : Ilustrasi pergeseran tanah by canva
Editor : Aab Abdul Malik
(Fadila)
