Wartain.com || Bencana longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Jabar, termasuk Bandung Barat mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi mengatakan, bencana alam bisa menimpa siapa saja, termasuk mereka yang tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan bencana itu terjadi.
“Longsor yang dialami sodara kita di Bandung Barat menjadi catatan penting bahwa bencana bisa menimpa siapa saja, tanpa orang tersebut melakukan perbuatan yang mengakibatkan bencana,” kata Dedi Mulyadi, Minggu 25/01/2026.
Gubernur Jawa Barat itu secara terang-terangan mengungkapkan salah satu penyebab terjadinya bencana alam di wilayah yang ia pimpin.
“Lereng-lereng gunung berubah menjadi tanaman sayur, dan kebun bunga dengan sistem green house dengan penanamannya menggunakan media plastik adalah fakta bahwa kita telah berbuat salah pada area-area perbukitan,” ungkap Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Dedi juga menyebut area sawah yang berubah menjadi perumahan dan sungai yang mengalami pendangkalan merupakan bentuk ketidak pedulian manusia terhadap alam yang mereka tempati.
Orang nomor satu di Jabar itu lantas mengajak seluruh masyarakat untuk mulai berbenah dan intropeksi diri untuk tidak merusak alam yang memberikan kehidupan kepada manusia.
“Sudah saatnya kita intropeksi diri untuk merubah seluruh perilaku buruk yang menjadikan alam hanya bahan eksploitasi kita tanpa mempertimbangkan keharmonisan hidup, keselarasan hidup agar kita yang numpang di bumi ini mengohormati bumi sebagai tempat tumpanngan kita,” jelasnya.
Tidak berhenti sampai itu, Dedi bukan hanya mengajak masyarakat untuk intropeksi, tapi juga meminta pemerintah untuk dengan gagah mengakui setiap kesalahannya.
Dedi Mulyadi memperjelas apa yang ia sampaikan, bahwa tindakan merusak alam akan menyebabkan bencana yang merugikan semua orang.
“Untuk itu marilah kita bersama-sama menyadari, pemerintah harus sadar akan kelasalahnnya, masyarakat pun harus menyadari bahwa tindakan-tindakan yang bertentangan dengan alam pada akhirnya akan menjadi bencana dan menimpa siapapun.” pungkas Dedi Mulyadi.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
