26.7 C
Jakarta
Sabtu, Mei 9, 2026

Latest Posts

Bentrok Pecah di Depan Pabrik GSI 2 Sukabumi, Warga dan Massa Aksi Saling Dorong Saat Audiensi

Wartain.com || Kericuhan terjadi di depan gerbang PT Glostar Indonesia (GSI) 2 di Jalan Raya Sukabumi–Cianjur, tepatnya di Kampung Kedung Gede, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (8/5/2025) siang.

Insiden ini bermula ketika puluhan warga yang tergabung dalam Forum Sukabumi Bergerak (FSB) hendak menggelar aksi audiensi dengan manajemen perusahaan tekstil tersebut. Namun, saat massa mencoba memasuki area pabrik, mereka diadang oleh kelompok warga lainnya, yang belum diketahui identitas dan afiliasinya.

Adu mulut dan aksi saling dorong pun tak terelakkan, hingga situasi memanas dan nyaris berujung bentrok fisik. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh aparat kepolisian yang segera turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.

Koordinator aksi FSB, Muhammad Mulki, menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya merencanakan aksi demonstrasi, namun kemudian disepakati untuk hanya melakukan audiensi secara damai dengan pihak manajemen.

“Dari awal kami sepakat hanya akan beraudiensi. Perwakilan kami pun sudah dipilih untuk masuk ke dalam ruang pertemuan. Namun ketika hendak memasuki gerbang GSI, sejumlah orang menghadang dan memprovokasi massa kami,” ujar Mulki.

Dalam kericuhan tersebut, seorang anggota FSB bernama Sandi dilaporkan mengalami kekerasan fisik. Selain itu, dua unit sepeda motor milik peserta aksi mengalami kerusakan.

“Sandi sempat didorong dan bagian kepalanya diguncang oleh oknum yang menghadang. Kami minta kepolisian mengusut dan mengungkap pelaku provokasi. Kami juga minta akses CCTV dibuka untuk melihat kejadian sebenarnya,” tambahnya.

Adapun dalam audiensi yang akhirnya berlangsung, FSB menyampaikan sejumlah tuntutan kepada PT GSI 2. Di antaranya: penghentian dugaan praktik pungutan liar dalam proses rekrutmen tenaga kerja, penanganan kemacetan akibat aktivitas perusahaan, audit terhadap penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) selama 10 tahun terakhir, serta pembentukan forum CSR partisipatif yang melibatkan masyarakat lokal.

“Tujuan kami bukan mengganggu jalannya operasional perusahaan, apalagi menghambat investasi. Namun kami ingin memastikan praktik pungli ditindak, dan CSR benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Mulki.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT GSI 2 Sukalarang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden maupun tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.