26.7 C
Jakarta
Kamis, Juni 25, 2026
Beranda blog Halaman 23

Cuaca Sukabumi Sabtu 13 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Siang-Sore Disertai Guntur

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu bersiap menghadapi cuaca dinamis Sabtu 13/6/2026. Badan Meteorologi memperkirakan siang hingga sore hari berpotensi hujan lebat disertai guntur. Suhu harian berkisar 21°C sampai 29°C dengan kelembapan tinggi mencapai 96 persen.

Pagi hari kondisi Sukabumi diprediksi berawan. Pada pukul 09.00 WIB suhu 25°C dengan peluang hujan hanya 3 persen. Langit mulai cerah menjelang siang, namun indeks UV naik ke level tinggi 6 pada jam 11.00 WIB. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung.

Memasuki siang hari, awan tebal mulai menggulung. Pukul 13.00 WIB hujan ringan turun dengan peluang 40 persen. Suhu bertahan di 27°C. Kondisi ini menjadi pertanda awal masuknya hujan yang lebih intens.

Puncak hujan terjadi sore hari. Antara pukul 14.00-15.00 WIB, BMKG memprakirakan hujan lebat dengan peluang 80-86 persen. Suhu turun sedikit ke 26°C. Curah hujan harian diprediksi mencapai 7,2 mm dengan potensi petir.

Hujan masih berlanjut hingga sore menjelang malam. Pukul 16.00-17.00 WIB intensitas mulai melandai ke 65-68 persen. Suhu turun ke 24°C. Angin bertiup tenang dari arah timur dan utara dengan kecepatan 5-7 km/jam.

Malam hari cuaca berangsur tenang. Langit berawan hingga hujan ringan dengan peluang 24-33 persen. Suhu berada di 22-23°C. Kelembapan udara sangat tinggi 95-96 persen, membuat udara terasa lembap.

Selain hujan, warga juga perlu mewaspadai kualitas udara. Data Weather Channel mencatat AQI Sukabumi berada di angka 161, kategori Tidak Sehat. Polutan utama PM2.5. Kondisi ini berisiko bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Dengan AQI tidak sehat, aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker untuk mengurangi paparan partikel halus. Pastikan ventilasi rumah tetap terjaga meski udara lembap.

Potensi hujan lebat dan guntur juga bisa memicu jalan licin serta genangan air di titik rawan. Pengendara motor dan mobil diminta mengurangi kecepatan, terutama di jalan menurun dan tikungan tajam.

Matahari terbit pukul 06.00 WIB dan terbenam 17.44 WIB. Meski pagi cenderung berawan, paparan sinar matahari saat UV tinggi tetap bisa menyebabkan kulit terbakar. Sunscreen tetap perlu dipakai.

Secara umum, Sabtu 13 Juni 2026 jadi hari yang kurang bersahabat untuk kegiatan outdoor. Hujan sore berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan acara di ruang terbuka. Warga diminta memantau perkembangan cuaca.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Bawa payung atau jas hujan saat beraktivitas. Pastikan saluran air di lingkungan bersih agar tidak terjadi banjir saat hujan deras mengguyur.

Intinya: Pagi berawan aman, siang-sore hujan lebat, malam lembap. Siapkan payung dan masker ya!(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cuaca Sukabumi Sabtu 13 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Siang-Sore Disertai Guntur

0

Cuaca Sukabumi Sabtu 13 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Siang-Sore Disertai Guntur

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu bersiap menghadapi cuaca dinamis Sabtu 13/6/2026. Badan Meteorologi memperkirakan siang hingga sore hari berpotensi hujan lebat disertai guntur. Suhu harian berkisar 21°C sampai 29°C dengan kelembapan tinggi mencapai 96 persen.

Pagi hari kondisi Sukabumi diprediksi berawan. Pada pukul 09.00 WIB suhu 25°C dengan peluang hujan hanya 3 persen. Langit mulai cerah menjelang siang, namun indeks UV naik ke level tinggi 6 pada jam 11.00 WIB. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung.

Memasuki siang hari, awan tebal mulai menggulung. Pukul 13.00 WIB hujan ringan turun dengan peluang 40 persen. Suhu bertahan di 27°C. Kondisi ini menjadi pertanda awal masuknya hujan yang lebih intens.

Puncak hujan terjadi sore hari. Antara pukul 14.00-15.00 WIB, BMKG memprakirakan hujan lebat dengan peluang 80-86 persen. Suhu turun sedikit ke 26°C. Curah hujan harian diprediksi mencapai 7,2 mm dengan potensi petir.

Hujan masih berlanjut hingga sore menjelang malam. Pukul 16.00-17.00 WIB intensitas mulai melandai ke 65-68 persen. Suhu turun ke 24°C. Angin bertiup tenang dari arah timur dan utara dengan kecepatan 5-7 km/jam.

Malam hari cuaca berangsur tenang. Langit berawan hingga hujan ringan dengan peluang 24-33 persen. Suhu berada di 22-23°C. Kelembapan udara sangat tinggi 95-96 persen, membuat udara terasa lembap.

Selain hujan, warga juga perlu mewaspadai kualitas udara. Data Weather Channel mencatat AQI Sukabumi berada di angka 161, kategori Tidak Sehat. Polutan utama PM2.5. Kondisi ini berisiko bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Dengan AQI tidak sehat, aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker untuk mengurangi paparan partikel halus. Pastikan ventilasi rumah tetap terjaga meski udara lembap.

Potensi hujan lebat dan guntur juga bisa memicu jalan licin serta genangan air di titik rawan. Pengendara motor dan mobil diminta mengurangi kecepatan, terutama di jalan menurun dan tikungan tajam.

Matahari terbit pukul 06.00 WIB dan terbenam 17.44 WIB. Meski pagi cenderung berawan, paparan sinar matahari saat UV tinggi tetap bisa menyebabkan kulit terbakar. Sunscreen tetap perlu dipakai.

Secara umum, Sabtu 13 Juni 2026 jadi hari yang kurang bersahabat untuk kegiatan outdoor. Hujan sore berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan acara di ruang terbuka. Warga diminta memantau perkembangan cuaca.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Bawa payung atau jas hujan saat beraktivitas. Pastikan saluran air di lingkungan bersih agar tidak terjadi banjir saat hujan deras mengguyur.

Intinya: Pagi berawan aman, siang-sore hujan lebat, malam lembap. Siapkan payung dan masker ya! (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Serikat Rakyat Indonesia : “Membaca Aksi 12 Juni, Ketika Nalar Mahasiswa Terasing dari Rahim Rakyat

0

Wartain.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa pada 12 Juni 2026 yang menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyisakan tanda tanya eksistensial yang mendalam. Dalam kacamata filsafat, tindakan ini mencerminkan sebuah ironi alienasi—kondisi di mana kaum intelektual justru terasing dari realitas empiris masyarakatnya sendiri. Ketika sebuah kebijakan secara nyata menyentuh hajat hidup jutaan anak, ibu hamil, bayi, hingga menggerakkan ekosistem ekonomi petani dan pelaku UMKM, tuntutan pembubaran program ini terasa ganjil, bahkan melukai rasa keadilan spiritual.

Pernyataan keprihatinan yang disuarakan oleh Ketu Umum Serikat Rakyat Indonesia Dede Heri S.IP juga sebagai Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah Putih, bukan sekadar kritik politik, melainkan sebuah refleksi moral. Mengapa air mata kemiskinan yang mulai mengering berkat kepastian pangan justru digugat oleh mereka yang mengecap bangku kuliah?

Secara spiritual, kepemimpinan yang otentik adalah kepemimpinan yang berpihak pada kaum duafa dan mustad’afin (kaum yang tertindas/lemah). Program MBG yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam koridor Astacita merupakan sebuah manifestasi seni bela rakyat. Seni di sini bukan sekadar estetika visual, melainkan keindahan dalam menyusun rantai pasok ekonomi yang berkeadilan:

a. Dapur MBG menjadi episentrum sosial tempat ratusan ribu relawan dan ibu-ibu menemukan martabat pekerjaannya.

b. Petani dan Peternak mendapatkan kepastian pasar, membebaskan mereka dari jerat tengkulak.

c. Anak-Anak Nusantara dari kota hingga pelosok mendapatkan hak paling asasi mereka: nutrisi untuk akal dan jiwa.

Melihat kenyataan ini, menghentikan program MBG sama saja dengan memutus urat nadi harapan bangsa yang sedang merangkak menuju kemandirian.

Memisahkan Penyakit dari Tubuhnya: Etika Evaluasi vs Destruksi

Dalam logika filsafat moral, jika sebuah sistem mengalami malapraktik, yang disembuhkan adalah penyakitnya, bukan dengan cara membunuh manusianya. Langkah tegas Presiden Prabowo dalam membongkar penyimpangan dan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) harus dibaca sebagai tindakan bedah medis yang berani. Mengapresiasi ketegasan ini adalah wujud dari kejujuran intelektual.

Tuntutan untuk menghentikan total program ini memicu pertanyaan besar: Mewakili kepentingan siapa gerakan ini?

Secara metafisika politik, ada kekuatan gelap—mafia oligarki hitam—yang selalu merasa terancam jika rakyat Indonesia menjadi cerdas, sehat, dan berdaulat. Mereka tidak ingin melihat bangsa ini mandiri secara ekonomi. Ketika mahasiswa terjebak dalam narasi destruktif ini, mereka secara tidak sadar sedang menjadi perpanjangan tangan dari kepentingan yang ingin melihat Indonesia tetap lemah.

Panggilan Spiritual: Memperkuat Persatuan Nasional

Esensi dari spiritualitas adalah persatuan (Tauhidi). Keberhasilan program kerakyatan tidak bisa dibebankan hanya pada pundak pemerintah, melainkan membutuhkan pengawalan spiritual dan fisik dari seluruh komponen bangsa.

Serikat Rakyat Indonesia dan Rumah Literasi Merah Putih mengajak kita semua untuk kembali ke khittah persatuan nasional. Mengawal MBG adalah mengawal masa depan generasi emas Indonesia. Di atas semua dinamika ini, mari kita gantungkan harapan pada ruang doa, memohon agar Allah Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menganugerahkan rahmat, keberkahan, dan kedamaian abadi untuk bumi pertiwi. Indonesia harus tegak, mandiri, dan berdaulat di atas kaki sendiri. (M.Rafi Asyam)***

Editor : Aab Abdul Malik

Sabar/Reza Melaju ke Semifinal Australian Open 2026 Setelah Tumbangkan Unggulan Kedelapan

0

Wartain.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, berhasil mengamankan satu tempat di babak semifinal Australian Open 2026. Kepastian tersebut diraih setelah mereka menumbangkan ganda putra Chinese Taipei, Fang-Chih Lee dan Fang-Jen Lee.Sabar/Reza yang berstatus sebagai unggulan ketiga turnamen ini menepis perlawanan sang lawan di Quaycentre, Sydney, Australia, pada Jumat (12/6/2026).

Pasangan Indonesia ini menyudahi perlawanan ganda putra unggulan kedelapan tersebut melalui dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-11. Pada gim pertama, laga sempat berjalan sengit karena pasangan Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee menerapkan strategi bermain cepat di depan net. Berkat komunikasi yang solid dan pertahanan yang rapat, Sabar/Reza perlahan mampu keluar dari tekanan dan mengamankan kemenangan gim pertama dengan skor 21-17.

Memasuki gim kedua, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Sabar/Reza yang langsung menekan sejak servis pertama. Ganda putra tanah air ini terus mendulang poin demi poin dengan memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan, hingga akhirnya menyudahi perlawanan wakil Chinese Taipei dengan skor telak 21-11.Kemenangan ini memperpanjang napas ganda putra Indonesia di turnamen berkategori BWF World Tour Super 500 ini.

Hasil ini juga menunjukkan kematangan bermain yang ditunjukkan oleh Sabar dan Reza dalam mengatasi tekanan dari pasangan tangguh dunia lainnya.Dengan hasil perempat final ini, Sabar/Reza siap bertarung di babak semifinal yang akan diselenggarakan esok hari demi merebut tiket partai puncak. Mereka bertekad menjaga konsistensi permainan dan fisik agar mampu menyumbangkan gelar juara bagi Indonesia dari sektor ganda putra.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Polres Sukabumi Amankan Pedagang Ikan Keliling dalam Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Remaja

0

Wartain.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mengamankan seorang pria berinisial M (58), yang diketahui berprofesi sebagai pedagang ikan keliling, atas dugaan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap seorang remaja perempuan berinisial R (18). Dugaan perbuatan tersebut disebut telah terjadi sejak korban masih berusia di bawah 18 tahun.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat pada awal Juni 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi segera melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya menetapkan dan mengamankan terduga pelaku.

Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Ilham Sapta Permadi, mengatakan penanganan perkara ini merupakan bentuk keseriusan kepolisian dalam memberikan perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polres Sukabumi dalam memberikan perlindungan total kepada perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan maupun kejahatan seksual,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diketahui mengenal korban karena sering berjualan dan berinteraksi di lingkungan tempat tinggal korban. Kedekatan tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksi kejahatannya.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, menjelaskan bahwa pelaku diduga melakukan perbuatannya dengan memanfaatkan situasi ketika korban berada dalam kondisi rentan dan rumah dalam keadaan sepi.

“Berdasarkan keterangan dari korban, perbuatan keji tersebut diduga telah berlanjut dan berulang dalam kurun waktu yang cukup lama. Korban yang sudah tidak tahan akhirnya berani bersuara hingga kasus ini resmi dilaporkan kepada pihak kepolisian. Dalam proses penyidikan, kepolisian bergerak cepat mengamankan sejumlah alat bukti krusial, termasuk hasil visum medis korban serta keterangan dari beberapa saksi,” ungkap Dudi.

Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polres Sukabumi untuk kepentingan penyidikan.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal-pasal yang berkaitan dengan tindak pidana terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak serta ketentuan pidana lain yang relevan dalam KUHP.

Polres Sukabumi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan setiap dugaan tindak kekerasan maupun kejahatan seksual kepada aparat penegak hukum.

Kepolisian menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah serta mengungkap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sehingga korban dapat memperoleh perlindungan dan keadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Penumpang Meningkat, Stasiun Cibadak Kian Diminati sebagai Akses Wisata Sukabumi

0

Wartain.com – Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api menuju Sukabumi terus menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan jumlah pelanggan yang naik dan turun di Stasiun Cibadak selama lima bulan pertama tahun 2026.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), volume pelanggan di Stasiun Cibadak pada periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 74.281 orang. Angka tersebut meningkat 6,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 69.775 pelanggan.

Peningkatan tersebut memperlihatkan semakin besarnya peran Stasiun Cibadak sebagai titik akses transportasi yang melayani kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata di Sukabumi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan pertumbuhan jumlah pelanggan tidak terlepas dari semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang praktis, nyaman, dan mampu menjangkau berbagai tujuan perjalanan.

“Stasiun Cibadak menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan sehari-hari maupun perjalanan akhir pekan. Kereta api memberikan pilihan transportasi yang nyaman, tepat waktu, dan terhubung dengan berbagai tujuan di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi,” ujar Anne, dikutip pada Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, keberadaan layanan KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi menjadi faktor penting dalam mendukung konektivitas masyarakat. Kereta tersebut melayani sejumlah stasiun di sepanjang jalur, mulai dari Bogor, Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Cisaat hingga Sukabumi.

Konektivitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh pekerja dan pelajar, tetapi juga wisatawan yang ingin menikmati berbagai destinasi unggulan di Sukabumi tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas jalan raya.

Lokasi Stasiun Cibadak yang relatif dekat dengan sejumlah objek wisata menjadi nilai tambah tersendiri. Dari kawasan stasiun, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi populer seperti Situ Gunung Suspension Bridge, Curug Sawer, maupun kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang menawarkan keindahan alam pegunungan dan hutan tropis.

Selain wisata alam, kawasan Sukabumi juga dikenal memiliki ragam kuliner dan produk oleh-oleh khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Kemudahan akses menggunakan kereta api membuat perjalanan menjadi lebih efisien dan nyaman, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan.

Anne menilai perkembangan jumlah pelanggan di Stasiun Cibadak menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel semakin menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan.

“Kereta api membantu masyarakat menjangkau lebih banyak peluang dan pengalaman. Ada yang menggunakannya untuk bekerja dan belajar, ada pula yang memanfaatkannya untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga. Stasiun Cibadak menjadi salah satu simpul yang mempertemukan berbagai kebutuhan perjalanan tersebut,” katanya.

Dengan tren pertumbuhan pelanggan yang terus meningkat, Stasiun Cibadak kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang. Lebih dari itu, stasiun tersebut berkembang menjadi salah satu gerbang penting yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai destinasi wisata, pusat aktivitas ekonomi, serta layanan pendidikan di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Kehadiran layanan KA Pangrango yang konsisten melayani masyarakat pun semakin memperkuat posisi Stasiun Cibadak sebagai salah satu simpul transportasi strategis yang mendukung mobilitas sekaligus pertumbuhan sektor pariwisata di Jawa Barat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Dorong Generasi Muda Kenali Budaya Daerah Sejak Dini

0

Wartain.com – Pelestarian budaya lokal dinilai menjadi salah satu kunci dalam membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi. Karena itu, pengenalan warisan budaya kepada anak-anak perlu dilakukan sejak usia sekolah agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, saat menghadiri Sosialisasi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jawa Barat yang dirangkaikan dengan pelepasan siswa-siswi kelas VI dan pentas kreativitas peserta didik SDN Gunungpuyuh Tahun Ajaran 2025/2026, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Merajut Asa, Satukan Langkah Menjadi Generasi Penerus Bangsa” tersebut merupakan bagian dari program sosialisasi WBTb Jawa Barat yang dilaksanakan di 43 sekolah di berbagai daerah. Beragam kesenian dan budaya lokal ditampilkan dalam kegiatan tersebut, termasuk atraksi Singa Maung Nosa yang mendapat perhatian para siswa dan orang tua.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menekankan pentingnya memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Hari ini kita tidak hanya melepas siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan dasar, tetapi juga memperkenalkan warisan budaya yang menjadi identitas daerah kita. Anak-anak harus mengenal budaya daerahnya agar tumbuh rasa bangga dan tanggung jawab untuk melestarikannya,” ujar Ayep.

Menurutnya, kemajuan pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya. Generasi muda tidak hanya dituntut unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap akar budaya yang menjadi bagian dari jati dirinya.

Ayep menyebut Kota Sukabumi memiliki sejumlah warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, seperti pencak silat, kaulinan tradisional boles, hingga tradisi lisung yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama.

Berbagai kekayaan budaya tersebut, lanjutnya, harus terus dijaga agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman dan perubahan pola hidup masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini aktif dalam pelestarian budaya daerah, termasuk Pondok Pesantren Al-Fath yang dinilai konsisten mengembangkan dan memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Selain memiliki nilai sejarah dan identitas daerah, budaya juga dinilai mampu menjadi penggerak sektor pariwisata. Menurut Ayep, berbagai program pengenalan sejarah dan budaya seperti walking tour telah membantu memperkenalkan Kota Sukabumi kepada masyarakat dari berbagai daerah.

“Orang datang ke Sukabumi bukan hanya melihat kotanya, tetapi juga ingin mengenal budaya yang kita miliki. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dikembangkan agar menjadi kekuatan daerah,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ayep Zaki juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang telah mendampingi proses pendidikan siswa hingga menyelesaikan jenjang sekolah dasar.

Kepada para lulusan kelas VI SDN Gunungpuyuh, ia berpesan agar terus menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Selamat kepada anak-anak yang hari ini lulus. Teruslah belajar, raih cita-cita setinggi mungkin, dan jadilah generasi yang membanggakan orang tua, daerah, dan bangsa,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian Warisan Budaya Takbenda sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda. Diharapkan sinergi antara sekolah, pemerintah, keluarga, dan komunitas budaya dapat menjaga keberlangsungan budaya lokal sebagai identitas yang membanggakan bagi Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Tampil Dominan, Moh. Zaki Ubaidillah Sikat Wakil Malaysia untuk Segel Tempat di Semifinal

0

Wartain.com – Pemain tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, tampil luar biasa dalam babak perempat final Australian Open 2026. Zaki sukses merebut tiket ke babak semifinal setelah memenangkan duel serumpun melawan tunggal putra asal Malaysia, Justin Hoh.

Laga yang berlangsung di Quaycentre, Sydney, Australia, pada Jumat (12/6/2026) ini menjadi panggung pembuktian kualitas bagi Zaki. Tanpa kesulitan berarti, pebulu tangkis masa depan Indonesia ini menyudahi perlawanan Justin Hoh dalam waktu yang relatif singkat melalui kemenangan straight game 21-7 dan 21-13.

Sejak awal gim pertama dimulai, Zaki langsung memegang kendali permainan dengan tempo yang cepat dan agresif. Justin Hoh tampak kewalahan mengantisipasi serangan-serangan terukur dari Zaki, sehingga gim pertama ditutup dengan skor yang sangat mencolok, yakni 21-7 untuk keunggulan Indonesia.

Situasi tidak banyak berubah pada gim kedua, di mana Zaki tetap mempertahankan ritme performanya yang tinggi. Meskipun Justin Hoh mencoba memberikan perlawanan dan mengubah pola permainan, Zaki tetap tampil solid dalam bertahan maupun menyerang hingga menyudahi gim kedua dengan skor 21-13.

Keberhasilan Zaki menembus babak semifinal turnamen BWF World Tour Super 500 ini membuktikan bahwa regenerasi sektor tunggal putra Indonesia berjalan dengan baik.

Hasil ini juga sekaligus memperbesar peluang Indonesia untuk menciptakan All-Indonesian Final di sektor tunggal putra turnamen kali ini.Usai memastikan diri lolos dari babak perempat final, Zaki kini langsung mengalihkan fokusnya untuk menghadapi laga semifinal besok. Penampilan impresif hari ini diharapkan menjadi modal motivasi yang kuat bagi Zaki untuk bisa terus melaju hingga ke podium tertinggi di Sydney.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Alwi Farhan Amankan Tiket Semifinal Australian Open 2026 Usai Tekuk Wakil Chinese Taipei

0

Wartain.com – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, sukses melangkah ke babak semifinal turnamen Australian Open 2026. Kepastian ini didapat setelah unggulan ketiga turnamen tersebut berhasil menumbangkan wakil Chinese Taipei, Lee Chia Hao, dalam laga babak perempat final yang berlangsung hari ini.

Bertanding di Quaycentre, Sydney, Australia, pada Jumat (12/6/2026), Alwi Farhan tampil percaya diri sejak awal gim pertama. Pemain muda andalan Merah Putih ini berhasil menyudahi perlawanan sengit Lee Chia Hao melalui pertandingan dua gim langsung dengan skor akhir 21-18 dan 21-15.

Pertandingan berjalan sangat ketat pada gim pertama, di mana kedua pemain saling kejar-mengejar angka dengan melancarkan variasi serangan. Namun, Alwi yang memiliki ketenangan lebih baik di poin-poin kritis berhasil menutup gim pembuka ini dengan keunggulan 21-18.

Memasuki gim kedua, Alwi Farhan semakin mendominasi jalannya pertandingan dan tidak memberikan kesempatan bagi lawan untuk mengembangkan permainan. Lewat penempatan bola yang akurat dan smes-smes tajam, Alwi langsung memimpin jauh sebelum akhirnya mengunci kemenangan dengan skor meyakinkan 21-15.

Kemenangan ini membawa arti penting bagi sektor tunggal putra Indonesia yang sedang berburu gelar di turnamen berlevel BWF World Tour Super 500 ini. Alwi Farhan menunjukkan performa yang konsisten demi menjaga tradisi medali bagi skuad bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

Dengan hasil positif ini, Alwi Farhan berhak melaju ke babak semifinal yang akan digelar esok hari di tempat yang sama. Di babak empat besar nanti, Alwi akan menghadapi tantangan yang lebih berat dan dituntut untuk mempertahankan performa terbaiknya demi mengamankan tiket ke babak final.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

60 Warga Cipelang Kantongi Sertifikat Hak Milik, Pemkot Sukabumi Perkuat Kepastian Hukum Permukiman

0

Wartain.com – Sebanyak 60 kepala keluarga di Kawasan Cipelang, Kota Sukabumi, menerima sertifikat hak milik melalui Program Konsolidasi Tanah (KT) DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT). Penyerahan sertifikat dilakukan dalam kegiatan Serah Terima Sertifikat Hibah Lahan Hasil Konsolidasi Tanah Kawasan Cipelang yang dihadiri Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, Kamis (11/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat yang selama ini menempati lahan tanpa status kepemilikan yang jelas. Selain itu, program juga menjadi langkah penataan kawasan permukiman agar lebih tertata dan layak huni.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan program peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota akan terus menuntaskan sekitar 500 sampai dengan 530 rumah agar menjadi layak huni,” ujar Ayep Zaki.

Menurutnya, pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga memastikan warga memiliki kepastian hukum atas tanah yang ditempati. Karena itu, program konsolidasi tanah menjadi bagian penting dalam proses pengentasan kawasan kumuh secara terpadu.

Ayep juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, mulai dari kementerian terkait, pemerintah provinsi, Forkopimda, DPRD, perangkat daerah hingga masyarakat yang mendukung pelaksanaan kegiatan di Kawasan Cipelang.

Sekretaris Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, menjelaskan bahwa salah satu manfaat utama program ini adalah memberikan legalitas kepemilikan kepada warga penerima manfaat.

“Sebelumnya status lahan belum memiliki legalitas yang kuat sehingga melalui konsolidasi tanah, warga memperoleh hak milik yang sah,” kata Frendy.

Ia menambahkan, program tersebut dikombinasikan dengan penanganan kawasan kumuh sehingga menghasilkan perubahan yang lebih menyeluruh.

“Ini menjadi salah satu prestasi tersendiri bagi Pemerintah Kota di bawah kepemimpinan wali kota saat ini. Kawasan menjadi tertata dan hunian warga juga lebih terjamin,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program mencakup pembangunan dan rehabilitasi 60 unit rumah yang disertai penyediaan fasilitas sosial serta fasilitas umum sebagai bagian dari penataan kawasan secara terpadu.

Frendy mengingatkan bahwa sertifikat yang diterima warga tidak boleh dipindahtangankan maupun disewakan kepada pihak lain karena program tersebut ditujukan untuk menjamin keberlanjutan fungsi hunian bagi penerima manfaat.

Meski telah menunjukkan hasil positif, Pemerintah Kota Sukabumi masih menghadapi tantangan penanganan kawasan kumuh yang cukup luas. Sekitar 160 hektare kawasan kumuh di wilayah Kota Sukabumi masih memerlukan penanganan secara bertahap melalui pola pembangunan yang terintegrasi.

Salah seorang penerima manfaat, Amuh, mengaku bersyukur atas perubahan yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Ia menuturkan telah menetap di kawasan tersebut sejak tahun 1986 ketika kondisi wilayah masih sangat terbatas.

Dengan adanya program penataan kawasan dan legalisasi lahan, dirinya kini merasa lebih tenang karena telah memiliki kepastian hukum atas tempat tinggal yang selama ini dihuni bersama keluarganya.

Program Konsolidasi Tanah Kawasan Cipelang dilaksanakan melalui pelepasan hak atas tanah milik Pemerintah Daerah Kota Sukabumi untuk mendukung pengentasan permukiman kumuh terpadu. Lahan yang sebelumnya berstatus hak pakai kemudian dihibahkan kepada warga penerima manfaat dalam bentuk sertifikat hak milik.

Pemerintah Kota Sukabumi berharap masyarakat dapat menjaga amanah tersebut dengan merawat rumah, menjaga lingkungan, serta memperkuat semangat kebersamaan agar Kawasan Cipelang terus berkembang menjadi lingkungan yang lebih tertata, aman, dan nyaman untuk ditinggali.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik