26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 23

Hangatkan Tubuh di Kaki Gunung Gede, Wedang Jahe Rempah Warung Ibu Restu Jadi Buruan Wisatawan

0

Wartain.com || Kawasan objek wisata Pondok Halimun (PH) di kaki Gunung Gede Pangrango selalu menjadi destinasi favorit warga untuk melepas penat. Di tengah udara dingin yang menusuk tulang, keberadaan Warung Ibu Restu menjadi oase bagi para pelancong yang mencari kehangatan melalui sajian kuliner khas pegunungan. Sabtu 25 April 2026

Warung ini menawarkan berbagai menu sederhana namun menggugah selera, mulai dari mie rebus, jagung bakar, mie tek-tek, hingga paket nasi liwet untuk rombongan. Namun, yang menjadi primadona dan paling dicari adalah Wedang Jahe Rempah racikan khusus.

Berbeda dengan minuman jahe instan, wedang jahe di Warung Ibu Restu menggunakan komposisi rempah alami yang melimpah. Minuman ini diracik dari campuran jahe, kapulaga, sereh, kayu secang, dan cengkeh, serta dipermanis dengan gula merah asli. Perpaduan ini menghasilkan warna kemerahan khas secang dan rasa hangat yang bertahan lama di tenggorokan.

“Minuman ini memang paling laku, apalagi kalau cuaca sedang berkabut atau hujan. Sangat cocok dengan suhu di Pondok Halimun yang dingin karena lokasinya tepat di bawah kaki Gunung Gede,” ujar pengelola warung.

Warung Ibu Restu bukanlah pemain baru di kawasan wisata ini. Kesetiaan pelanggan terjaga berkat konsistensi rasa yang ditawarkan sejak lama.

Sar’i Muchlis (55), atau yang akrab disapa Mang Ace, selaku penjaga sekaligus pengelola warung, mengaku telah berjualan di lokasi tersebut selama puluhan tahun. Meski tidak mengingat secara pasti tahun dimulainya, ia menyebut warung ini sudah ada sejak kawasan tersebut mulai ramai dikunjungi wisatawan.

“Sudah lama sekali saya berjualan di sini, kalau ditanya tahun pastinya saya agak lupa, tapi sudah puluhan tahun. Kami bertahan karena menjaga kualitas bahan, seperti gula merah yang harus asli dan rempahnya yang segar,” ungkap Mang Ace saat ditemui di lokasi.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, Warung Ibu Restu terletak di area strategis Pondok Halimun. Selain harganya yang terjangkau, suasana asri dan aroma jahe rempah yang menyerbak menjadi daya tarik tersendiri yang sulit dilewatkan saat bertandang ke Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Kuota Haji Sukabumi 2026 Turun, Hanya 65 Jemaah Siap Berangkat pada 7 Mei 2026

0

Wartain.com || Jumlah kuota jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi pada musim haji 1447 Hijriah/2026 tercatat sebanyak 173 orang. Namun, hingga saat ini baru sebagian kecil yang telah melunasi biaya perjalanan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, menyampaikan bahwa dari total kuota tersebut, baru 66 jemaah yang menyelesaikan pelunasan. Dari jumlah itu, satu orang dipastikan batal berangkat karena mengalami cedera patah tulang akibat terjatuh, sehingga tersisa 65 jemaah yang siap diberangkatkan

“Setelah penyesuaian, kuota Kabupaten Sukabumi menjadi 173 orang termasuk lansia. Dari jumlah itu, yang sudah melunasi 66 orang, namun satu orang tidak bisa berangkat karena sakit, jadi total yang siap berangkat 65 orang,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Ia menjelaskan, penurunan jumlah kuota tahun ini dipengaruhi kebijakan baru yang mengacu pada proporsi daftar tunggu di masing-masing daerah. Hal tersebut berdampak pada perubahan alokasi kuota antar kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Sukabumi yang mengalami pengurangan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada musim haji 2025, jumlah jemaah asal Sukabumi yang diberangkatkan mencapai sekitar 1.500 orang.

Untuk keberangkatan tahun ini, jemaah haji asal Kabupaten Sukabumi akan tergabung dalam Kloter 13 JKS bersama jemaah dari Kota Sukabumi dan Kota Bekasi.

Rencananya, para jemaah akan diberangkatkan pada 7 Mei 2026 dari Pusbangdai Cikembar setelah salat subuh, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Tanah Suci.

“Insya Allah keberangkatan dilakukan dari Pusbangdai pada 7 Mei usai salat subuh,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya memastikan seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa dan persyaratan administratif lainnya, telah rampung. Ia juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kondisi kesehatan agar tetap prima menjelang keberangkatan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jalan Rusak Hambat Akses Medis, Pemkab Sukabumi Siapkan Pembangunan Ruas Leuwi Liang–Bojongtipar 

0

Wartain.com || Kondisi memprihatinkan dialami warga Kampung Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Akses jalan yang rusak parah membuat seorang warga yang tengah sakit harus ditandu sejauh kurang lebih satu kilometer karena kendaraan ambulans tidak mampu melintas.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah Jampangtengah memastikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan akan segera direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

Ruas jalan Leuwi Liang–Bojongtipar menjadi prioritas penanganan guna mendukung mobilitas masyarakat, termasuk akses layanan kesehatan.

Kepala Bagian Tata Usaha UPTD PU Jampangtengah, Robi Ferdian, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua paket pekerjaan yang mencakup rekonstruksi dan rehabilitasi jalan di wilayah tersebut. Menurutnya, pelaksanaan pembangunan akan dimulai dari titik awal yang telah disepakati bersama pemerintah desa dan kecamatan.

“Pekerjaan akan dilakukan secara bertahap dimulai dari titik nol, agar penanganannya bisa optimal dan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Robi menjelaskan, panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup signifikan, mencapai sekitar 10 kilometer. Dengan keterbatasan anggaran daerah, pihaknya berupaya mencari dukungan pendanaan tambahan dari pemerintah provinsi maupun pusat.

Ia menambahkan, usulan pembiayaan akan diajukan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Bantuan Provinsi (Banprov), agar pembangunan jalan tersebut dapat diselesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Rencana perbaikan ini diharapkan menjadi solusi atas persoalan aksesibilitas yang selama ini dikeluhkan warga. Selain mempermudah mobilitas sehari-hari, infrastruktur jalan yang layak juga dinilai krusial dalam mendukung penanganan kondisi darurat, khususnya di sektor kesehatan.

Peristiwa warga yang harus ditandu menjadi pengingat pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan, agar masyarakat tidak lagi menghadapi kendala serupa di masa mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

KDM Tanggapi Protes Jalan Rusak di Sukabumi, Prioritaskan Penertiban Truk ODOL

0

Wartain.com || Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons keluhan warga terkait kondisi jalan rusak di wilayah Pajampangan, Kabupaten Sukabumi, yang sebelumnya memicu aksi unjuk rasa masyarakat.

Aksi tersebut ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena ruas jalan berstatus provinsi itu dinilai tak kunjung diperbaiki. Warga juga menyoroti maraknya truk bertonase berlebih atau over dimension over load (ODOL) yang kerap melintas dan mempercepat kerusakan jalan.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa anggaran perbaikan untuk ruas jalan tersebut telah dialihkan ke titik jalan provinsi lain di wilayah Kabupaten Sukabumi. Ia menargetkan sebagian besar jalan provinsi di daerah tersebut berada dalam kondisi baik setelah proyek berjalan.

“Saya tegaskan, anggaran untuk ruas jalan itu kami alihkan ke jalan provinsi lain di Sukabumi. Tahun ini, setelah proyek berjalan, targetnya 99 persen jalan dalam kondisi baik,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Ia menilai perbaikan jalan di ruas tersebut akan sia-sia jika persoalan truk ODOL belum ditangani secara serius.

“Ruas itu setiap hari dilintasi truk tronton sumbu tiga dengan muatan berlebih. Kalau dibangun dengan anggaran besar sekalipun, tidak akan bertahan lama,” tegasnya.

Ia bahkan mengibaratkan perbaikan jalan tanpa penertiban kendaraan overload seperti pekerjaan yang tidak memberikan hasil maksimal. Dalam hitungan bulan, jalan berpotensi kembali rusak akibat beban kendaraan yang melampaui kapasitas.

Karena itu, Pemprov Jawa Barat memilih untuk memprioritaskan penanganan kendaraan ODOL terlebih dahulu sebelum melakukan pembangunan ulang jalan.

“Solusinya kita benahi dulu truk overload-nya, baru setelah itu jalan akan dibangun,” jelasnya.

Di sisi lain, Dedi Mulyadi mengapresiasi warga yang telah menyampaikan aspirasi mereka. Ia menilai kritik dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong perbaikan kebijakan.

Ia juga menegaskan komitmennya agar penggunaan anggaran pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.

“Kami ingin anggaran negara ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak, bukan hanya oleh pelaku usaha angkutan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Job Fair 2026 di Politeknik Sukabumi, Pemkot Dorong Akses Kerja dan Tekan Pengangguran

0

Wartain.com || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, secara resmi membuka Sukabumi Job Fair 2026 yang berlangsung di Politeknik Sukabumi pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi, di antaranya Politeknik Sukabumi, PT Nusaraya Grup, serta Dinas Tenaga Kerja Kota dan Kabupaten Sukabumi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks.

“Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci untuk menyelaraskan kebutuhan pasar kerja dengan potensi tenaga kerja yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan job fair ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata upaya pemerintah dalam membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan melibatkan puluhan perusahaan, tersedia ratusan hingga ribuan lowongan yang bisa langsung diakses para pencari kerja.

Kegiatan ini juga terbuka bagi masyarakat luas, tidak hanya warga Kota Sukabumi. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berdaya saing.

Wali Kota turut mengingatkan perusahaan peserta agar tidak hanya mengutamakan kemampuan teknis calon pekerja, tetapi juga memperhatikan integritas dan loyalitas. Ia menilai, kualitas sumber daya manusia akan sangat menentukan kemajuan perusahaan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, kepada para pencari kerja, khususnya generasi muda, ia berpesan agar terus meningkatkan keterampilan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi persaingan kerja yang dinamis. “Kepercayaan diri dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal utama,” katanya.

Selain peluang kerja di dalam negeri, Pemerintah Kota Sukabumi juga membuka akses kerja internasional melalui program BESTARI (Be Star International). Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja secara legal di luar negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Sebelumnya, pada 16 April 2026, Pemerintah Kota Sukabumi telah memberangkatkan 50 calon pekerja migran ke Kuwait dan Turki melalui jalur resmi sebagai bagian dari implementasi program tersebut.

Wali Kota menegaskan bahwa job fair akan dijadikan agenda rutin dan terstruktur. Ia bahkan menargetkan kegiatan serupa digelar hingga empat kali dalam setahun di Politeknik Sukabumi.

“Kita ingin Politeknik Sukabumi menjadi pusat penghubung tenaga kerja, tidak hanya untuk kota, tetapi juga Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan job fair, mengingat jumlah angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahun. Upaya ini dinilai sebagai strategi sistematis dalam menekan angka pengangguran.

“Angkatan kerja terus bertambah, sehingga kita harus proaktif. Ini bagian dari langkah terencana untuk mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sekitar 20 perusahaan ambil bagian dengan membuka proses rekrutmen langsung di lokasi. Sedikitnya 600 pencari kerja hadir untuk mengikuti seleksi dan wawancara.

Ke depan, skala kegiatan akan terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, instansi ketenagakerjaan, serta perusahaan penempatan tenaga kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan penurunan angka pengangguran secara signifikan.

“Pengangguran harus bisa ditekan secara drastis. Kita ingin persoalan ini benar-benar terselesaikan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Festival Sukabumi Suka Menari 2026, Wadah Ekspresi Seni dan Penggerak Ekonomi Kreatif

0

Wartain.com || Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi menyelenggarakan Festival Sukabumi Suka Menari 2026 pada Sabtu (25/4/2026), di Plaza Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Sukabumi yang mengangkat tema “Harmoni dalam Kolaborasi, Membangun Kota Sukabumi”, sekaligus menyambut Hari Tari Sedunia yang diperingati setiap 29 April.

Festival tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan komunitas Sukabumi Suka Menari dan Gaya Gita Studio, serta mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang dinilai mampu menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah pengembangan kreativitas para pelaku seni tari di Kota Sukabumi.

Ia menegaskan, seni dan budaya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, memperkuat jati diri daerah, serta mendorong terwujudnya kota kreatif yang terus berkembang.

“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Bahkan, ada anak berusia tiga tahun yang sudah tampil menari. Ini menunjukkan bahwa pembinaan bakat dapat dimulai sejak dini,” ungkapnya.

Selain penampilan beragam peserta, festival ini juga menghadirkan aksi menarik berupa pertunjukan dua penari yang menari tanpa henti selama 14 jam. Atraksi tersebut menjadi simbol dedikasi, konsistensi, dan kecintaan terhadap seni tari.

Bobby menambahkan, penyelenggaraan kegiatan kreatif seperti ini diharapkan mampu menarik minat kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. Hal tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, sektor pariwisata, serta geliat usaha masyarakat.

“Jika event kreatif terus digelar, masyarakat akan semakin tertarik datang ke Sukabumi. Ini tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan perkembangan usaha warga,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, panitia juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Karnaval HUT ke-112 Kota Sukabumi yang sebelumnya digelar pada 18 April 2026.

Untuk kategori SKPD, juara pertama diraih Kecamatan Cikole, disusul Kecamatan Warudoyong di posisi kedua, dan Kecamatan Citamiang di posisi ketiga. Pada kategori Badan/BUMD/BLUD, juara pertama diraih Satpol PP dan Damkar, juara kedua DPRD Kota Sukabumi, serta juara ketiga BPBD.

Adapun pada kategori komunitas, penghargaan diberikan kepada Komunitas BMX, Gaya Gita Studio, dan Perempuan Berkebaya Indonesia.

Melalui gelaran Festival Sukabumi Suka Menari 2026, Pemerintah Kota Sukabumi berharap semangat kolaborasi, pelestarian budaya, serta kreativitas masyarakat terus terjaga dan berkembang, demi mewujudkan Sukabumi sebagai kota yang maju, kreatif, dan membanggakan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sampaikan Ucapan Ulang Tahun untuk Ketua TP PKK, Hj. Rina Rosmaniar Japar

0

Wartain.com || Keluarga besar Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi, Ibu Hj. Rina Rosmaniar Japar.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan doa atas dedikasi serta kontribusi beliau dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat.

Dalam ucapan tersebut, Dinas Pertanian menyampaikan harapan agar Hj. Rina Rosmaniar Japar senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta umur yang panjang.

Selain itu, doa juga dipanjatkan agar beliau terus diberikan kekuatan dalam menjalankan berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Keluarga Besar Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengucapkan wilujeung tepang taun kepada Hj. Rina Rosmaniar Japar. Mugia sehat, barokah, serta senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” demikian disampaikan dalam unggahan resmi.

Ucapan ini juga menjadi bentuk apresiasi atas peran aktif Ketua TP PKK dalam mendorong berbagai program kesejahteraan keluarga, termasuk yang berkaitan dengan ketahanan pangan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan.

Dengan semangat kebersamaan, Dinas Pertanian berharap sinergi antara pemerintah daerah dan TP PKK terus terjalin kuat demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Diskusi Jabar Catat Sebanyak 32.865 Koperasi Aktif di Jabar, 5.957 Tergabung Program Koperasi Merah Putih

0

Wartain.com || Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat mencatat terdapat 32.865 koperasi yang masih aktif di wilayahnya. Dari total tersebut, sebanyak 5.957 koperasi telah tergabung dalam program Koperasi Merah Putih.

Program Koperasi Merah Putih ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan serta meningkatkan daya saing koperasi, sehingga dapat berkontribusi lebih optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Diskuk Jawa Barat, Supriyadi, mengungkapkan bahwa sebagian besar Koperasi Merah Putih masih tergolong koperasi yang baru terbentuk.

5.932 merupakan koperasi baru, sementara sisanya merupakan pengembangan dan revitalisasi dari koperasi yang telah ada,” ujar Supriyadi dalam forum diskusi tentang digitalisasi koperasi, di Kabupaten Bandung Sabtu (25/4/2026).

Koperasi dalam program tersebut menjalankan aktivitas di berbagai bidang, mulai dari sektor konsumsi, produksi, layanan jasa, hingga pemasaran. Di samping itu, pengembangan usahanya juga difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, seperti penyediaan gerai sembako, layanan kesehatan, apotek, penyaluran pupuk dan LPG, serta pengelolaan pergudangan.

Menurut Supriyadi, saat ini pengembangan koperasi di Jawa Barat telah memasuki tahap penguatan bisnis, setelah sebelumnya melewati proses pembentukan kelembagaan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Fase saat ini difokuskan pada pengembangan usaha, termasuk penyelesaian infrastruktur pendukung seperti gerai sembako,” ujarnya.

Selain itu, Pengembangan koperasi di Jawa Barat saat ini telah beralih ke tahap penguatan usaha, setelah sebelumnya melewati proses pembentukan kelembagaan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah daerah terus mengupayakan agar koperasi yang sudah terbentuk dapat segera berjalan secara maksimal dan mampu menghadirkan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Sekda Sukabumi Pimpin Rakor Persiapan May Day 2026, Tekankan Kondusivitas dan Sinergi 

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memimpin rapat koordinasi (rakor) dalam rangka mematangkan persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Disnakertrans Kabupaten Sukabumi pada Jumat (24/04/2026).

Rakor digelar sebagai upaya menyatukan langkah serta menyelaraskan rencana dari berbagai serikat pekerja menjelang peringatan May Day yang akan diperingati pada 1 Mei mendatang.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan pentingnya menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama pelaksanaan kegiatan. Hal tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat, terlebih peringatan May Day tahun ini dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta.

“Pelaksanaan May Day harus berlangsung dengan tertib dan aman sesuai arahan pemerintah pusat. Yang utama adalah tetap menjaga kondusivitas,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah serikat pekerja di Kabupaten Sukabumi berencana berpartisipasi dalam aksi terpusat di Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang solid antarinstansi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Ade Suryaman berharap momentum May Day dapat dimaknai sebagai bentuk solidaritas antarpekerja, sekaligus memperkuat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang intensif mengingat waktu persiapan yang relatif singkat.

“Ini merupakan momentum besar bagi para pekerja. Mari kita jaga kebersamaan dan tetap mengedepankan ketertiban,” tambahnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala Disnakertrans, Kepala Kesbangpol, Satpol PP, perwakilan APINDO, serta perwakilan serikat pekerja se-Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dishub Jabar Siapkan Razia Truk ODOL di Jalur Cikembar–Jampangtengah, Pelanggar Terancam Pidana

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan segera melakukan penertiban terhadap kendaraan over dimension over load (ODOL) di ruas Jalan Cikembar–Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Operasi ini ditujukan untuk menekan pelanggaran angkutan barang yang kerap melebihi kapasitas muatan.

Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar, menegaskan bahwa penindakan terhadap pelanggaran ODOL memiliki dasar hukum yang jelas. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pemilik kendaraan yang terbukti melanggar dapat dikenai sanksi pidana.

“Dalam Pasal 227 dan 307, pelanggaran ODOL dapat berujung pada hukuman pidana hingga satu tahun. Oleh karena itu, kami akan menggelar operasi penimbangan secara rutin di jalur tersebut,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Dari hasil pemantauan Dishub Jabar, sebagian besar kendaraan angkutan barang yang melintas di jalur tersebut, terutama dump truk dan truk tronton, diduga kuat membawa muatan berlebih. Kendaraan tersebut umumnya mengangkut material tambang seperti batu kapur dan serbuk kapur.

Aktivitas distribusi material ini berasal dari kawasan tambang di wilayah Cikembar hingga perbatasan Jampangtengah, dengan tujuan pengiriman ke sejumlah daerah industri seperti Karawang, Cikarang, Cilegon, hingga Jakarta.

“Rata-rata muatan kendaraan tambang mencapai 150 hingga 200 persen dari kapasitas yang diizinkan,” ungkap Dhani.

Selain penindakan di lapangan, Dishub Jabar juga akan mendorong perusahaan angkutan untuk menyediakan fasilitas jembatan timbang di area operasional masing-masing.

Langkah ini bertujuan memastikan kendaraan yang beroperasi tidak melampaui jumlah berat yang diizinkan (JBI). Tak hanya itu, perusahaan juga diwajibkan menggunakan armada yang sesuai standar, seperti truk engkel dengan ketentuan muatan sumbu terberat (MST) yang berlaku.

Sebagai upaya pencegahan, Dishub Jabar juga akan menambah rambu pembatasan tonase di sejumlah titik strategis sepanjang jalur tersebut guna meningkatkan kepatuhan pengemudi terhadap aturan yang berlaku.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)