26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 24

Politik Gerombolan vs Politik Institusional

0

Oleh: Budi Hermasnyah/
(Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2009-2014)

Wartain.com || Ada dua wajah politik yang kerap berkelindan dalam satu tubuh organisasi. Yang satu bekerja dalam sunyi nilai, menjaga sistem agar tetap tegak. Yang lain bergerak dalam riuh ambisi, memelintir sistem agar tunduk pada kepentingan. Keduanya sama-sama mengaku “berpolitik”. Namun yang satu membangun, yang lain menggerogoti. Di sinilah pertarungan itu bermula: politik gerombolan berhadapan dengan politik institusional.

Politik gerombolan yang dalam literatur dikenal sebagai political clique, faksi oportunistik, atau kartel patronase adalah praktik kekuasaan yang beroperasi di luar etika institusi, meski berada di dalamnya. Politik Gerombolan lebih berorientasi pada jabatan atau kekuasaan. Dimana jabatan/Kekuasaan Menjadi Tujuan Tunggal bahkan mungkin tujuan hidup. Ia tidak membutuhkan legitimasi nilai. Ia hanya membutuhkan momentum dan gank.

Ciri-cirinya tegas: Loyalitas bersifat personal, bukan institusional, Keputusan lahir dari kalkulasi kekuatan kelompok, bukan rasionalitas organisasi, Kaderisasi digantikan oleh reproduksi klik, Jabatan diperlakukan sebagai aset, bukan amanah. Dalam logika ini, politik bukan ruang pengabdian, melainkan arena transaksi. Bukan what is right, tetapi who controls what.

Politik gerombolan jarang bekerja secara terbuka. Ia tumbuh melalui relasi informal, percakapan tertutup, dan aliansi yang cair namun terarah. *Delegitimasi sistematis*: merusak reputasi individu yang dianggap ancaman. Fragmentasi internal: memecah solidaritas melalui adu domba, fitnah dan intrik. Kooptasi struktur: menempatkan orang-orang “aman” di posisi strategis.

Manipulasi informasi: mengendalikan arus narasi demi kepentingan kelompok. Ia tidak perlu menguasai seluruh organisasi. Cukup mengendalikan simpul-simpul penting. Selebihnya, sistem akan runtuh dengan sendirinya. Sungguh cara Kerja Sunyi yang Menghancurkan.

Dampak politik gerombolan tidak selalu instan. Ia bekerja seperti korosi. Perlahan, konsisten, dan merusak dari dalam. Pertama, erosi legitimasi internal: Ketika keputusan tidak lagi adil, kepercayaan pun menghilang. Organisasi kehilangan kohesi. Kedua, degradasi kualitas kepemimpinan: Yang disekelilingnya bukan yang layak, tetapi yang dekat dan bisa dikendalikan untuk kepentingannya. Mediokritas menjadi norma. Ketiga, disfungsi sistemik: Aturan menjadi formalitas. Prosedur menjadi alat legitimasi semu. Keempat, alienasi kader ideologis: Mereka yang berpegang pada nilai akan tersingkir atau memilih pergi. Dan pada akhirnya: organisasi mungkin tetap berdiri, tetapi kehilangan jiwa. Politik Gerombolan adalah sebuah Daya Rusak yang menjadi jalan bagi Erosi yang Tak Terlihat dan Keruntuhan yang Tak Terhindarkan

Berhadapan dengan itu, politik institusional hadir sebagai antitesis. Ia bukan sekadar gaya berpolitik, melainkan paradigma. Barisan Politik institusional berpijak pada satu premis sederhana namun radikal: *institusi harus lebih besar dari individu*.
Bagi barisan politik institusional, jabatan di organisasi bukan tujuan, melainkan konsekuensi dari kepercayaan yang dikelola secara sah. Ciri-cirinya politik institusional jelas: Loyalitas pada aturan dan nilai organisasi, Pengambilan keputusan berbasis prosedur dan argumentasi, kerja konsisten sesuai tugas fungi, sistematis dan meritokratis, Transparansi sebagai mekanisme kontrol. Ia tidak serampangan sebagaimana politik gerombolan , tetapi ia jauh lebih kokoh dalam menjaga keberlanjutan.

Politik institusional bekerja melalui mekanisme formal yang sering dianggap “membosankan”—namun justru di situlah kekuatannya. Pertama, Rule-based governance: aturan menjadi rujukan utama, bukan alat tawar. Kedua, Checks and balances: tidak ada kekuasaan tanpa pengawasan, Ketiga, Meritokrasi: kapasitas menjadi dasar legitimasi. Akuntabilitas publik: setiap kerja bisa diuji dan dipertanggungjawabkan. Sebuah cara kerja yang benar-benar terbuka, terukur dan konsisten.

Politik gerombolan dan politik institusional ditakdirkan akan selalu ada dan bertarung berhadap-hadapan. sebuah pertarungan yang tidak akan pernah selesai. Keduanya hidup dalam ruang yang sama, saling berebut pengaruh. Pertanyaannya bukan apakah salah satunya akan hilang, tetapi mana yang akan dominan. Maka Jika organisasi membiarkan sistem dilemahkan, maka gerombolan akan mengambil alih. Namun jika nilai dijaga dan aturan ditegakkan, maka institusi akan bertahan.

Pada akhirnya, masa depan sebuah partai atau organisasi tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat berintrik, tetapi oleh siapa yang paling konsisten menjaga prinsip. Politik gerombolan hanya akan bekerja jika memiliki fasilitas dan jabatan istimewa sebagaimana yang menjadi tujuan tunggalnya. Sementara Politik institusional akan tetap bekerja sekalipun tanpa jabatan istimewa yang ada dipundaknya. Karena kesadaran ideologis yang telah mendidik, membentuk dan mengajarkan bahwa setiap kerja adalah pengabdian. Dan di sanalah organisasi atau partai menemukan umur panjangnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tak Ingin Jadi Menara Gading, BEM Nusantara Jabar Siap Kawal Kebijakan Publik yang Adil

0

Wartain.com || Ratusan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Barat menggelar agenda Pengukuhan dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Universitas Madani Nusantara (UMN), Sukabumi, pada Sabtu (25/4/2026).

Mengusung tema “Peran Strategis Mahasiswa Nusantara dalam Mengawal Kebijakan Publik demi Terwujudnya Jawa Barat yang Adil dan Berkelanjutan”, kegiatan ini bertujuan mempertegas arah gerak organisasi dalam merespons isu-isu kerakyatan di tingkat regional maupun nasional.

Rangkaian acara dimulai dengan prosesi seremonial dan seminar di kampus UMN. Memasuki sore hari, lokasi berpindah ke kawasan terbuka Pondok Halimun untuk prosesi pengukuhan, Rakorda, serta ditutup dengan malam keakraban melalui prosesi api unggun.

Rektor Universitas Madani Nusantara (UMN), Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Sukabumi sebagai tuan rumah. Beliau menekankan pentingnya sinergi intelektual mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Koordinator Daerah (Koorda) BEM Nusantara Jawa Barat, Kamal Rahmatullah, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penentuan arah gerak organisasi.

“Hari ini kita berkumpul untuk menentukan arah gerak ke depan. BEM Nusantara Jawa Barat harus menjadi titik temu nasional, di mana kita menggagas gagasan besar dari Jawa Barat untuk Indonesia,” ujar Kamal dalam keterangannya.

Ia juga menyoroti pentingnya prinsip organisasi dalam mengawal berbagai persoalan di masyarakat. “Tagline kita jelas: ‘Mendaerahkan Isu Nasional dan Menasionalkan Isu Daerah’. Kita harus mengawal isu-isu di kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat sekaligus mengkritisi kebijakan nasional demi memperjuangkan hak-hak rakyat,” tambahnya.

Kamal berharap pertemuan ini menghasilkan langkah konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Mengutip pemikiran Tan Malaka, ia mengingatkan para peserta agar tidak menjadi menara gading.

“Jika orang yang sedang berpendidikan itu merasa lebih tinggi daripada masyarakat dan tidak mau melakukan hal-hal konkret yang bermanfaat, maka pendidikan itu lebih baik dihapuskan. Kita di sini untuk menebar kebermanfaatan bagi Jawa Barat,” tegas Kamal.

Melalui Rakorda ini, BEM Nusantara Jawa Barat berkomitmen untuk terus konsisten melakukan kajian kritis dan aksi nyata dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada keadilan dan kelestarian lingkungan di Jawa Barat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Fajar Baru Tata Kelola Haji: Harmoni Spiritual dan Komitmen Kuat Presiden Prabowo Melayani Ummat

0
Oplus_131072

Oleh : Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98) dan Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98)

Wartain.com || Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Untuk pertama kalinya, prosesi suci ini dikelola langsung di bawah kedaulatan Kementerian Haji dan Umrah. Perubahan struktur ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan sebuah manifestasi dari pendekatan spiritual dan budaya yang lebih dalam. Keberhasilan ini tidak luput dari perhatian berbagai pihak yang mengawal jalannya pelayanan bagi para tamu Allah.

Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam pandangannya, penilaian positif dari Dasco mengenai kelancaran haji perdana di bawah kementerian baru ini merupakan bukti nyata bahwa sistem yang dibangun telah berjalan pada rel yang tepat. Pernyataan Dasco tersebut mencerminkan komitmen kuat dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik, tanpa kecuali.

Ketegasan dalam tata kelola haji yang ditunjukkan saat ini bukan sekadar soal manajemen logistik, melainkan sebuah bentuk pengabdian. Sekjen PPJNA 98, Aam Abdul Salam, yang juga sebagai Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari perhatian yang tulus. Menurutnya, ketegasan Presiden Prabowo dalam mengawal kebijakan haji merupakan bukti dukungan dari hati yang dalam untuk menjamin kekhusyukan ibadah para jemaah.

Pendekatan ini menyentuh sisi kemanusiaan yang fundamental. Ketika negara hadir dengan organisasi yang lebih fokus dan responsif, kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berada di tanah suci, tetapi juga meresap ke dalam hati keluarga yang menunggu di tanah air. Transformasi ini menjadi harapan baru bahwa ke depannya, pengelolaan haji Indonesia akan terus berlandaskan pada nilai-nilai agama yang luhur dan penghormatan terhadap martabat jemaah sebagai duta bangsa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hari Bumi 2026 di Sukabumi, Dewan Aang Erlan: Tanam Pohon Harus Dirawat, Bukan Sekadar Seremoni

0

Wartain.com || Kegiatan penanaman pohon dalam rangka Hari Bumi 2026 digelar di Lapang Perumahan Mekarsari Permai, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jumat (24/4/2026).

Momentum ini dimanfaatkan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Dapil II, Aang Erlan Hudaya, untuk mendorong pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, bukan hanya seremoni tahunan.

“Alhamdulillah hari ini saya bisa menghadiri rangkaian Hari Bumi 2026. Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya seremoni, tapi lebih kepada fakta di lapangan. Karena kita tahu hari ini bumi kita sedang tidak baik-baik saja,” kata politisi PKB itu.

Aang menegaskan, DPRD Kabupaten Sukabumi terus mendorong kebijakan pelestarian lingkungan lewat produk hukum daerah. Beberapa perda telah disahkan untuk memperkuat komitmen menjaga ekosistem.

“Untuk pelestarian lingkungan, ada beberapa perda yang kita buat, termasuk Perda tentang Patanjala yang lebih kepada bagaimana menjaga sumber-sumber air agar tetap terpelihara,” ujarnya.

Ia mengingatkan, menanam pohon saja tidak cukup. Kegiatan harus dibarengi pemeliharaan rutin agar bibit tumbuh optimal dan memberi dampak ekologis nyata bagi lingkungan sekitar.

“Artinya tidak hanya menanam, tapi harus ada pemeliharaan. Jangan hanya mendorong penanaman tanpa dirawat,” tegas Aang.

Selain soal perawatan, Aang menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan pembangunan dengan ruang terbuka hijau (RTH). Menurutnya, target RTH di Kabupaten Sukabumi tidak boleh dikorbankan demi proyek fisik.

“Target ruang terbuka hijau harus tetap dijaga. Jangan sampai pembangunan banyak, tapi ruang terbuka hijau tidak ada,” katanya.

Soal sinergi, ia menilai koordinasi DPRD, Pemda, dan swasta sudah berjalan baik. Namun, ia menekankan implementasi lebih penting daripada sekadar dokumen perencanaan yang menumpuk.

“Konsep jangan hanya jadi konsep, tetapi harus didukung semua pihak dan dilaksanakan. Itu menjadi tanggung jawab kami di DPRD,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Aang mengajak masyarakat terlibat aktif menjaga bumi. Menanam dan merawat pohon disebutnya sebagai bentuk ibadah hablum minal alam yang pahalanya terus mengalir.

“Jagalah bumi, rawatlah bumi, salah satunya dengan menanam pohon. Karena pohon yang kita tanam ketika tumbuh akan berdoa dan berdzikir untuk kita secara hablum minal alam,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Statistik Fantastis, Hasil Minimalis: Maung Bandung Gagal Taklukkan Singo Edan

0

Wartain.com || Persib Bandung dipaksa gigit jari setelah ditahan imbang 0-0 oleh Arema FC dalam laga pekan krusial BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026) malam. Meski tampil menekan sejak menit awal di hadapan pendukung sendiri, Maung Bandung gagal memecah kebuntuan dan harus rela kehilangan poin penting di kandang.

Statistik pertandingan menunjukkan dominasi absolut Persib yang mencatatkan 65% penguasaan bola dibandingkan Arema yang hanya 35%. Kreativitas lini tengah tuan rumah terlihat dari 18 peluang yang tercipta dan 58 umpan ke sepertiga akhir lapangan. Namun, dominasi tersebut seolah membentur tembok tebal karena buruknya penyelesaian akhir dan disiplinnya pertahanan lawan.

Lini depan Persib sebenarnya tampil sangat agresif dengan melepaskan 29 tembakan, di mana 12 di antaranya mengarah tepat ke gawang (on target). Sangat kontras dengan Arema FC yang hanya mampu menciptakan 6 peluang sepanjang laga. Angka 75 sentuhan di kotak penalti lawan oleh pemain Persib membuktikan bahwa tekanan dilakukan secara bertubi-tubi, namun tak satu pun bola bersarang ke gawang Singo Edan.

Di sisi lain, Arema FC sukses menjalankan strategi bertahan total atau “parkir bus”. Tim tamu tercatat melakukan 34 sapuan (clearances) dan 24 intersep untuk menghalau serangan Persib. Meskipun akurasi operan Arema hanya berkisar di angka 75%, ketenangan mereka dalam meredam gempuran di area penalti menjadi kunci keberhasilan mencuri satu poin dari Bandung.

Hasil seri ini membuat posisi Persib di papan atas klasemen sementara terancam goyah. Gagal mengamankan tiga poin di kandang membuat Maung Bandung melewatkan kesempatan emas untuk memperlebar jarak dengan pesaing di bawahnya. Sementara bagi Arema FC, tambahan satu poin ini sangat berarti untuk mengamankan posisi mereka di klasemen menengah dan menjaga mentalitas tim di sisa musim.

Kegagalan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi staf pelatih Persib, terutama mengenai efektivitas lini serang yang membuang banyak peluang emas. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian berat bagi Maung Bandung untuk membuktikan bahwa mereka masih layak menjadi kandidat juara, sementara Arema FC pulang dengan kepala tegak berkat kedisiplinan taktik yang luar biasa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Muhammad Azmi Faturahman Resmi Dilantik sebagai Presiden Mahasiswa BEM Universitas Langlangbuana

0

Wartain.com || Muhammad Azmi Faturahman resmi dilantik sebagai Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Langlangbuana pada Jumat (24/04/2026).

Prosesi pelantikan berlangsung di Wisma Buana Universitas Langlangbuana dengan suasana khidmat dan penuh semangat.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Irjen. Pol. (P) Dr. A. Kamil Razak. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya peran Presiden Mahasiswa dalam menjadi penggerak organisasi kemahasiswaan sekaligus jembatan aspirasi mahasiswa kepada pihak kampus.

“Presiden Mahasiswa harus mampu menjadi teladan, menjaga integritas, serta menghadirkan program yang bermanfaat bagi seluruh mahasiswa,” ujar Rektor dalam pidatonya.

Usai dilantik, Muhammad Azmi Faturahman menyampaikan komitmennya untuk membawa BEM ke arah yang lebih progresif dan inklusif. Ia bertekad memperkuat sinergi antarorganisasi mahasiswa serta menghadirkan program kerja yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.

Pelantikan ini menjadi momentum awal bagi kepemimpinan baru untuk bergerak cepat dalam merespons berbagai tantangan di lingkungan kampus, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif, kritis, dan solutif. Diharapkan, kepengurusan yang baru mampu menghadirkan semangat baru serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi dan civitas akademika.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M.Nabil/Biro Bandung)

Pelantikan Ketua DPM dan Presiden Mahasiswa Universitas Langlangbuana Resmi Digelar

0

Wartain.com || Universitas Langlangbuana menggelar prosesi pelantikan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada Jumat (24/04/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Wisma Buana Universitas Langlangbuana.

Dalam acara tersebut, Muhtiar resmi dilantik sebagai Ketua DPM, sementara Muhammad Azmi Faturahman dikukuhkan sebagai Presiden Mahasiswa. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor Bapak Irjen. Pol. (P) Dr. A. Kamil Razak.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Langlangbuana menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjadi jembatan aspirasi mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, serta semangat kolaborasi dalam membangun organisasi kemahasiswaan yang aktif dan berkontribusi bagi kemajuan kampus.

Ketua DPM yang baru dilantik, Muhtiar, menyatakan komitmennya untuk memperkuat fungsi pengawasan serta memperjuangkan aspirasi mahasiswa secara transparan dan akuntabel. Sementara itu, Presiden Mahasiswa Muhammad Azmi Faturahman mengungkapkan tekadnya untuk menghadirkan program-program inovatif yang mampu meningkatkan kualitas kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran civitas akademika, organisasi kemahasiswaan, serta tamu undangan lainnya. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan hingga selesai.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, diharapkan organisasi mahasiswa di lingkungan Universitas Langlangbuana semakin solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Menkeu Purbaya: Kas Negara Tak Menipis, SAL Masih Rp400 Triliun dan Belum Tersentuh

0
Oplus_131072

Wartain.com || Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu yang menyebut kas negara menipis dan hanya tersisa Rp120 triliun. Ia menegaskan dana pemerintah masih aman dan cukup untuk membiayai belanja negara.

“Itu ada yang bilang lagi, saya cuma punya dua minggu. Enggak! SAL saya masih Rp 400-an triliun, enggak terganggu,” tegas Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurut Purbaya, isu tersebut muncul karena perhitungan yang keliru. Publik hanya menghitung Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun lalu dikurangi Rp300 triliun yang ditempatkan di perbankan. Sisanya dianggap sebagai kas negara.

Ia meluruskan, dana Rp300 triliun yang ada di perbankan bukan berarti hilang. Pemerintah hanya memindahkan dana yang sebelumnya menganggur di Bank Indonesia ke sektor perbankan untuk menambah likuiditas sistem keuangan.

Penempatan itu bersifat deposito on call. Artinya, dana bisa ditarik kembali sewaktu-waktu jika negara membutuhkan untuk pembiayaan APBN. Jadi tidak ada pengurangan cadangan riil.

“Jadi enggak akurat yang bilang uang pemerintah sisa Rp120 triliun. Kita maintain cash management dengan baik. Rp 300 triliun di perbankan itu biar menambah likuiditas aja,” jelas Purbaya.

Dengan skema tersebut, pemerintah tetap punya kendali penuh atas dana SAL. Penempatan di bank justru membuat dana lebih produktif dibanding hanya mengendap di BI tanpa imbal hasil optimal.

Purbaya meminta masyarakat tidak khawatir dengan kondisi fiskal. Ia menjamin pengelolaan kas negara dilakukan secara hati-hati dan SAL belum tersentuh untuk kebutuhan belanja rutin maupun mendesak.

“Jadi enggak usah takut dengan APBN pemerintah. Masih cukup dan SAL tersebut bahkan belum tersentuh sama sekali. Jadi kan ini seperti uang naruh di deposito aja kan,” tuturnya.

Klarifikasi ini disampaikan untuk meredam spekulasi bahwa pemerintah akan kehabisan dana dalam dua pekan. Menkeu memastikan likuiditas APBN terjaga dan ruang fiskal masih sangat lebar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jalur Pulih, Perjalanan KA Siliwangi Kembali Normal Pasca Gogosan di Cibeber–Lampegan

0

Wartain.com || Perjalanan Kereta Api Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi kembali berjalan normal mulai Jumat (24/4/2026). Kepastian ini menyusul selesainya perbaikan jalur yang sempat mengalami penggerusan (gogosan) di petak Cibeber–Lampegan, tepatnya di KM 73+9/0.

Manajer Humas Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa lintasan sudah dapat dilalui kembali sejak Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Dengan pulihnya kondisi jalur, seluruh jadwal perjalanan KA Siliwangi yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah kembali beroperasi seperti biasa.

Untuk mencegah kejadian serupa, pihaknya terus melakukan langkah antisipasi melalui penjagaan dan patroli rutin di sepanjang jalur rel. Meski demikian, ia mengakui bahwa faktor cuaca dan kondisi alam kerap menjadi tantangan yang sulit diprediksi.

“Pengawasan terus kami lakukan setiap hari, namun gangguan akibat faktor alam memang tidak selalu bisa dihindari,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian gogosan di titik tersebut merupakan yang kedua kalinya terjadi sepanjang tahun 2026, meskipun lokasi tersebut sebelumnya tidak masuk dalam kategori area rawan yang diawasi secara khusus.

Sebelumnya, hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (22/4/2026) malam menyebabkan terjadinya penggerusan pada jalur rel di KM 73+9/0.

Dampaknya, perjalanan KA Siliwangi (345) relasi Cipatat–Sukabumi sempat terhenti dan hanya beroperasi hingga Stasiun Cibeber tanpa melanjutkan perjalanan ke Sukabumi.

Selain itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga sempat membatalkan enam perjalanan KA Siliwangi relasi Sukabumi–Cipatat yang dijadwalkan pada Kamis (23/4/2026) akibat kondisi jalur yang belum memungkinkan untuk dilalui.***(RAF)

Polres Sukabumi Kota Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Ciaul Pasir

0

Wartain.com || Kepolisian Resor Sukabumi Kota menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak kebakaran rumah di Kampung Ciaul Pasir RT 05 RW 08, Kelurahan Subang Jaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (22/4/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dari Kapolres Sukabumi Kota yang diserahkan melalui Kabag Ops, Kompol Deden Sulaeman. Penyaluran dilakukan bersama Kapolsek Cikole, Kompol Ma’ruf, serta jajaran anggota kepolisian lainnya. Bantuan diberikan kepada dua kepala keluarga yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, telur, serta terpal untuk kebutuhan darurat.

Kompol Deden Sulaeman menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian pimpinan terhadap masyarakat yang tengah mengalami kesulitan.

“Hari ini kami menyampaikan bantuan sembako dari Bapak Kapolres untuk warga yang terdampak kebakaran,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Kapolres yang belum dapat hadir secara langsung di lokasi.

“Beliau menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir, sekaligus turut prihatin atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban para korban,” tambahnya.

Diketahui, peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu pagi dan menghanguskan dua unit rumah milik warga, yakni Agus (41) dan almarhum Ma Iyok. Kedua bangunan tersebut ludes terbakar hingga rata dengan tanah, menyisakan puing-puing sisa kebakaran.

Akibat kejadian ini, dua kepala keluarga dengan total lima jiwa terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat dan tetangga terdekat.

Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang dengan cepat menyebar dan melalap bangunan rumah.

Hingga kini, para korban masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pascakebakaran.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik