26.7 C
Jakarta
Jumat, Juni 26, 2026
Beranda blog Halaman 25

Kadis Pariwisata Sukabumi Dukung PPN Palabuhanratu Ikuti Program Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat 2026

0

Wartain.com – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan dukungan penuh kepada Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu untuk mengikuti Program Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat Tahun 2026.

Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar PPN Palabuhanratu terus meningkatkan kualitas pelayanan, kebersihan, kesehatan lingkungan, dan tata kelola kawasan pelabuhan yang berkelanjutan.

Menurut Ali Iskandar, keberadaan PPN Palabuhanratu memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor perikanan dan pariwisata. Oleh karena itu, partisipasi dalam Program Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat dinilai penting untuk memperkuat kontribusi pelabuhan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengucapkan dukungan sekaligus dorongan kepada PPN Palabuhanratu untuk mengikuti Program Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat Tahun 2026. Semoga PPN Palabuhanratu dapat terus berkontribusi menghadirkan kesejahteraan dan kemanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya masyarakat Palabuhanratu,” ujarnya.

Ali menegaskan, PPN Palabuhanratu merupakan salah satu kawasan strategis di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Selain menjadi pusat aktivitas perikanan, pelabuhan tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan daerah.

Menurutnya, keberadaan pelabuhan menjadi titik temu berbagai pihak, mulai dari nelayan, pelaku usaha, industri perikanan, pemerintah, hingga masyarakat. Sinergi seluruh elemen tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“PPN Palabuhanratu diharapkan dapat terus berkembang menjadi kawasan strategis yang mampu mendukung kemajuan sektor perikanan sekaligus memperkuat posisi Palabuhanratu sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Ali juga berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan di kawasan pelabuhan. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh para pelaku usaha perikanan, tetapi juga oleh masyarakat dan sektor pariwisata secara keseluruhan.

Di akhir penyampaiannya, Ali Iskandar mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga semangat kolaborasi demi menghadirkan kemajuan dan keberkahan bagi Kabupaten Sukabumi.

“Semoga Allah SWT memudahkan setiap ikhtiar yang dilakukan dan menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Semangat untuk PPN Palabuhanratu dalam mengikuti Program Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat Tahun 2026,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Misi Terakhir Garuda Muda, Indonesia U-19 vs Kamboja U-19 Rebut Peringkat 3 Piala AFF 2026

0
Oplus_131072

Kick Off 16.00 WIB di Stadion Utama Sumut, Siaran Langsung Indosiar & Vidio

Wartain.com – Timnas Indonesia U-19 punya satu misi terakhir di Piala AFF U-19 2026. Setelah gagal ke final, skuad Garuda Muda akan menghadapi Kamboja U-19 dalam laga perebutan posisi ketiga. Pertandingan digelar Sabtu 13/6/2026 di Stadion Utama Sumatra Utara, Deli Serdang, kick off 16.00 WIB.

Laga ini jadi penutup perjalanan anak asuh Nova Arianto. Hasil positif dibutuhkan untuk menutup turnamen dengan kepala tegak sekaligus mengobati kekecewaan setelah tersingkir dramatis di semifinal.

Bagi pencinta sepak bola Tanah Air, duel Indonesia vs Kamboja bisa disaksikan langsung di Indosiar dan SCTV. Alternatif live streaming tersedia di Vidio, jadi yang tidak ke stadion tetap bisa mendukung dari rumah.

Indonesia datang dengan modal permainan menjanjikan saat melawan Australia U-19 di semifinal. Garuda Muda tampil disiplin, rapi dalam bertahan, dan mampu mengimbangi tempo lawan sepanjang 90 menit.

Petaka datang menit 89. Australia mencetak gol lewat Marcus Neill. Awalnya gol dianulir karena offside, tetapi setelah peninjauan VAR keputusan berubah. Gol disahkan dan Indonesia kalah tipis 0-1. Mimpi final pun kandas.

Meski kalah, performa pasukan Nova tetap diapresiasi. Indonesia beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Terutama setelah masuknya Reno Salampessy dan Amar Brkic di babak kedua, serangan Garuda Muda lebih hidup.

Sayangnya penyelesaian akhir belum maksimal. Beberapa peluang emas gagal dikonversi jadi gol. PR besar Nova Arianto sebelum melangkah ke level turnamen yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Kamboja U-19 datang dengan kondisi kurang ideal. Angkor Warriors dihajar Thailand U-19 0-4 di semifinal. Kekalahan telak itu jelas memukul mental tim muda Kamboja.

Situasi Kamboja makin sulit karena harus bermain 10 pemain sejak menit 59. Bek mereka Ovanda Noem diganjar kartu merah langsung. Dengan 10 orang, Thailand leluasa menguasai laga dan memastikan tiket final.

Kondisi pincang Kamboja bisa jadi peluang Indonesia. Namun Nova Arianto pasti mewanti-wanti anak asuhnya agar tidak meremehkan. Kamboja tetap punya determinasi tinggi meski pincang jumlah pemain.

Perebutan tempat ketiga sering jadi laga gengsi. Bagi Indonesia, menang berarti pulang dengan medali perunggu. Bagi Kamboja, kemenangan bisa jadi penebus luka kekalahan 0-4 dari Thailand.

Sore ini Garuda Muda main untuk harga diri dan masa depan. Tutup turnamen dengan kemenangan, bawa pulang medali, dan jadikan pelajaran semifinal sebagai bekal ke depan. Semoga 3 poin untuk Indonesia!***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

DKUKM Sukabumi Berduka, Kepala PLUT KUMKM Herman Subandi Wafat Usai Dirawat Intensif

0
Oplus_131072

Wartain.com – Keluarga besar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) serta UPTD Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT KUMKM) Kabupaten Sukabumi berduka. Kepala UPTD PLUT KUMKM, Herman Subandi, S.IP., M.Si., meninggal dunia Sabtu 13/6/2026 pukul 05.41 WIB di Rumah Sakit R. Syamsudin Kota Sukabumi.

Humas DKUKM Kabupaten Sukabumi, Rika Amalia, menyampaikan belasungkawa. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik dan memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan tugas.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan kerja, dan masyarakat,” ucapnya.

“Selamat jalan sahabat kami. Kepergian beliau bukan hanya kehilangan keluarga, tapi juga sahabat dan rekan kerja,” tambahnya

Selama menjabat, Herman Subandi dikenal sebagai pemimpin ramah dan bijaksana. Kepeduliannya terhadap pengembangan koperasi dan pelaku UMKM di Sukabumi menjadi ciri khas yang melekat. Beliau aktif turun langsung membina pelaku usaha mikro kecil.

Berbagai program pemberdayaan UMKM jadi warisan kerja almarhum. Mulai dari inkubasi bisnis, klinik konsultasi, fasilitasi sertifikasi halal, hingga pendampingan akses permodalan. Semua itu dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM binaan PLUT KUMKM.

Kepergian almarhum jadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Namun nilai kebaikan, ketulusan, dan pengabdian yang ditinggalkan akan terus hidup dalam ingatan banyak orang.

“Kami mendoakan semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, melapangkan alam kuburnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga,” tutur Rika.

Jenazah almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum TPU Taman Rohmat, Cikondang, Kota Sukabumi. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga, rekan kerja, mitra UMKM, dan warga sekitar.

Sejak kabar duka menyebar, rumah duka dipadati ratusan pelayat. Doa dan tahlil terus dipanjatkan. Suasana haru menyelimuti, namun keluarga tampak tabah menerima takdir.

Bagi PLUT KUMKM, Herman Subandi bukan sekadar kepala. Beliau nahkoda yang membawa lembaga layanan UMKM tumbuh dan dipercaya pelaku usaha. Semangat pengabdiannya diharapkan terus dilanjutkan jajaran.

DKUKM kehilangan sosok aparatur yang berdedikasi. Dedikasi dan jejak pengabdian almarhum akan dikenang sebagai bagian perjalanan pembangunan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sukabumi.

“Selamat jalan, Herman Subandi. Kebaikan dan pengabdianmu akan selalu hidup dalam kenangan. Al-Fatihah. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga diberi kekuatan.  Semoga almarhum husnul khotimah. Aamiin.” Tutup Rika.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bhabinkamtibmas Desa Pinggirsari Bersama Kelompok Tani Tanam Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

0

Wartain.com – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui sinergi antara Polri dan masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Pinggirsari, Polsek Pameungpeuk, Polresta Bandung, Aipda Asep Budi, S.H., yang bersama Kelompok Tani (Poktan) dan warga melaksanakan kegiatan penanaman bibit jagung di wilayah Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di tingkat desa. Penanaman jagung dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan lahan pertanian yang produktif guna menghasilkan komoditas pangan yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selain terlibat langsung dalam proses penanaman, Aipda Asep Budi juga melaksanakan sambang dan silaturahmi dengan para petani. Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi kepada anggota kelompok tani agar terus bersemangat mengelola lahan pertanian demi meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan keluarga.

Tidak hanya fokus pada sektor pertanian, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Warga diajak untuk menjaga keamanan lingkungan, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan koordinasi dengan aparat kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan di wilayahnya.

Kapolsek Pameungpeuk, KOMPOL Asep Dedi, S.H., M.M., mengatakan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam mendukung program pembangunan nasional.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Melalui penanaman jagung bersama kelompok tani, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketersediaan pangan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara Polri, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan tersebut juga mampu mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat sehingga tercipta komunikasi yang harmonis dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Melalui kegiatan penanaman bibit jagung ini, diharapkan hasil pertanian masyarakat dapat terus meningkat seiring dengan optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian yang ada. Di sisi lain, sinergitas antara Polri dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kecamatan Arjasari.

“Ketahanan pangan yang kuat berawal dari kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong, diharapkan sektor pertanian mampu menjadi salah satu penopang kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional,” pungkas Kapolsek.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Biro Ciamis)

Gempa M5,2 Guncang Talaud Sulawesi Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

0
Oplus_131072

Pusat Gempa 205 Km Barat Laut Pulau Karatung, Kedalaman 10 Km

Wartain.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG melaporkan gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Talaud, Sulawesi Utara, Jumat 13/6/2026 pukul 09.05.50 WIB. Kekuatan gempa tercatat Magnitudo 5,2 dengan pusat di laut.

Berdasarkan data BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 5,72° LU dan 125,50° BT. Lokasinya 205 km Barat Laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud. Kedalaman gempa tergolong dangkal, hanya 10 km.

BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Peringatan itu tertera jelas pada infografis resmi BMKG: “MAGNITUDO 5,2 TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI”.

Gempa dangkal dengan magnitudo 5,2 umumnya dapat dirasakan di daerah sekitar pusat gempa. Intensitas guncangan tergantung jarak dan kondisi geologi setempat. Warga di Kepulauan Talaud diimbau tetap tenang.

Talaud berada di zona pertemuan lempeng aktif. Karena itu, aktivitas gempa tektonik relatif sering terjadi. Gempa M5,2 termasuk kategori sedang dan biasanya tidak menimbulkan kerusakan signifikan jika bangunan tahan gempa.

BMKG meminta masyarakat menghindari kepanikan. Tetap ikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal @infoBMKG. Jangan mudah percaya hoaks atau informasi yang belum terverifikasi.

Untuk wilayah yang jauh seperti Sukabumi, Jawa Barat, guncangan gempa Talaud tidak terasa. Jarak episenter ke Pulau Jawa ribuan kilometer, sehingga energi gempa sudah melemah.

Namun peristiwa ini jadi pengingat pentingnya mitigasi. Meski tidak berpotensi tsunami, gempa dangkal tetap bisa memicu kerusakan ringan pada bangunan tidak kuat.

BMKG merekomendasikan warga di daerah rawan gempa memastikan struktur rumah aman. Kenali jalur evakuasi dan siapkan tas siaga berisi dokumen penting, senter, serta obat-obatan.

Hingga berita ini ditulis, BMKG belum melaporkan adanya kerusakan atau korban akibat gempa. Masyarakat diminta memantau perkembangan melalui situs resmi http://www.bmkg.go.id.

Gempa susulan mungkin masih terjadi. BMKG menyebut fenomena aftershock wajar pasca gempa utama. Intensitasnya biasanya lebih kecil dari gempa utama M5,2.

Mari tetap waspada tapi tidak panik. BMKG terus memantau aktivitas seismik di Talaud dan wilayah Indonesia lainnya 24 jam. Utamakan keselamatan dan saling mengingatkan keluarga.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Keluarga Besar PLUT KUMKM Sukabumi Berduka, Kepala UPTD Herman Subandi Wafat di RS R. Syamsudin

0
Oplus_131072

Wartain.com – Keluarga besar Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT KUMKM) Kabupaten Sukabumi berduka. Kepala UPTD PLUT KUMKM, Herman Subandi, S.IP., M.Si., meninggal dunia di Rumah Sakit R. Syamsudin Kota Sukabumi, pada Sabtu 13/06/2026, pukul 05.41 WIB, setelah beberapa hari menjalani perawatan.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Kasubag Tata Usaha UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi, Imas Mediawati, S.E. Menurutnya, almarhum wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi seluruh jajaran serta mitra UMKM di Kabupaten Sukabumi.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Telah meninggal dunia Bapak Herman Subandi, S.IP., M.Si., di Rumah Sakit R. Syamsudin Kota Sukabumi,” ujar Imas dalam keterangannya.

Almarhum dikenal sebagai sosok pimpinan yang ramah, berdedikasi, dan konsisten membina pelaku UMKM. Selama menjabat Kepala UPTD PLUT KUMKM, beliau aktif mendampingi pelaku usaha mikro kecil menengah agar naik kelas.

Kepergian Herman Subandi meninggalkan jejak pengabdian panjang di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Banyak pelaku UMKM Sukabumi merasakan langsung bimbingan, pelatihan, dan fasilitasi akses permodalan yang beliau perjuangkan.

Menurut informasi keluarga, jenazah almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Rohmat, Cikondang, Kota Sukabumi. Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga, kerabat, dan kolega.

Sejak kabar wafat tersebar, rumah duka dipadati ratusan pelayat. Mereka datang dari berbagai kalangan: rekan kerja, mitra pemerintah, pelaku UMKM binaan, hingga warga sekitar yang mengenal kebaikan almarhum.

Suasana haru menyelimuti rumah duka. Doa dan tahlil terus dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga tampak tabah menerima takdir meski ditinggal sosok panutan.

PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi kehilangan nahkoda. Di bawah kepemimpinan Herman Subandi, lembaga layanan UMKM ini berkembang menjadi pusat pendampingan yang dipercaya pelaku usaha di Sukabumi.

Program-program seperti inkubasi bisnis, klinik konsultasi, hingga fasilitasi sertifikasi halal dan HKI menjadi warisan kerja almarhum. Semua itu kini menjadi tanggung jawab bersama untuk dilanjutkan.

Imas Mediawati mewakili keluarga besar UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi, memohon maaf jika selama almarhum bertugas ada khilaf dan kekurangan. Ia juga memohon doa dari masyarakat agar almarhum diampuni dosa-dosanya.

“Kepergian Bapak Herman Subandi, menjadi kehilangan besar bagi dunia UMKM Sukabumi. Semoga amal ibadah beliau diterima, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran. Selamat jalan, Pak Herman,” pungkas Imas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cuaca Sukabumi Sabtu 13 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Siang-Sore Disertai Guntur

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu bersiap menghadapi cuaca dinamis Sabtu 13/6/2026. Badan Meteorologi memperkirakan siang hingga sore hari berpotensi hujan lebat disertai guntur. Suhu harian berkisar 21°C sampai 29°C dengan kelembapan tinggi mencapai 96 persen.

Pagi hari kondisi Sukabumi diprediksi berawan. Pada pukul 09.00 WIB suhu 25°C dengan peluang hujan hanya 3 persen. Langit mulai cerah menjelang siang, namun indeks UV naik ke level tinggi 6 pada jam 11.00 WIB. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung.

Memasuki siang hari, awan tebal mulai menggulung. Pukul 13.00 WIB hujan ringan turun dengan peluang 40 persen. Suhu bertahan di 27°C. Kondisi ini menjadi pertanda awal masuknya hujan yang lebih intens.

Puncak hujan terjadi sore hari. Antara pukul 14.00-15.00 WIB, BMKG memprakirakan hujan lebat dengan peluang 80-86 persen. Suhu turun sedikit ke 26°C. Curah hujan harian diprediksi mencapai 7,2 mm dengan potensi petir.

Hujan masih berlanjut hingga sore menjelang malam. Pukul 16.00-17.00 WIB intensitas mulai melandai ke 65-68 persen. Suhu turun ke 24°C. Angin bertiup tenang dari arah timur dan utara dengan kecepatan 5-7 km/jam.

Malam hari cuaca berangsur tenang. Langit berawan hingga hujan ringan dengan peluang 24-33 persen. Suhu berada di 22-23°C. Kelembapan udara sangat tinggi 95-96 persen, membuat udara terasa lembap.

Selain hujan, warga juga perlu mewaspadai kualitas udara. Data Weather Channel mencatat AQI Sukabumi berada di angka 161, kategori Tidak Sehat. Polutan utama PM2.5. Kondisi ini berisiko bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Dengan AQI tidak sehat, aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker untuk mengurangi paparan partikel halus. Pastikan ventilasi rumah tetap terjaga meski udara lembap.

Potensi hujan lebat dan guntur juga bisa memicu jalan licin serta genangan air di titik rawan. Pengendara motor dan mobil diminta mengurangi kecepatan, terutama di jalan menurun dan tikungan tajam.

Matahari terbit pukul 06.00 WIB dan terbenam 17.44 WIB. Meski pagi cenderung berawan, paparan sinar matahari saat UV tinggi tetap bisa menyebabkan kulit terbakar. Sunscreen tetap perlu dipakai.

Secara umum, Sabtu 13 Juni 2026 jadi hari yang kurang bersahabat untuk kegiatan outdoor. Hujan sore berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan acara di ruang terbuka. Warga diminta memantau perkembangan cuaca.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Bawa payung atau jas hujan saat beraktivitas. Pastikan saluran air di lingkungan bersih agar tidak terjadi banjir saat hujan deras mengguyur.

Intinya: Pagi berawan aman, siang-sore hujan lebat, malam lembap. Siapkan payung dan masker ya!(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Cuaca Sukabumi Sabtu 13 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Siang-Sore Disertai Guntur

0

Cuaca Sukabumi Sabtu 13 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Siang-Sore Disertai Guntur

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi perlu bersiap menghadapi cuaca dinamis Sabtu 13/6/2026. Badan Meteorologi memperkirakan siang hingga sore hari berpotensi hujan lebat disertai guntur. Suhu harian berkisar 21°C sampai 29°C dengan kelembapan tinggi mencapai 96 persen.

Pagi hari kondisi Sukabumi diprediksi berawan. Pada pukul 09.00 WIB suhu 25°C dengan peluang hujan hanya 3 persen. Langit mulai cerah menjelang siang, namun indeks UV naik ke level tinggi 6 pada jam 11.00 WIB. Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung.

Memasuki siang hari, awan tebal mulai menggulung. Pukul 13.00 WIB hujan ringan turun dengan peluang 40 persen. Suhu bertahan di 27°C. Kondisi ini menjadi pertanda awal masuknya hujan yang lebih intens.

Puncak hujan terjadi sore hari. Antara pukul 14.00-15.00 WIB, BMKG memprakirakan hujan lebat dengan peluang 80-86 persen. Suhu turun sedikit ke 26°C. Curah hujan harian diprediksi mencapai 7,2 mm dengan potensi petir.

Hujan masih berlanjut hingga sore menjelang malam. Pukul 16.00-17.00 WIB intensitas mulai melandai ke 65-68 persen. Suhu turun ke 24°C. Angin bertiup tenang dari arah timur dan utara dengan kecepatan 5-7 km/jam.

Malam hari cuaca berangsur tenang. Langit berawan hingga hujan ringan dengan peluang 24-33 persen. Suhu berada di 22-23°C. Kelembapan udara sangat tinggi 95-96 persen, membuat udara terasa lembap.

Selain hujan, warga juga perlu mewaspadai kualitas udara. Data Weather Channel mencatat AQI Sukabumi berada di angka 161, kategori Tidak Sehat. Polutan utama PM2.5. Kondisi ini berisiko bagi anak-anak, lansia, dan penderita asma.

Dengan AQI tidak sehat, aktivitas luar ruangan sebaiknya dibatasi. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker untuk mengurangi paparan partikel halus. Pastikan ventilasi rumah tetap terjaga meski udara lembap.

Potensi hujan lebat dan guntur juga bisa memicu jalan licin serta genangan air di titik rawan. Pengendara motor dan mobil diminta mengurangi kecepatan, terutama di jalan menurun dan tikungan tajam.

Matahari terbit pukul 06.00 WIB dan terbenam 17.44 WIB. Meski pagi cenderung berawan, paparan sinar matahari saat UV tinggi tetap bisa menyebabkan kulit terbakar. Sunscreen tetap perlu dipakai.

Secara umum, Sabtu 13 Juni 2026 jadi hari yang kurang bersahabat untuk kegiatan outdoor. Hujan sore berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan acara di ruang terbuka. Warga diminta memantau perkembangan cuaca.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Bawa payung atau jas hujan saat beraktivitas. Pastikan saluran air di lingkungan bersih agar tidak terjadi banjir saat hujan deras mengguyur.

Intinya: Pagi berawan aman, siang-sore hujan lebat, malam lembap. Siapkan payung dan masker ya! (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Serikat Rakyat Indonesia : “Membaca Aksi 12 Juni, Ketika Nalar Mahasiswa Terasing dari Rahim Rakyat

0

Wartain.com – Aksi unjuk rasa mahasiswa pada 12 Juni 2026 yang menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyisakan tanda tanya eksistensial yang mendalam. Dalam kacamata filsafat, tindakan ini mencerminkan sebuah ironi alienasi—kondisi di mana kaum intelektual justru terasing dari realitas empiris masyarakatnya sendiri. Ketika sebuah kebijakan secara nyata menyentuh hajat hidup jutaan anak, ibu hamil, bayi, hingga menggerakkan ekosistem ekonomi petani dan pelaku UMKM, tuntutan pembubaran program ini terasa ganjil, bahkan melukai rasa keadilan spiritual.

Pernyataan keprihatinan yang disuarakan oleh Ketu Umum Serikat Rakyat Indonesia Dede Heri S.IP juga sebagai Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah Putih, bukan sekadar kritik politik, melainkan sebuah refleksi moral. Mengapa air mata kemiskinan yang mulai mengering berkat kepastian pangan justru digugat oleh mereka yang mengecap bangku kuliah?

Secara spiritual, kepemimpinan yang otentik adalah kepemimpinan yang berpihak pada kaum duafa dan mustad’afin (kaum yang tertindas/lemah). Program MBG yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam koridor Astacita merupakan sebuah manifestasi seni bela rakyat. Seni di sini bukan sekadar estetika visual, melainkan keindahan dalam menyusun rantai pasok ekonomi yang berkeadilan:

a. Dapur MBG menjadi episentrum sosial tempat ratusan ribu relawan dan ibu-ibu menemukan martabat pekerjaannya.

b. Petani dan Peternak mendapatkan kepastian pasar, membebaskan mereka dari jerat tengkulak.

c. Anak-Anak Nusantara dari kota hingga pelosok mendapatkan hak paling asasi mereka: nutrisi untuk akal dan jiwa.

Melihat kenyataan ini, menghentikan program MBG sama saja dengan memutus urat nadi harapan bangsa yang sedang merangkak menuju kemandirian.

Memisahkan Penyakit dari Tubuhnya: Etika Evaluasi vs Destruksi

Dalam logika filsafat moral, jika sebuah sistem mengalami malapraktik, yang disembuhkan adalah penyakitnya, bukan dengan cara membunuh manusianya. Langkah tegas Presiden Prabowo dalam membongkar penyimpangan dan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) harus dibaca sebagai tindakan bedah medis yang berani. Mengapresiasi ketegasan ini adalah wujud dari kejujuran intelektual.

Tuntutan untuk menghentikan total program ini memicu pertanyaan besar: Mewakili kepentingan siapa gerakan ini?

Secara metafisika politik, ada kekuatan gelap—mafia oligarki hitam—yang selalu merasa terancam jika rakyat Indonesia menjadi cerdas, sehat, dan berdaulat. Mereka tidak ingin melihat bangsa ini mandiri secara ekonomi. Ketika mahasiswa terjebak dalam narasi destruktif ini, mereka secara tidak sadar sedang menjadi perpanjangan tangan dari kepentingan yang ingin melihat Indonesia tetap lemah.

Panggilan Spiritual: Memperkuat Persatuan Nasional

Esensi dari spiritualitas adalah persatuan (Tauhidi). Keberhasilan program kerakyatan tidak bisa dibebankan hanya pada pundak pemerintah, melainkan membutuhkan pengawalan spiritual dan fisik dari seluruh komponen bangsa.

Serikat Rakyat Indonesia dan Rumah Literasi Merah Putih mengajak kita semua untuk kembali ke khittah persatuan nasional. Mengawal MBG adalah mengawal masa depan generasi emas Indonesia. Di atas semua dinamika ini, mari kita gantungkan harapan pada ruang doa, memohon agar Allah Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menganugerahkan rahmat, keberkahan, dan kedamaian abadi untuk bumi pertiwi. Indonesia harus tegak, mandiri, dan berdaulat di atas kaki sendiri. (M.Rafi Asyam)***

Editor : Aab Abdul Malik

Sabar/Reza Melaju ke Semifinal Australian Open 2026 Setelah Tumbangkan Unggulan Kedelapan

0

Wartain.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, berhasil mengamankan satu tempat di babak semifinal Australian Open 2026. Kepastian tersebut diraih setelah mereka menumbangkan ganda putra Chinese Taipei, Fang-Chih Lee dan Fang-Jen Lee.Sabar/Reza yang berstatus sebagai unggulan ketiga turnamen ini menepis perlawanan sang lawan di Quaycentre, Sydney, Australia, pada Jumat (12/6/2026).

Pasangan Indonesia ini menyudahi perlawanan ganda putra unggulan kedelapan tersebut melalui dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-11. Pada gim pertama, laga sempat berjalan sengit karena pasangan Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee menerapkan strategi bermain cepat di depan net. Berkat komunikasi yang solid dan pertahanan yang rapat, Sabar/Reza perlahan mampu keluar dari tekanan dan mengamankan kemenangan gim pertama dengan skor 21-17.

Memasuki gim kedua, kendali permainan sepenuhnya berada di tangan Sabar/Reza yang langsung menekan sejak servis pertama. Ganda putra tanah air ini terus mendulang poin demi poin dengan memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan, hingga akhirnya menyudahi perlawanan wakil Chinese Taipei dengan skor telak 21-11.Kemenangan ini memperpanjang napas ganda putra Indonesia di turnamen berkategori BWF World Tour Super 500 ini.

Hasil ini juga menunjukkan kematangan bermain yang ditunjukkan oleh Sabar dan Reza dalam mengatasi tekanan dari pasangan tangguh dunia lainnya.Dengan hasil perempat final ini, Sabar/Reza siap bertarung di babak semifinal yang akan diselenggarakan esok hari demi merebut tiket partai puncak. Mereka bertekad menjaga konsistensi permainan dan fisik agar mampu menyumbangkan gelar juara bagi Indonesia dari sektor ganda putra.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)