26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 25

Perluas Jejaring Global, Pemkot Sukabumi Teken MoU dengan Sejumlah Kedutaan Besar

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat langkah diplomasi daerah dengan menjalin kerja sama internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama sejumlah kedutaan besar.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Balai Kota Sukabumi pada Rabu (22/4/2026) dalam rangkaian kegiatan The Diplomatic Forum yang diinisiasi pemerintah daerah.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersama perwakilan duta besar dari Georgia, Rumania, dan Armenia. Kesepakatan ini menjadi pintu awal pengembangan kerja sama Sister City yang menyasar sejumlah sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada pembukaan peluang beasiswa jenjang doktoral (S3) serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Sementara di sektor kesehatan, kolaborasi difokuskan pada pemanfaatan teknologi medis modern, peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, serta sinergi dalam penanganan isu kesehatan masyarakat.

Di sektor pariwisata, Pemerintah Kota Sukabumi berharap kemitraan ini mampu memperluas promosi destinasi lokal ke kancah internasional. Upaya tersebut diharapkan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kerja sama ini menjadi langkah maju bagi Kota Sukabumi untuk bersaing dan berkolaborasi di tingkat global. Kami berharap sinergi dengan para duta besar dan negara sahabat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ayep Zaki.

Duta Besar Apresiasi Potensi dan Keramahan Sukabumi

Kesan positif juga datang dari para tamu negara yang hadir dalam The Diplomatic Forum. Salah satunya Duta Besar Hungaria, Lila Karsay, yang menilai Kota Sukabumi sebagai daerah yang nyaman, terbuka, dan menjunjung tinggi toleransi.

Ia mengaku terkesan dengan berbagai agenda yang diikutinya, mulai dari kunjungan ke sekolah hingga fasilitas kesehatan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia di Sukabumi cukup menjanjikan.

“Saya sangat senang dengan program-program yang dijalankan. Di sekolah saya bertemu anak-anak yang cerdas dan mampu berbahasa Inggris. Saya juga mengunjungi rumah sakit daerah dan bertemu dokter yang pernah belajar di Hungaria, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ungkapnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Serikat Buruh Sukabumi Suarakan Isu Kekerasan Kerja dan Upah di Bawah UMK Jelang May Day 2026

0

Wartain.com || Sejumlah serikat buruh di Kabupaten Sukabumi menyampaikan berbagai aspirasi penting dalam rapat persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di Aula Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Jumat (24/04/2026).

Aspirasi tersebut mencerminkan kekhawatiran buruh terhadap kondisi ketenagakerjaan di tengah ketidakstabilan ekonomi global dan isu efisiensi perusahaan. Ketua DPC FSB KIKES KSBSI Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriatna, mengapresiasi keterlibatan pemerintah dalam memfasilitasi dialog bersama serikat pekerja menjelang May Day.

Menurutnya, pemerintah telah membuka ruang bagi buruh untuk menyampaikan berbagai masukan dan rencana kegiatan. “Pertama, kami mengapresiasi kehadiran pemerintah dalam merangkum aspirasi serikat buruh di Kabupaten Sukabumi untuk peringatan May Day tahun ini,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Nendar mengungkapkan sejumlah isu krusial yang akan diangkat dalam peringatan May Day 2026.

Salah satunya adalah dorongan terhadap penerapan Konvensi ILO Nomor 190 tentang penghapusan kekerasan di tempat kerja. Ia menilai, praktik kekerasan verbal masih terjadi di sejumlah perusahaan sebagai bentuk tekanan terhadap pekerja untuk mencapai target produksi.

“Kami masih menemukan adanya tindakan kekerasan verbal di tempat kerja yang bertentangan dengan aturan internasional,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti fungsi pengawasan DPRD, khususnya terkait perlakuan terhadap tenaga kerja outsourcing di rumah sakit milik pemerintah.

Ia menyebut masih ditemukan pekerja yang menerima upah di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), meskipun lembaga tersebut menggunakan anggaran negara.

“Ini menjadi ironi. Rumah sakit swasta saja mampu membayar sesuai UMK, sementara di sektor pelat merah masih ada yang di bawah standar. Seharusnya ini menjadi perhatian serius DPRD,” tambahnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut, serikat buruh merencanakan rangkaian aksi pada 30 April hingga puncaknya pada 1 Mei 2026.

Kegiatan diawali dengan kampanye penghapusan kekerasan verbal di berbagai perusahaan, dilanjutkan aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Daerah Pelabuhan Ratu pada 30 April pukul 14.00 hingga 17.00 WIB.

Setelah itu, massa buruh akan bergerak ke Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi untuk melakukan aksi bermalam (menginap), sebelum melanjutkan aksi puncak pada 1 Mei. Diperkirakan sedikitnya 3.500 anggota FSB KIKES KSBSI akan turut serta dalam aksi tersebut.

Nendar juga menyoroti kinerja pengawasan ketenagakerjaan yang dinilai belum optimal. Ia meminta transparansi data perusahaan yang telah diawasi serta tindak lanjut perbaikannya.

“Kami minta pengawas menunjukkan data konkret. Perusahaan mana saja yang sudah diawasi dan diperbaiki. Jangan sampai masalah yang sama terus berulang,” katanya.

Selain itu, isu pungutan liar (pungli) dalam proses ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Nendar mendorong agar revisi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2023 tentang Ketenagakerjaan memuat aturan dan sanksi tegas untuk memberantas praktik tersebut.

Menurutnya, pengendalian penyerapan tenaga kerja berbasis domisili juga dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi praktik pungli. Ia menyebut komposisi tenaga kerja di Sukabumi saat ini sekitar 70 persen berasal dari dalam daerah dan 30 persen dari luar.

“Kalau penyerapan tenaga kerja dikontrol dengan baik, akan tercipta keseimbangan antara kebutuhan perusahaan dan tenaga kerja. Ini bisa menjadi salah satu cara menekan pungli,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengapresiasi respons pemerintah daerah yang dinilai terbuka terhadap masukan serikat buruh. Bahkan, serikat pekerja diberikan waktu dua pekan untuk menyampaikan usulan dalam revisi perda tersebut.

“Kami melihat pemerintah cukup responsif. Ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan ke depan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sinergi Warga, PKL dan Pemerintah, Gotong Royong Bersihkan Alun-Alun Palabuhanratu 

0

Wartain.com || Warga dan pedagang kaki lima (PKL) serta instansi pemerintahan bergotong royong melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan Alun-alun Palabuhanratu pada Jum’at (24/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut juga warga serta pengurus RT/RW Kaum Raya ikut berpartisipasi untuk menciptakan lingkungan Alun-alun yang asri dan higienis.

Kegiatan bersih-bersih dikawasan Alun-Alun sebelumnya sudah diputuskan pada rapat kordinasi di Aula Kecamatan Palabuhanratu. Sehingga hasil dari rapat tersebut dapat terealisasi.

Kasi Trantib, Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah menyampaikan kehadiran pihak kecamatan dalam aksi bersih-bersih ini sebagai bukti dan penggerak sehingga hal ini dapat dilakukan secara konsisten.

“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Palabuhanratu hadir sebagai penggerak agar kegiatan ini berjalan dan berkelanjutan,” kata Mahbubillah.

Pada kegiatan tersebut, warga dan PKL berhasil mengantongi 10 karung besar sampah dari berbagai jenis sampah. Dan dilakukan pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.

Selain pada kegiatan bersih-bersih, penataan lingkungan serta pemangkasan ranting pohon yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Untuk menjaga keamanan di alun-alun.

Salah satu PKL, Bambang, mengatakan, siap berpartisipasi untuk kegiatan yang positif, sehingga alun-alun terlihat lebih menarik dan nyaman.

“Kita para pedagang sangat antusias, ini juga kan buat kenyamanan kita semua. Apalagi saya mencari nafkah disini (alun-alun), kalau alun-alunnya indah pasti ramai para pengunjung,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan gotong royong ini, diharapkan kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan Alun-alun Palabuhanratu semakin meningkat.

Kolaborasi antara warga, pedagang, dan pemerintah pun diharapkan dapat terus terjalin secara berkelanjutan, sehingga kawasan alun-alun tidak hanya bersih dan aman, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman serta membanggakan bagi masyarakat maupun para pengunjung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Sukabumi Pertahankan Peringkat Enam Kota Toleran Nasional di IKT 2025

0

Wartain.com  || Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, hadir mewakili Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dalam peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang digelar oleh SETARA Institute di Hotel Artotel Mangkuluhur, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Acara tersebut diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah pusat, aparat penegak hukum, hingga tokoh dari lembaga strategis seperti Bappenas, Kemenkumham, Kejaksaan Agung, BIN, BPIP, Komnas Perempuan, Komnas HAM, Polri, dan BNPT. Selain itu, turut hadir pula mitra pembangunan serta perwakilan dari sejumlah kedutaan besar negara sahabat.

Dalam agenda tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi dengan meraih posisi keenam sebagai Kota Toleran di Indonesia, mempertahankan capaian yang diraih pada tahun sebelumnya.

Pengakuan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Pemerintah Kota Sukabumi dalam merawat nilai-nilai toleransi, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.

Dalam keterangannya, Bobby Maulana menegaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran, termasuk Kepala Bappeda, merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat budaya toleransi di Kota Sukabumi.

“Kami bersyukur atas capaian ini karena Kota Sukabumi mampu mempertahankan peringkat seperti tahun 2024. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga identitas kota sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan di berbagai sektor tata kelola, guna memastikan nilai-nilai toleransi dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa hambatan.

Di akhir, apresiasi disampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Sukabumi yang telah berkontribusi aktif dalam menjaga keharmonisan, menciptakan rasa aman, serta memperkuat kehidupan sosial yang inklusif.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bupati dan Pemkab Sukabumi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Ketua TP PKK

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Rina Romaniar Japar, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi.

Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas dedikasi dan kontribusi beliau dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui gerakan PKK di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Melalui momentum hari bahagia ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendoakan agar beliau senantiasa diberikan panjang umur, kesehatan, serta keberkahan dalam setiap langkah pengabdian. Peran aktif Ketua TP PKK dinilai sangat strategis dalam mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga, pendidikan, hingga kesehatan masyarakat.

Selama ini, berbagai program TP PKK Kabupaten Sukabumi telah memberikan dampak positif, mulai dari pembinaan keluarga, peningkatan ekonomi rumah tangga, hingga penguatan peran perempuan di tengah masyarakat.

Kepemimpinan yang penuh kepedulian dan semangat kebersamaan menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Ucapan selamat dan doa pun terus mengalir dari berbagai kalangan, dengan harapan di usia yang bertambah, Rina Romaniar Japar semakin sukses dalam mengemban amanah serta terus berkontribusi bagi kemajuan daerah.

“Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta keberkahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat,”
demikian harapan yang disampaikan.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan penuh keberkahan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dinkes Sukabumi Perkuat UKS/M, Dorong Sekolah Capai Standar Kesehatan Berkelanjutan

0

Wartain.com || Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan sosialisasi sekaligus persiapan stratifikasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) yang berlangsung pada 13–17 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan, pihak sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan secara daring.

Mengusung tema “Sekolah Sehat, Generasi Kuat. Bersama Puskesmas Wujudkan UKS/M Berkualitas”, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menegaskan bahwa stratifikasi UKS/M tidak semata-mata berorientasi pada penilaian administratif, melainkan sebagai langkah strategis untuk memastikan standar layanan kesehatan di setiap sekolah dapat berjalan secara konsisten.

“Melalui stratifikasi ini, kami ingin memastikan seluruh sekolah memiliki standar pelayanan kesehatan yang jelas dan berkelanjutan. Ini penting untuk membangun budaya hidup bersih dan sehat sejak dini,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, peran puskesmas sangat krusial dalam mendampingi sekolah, mulai dari edukasi kesehatan, pembinaan lingkungan sekolah, hingga monitoring pelaksanaan program UKS/M. Sinergi antara tenaga kesehatan dan pihak sekolah dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi program tersebut.

Selain sebagai sarana sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum konsolidasi antar puskesmas dalam menyamakan persepsi dan strategi pelaksanaan UKS/M di lapangan. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan setiap sekolah mampu mencapai strata tertinggi dalam indikator sekolah sehat.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi optimistis, penguatan UKS/M yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas generasi muda.

“Investasi kesehatan di lingkungan sekolah adalah investasi jangka panjang. Kami ingin melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan produktif, sekaligus menjadikan Sukabumi sebagai contoh pelaksanaan UKS/M yang berkualitas,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Melalui Edukasi Geothermal, DMCG Kenalkan Potensi Panas Bumi Lokal Kepada Pelajar Di Cikakak Sukabumi

0

Wartain.com || PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) menyelenggarakan kegiatan edukatif bagi masyarakat mengenai energi ramah lingkungan di area operasionalnya. Perusahaan yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan ini juga mengadakan rangkaian sosialisasi tentang panas bumi kepada para pelajar di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan itu digelar di dua lokasi berbeda, yaitu di MTS Ash-Shobariyah Dusun Pangguyangan pada Kamis (16/04/2026) serta di SMP Negeri 3 Satu Atap Dusun Cingahasa pada Selasa (21/04/2026). Sekitar 100 pelajar tampak bersemangat mengikuti penyuluhan terkait potensi sumber energi yang dimiliki daerah asal mereka.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) DMCG, Doni Masditok, menyampaikan bahwa program tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang guna melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang berkualitas. Ia berharap anak-anak di wilayah terpencil dapat memiliki wawasan yang setara terkait teknologi energi masa depan.

“Dengan pemahaman yang setara, anak-anak di wilayah operasional kami akan memiliki daya saing kuat serta peluang karier luas dalam menyambut era transisi energi global,” kata Doni.

para siswa diberikan pemahaman dasar mengenai apa itu geothermal, manfaatnya bagi lingkungan, hingga proses produksinya menjadi tenaga listrik yang minim emisi karbon.

Melalui edukasi sejak dini ini, PT DMCG berharap pemanfaatan kekayaan alam di Sukabumi tidak hanya memberikan dampak pada sektor energi, tetapi juga mampu mengangkat taraf hidup dan pengetahuan generasi muda lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Tasyakuran Pondok SAE Berkah Mandiri, Lapas Warungkiara Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

0

Wartain.com || Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warungkiara menggelar Tasyakuran Bini’mat Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri, Kamis malam (23/04). Kegiatan dipusatkan di lokasi Pondok SAE Berkah Mandiri, area Lapas Warungkiara.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu dihadiri langsung Kepala Lapas, pejabat struktural, seluruh petugas, CPNS, hingga peserta magang. Tasyakuran ini jadi penanda selesainya pembangunan Pondok SAE yang digadang sebagai pusat pembinaan dan ketahanan pangan.

Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan. Rangkaian pembacaan Yasin dan dzikir bersama digelar, mencerminkan nilai spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh jajaran Lapas Warungkiara.

Selain wujud syukur, tasyakuran juga bertujuan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas baru tersebut. Pondok SAE diharapkan jadi rumah bersama untuk program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menegaskan Pondok SAE Berkah Mandiri adalah langkah strategis. Fasilitas ini mendukung pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus penguatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kegiatan tasyakuran ini bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen kita dalam menjaga serta mengembangkan Pondok SAE Berkah Mandiri sebagai pusat pembinaan dan ketahanan pangan yang produktif,” kata Kalapas.

Pondok SAE Berkah Mandiri berdiri di atas lahan 3,5 hektare. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat kendali dan pengawasan program ketahanan pangan Lapas Warungkiara, dengan fokus utama pada komoditas pertanian.

Keberadaan pondok diharapkan memberi dampak nyata. Warga binaan bisa terlibat langsung dalam proses produksi pangan, sehingga keterampilan dan kemandirian mereka meningkat jelang kembali ke masyarakat.

Selama tasyakuran berlangsung, situasi dilaporkan aman, kondusif, dan terkendali. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ke depan, Lapas Kelas IIA Warungkiara berkomitmen terus mengembangkan program ketahanan pangan. Pondok SAE Berkah Mandiri ditargetkan jadi pusat unggulan pembinaan produktif di lingkungan pemasyarakatan Jawa Barat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kecelakaan Tunggal, Truk Trailer Gagal Menanjak Alami Kecelakaan di Cisolok Sukabumi

0

Wartain.com || Sebuah truk trailer mengalami insiden kecelakaan tunggal di ruas jalan menuju kawasan wisata Ocean Queen, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kendaraan berukuran besar itu tampak keluar dari badan jalan dan berhenti di area persawahan di sisi kiri jalur. Bekas roda yang terlihat di tanah mengindikasikan bahwa truk sempat bergerak mundur sebelum akhirnya tergelincir keluar jalur.

Truk trailer Hino dengan nomor polisi B 9511 TEJ tersebut melaju dari arah penginapan menuju Jalan Raya Cisolok. Saat melintas di jalur lurus dengan tanjakan yang cukup terjal, kendaraan itu diduga mengalami penurunan tenaga.

Di sisi lain, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edi Wibowo, menyampaikan bahwa kendaraan tidak sanggup menanjak dan pada akhirnya mundur.

“Kendaraan tidak kuat menanjak sehingga turun kembali dan masuk ke sawah,” kata Wangsit.

Ia juga menambahkan “Jalurnya memang menanjak, jadi kendaraan besar harus benar-benar dipastikan dalam kondisi prima,” terangnya.

Dalam peristiwa itu beruntung tidak ada korban jiwa, sopir dikabarkan selamat dan tidak mengalami luka yang berat.

Namun kerugian ditaksir sampai puluhan juta rupiah, kendaraan truk rusak cukup parah.

Diketahui, jalan dinilai bagus dan kondisi lalu lintas lancar serta cuaca cerah. Yang menjadi tantangan pengendara kondisi jalan yang menanjak, tentu hal ini harus dipastikan kendaraan yang dikemudikan harus sehat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur dengan karakteristik menanjak.

Kewaspadaan, pengecekan teknis, serta perhitungan kemampuan kendaraan sangat diperlukan guna meminimalisir risiko kecelakaan, terlebih pada ruas jalan yang secara kondisi sudah baik namun memiliki tingkat kemiringan yang cukup menantang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

DPC FSB GARTEKS KSBSI Sukabumi Siapkan Aksi Mayday, Soroti PHK Sepihak dan Nasib Pekerja Kontrak

0

Wartain.com || Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Garteks Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB GARTEKS KSBSI) Kabupaten Sukabumi menghadiri rapat persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Jumat (24/4/2026).

Ketua DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Sukabumi, Abdul Aziz Pristiadi, menyampaikan bahwa pihaknya siap berpartisipasi dalam aksi nasional yang akan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada 1 Mei 2026 mendatang.

Menurutnya, keikutsertaan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FSB GARTEKS KSBSI yang disampaikan melalui rapat daring pada Kamis malam.

“Seluruh DPC diminta untuk mengirimkan peserta aksi ke tingkat nasional. Menindaklanjuti hal tersebut, kami akan menggelar rapat internal bersama jajaran pengurus DPC serta pengurus di tingkat Pimpinan Kerja (PK) di masing-masing perusahaan basis,” ujar Abdul Aziz dalam forum rapat.

Aksi Mayday tahun ini direncanakan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Menteri Ketenagakerjaan RI.

Dalam kesempatan itu, DPC FSB GARTEKS KSBSI juga menyoroti sejumlah persoalan ketenagakerjaan di Kabupaten Sukabumi, terutama meningkatnya kasus perselisihan hubungan industrial akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

Abdul Aziz mengungkapkan, fenomena tersebut berdampak signifikan terhadap kepastian kerja para buruh, khususnya pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau kontrak.

“Kami menemukan banyak pekerja kontrak yang telah bekerja bertahun-tahun, bahkan lebih dari lima tahun, namun statusnya tidak kunjung diangkat menjadi pekerja tetap. Ini tentu menjadi perhatian serius karena berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan,” katanya.

Ia menegaskan, praktik tersebut tidak sejalan dengan regulasi ketenagakerjaan, termasuk Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, serta Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021.

Melalui momentum Mayday, pihaknya berharap ada perbaikan nyata dalam perlindungan serta peningkatan kesejahteraan pekerja, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Mayday harus menjadi refleksi bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan buruh dan kepastian kerja yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Di sisi lain, DPC FSB GARTEKS KSBSI Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan apresiasi kepada Disnakertrans Kabupaten Sukabumi atas fasilitasi dan inisiatif dalam penyelenggaraan rapat persiapan tersebut.

Menurutnya, langkah pemerintah daerah dalam melibatkan berbagai unsur, termasuk serikat pekerja, merupakan bagian penting dalam menjaga kondusivitas hubungan industrial menjelang peringatan Hari Buruh.

Rapat persiapan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas pihak sehingga pelaksanaan Mayday 2026, baik di tingkat daerah maupun nasional, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)