26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 246

Ketua DPRD Sukabumi: Ramadan Momentum Perkuat Moral dan Gotong Royong

0

Wartain.com || Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, menyampaikan refleksi mendalam tentang makna kebahagiaan dalam suasana bulan suci Ramadan, Selasa (03/032026).

Menurutnya, kebahagiaan yang hakiki tidak lahir dari kemewahan atau pencapaian materi, melainkan dari keberanian untuk menegakkan kebenaran dan menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh. Ia menilai Ramadan menjadi ruang terbaik untuk melatih integritas diri sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

“Ramadan bukan hanya tentang menjalankan ibadah ritual, tetapi juga tentang konsistensi melakukan hal yang benar dan bermanfaat bagi sesama. Dari situlah kebahagiaan sejati tumbuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat tulus diyakini akan menghadirkan keberkahan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Karena itu, bulan suci ini harus dimaknai sebagai momentum memperkuat komitmen moral dan sosial di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh warga Kabupaten Sukabumi menjadikan Ramadan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan menghidupkan kembali semangat gotong royong. Dengan solidaritas yang terjaga, menurutnya, dampak positif Ramadan akan dirasakan secara kolektif dan berkelanjutan.

“Jika nilai-nilai Ramadan kita jadikan fondasi dalam kehidupan sehari-hari, maka insyaallah Kabupaten Sukabumi akan semakin harmonis, religius, dan sejahtera sesuai cita-cita daerah yang Mubarakah,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kadisdik Sukabumi: Bazar Ramadan Jadi Sarana Edukasi dan Tumbuhkan Cinta Produk Lokal

0

Wartain.com || Semarak Ramadan 1447 Hijriah di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Komplek Gelanggang Cisaat, semakin terasa dengan hadirnya Bazar Culinary Ramadhan yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sukabumi.

Sebanyak 35 pelaku UMKM kuliner ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung hingga 8 Maret 2026 tersebut.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, pada Senin (2/3/2026). Ia menegaskan bahwa bazar menjadi momentum strategis untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi kuliner lokal kepada khalayak luas.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, yang menyoroti pentingnya nilai edukatif dalam kegiatan Ramadan tersebut. Menurutnya, bazar tidak hanya menjadi ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik.

“Kegiatan seperti ini memiliki dampak positif bagi dunia pendidikan. Anak-anak dapat belajar mengenal produk unggulan daerahnya, memahami pentingnya mencintai hasil karya lokal, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai agenda pendukung seperti lomba mewarnai dan hiburan Islami turut memperkaya pengalaman anak-anak selama bulan suci. Hal itu dinilai sejalan dengan penguatan pendidikan karakter, terutama dalam menanamkan nilai kebersamaan, kreativitas, dan kebanggaan terhadap daerah.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi, Rina Rosmaniar Japar, berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata UMKM untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saing.

Dengan kolaborasi lintas sektor, Bazar Culinary Ramadhan 1447 H diharapkan tidak hanya memeriahkan suasana Ramadan, tetapi juga memperkuat sinergi antara sektor pendidikan, ekonomi, dan ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Terima Kunjungan BPS Ciamis, Bupati Herdiat Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026

0

Wartain.com || Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menerima kunjungan jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis dalam rangka koordinasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026), di Pendopo Bupati, Selasa (03/03/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, di antaranya Asisten Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Bappeda Ciamis.

Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Luqman, menjelaskan bahwa SE 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Pelaksanaan sensus dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026 dengan melibatkan sebanyak 1.699 petugas di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

“Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya memotret jumlah dan persebaran usaha, tetapi juga menggambarkan struktur ekonomi, karakteristik dan profil perusahaan, tingkat produktivitas, daya saing usaha, hingga perkembangan ekonomi digital,” jelas Ahmad Luqman.

Terima Kunjungan BPS Ciamis, Bupati Herdiat Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026 (foto : Ape)

Data yang akan dihimpun meliputi identitas usaha, status badan usaha, jumlah tenaga kerja, hingga gambaran perkembangan usaha terkini. Hasilnya diharapkan mampu menjadi fondasi perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih terarah dan berbasis data akurat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Herdiat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE 2026. Ia menegaskan pentingnya data yang akurat dan terintegrasi untuk mendukung kebijakan pembangunan daerah.

“Saya sejak dulu memiliki keinginan agar terwujud Ciamis satu data. Pemerintah tidak bisa bekerja tanpa data. Apalagi ketika kita ingin melakukan intervensi, misalnya dalam penanganan stunting, datanya harus benar-benar akurat,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini masih kerap ditemukan perbedaan data antar kementerian maupun lembaga, sehingga berpotensi menghambat efektivitas program pemerintah.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan BPS, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data berkualitas yang menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Tatar Galuh Ciamis.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape/Ciamis)

SCG Raih Penghargaan Pemberi Kerja Badan Usaha Terbaik, Tegaskan Komitmen Perlindungan Tenaga Kerja di Indonesia

0

Wartain.com, Sukabumi ||  SCG, pemimpin bisnis regional dengan beragam unit bisnis, terus menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis yang bertanggung jawab serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, SCG berhasil menerima penghargaan sebagai Pemberi Kerja Badan Usaha Terbaik 1 dari BPJS Ketenagakerjaan dalam ajang Night of Appreciation Gala 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 12 Februari 2026 di Kota Sukabumi. Penghargaan ini diserahkan kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat, Kunto Wibowo, Koordinator Advokasi BPJS, Watch Timboel Siregar, GM Administration Semen Jawa, Indra Leksono, Ketua Kader Norma Ketenagakerjaan Nasional, Heri Wijaya, Kepala Disnaker Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, Rektor UMMI, perwakilan Kejaksaan Negeri, serta sejumlah perwakilan perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya. PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi juga diberikan kesempatan untuk memaparkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan agar dapat dijadikan contoh baik bagi para pelaku industri di Jawa Barat.

 

Dalam sambutannya, Kunto Wibowo menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan yang hadir merupakan perusahaan besar yang tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pekerja .

Pencapaian ini menjadi bukti pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Inclusive Green Growth. Melalui penyediaan jaminan sosial yang inklusif bagi pekerja rentan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah operasional, SCG memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan kesejahteraan sosial.

Peramas Wajananawat, Presiden Direktur PT Semen Jawa & PT Tambang Semen Sukabumi mengatakan, “Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis harus beriringan dengan perlindungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Kami sangat mengapresiasi penghargaan sebagai Badan Usaha Pemberi Kerja Terbaik dari BPJS Ketenagakerjaan. Ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperluas dukungan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan dan masyarakat sektor informal di wilayah operasional kami.”

Penghargaan Pemberi Kerja Badan Usaha Terbaik dari BPJS Ketenagakerjaan merupakan merupakan bentuk apresiasi kepada badan usaha yang tidak hanya patuh dalam kepesertaan dan administrasi, tetapi juga aktif memperluas perlindungan sosial bagi pekerja, termasuk kelompok rentan di sektor informal.

Transformasi Kesejahteraan Melalui Jaminan Sosial yang Inklusif

Keberhasilan SCG dalam meraih predikat Pemberi Kerja Terbaik didorong oleh kontribusi masif dalam Gerakan Peduli Jaminan Pekerjaan Rentan. Program ini menyasar masyarakat di sektor informal yang berada di lima desa binaan utama, yaitu Desa Kebonmanggu, Sirnaresmi, Sukamaju, Tanjungsari, dan Wangunreja.

Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 502 pekerja rentan telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial dari perusahaan. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 147 orang. Inisiatif ini selaras dengan arahan Pemerintah Provinsi untuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat yang berada di lingkungan terdekat operasional perusahaan sesuai pesan Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi, untuk mencintai masyarakat sekitar terlebih dahulu.

Sinergi Prestasi dan Inovasi dalam Daftar Apresiasi (Appreciation and Awards)

Selain keberhasilan mendapatkan penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan, dedikasi SCG dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial telah diakui secara luas melalui berbagai penghargaan prestisius. Pada ajang Indonesia Green and Sustainable Company Award 2025, perusahaan sukses meraih kategori Best ESG Implementation dan Best Circular Economy Innovation, sebuah pencapaian yang mengukuhkan posisi perusahaan dalam praktik bisnis berkelanjutan. Tak hanya di level nasional, kontribusi nyata perusahaan juga mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang dibuktikan dengan perolehan 1st Winner Top Partner Award atas investasi besar dalam program CSR, serta 2nd Winner Corporate Environment Stewardship atas inovasi pengelolaan limbah dan penggunaan energi ramah lingkungan.

Konsistensi perusahaan dalam mendukung sistem keberlanjutan operasional bisnis juga membuahkan CSR Sustainability Awards, sementara kepedulian terhadap ketahanan pangan dan regenerasi sektor agraris diakui melalui The Millennial Farmer Award. Di bidang komunikasi dan pemberdayaan, SCG meraih Bronze Winner pada ajang Public Relations Indonesia Awards Awards 2024 untuk kategori CSR Communication Program dan sub-kategori Community-Based Development. Prestasi ini diperkuat dengan penghargaan Anugerah Sukabumi Awards dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas keberhasilan membina UMKM lokal melalui program GESARI. ( Sumber : Amanda Utari
Brand and Communications Manager PT SCG Indonesia)***

Editor : Abdul Salam

Bupati Asjap Buka Bazar Culinary Ramadan 1447 H : Ikhtiar Majukan UMKM 

0

Wartain.com || Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi kembali menggelar Bazar Culinary Ramadhan 1447 Hijriah di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Komplek Gelanggang Cisaat. Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi ini, melibatkan 35 pelaku UMKM. Terutama UMKM kuliner.

Acara yang direncanakan berlangsung sampai 8 Maret ini, diisi berbagai kegiatan seperti lomba mewarnai, musik Islami, dan lainnya.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud nyata Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memajukan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM. Selain itu, bazar ini merupakan solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan makanan berbuka puasa.

“Selain solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan takjil, bazar ini pun menjadi sarasa promosi produk unggulan Kabupaten Sukabumi agar dikenal luas,” ujarnya saat membuka Bazar Culinary Ramadhan 1447 Hijriah di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri,Komplek Gelanggang Cisaat, Senin, 2 Maret 2026.

Oleh karena itu, Bupati mengajak masyarakat untuk menyukseskan acara tersebut. Hal itu dengan membeli berbagai produk lokal Kabupaten Sukabumi.

“Mari kita cintai dan bangga menggunakan produk saudara kita,” ucapnya.

Sementara kepada para pelaku UMKM, bupati berpesan agar terus menjaga kualitas produknya. Sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Jadikan momentum ini untuk meningkatkan Mutu dan kreasi produk dengan berbagai inovasi,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi Hj. Rina Rosmaniar Japar menambahkan, acara ini pun menjadi momen agar pelaku UMKM di Kabupaten Sukabumi naik kelasi dengan memperluas jejaring usaha.

“Buktikan produk Kabupaten Sukabumi mampu bersaing dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri,” tegasnya.

Selain itu, Hj. Rina pun mengingatkan masyarakat bahwa membeli produk lokal merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap perekonomian daerah dan membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Kabupaten Sukabumi.

“Mari kita menikmati dan membeli karya UMKM lokal Kabupaten Sukabumi,” ajaknya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Serempak Ucapkan Selamat Berpuasa dan Doakan Umat Islam  

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan Marhaban Yaa Ramadhan kepada seluruh masyarakat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan serta ajakan untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam ucapan resminya, jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali, Wakil Ketua I Yudha Sukmagara, Wakil Ketua II H. Usep, serta Wakil Ketua III Ramzi Akbar Yusuf, turut mendoakan agar seluruh umat Islam diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

“Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H. Semoga Ramadhan tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan,” demikian pesan yang tercantum dalam ucapan tersebut.

Selain pimpinan, ucapan Ramadhan juga turut disampaikan oleh seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukabumi sebagai bentuk kebersamaan lembaga legislatif dalam menyambut bulan penuh rahmat.

DPRD Kabupaten Sukabumi berharap bulan Ramadhan ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan amal ibadah serta menjaga kondusivitas dan keharmonisan di lingkungan masing-masing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Berikan Warning Kepada Perusahaan untuk Berikan THR Sesuai Regulasi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Uden Abdunnatsir menyampaikan peringatan kepada perusahaan di Sukabumi agar tidak main-main dalam membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada buruh. Ia menegaskan kewajiban ini bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan hak normatif pekerja yang dilindungi.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari daerah pemilihan (dapil) IV itu menyebut, setiap menjelang hari raya keagamaan, persoalan THR selalu kembali muncul ke permukaan. Karena itu, ia meminta perusahaan mempersiapkan kewajiban tersebut sejak jauh-jauh hari agar tidak berdalih mengalami kendala arus kas atau persoalan teknis lainnya.

“Perusahaan harus patuh pada aturan. Hak buruh soal THR wajib dipenuhi, baik dari sisi nominal maupun ketepatan waktu. Jangan ada yang dilanggar,” ujar Uden, Selasa (3/2/2026).

Kewajiban THR diatur jelas dalam PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Regulasi ini menegaskan THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya dan harus diberikan penuh, tidak boleh dicicil.

Jika Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, maka batas akhir pembayaran THR adalah 14 Maret 2026. Sementara jika Lebaran jatuh pada 22 Maret 2026, tenggat terakhir pembayaran adalah 15 Maret 2026. Artinya, perusahaan hanya memiliki ruang waktu yang terbatas untuk memastikan kewajiban tersebut ditunaikan sesuai ketentuan.

Uden menekankan, ketentuan ini tidak membuka ruang negosiasi sepihak. Menurutnya, pembayaran THR memiliki dimensi sosial dan ekonomi yang besar. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang meningkat menjelang hari raya, seperti kebutuhan pokok, biaya mudik, hingga pendidikan anak, THR menjadi penopang penting bagi buruh.

“Kepatuhan perusahaan dalam membayar THR juga akan berdampak pada stabilitas hubungan industrial. Sebaliknya, jika terjadi pelanggaran, potensi gesekan antara pekerja dan manajemen bisa meningkat dan berujung pada konflik ketenagakerjaan,” pungkas Uden.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Perbedaan Wahdatul Wujud dan Wahdatul Syuhud, Historis, Filosofis, dan Tokoh-Tokohnya

0
Oplus_131072

Oleh :  Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Pendahuluan

Wartain.com || Dalam khazanah tasawuf Islam, terdapat dua doktrin besar yang menjadi puncak refleksi metafisika kaum sufi, yaitu Wahdatul Wujud (Kesatuan Wujud) dan Wahdatul Syuhud (Kesatuan Penyaksian). Keduanya lahir dari pengalaman spiritual terdalam para arif billah dalam memahami hubungan antara Allah dan alam semesta. Namun meskipun tampak serupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam aspek ontologis (hakikat keberadaan) dan epistemologis (cara mengetahui dan menyaksikan).

Perbedaan ini bukan sekadar perbedaan istilah, tetapi merupakan dua pendekatan besar dalam memahami realitas Ilahi dan realitas kosmik.

Wahdatul Wujud: Kesatuan dalam Ontologi Keberadaan

Definisi

Wahdatul Wujud secara harfiah berarti “Kesatuan Wujud.” Doktrin ini menyatakan bahwa wujud sejati hanya satu, yaitu Wujud Allah. Segala sesuatu selain Allah bukanlah wujud yang mandiri, melainkan manifestasi atau tajalli dari Wujud Allah.
Tokoh utama doktrin ini adalah Ibnu Arabi (1165–1240), yang dikenal sebagai Syaikh al-Akbar.

Menurut beliau:
“Tidak ada wujud kecuali Allah. Alam adalah penampakan Allah dalam bentuk-bentuk.”

Artinya:
Allah adalah Wujud Hakiki
Alam adalah wujud bayangan (tajalli)
Manusia adalah cermin kesadaran Ilahi

Landasan Filosofis Wahdatul Wujud
Secara ontologis, realitas terbagi menjadi dua:

a. Wujud Mutlak (Allah)

Tidak bergantung pada apapun
Tidak diciptakan
Sumber segala keberadaan

b. Wujud Relatif (Makhluk)

Bergantung pada Allah
Tidak memiliki wujud independen
Bersifat bayangan atau manifestasi
Analogi klasik:
Allah seperti Matahari, alam seperti cahaya. Cahaya tidak memiliki eksistensi tanpa matahari.

Tokoh-tokoh Wahdatul Wujud

Selain Ibnu Arabi, tokoh penting lainnya:
Al-Hallaj (858–922) — terkenal dengan ungkapan Ana al-Haqq
Jalaluddin Rumi (1207–1273) — penyair mistik Persia
Abdul Karim al-Jili (1365–1424) — penulis konsep Insan Kamil
Hamzah Fansuri — tokoh sufi Nusantara

Inti ajaran Wahdatul Wujud

Kesimpulan ontologisnya:
Yang benar-benar ada hanya Allah
Alam adalah tajalli Allah
Tidak ada dualitas hakiki
Dualitas hanya persepsi indera

Wahdatul Syuhud: Kesatuan dalam Penyaksian

Definisi

Wahdatul Syuhud berarti “Kesatuan Penyaksian.”
Doktrin ini menyatakan bahwa kesatuan bukan pada wujud, tetapi pada kesadaran manusia yang menyaksikan Allah.
Tokoh utama doktrin ini adalah Ahmad Sirhindi (1564–1624), dikenal sebagai Mujaddid Alf Tsani (Pembaharu Milenium Kedua).
Beliau mengkritik Wahdatul Wujud dan mengatakan:
Kesatuan yang dialami sufi bukan kesatuan ontologis, tetapi kesatuan dalam pengalaman spiritual.

Landasan filosofis Wahdatul Syuhud
Menurut doktrin ini:

Allah dan makhluk tetap berbeda secara ontologis.
Namun dalam keadaan fana (lenyapnya ego), seorang sufi:
Tidak melihat selain Allah
Tidak menyadari selain Allah
Tetapi itu adalah pengalaman subjektif, bukan realitas ontologis
Analogi:
Seorang yang melihat matahari sangat terang sehingga tidak melihat benda lain, bukan berarti benda lain tidak ada.

Tokoh-tokoh Wahdatul Syuhud

Tokoh utama dan pendukung:
Ahmad Sirhindi
Shah Waliullah Dehlawi
Para sufi tarekat Naqsybandiyah

Inti ajaran Wahdatul Syuhud

Kesimpulan epistemologisnya:
Allah tetap berbeda dari makhluk
Kesatuan hanya dalam kesadaran
Bukan kesatuan dalam wujud
Menjaga transendensi Allah

Perbedaan Utama Wahdatul Wujud dan Wahdatul Syuhud

Aspek
Wahdatul Wujud
Wahdatul Syuhud
Fokus
Ontologi (hakikat wujud)
Epistemologi (pengalaman kesadaran)
Kesatuan
Kesatuan wujud
Kesatuan penyaksian
Alam
Manifestasi Allah
Makhluk tetap berbeda
Dualitas
Tidak hakiki
Tetap ada
Tokoh utama
Ibnu Arabi
Ahmad Sirhindi
Pandangan Allah-alam
Allah adalah satu-satunya wujud
Allah tetap transenden

Rekonsiliasi Filosofis

Beberapa ulama mencoba mendamaikan kedua pandangan, seperti Shah Waliullah Dehlawi yang mengatakan:
Wahdatul Wujud adalah kebenaran dari perspektif ontologis, sedangkan Wahdatul Syuhud adalah kebenaran dari perspektif pengalaman manusia.

Artinya:
Secara hakikat, hanya Allah yang wujud
Secara pengalaman, manusia tetap melihat dualitas
Keduanya adalah level kesadaran berbeda.

Perspektif Tingkatan Spiritual

Dalam perjalanan spiritual:
Level Awam
Melihat diri dan Allah terpisah
Level Salik (pejalan spiritual)
Menyaksikan Allah dalam segala sesuatu (Wahdatul Syuhud)
Level Arif Billah
Menyadari hanya Allah yang benar-benar wujud (Wahdatul Wujud)

Implikasi Spiritual

Wahdatul Wujud menghasilkan kesadaran:
Tidak ada ego
Tidak ada kepemilikan
Tidak ada selain Allah
Wahdatul Syuhud menghasilkan kesadaran:
Segala sesuatu berasal dari Allah
Namun adab kehambaan tetap terjaga

Penutup

Wahdatul Wujud dan Wahdatul Syuhud bukanlah kontradiksi mutlak, tetapi dua perspektif berbeda dalam memahami realitas Ilahi.
Wahdatul Wujud berbicara tentang hakikat keberadaan.
Wahdatul Syuhud berbicara tentang pengalaman kesadaran manusia.
Yang pertama adalah kebenaran ontologis.
Yang kedua adalah kebenaran psikospiritual.

Pada akhirnya, keduanya bermuara pada satu kesimpulan agung: Tidak ada yang nyata selain Allah, dan manusia dipanggil untuk menyadari dan menyaksikan kebenaran ini dalam dirinya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Raihlah Pahala Puasa Ramadan di Hari yang ke-13!

0
Oplus_131072

Wartain.com || Puasa Ramadan dapat mendatangkan pahala sekaligus keutamaan yang berbeda di setiap harinya. Keistimewaan tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh.

Umat Muslim harus menyadari bahwa setiap amal kebaikan bisa mendatangkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Memasuki hari ke-13, terdapat keutamaan khusus yang dapat diraih orang-orang yang berpuasa.

Agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, simak penjelasan mengenai keutamaan puasa hari ke-13 dan doa yang dianjurkan untuk dibaca pada hari tersebut.

Keutamaan Puasa Hari ke-13 Ramadhan

Mengutip laman Universitas Al-Azhar Indonesia yang merujuk pada kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi, disebutkan keutamaan puasa Ramadan hari ke-13 sebagai berikut:

“Allah mencatat bagi kalian pahala seperti pahala ibadah penduduk Mekkah dan Madinah, dan Allah memberi kalian syafaat sejumlah bebatuan dan bongkahan tanah liat yang ada di antara Mekkah dan Madinah.”

Dari keutamaan tersebut dapat dipahami bahwa puasa di hari ke-13 Ramadan mengandung pahala yang sangat besar. Ganjarannya diibaratkan seperti pahala ibadah masyarakat di dua kota suci serta anugerah syafaat dalam jumlah yang sangat banyak.

Keutamaan ini menjadi pengingat bahwa setiap hari di bulan Ramadan adalah kesempatan berharga untuk mengumpulkan pahala. Dengan begitu, seorang Muslim dapat berharap memperoleh limpahan rahmat Allah SWT, baik di dunia maupun akhirat.

Bacaan Doa Hari ke-13 Ramadhan

Selain berpuasa, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak doa selama bulan Ramadan. Terdapat doa-doa khusus yang dapat diamalkan pada hari-hari tertentu, termasuk pada hari ke-13.

Berdasarkan buku Mintalah, Pasti Dikabulkan: Kumpulan Doa Sehari-hari oleh Gus Arifin, berikut bacaan doa hari ke-13 Ramadan yang dapat diamalkan:

اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْدَارِ وَ صَرْنِي فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِي فِيهِ لِلتَّقَى وَ صُحْبَةِ الْأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِينِ

Latin: Allahumma thahirni fihi minad-danasi wal-iqdari, wa shabbirni fihi ala kainatil-aqdri, wa waffiqni fihi littugqa wa shuhbatal-abrari, bi’aunika ya qurrata ainil-masakin.

Artinya: “Ya Allah, sucikanlah diriku dari kotoran dan kejelakan. Berikanlah kesabaran padaku untuk menerima segala ketentuan. Dan berikanlah kemampuan kepadaku untuk bertaqwa, dan bergaul dengan orang-orang yang baik dengan bantuan-Mu, wahai dambaan orang-orang miskin.”

Doa tersebut dibaca dengan harapan agar Allah SWT membersihkan diri dari segala dosa, memberikan keteguhan hati dalam bertaqwa, serta membimbing hamba-Nya agar senantiasa berada dalam lingkungan orang-orang yang saleh.

Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Kena Comeback, PSM Makassar Tumbang 2-4 dari Persita Tangerang di Kandang

0

Wartain.com || PSM Makassar harus menelan pil pahit setelah dikalahkan tim tamu, Persita Tangerang, dengan skor mencolok 2-4 dalam lanjutan pekan ke-24 BRI Super League. Pertandingan yang diwarnai aksi saling balas gol ini berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Senin (2/3/2026) malam.

PSM Makassar sebenarnya memulai laga dengan sangat meyakinkan. Skuad berjuluk Juku Eja tersebut unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Yuran Fernandes pada menit ke-8, disusul gol sundulan Aloisio Neto (Soares) di menit ke-26 yang membuat kedudukan menjadi 2-0.

Namun, keunggulan tersebut sirna sebelum babak pertama usai. Persita Tangerang berhasil bangkit melalui gol penalti Aleksa Andrejic di menit ke-35 dan sepakan Pablo Ganet hanya dua menit berselang (37′).

Memasuki babak kedua, efektivitas serangan balik tim tamu menjadi pembeda. Rayco Rodriguez membawa Persita berbalik unggul di menit ke-74, sebelum penyerang muda Hokky Caraka mengunci kemenangan Pendekar Cisadane menjadi 2-4 pada menit ke-88.

Secara statistik, Persita Tangerang memang tampil lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 63% berbanding 37% milik tuan rumah. Tim tamu juga mencatatkan akurasi operan yang lebih baik, yakni 85% dari total 401 operan, serta menciptakan 7 peluang emas sepanjang pertandingan.

Meski PSM unggul dalam aspek pertahanan dengan melakukan 24 intersep dan 17 sapuan (clearances), koordinasi lini belakang yang longgar di babak kedua gagal membendung agresivitas lini serang Persita yang melepaskan 5 tembakan tepat sasaran.

Hasil ini membuat PSM Makassar gagal mengamankan poin di markas sendiri, sementara Persita Tangerang sukses membawa pulang tiga poin krusial untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)