Wartain.com || Persebaya Surabaya harus puas berbagi satu angka dengan tamunya, Persib Bandung, setelah bermain imbang 2-2 dalam laga pekan ke-24 Liga Super Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (2/3/2026) malam.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-43 melalui eksekusi penalti Bruno Moreira. Penalti tersebut diberikan wasit setelah kapten Persebaya itu dilanggar keras oleh bek Persib, Federico Barba, di dalam kotak terlarang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persib Bandung langsung tampil menggebrak. Hasilnya, pada menit ke-51, Luciano Guaycochea mencetak gol penyeimbang lewat aksi spektakuler yang menggetarkan jala gawang Ernando Ari. Skor berubah menjadi 1-1.
Tim tamu sempat berbalik unggul pada menit ke-72. Berawal dari penetrasi cerdik Berguinho yang melepaskan asis matang, Andrew Jung yang berdiri bebas dengan tenang melakukan sontekan ke gawang Persebaya, mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan “Maung Bandung”.
Tak ingin dipermalukan di depan pendukung sendiri, “Bajul Ijo” meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya manis pada menit ke-82, Francisco Rivera mencetak gol indah melalui skema serangan cepat. Gol ini lahir berkat umpan presisi dari pemain muda Toni Firmansyah. Skor 2-2 pun menjadi hasil akhir laga big match tersebut.
Berdasarkan statistik pertandingan, Persib Bandung sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga 63%, namun pertahanan disiplin Persebaya yang mencatatkan 26 intersepsi dan 20 sapuan berhasil meredam gempuran tim tamu hingga peluit panjang ditiupkan.***
Wartain.com || Mengisi Ramadan 1447 Hijriah dengan pendekatan pembinaan mental dan spiritual, Polres Sukabumi Kota menggelar kegiatan Gema Ramadan PRIMA yang dirangkai dengan berbagai perlombaan Islami. Kegiatan ini tidak hanya menyasar internal kepolisian, tetapi juga melibatkan masyarakat umum.
Acara dibuka langsung Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, dan dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kota Sukabumi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, pejabat utama, para Kapolsek jajaran, serta peserta lomba, Senin (2/3/2026).
Dalam sambutannya, AKBP Sentot menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang dalam dua pilar utama. Pertama, lomba tilawah Al-Qur’an dan adzan yang diperuntukkan bagi personel Polri dan ASN Polri. Kedua, lomba marawis yang dibuka untuk masyarakat umum.
“Kita bagi menjadi dua pilar utama, yaitu lomba tilawah Quran dan lomba adzan bagi personel Polri atau ASN Polri dan kedua untuk masyarakat umum, yaitu lomba marawis, guna merajut ukhuwah islamiyah dan melestarikan seni budaya Islam,” ujar AKBP Sentot.
Ia menegaskan, Gema Ramadan PRIMA bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat dalam suasana Ramadan.
“Kami ingin Polres Sukabumi Kota menjadi rumah yang hangat bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, pembinaan rohani melalui kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anggota Polri yang seimbang antara profesionalisme dan nilai spiritual.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mencetak personel Polri dan ASN yang tidak hanya tangguh di lapangan tapi juga memiliki kedalaman spiritual, mampu menjadi mu’adzin dan qori di lingkungannya sebagai representatif Polri dan ASN Polri yang humanis,” kata AKBP Sentot.
Lebih jauh, ia menyebut kegiatan ini juga memiliki fungsi strategis sebagai upaya cooling system untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif selama Ramadan.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana cooling system untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” pungkasnya.
Sebagai bentuk keseriusan dalam pembinaan mental spiritual, Polres Sukabumi Kota juga mengirimkan perwakilan personel dan masyarakat untuk mengikuti lomba adzan dan marawis tingkat Polda Jawa Barat. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung syiar Islam dan memperkuat harmoni sosial selama bulan suci Ramadan.***(RAF)
Wartain.com || Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kota Sukabumi untuk memperkuat komunikasi dengan kalangan media. Dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers se-Kota Sukabumi di Rumah Dinas Wali Kota, Ahad (1/3/2026), Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki memaparkan sejumlah agenda prioritas pembangunan.
Dalam dialog tersebut, Ayep menegaskan bahwa media merupakan salah satu unsur penting dalam mata rantai pentaheliks pembangunan. Ia mengibaratkan tata kelola pemerintahan seperti hubungan imam dan makmum yang harus selaras agar tujuan bersama tercapai.
Ia menekankan bahwa membangun Kota Sukabumi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan berbagai elemen, termasuk wartawan. Pasca dinamika Pilkada, ia berharap insan pers kembali fokus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap profesionalisme wartawan, pemerintah kota juga berencana memfasilitasi perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan serta mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) agar standar jurnalistik di Sukabumi semakin berkualitas,” ujarnya.
Selain membahas penguatan sinergi dengan media, Ayep juga menyoroti langkah pembenahan tata kelola keuangan daerah. Ia mengungkapkan bahwa retribusi Pasar Marema kini berhasil ditertibkan dan seluruh pendapatannya masuk secara resmi ke kas daerah.
Bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), pemerintah kota berhasil menyetorkan Rp170 juta dari pengelolaan lapak Pasar Marema, sekaligus memutus potensi kebocoran pendapatan yang sebelumnya tidak tercatat optimal.
Di sektor infrastruktur, perbaikan Jalan Merbabu, Gunungpuyuh, tetap akan dilaksanakan meski sempat terkendala persoalan teknis pada sistem input bantuan provinsi. Wali Kota memastikan perbaikan dilakukan menggunakan dana APBD.
Ia juga menyampaikan perubahan standar pengerjaan jalan di Kota Sukabumi. Jalan-jalan yang rentan rusak, seperti Jalan Gudang, tidak lagi langsung diaspal, melainkan dicor terlebih dahulu sebelum dilapisi aspal agar lebih kuat dan tahan lama.
“Pemkot juga akan merevitalisasi trotoar lama dan merapikan kabel utilitas menjadi satu tiang, seperti yang mulai diuji coba di Jalan Bhayangkara, sebagai langkah antisipasi menyambut kehadiran Tol Bocimi seksi III,” tambahnya.
Persoalan lingkungan turut menjadi perhatian, terutama terkait tingginya volume sampah. Pemerintah kota kini fokus pada penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yang memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar alternatif dan nantinya dapat dimanfaatkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Sementara itu, untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menekan angka pengangguran di wilayah seluas 48 kilometer persegi, Pemkot Sukabumi menyiapkan strategi penyaluran tenaga kerja melalui program P2MI pada 2026.
Menutup pertemuan, Ayep mengajak seluruh pihak untuk bersaing secara sehat dalam kebaikan serta menghindari ujaran kebencian. Ia juga menegaskan komitmennya untuk mencari dan memberdayakan putra-putri terbaik demi mendorong kemajuan Kota Sukabumi.***(RAF)
Wartain.com || Jajaran Polsek Sukaraja mengungkap motif di balik dugaan pencurian yang dilakukan seorang pria berinisial YI (37), warga Kecamatan Cibeureum. Ia diamankan setelah diduga melakukan aksi pencurian di rumah mantan majikannya yang berada di Perum Pesona Cibeureum Permai, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Kapolsek Sukaraja, Kompol Aguk Khusaini, menjelaskan bahwa faktor ekonomi menjadi alasan utama pelaku nekat melancarkan aksinya. Uang hasil pencurian disebut digunakan untuk kebutuhan pribadi dan mencukupi kebutuhan rumah tangganya.
“Motifnya karena tekanan ekonomi. Uang yang diambil dipakai untuk kepentingan pribadi, termasuk kebutuhan sehari-hari keluarga,” ungkap Kompol Aguk, Senin (2/3/2026).
YI sebelumnya kepergok bersembunyi di rumah korban pada Sabtu (28/2/2026). Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga aksi tersebut bukan yang pertama kali dilakukan. Pelaku disebut-sebut telah berulang kali membobol rumah korban sejak Oktober 2025.
Saat itu, YI masih bekerja sebagai sopir lepasan keluarga korban. Akses dan pengetahuannya terhadap situasi rumah diduga dimanfaatkan untuk memuluskan aksi pencurian tanpa menimbulkan kecurigaan.
Dalam salah satu peristiwa, pelaku diduga mengambil uang sebesar 1.000 real yang tersimpan di dasbor mobil milik suami korban. Sementara pada aksi terakhir, Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, YI diduga masuk ke dalam rumah menggunakan anak kunci yang sebelumnya diambil dari gantungan kunci mobil, lalu mengambil uang tunai Rp80 ribu dari laci kamar.
Akibat rentetan kejadian tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian hingga Rp7 juta.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp80 ribu dan satu buah anak kunci pintu rumah. Saat ini, YI ditahan di Mapolsek Sukaraja guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek juga mengklarifikasi informasi yang beredar luas di media sosial. Dalam video yang viral, pelaku tampak mengenakan jaket ojek online. Namun, polisi menegaskan bahwa YI bukanlah pengemudi ojek online.
“Yang bersangkutan bukan ojol. Ia hanya memakai jaket ojol saat kejadian,” tegasnya.
Penyidik kini masih melengkapi berkas administrasi, memeriksa sejumlah saksi, serta mendalami kemungkinan adanya barang bukti atau tindak pidana lain yang berkaitan dengan kasus tersebut. Kasus ini sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman video dugaan pencurian beredar dan viral di media sosial.***(RAF)
Wartain.com || Aksi dugaan pencurian sepeda motor terjadi di sebuah showroom motor bekas di Kampung Cimenteng, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi.
Pemilik showroom, Ece Sapatra (49), menuturkan bahwa seorang pria berpakaian serba hitam datang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion tanpa pelat nomor. Kedatangannya berpura-pura sebagai calon pembeli yang tertarik pada satu unit Yamaha Aerox yang dipajang di showroom.
“Awalnya dia lewat, pakai masker dan helm lengkap. Berhenti, lalu lihat-lihat motor. Katanya mau coba. Kunci diberikan, tapi malah langsung dibawa kabur,” ujar Ece, Senin (2/3/2026).
Menurut Ece, gerak-gerik pelaku tidak menimbulkan kecurigaan. Bahkan, dalam rekaman CCTV terlihat pelaku sempat bersalaman dan berbincang santai sambil menanyakan kondisi motor serta kelengkapan surat-suratnya. Tanpa membuka masker maupun helm, pelaku tampak meyakinkan seperti pembeli pada umumnya.
Karena merasa tidak ada yang mencurigakan, pemilik showroom menyerahkan kunci Yamaha Aerox bernomor polisi F 5389 WBB untuk dicoba. Namun kesempatan tersebut justru dimanfaatkan pelaku untuk melarikan diri.
Beberapa saat setelah motor dibawa pergi dan tak kunjung kembali, Ece menyadari dirinya menjadi korban penipuan. Ia pun segera melakukan pengejaran menggunakan kendaraan lain.
“Sempat terlihat di depan, tapi terhalang mobil. Waktu mau menyalip, dia sudah tidak kelihatan lagi. Enggak tahu masuk jalur mana, langsung hilang,” tuturnya.
Upaya pengejaran itu tidak membuahkan hasil. Sementara sepeda motor Yamaha Vixion yang digunakan pelaku justru ditinggalkan di depan showroom. Meski mengalami kerugian sekitar Rp17 juta, Ece mengaku memilih tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.***(RAF)
Wartain.com || Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, menyampaikan pesan mendalam mengenai makna kebahagiaan di tengah suasana bulan suci Ramadan. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bersumber dari keberanian seseorang dalam melakukan hal yang benar serta menjalankan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.
“Melakukan apa yang benar dan harus dilakukan, itulah mengapa kita semua bahagia di bulan Ramadan. Semoga apa yang sudah dan sedang kita lakukan menjadi berkah dan mendapat pahala yang berlipat ganda,” ujar Budi Azhar dalam keterangannya, Senin 02/03/2026.
Menurut Budi, Ramadhan bukan sekadar menjalankan ritual ibadah semata, melainkan juga momentum untuk memperkuat komitmen moral dan sosial. Ia menekankan bahwa kebahagiaan di tengah masyarakat akan tumbuh secara kolektif apabila setiap tindakan didasari oleh niat tulus yang memberikan manfaat bagi sesama.
Lebih lanjut, ia memandang momentum Ramadan sebagai kesempatan emas untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan semangat gotong royong. Dengan solidaritas yang kuat, keberkahan diharapkan tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Sukabumi.
Pesan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga Sukabumi untuk terus menjaga kebersamaan dan menebar kebaikan. Budi Azhar mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai Ramadan sebagai fondasi dalam membangun daerah yang lebih sejahtera, harmonis, dan religius, sesuai dengan visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.***
Wartain.com || Suasana pagi di Kampung Cipanggulaan RT 04/01, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mendadak gempar setelah warga menemukan seorang bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan, Senin (3/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup di area kebun bambu milik warga. Ia terbungkus kantong plastik berwarna hitam, dengan tali pusar yang masih menempel serta sisa darah di tubuhnya, mengindikasikan bahwa proses persalinan diduga baru saja terjadi sebelum bayi itu ditinggalkan.
Penemuan ini berawal saat seorang buruh harian lepas bernama Apen (36) melintas di sekitar kebun bambu ketika hendak berangkat kerja. Ia melihat sebuah bungkusan plastik yang tergeletak di tanah dan merasa curiga. Apen kemudian memanggil rekannya, Enjang (38), untuk memastikan isi bungkusan tersebut.
Keduanya terkejut bukan main ketika mengetahui bahwa di dalam plastik itu terdapat seorang bayi laki-laki yang masih bernapas. Tanpa membuang waktu, mereka segera melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RT setempat dan warga sekitar.
Bayi tersebut kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Parungkuda guna mendapatkan penanganan medis. Petugas kesehatan segera membersihkan tubuh bayi dan melakukan pemotongan tali pusar sesuai prosedur medis.
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi itu memiliki panjang sekitar 50 sentimeter dengan berat 2,9 kilogram. Kondisinya dilaporkan stabil dan sehat, meski masih dalam observasi tim medis.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Parungkuda langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, menyatakan bahwa dugaan sementara bayi tersebut sengaja ditinggalkan oleh orang tuanya. Pihaknya kini tengah melakukan pengumpulan bahan keterangan dan pendalaman untuk mengungkap pelaku.
“Kami sudah melakukan pengecekan TKP dan meminta keterangan saksi-saksi. Penyelidikan terus kami lakukan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian.
Hingga kini, bayi tanpa identitas itu masih dirawat di Puskesmas Parungkuda, sementara aparat terus bekerja untuk mengungkap latar belakang dan pihak yang terlibat dalam peristiwa yang menyita perhatian warga tersebut.***
Wartain.com || Stasiun televisi pemerintah Iran akhirnya mengonfirmasi kabar yang mengguncang dunia pada Minggu malam (1/3/2026). Jasad Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei ditemukan di bawah puing-puing bangunan yang hancur total akibat serangan udara masif yang melumpuhkan jantung pemerintahan di Teheran.
Proses evakuasi yang berlangsung dramatis di zona hijau Teheran berakhir dengan ditemukannya jenazah pria yang telah memimpin Iran selama puluhan tahun tersebut. Tim penyelamat menemukan jasad Khamenei terkubur di bawah lapisan reruntuhan.
Penemuan ini menandai berakhirnya spekulasi mengenai keberadaan sang Pemimpin Agung sejak serangan fajar dimulai. Lokasi penemuan jasad dilaporkan merupakan salah satu gedung pemerintahan paling terproteksi yang menjadi target utama dalam operasi militer bersandi “Operation Epic Fury”.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana menteri Benyamin Netanyahu sudah mengetahui atas meninggalnya ayatollah Ali Khamenei. melalui Truth Social mengonfirmasi kematian tersebut dengan pernyataan keras.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, sudah mati. Tulisnya.
Serangan “Operation Epic Fury” sendiri dilaporkan sebagai operasi terkoordinasi yang menghancurkan titik-titik vital Iran, yang meliputi Fasilitas Nuklir, Sistem pertahanan udara, dan gedung pemerintah. Pasca serangan ini, di prediksi harga minyak dunia (WTI) akan melonjak drastis hingga $115 per barel karena ketidakpastian keamanan di kawasan Teluk.
Iran berpotensi jatuh ke dalam kekacauan internal atau pembalasan dendam dari faksi garis keras Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dunia kini menunggu, apakah ini awal dari perdamaian atau justru pembuka gerbang perang yang lebih besar di Timur Tengah?(***)
Wartain.com || Kemampuan literasi dan keterampilan jurnalistik menjadi bekal penting bagi siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di era digital. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial, pelajar dituntut tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi karya yang aktual, faktual, kritis, dan bertanggung jawab.
Mempelajari ilmu jurnalistik memberikan banyak manfaat bagi siswa SMA/SMK/MA. Selain melatih kemampuan menulis, jurnalistik juga membentuk pola pikir kritis, meningkatkan kepekaan sosial, serta menumbuhkan keberanian menyampaikan gagasan berdasarkan data dan fakta.
Di era digital saat ini, keterampilan tersebut menjadi modal penting, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi menggelar Lomba Karya Jurnalistik tingkat SLTA se-Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan jurnalistik sekaligus menyalurkan kreativitas mereka dalam bentuk karya tulis jurnalistik.
Sebelum pelaksanaan lomba, panitia HPN PWI Kabupaten Sukabumi menggelar sosialisasi teknik dan tata cara mengikuti lomba karya jurnalistik ini. Sosialisasi dilaksanakan secara virtual lewat zoom meeting, bertempat di Kantor KCD Pendidikan Wilayah V Sukabumi, Senin 02/03/2026.
Lebih dari 50 sekolah tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Sukabumi, baik negeri maupun swasta turut mengikuti mengikuti kegiatan sosialisasi LKJ ini. Peserta terdiri dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, perwakilan OSIS dan atau perwakilan siswa lainnya.
Pelajar SLTA Didorong Kuasai Jurnalistik di Era Digital, PWI Sukabumi Gelar Lomba Karya Jurnalistik 2026 (foto : Aab)
Plt Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi, atau yang akrab disapa Bah Anom, menyampaikan bahwa lomba ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi sehat dan meningkatkan kualitas generasi muda dalam memahami dunia pers secara lebih mendalam.
“Tujuan kami mengadakan lomba ini adalah untuk meningkatkan budaya literasi dalam mendukung kualitas generasi muda, untuk mencapai generasi emas 2045,” ungkap Bah Anom.
Anom menjelaskan, Lomba Karya Jurnalistik ini merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional tahun 2026 yang diselenggarakan PWI Kabupaten Sukabumi, bekerjasama dengan Universitas Muhamadiyah Sukabumi (UMMI) dan KCD Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat.
Abah Anom berharap, kegiatan ini mampu mempererat sinergi antara insan pers dan dunia pendidikan. Sehingga kedepan dapat melahirkan bibit-bibit potensial dalam dunia jurnalistik khususnya.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir bibit-bibit jurnalis muda yang tidak hanya cakap menulis, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, mewakili Kepala KCD Wilayah 5 Sukabumi, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Mumuh, S.Pd, M.Pd mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas inisiasi dari PWI Kabupaten Sukabumi, yang menggelar lomba karya jurnalistik bagi siswa SLTA se-Kabupaten Sukabumi.
“Kami mengapresiasi gagasan lomba karya tulis jurnalistik ini. Karena bagi Kami, momentum peringatan Hari Pers Nasional 2026 menjadi kesempatan berharga bagi pelajar Sukabumi untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya di bidang jurnalistik, sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah,” jelas Mumuh.
Pengurus PWI dan Panitia HPN Tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2026, sedang memaparkan materi lomba karya tulis jurnalistik (foto : Aab)
Lebih jauh Mumuh menegaskan, kegiatan lomba karya tulis jurnalistik tersebut bukan hanya untuk mencari hadiah semata, akan tetapi lebih kepada bagaimana potensi siswa itu bisa digali sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
“Kami dari KCD sangat support, mari anak-anak untuk gabung dan mengikuti lomba ini. Karena kami sangat yakin, dengan mengikuti lomba ini potensi yang dimiliki masing-masing siswa akan tergali,” tegasnya.
“Kami minta semua sekolah mengirimkan utusannya untuk mengikuti lomba ini. Minimal satu orang, maksimal tiga orang dari setiap sekolah, baik negeri maupun swasta,” tandasnya.
Senada, Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Dr. Andri Moewashi Idharoel Haq , menyambut baik kegiatan lomba karya tulis jurnalistik yang dilaksanakan oleh PWI Kabupaten Sukabumi, dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional tahun 2026.
“Kami sangat mendukung adanya kegiatan lomba karya tulis jurnalistik ini, khususnya bagi anak-anak tingkat SLTA. Sebagai bentuk dukungan ini, Kami dari pihak kampus UMMI akan memberikan beasiswa full, bagi pemenang lomba ke-1, 2 dan 3, serta bebas memilih jurusan atau program studi (Prodi) apapun sampai lulus,” ucanya.
Andri melanjutkan, dukungan tersebut bentuk komitmen UMMI dalam membangun kolaborasi dan komunikasi yang intens dengan berbagai pihak, terutama dalam mensukseskan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kami sangat salut sama PWI Kabupaten Sukabumi yang merangkai acara HPM dengan kegiatan positif seperti ini. Dukungan kami adalah bentuk komitmen UMMI dalam menjalin kerjasama dengan siapapun dan kapanpun, selama kerjasama tersebut saling menguntungkan untuk kedua belah pihak,” pungkasnya.***
Wartain.com || Dapur SPPG Anugrah Ratu Alam 1 Loji-Simpenan menghadirkan menu tidak biasa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyajikan ungkep ayam utuh kepada para penerima manfaat, Senin (2/3/2026).
Menu tersebut dibagikan kepada 2.471 Daftar Penerima Manfaat (DPM) di wilayah Desa Loji dan Sangrawayang, Kecamatan Simpenan. Sajian spesial ini terdiri dari ayam ungkep utuh, tahu, tempe, lalapan selada, timun, tomat, serta buah jeruk.
Anwar Syapei Kepala SPPG Anugrah Ratu Alam 1 Loji-Simpenan mengatakan, inovasi menu ayam utuh ini merupakan bentuk komitmen dapur dalam meningkatkan kualitas layanan MBG.
“Hari ini kami menghadirkan menu yang berbeda, yakni ungkep ayam utuh. Ini semua untuk mewujudkan visi misi SPPG Dapur ARA 1, yakni mewujudkan SPPG Loji NU ngahiji, ngabukti, tur bergizi. Di sisi lain, ini menjadi moto bagi kami bahwa kepuasan penerima manfaat adalah sebuah prestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya menghadirkan menu yang berkualitas, bergizi, sehat, dan berkah guna mendukung tumbuh kembang anak-anak agar menjadi generasi yang cerdas dan sehat.
“Bagaimana menghadirkan menu yang berkualitas, bergizi, sehat, dan berkah untuk mewujudkan anak-anak yang cerdas dan sehat di Indonesia, khususnya di wilayah Desa Loji dan Sangrawayang. Semoga menu hari ini membawa dampak positif untuk kemajuan SPPG Anugrah Ratu Alam 1,” tambahnya.
Adapun dalam pembagian kali ini tersedia dua kategori porsi, yakni porsi kecil dan porsi besar. Untuk porsi kecil, total harga enam hari sebesar Rp48.000 dengan kandungan energi 2.260,1 kkal, protein 210 gram, lemak 141 gram, karbohidrat 30 gram, dan serat 4,8 gram.
Sementara porsi besar, total harga enam hari Rp60.000 dengan kandungan energi 2.331 kkal, protein 217 gram, lemak 146 gram, karbohidrat 28 gram, dan serat 4,6 gram.
Dengan inovasi menu ayam utuh tersebut, SPPG Anugrah Ratu Alam 1 Loji-Simpenan berharap program MBG dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta meningkatkan kepercayaan penerima manfaat terhadap kualitas layanan dapur.***