26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 248

Pemkab Sukabumi Ucapkan Selamat HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan RI

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Republik Indonesia yang diperingati pada 1 Maret 2026.

Momentum ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para insan pemadam kebakaran dalam melindungi masyarakat dari berbagai ancaman kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, bersama Wakil Bupati Sukabumi, Andreas. Dalam pernyataannya, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap seluruh jajaran pemadam kebakaran dan penyelamatan senantiasa profesional, tangguh, dan berdedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Selamat HUT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Republik Indonesia. Semoga insan Damkar senantiasa profesional, tangguh, dan berdedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan.

Di Kabupaten Sukabumi, peran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan (rescue), evakuasi hewan liar, penanganan pohon tumbang, hingga bantuan dalam situasi bencana dan kedaruratan lainnya.

Dengan mengusung semangat “Damkarmat Melayani Sepenuh Hati”, jajaran Damkar terus menjaga dedikasi dan semangat dalam setiap tugas yang diemban. Motto “Yudha Brama Jaya” yang menjadi semboyan pemadam kebakaran juga mencerminkan tekad kuat dan keberanian dalam menjalankan amanah.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap di usia ke-107 ini, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Republik Indonesia semakin maju, modern, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan yang responsif dan humanis kepada masyarakat.

Semangat pengabdian yang ditunjukkan para petugas Damkar menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing. Damkar Kabupaten Sukabumi, hebat dan semakin jaya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Penutupan MHQ Jannatul Firdausi ke-8, Bupati Apresiasi Peran Masyarakat dalam Pembinaan Umat 

0

Wartain.com || Warga Perumahan Mangkalaya Residence sambut hangat kedatangan Bupati Sukabumi H. Asep Japar, dalam kesempatan itu mereka berterima kasih atas sejumlah jalan di wilayahnya yang relatif membaik dan mendukung mobilitas serta kemudahan akses masyarakat.

“Terima kasih Pak Bupati, kami warga Perum Mangkalaya Residence telah merasakan program bapak. Jalan sudah diperbaiki di dalam dan luar perum, meskipun belum semuanya” ujar H. Uka di momen Penutupan kegiatan Jannatul Firdausi ke delapan tahun 2026 yang digagas DKM Al Mahfudyah Perumahan Mangkalaya Residence, Minggu, 1 Maret 2026.

Dalam kegiatan yang ditutup Bupati Sukabumi H. Asep Japar, H. Uka mewakili masyarakat bertekad untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

“Kami bertekad mendukung program bupati demi Sukabumi Mubarakah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar pun berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini terhadap kepemimpiannya bersama H. Andreas. Bupati mengaku, masih banyak kekurangannya dalam memimpin Sukabumi selama satu tahun ini. Namun bupati meminta doa dan dukungan agar bisa mewujudkan Kabupaten Sukabumi menjadi lebih baik lagi.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan, namun kami akan berjuang untuk terus memajukan Kabupaten Sukabumi. Mohon doakan kami untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” ungkapnya.

Sementara berkaitan, kegiatan yang diikuti ratusan peserta dalam Mushabaqah Hifdzil Quran, Mushabaqah Syarhil Quran, dan story telling, H. Asep Japar pun mengapresiasinya. Apalagi kegiatan tersebut bertujuan membina dan menumbuhkan generasi Qurani.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, namun sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, meneguhkan kecintaan terhadap Alquran, serta menumbuhkan semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-harinya,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini pun menjadi bukti nyata pembinaan keagamaan di Kabupaten Sukabumi yang terus berjalan dengan dukungan dan peranserta masyarakat.

“Ini adalah investasi besar bagi Kabupaten Sukabumi yang juga selaras dengan visi Kabupaten Sukabumi Mubarakah (Maju, unggul,berbudaya, dan berkah). Nilai religius menjadi landasan dalam setiap gerak pembangunan,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini pula, Bupati ingin memastikan syiar Alquran terus berkumandang di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, para generasi muda tidak hanya mampu menghafal Alquran, namun menjadikannya sebagai pedoman hidup.

“Meskipun kegiatan telah mencapai puncaknya di hari ini, namun semangat menjaga dan mengamalkan Alquran tidak boleh berhenti. Justru dari sinilah tanggungjawab besar dimulai yaitu, menjadikan Alquran sebagai sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Bupati mengajak semua pihak untuk terus berkomitmen membina generasi Qurani.

“Mari kita terus perkuat komitmen untuk membina generasi Qurani, menjaga akhlak, dan menebarkan nilai-nilai kebaikan di Kabupaten Sukabumi. Semua itu demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” ajaknya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Rakor Lintas Sektor Bidang Operasional Tingkat Menteri, Forkopimda dan Perangkat Daerah Ikuti Secara Daring 

0

Wartain.com || Polres Sukabumi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional Tingkat Menteri secara virtual di Aula Mapolres Sukabumi, Senin (2/3/2026). Dengan mengusung tema ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’, Rakor ini dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 harus berjalan maksimal guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Operasi Ketupat tahun ini akan dilaksanakan pada 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pengamanan di sejumlah objek vital seperti masjid, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, hingga lokasi wisata.

Kapolri menekankan pentingnya manajemen rekayasa lalu lintas secara matang, khususnya di ruas tol. Sejumlah langkah strategis yang disiapkan antara lain penempatan personel di titik rawan kemacetan, pengaturan arus lalu lintas, serta penerapan sistem one way dan contra flow sesuai tahapan yang telah ditentukan.

Rekayasa juga mencakup pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas, penerapan sistem ganjil-genap, serta optimalisasi gardu tol berdasarkan tingkat kepadatan arus lalu lintas.

Dua jam sebelum penerapan rekayasa arus, petugas diwajibkan melakukan penyisiran guna memastikan jalur dalam kondisi aman.

Kapolri juga meminta jajaran untuk menyiapkan pos pengamanan (Pospam) dan memaksimalkan layanan di posko terpadu, mengingat potensi mobilisasi masyarakat yang tinggi selama Lebaran.

Pengawasan terhadap pengemudi, termasuk pemeriksaan terkait konsumsi alkohol, menjadi perhatian khusus guna menekan angka kecelakaan.

Lonjakan wisatawan ke sejumlah destinasi seperti kawasan Puncak Bogor dan kebun binatang turut menjadi atensi. Aparat diminta mengatur sistem keluar masuk kendaraan, menyiapkan kantong parkir tambahan, serta membentuk tim evakuasi di titik rawan kepadatan.

Selain pengamanan arus mudik, Kapolri mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi terorisme dan kejahatan lainnya.

“Wilayah rawan bencana seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur diminta menyiapkan jalur alternatif serta memberikan imbauan kepada masyarakat secara masif. Aparat juga diinstruksikan menguasai tahapan penanganan mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana dan pemulihan,”tegasnya.

Pemerintah daerah turut diminta aktif memantau stabilitas harga kebutuhan pokok serta memastikan distribusi berjalan lancar.

Kapolri menegaskan, kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 terletak pada sinergitas seluruh unsur pemerintah dan stakeholder terkait.

“Keberhasilan pengamanan ini adalah keberhasilan bersama. Sinergi yang kuat menjadi penentu utama,” tegas Kapolri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Berita Duka, Wapres Tri Sutrisno Meninggal Dunia

0
Oplus_131072

Wartain.com || Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno wafat. Kabar itu disampaikan Tim Komunikasi Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Egy Massadiah melalui pesan singkat kepada media pagi ini.

“Saya mendapatkan informasi dari Mayor Jenderal Purnawirawan Doktor Komaruddin Simanjuntak selaku Ketua Umum PPAD yang senantiasa memonitor kesehatan Pak Try di rumah sakit,” ujar Egy.

Menurut informasi yang dihimpun, Try wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2/2026) jam 06.58 WIB.

“Jenazah akan dimandikan di rumah duka RSPAD dan akan dibawa ke rumah duka Jl. Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat,” tulis pesan dari pihak keluarga besar almarhum Try Sutrisno.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon do’a dari bapak ibu sekalian agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” tutup tulisannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pendistribusi Ompreng Jadi Garda Terdepan, SPPG Limus Nunggal Cibeureum Sukabumi Lakukan Hal ini

0

Wartain.com || Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tanah Pelangi Nusantara-01 yang berlokasi di Jalan Parahita Nugraha RT 003 RW 005, Jalur Lingkar Selatan, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu pekerja di dapur SPPG tersebut, Prasetyo, mengungkapkan pengalamannya selama empat bulan bekerja sebagai pendistribusi ompreng. Posisi ini memegang peranan penting karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan para penerima manfaat di sekolah.

“Pendistribusi adalah ujung tombak dapur. Kami yang langsung bersentuhan dengan penerima manfaat. Setiap keluhan atau masukan pertama kali disampaikan kepada kami,” ujar Prasetyo saat ditemui wartain.com. Senin (2/3/2026)

Meski memiliki tanggung jawab besar, Prasetyo mengaku bersyukur karena selama menjalankan tugasnya tidak ada keluhan negatif yang diterima. Justru sebaliknya, ia kerap mendapatkan apresiasi dari para siswa maupun pihak sekolah.

“Alhamdulillah selama saya bekerja sebagai pendistribusi ompreng, belum ada keluhan negatif. Banyak anak-anak sekolah dan pihak sekolah yang memberikan apresiasi,” katanya.

Menurutnya, tanggung jawab dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas layanan. Ia meyakini, semakin baik kualitas yang diberikan dapur, maka dampak positifnya akan kembali kepada para pekerja.

“Saya harus bertanggung jawab penuh atas pekerjaan saya. Kalau kualitas perusahaan semakin baik, maka feedback-nya juga akan kembali kepada kami sebagai karyawan dapur,” tegasnya.

Lebih jauh, Prasetyo juga menilai program MBG membawa dampak sosial yang signifikan, tidak hanya bagi penerima manfaat tetapi juga bagi masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja.

“Program ini sangat terasa manfaatnya, terutama di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Sekarang tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, sering kali harus punya gelar. Dengan adanya dapur ini, ijazah bukan lagi penghalang,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa proses perekrutan tetap dilakukan secara profesional dan selektif. Para calon pekerja harus melalui tahapan wawancara hingga tes kesehatan sebelum diterima bekerja.

Keberadaan SPPG Yayasan Tanah Pelangi Nusantara-01 menjadi salah satu contoh implementasi program MBG yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru di daerah.

Dengan komitmen menjaga kualitas distribusi dan pelayanan, para pekerja dapur berharap program ini terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Mengetuk Pintu Langit: Seruan Dzikir Nasional demi Keselamatan Ibu Pertiwi di Tengah Badai Global

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/ Pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih/Sekjen Kordinator Nasional Kedaulatan Energi/Sekjen PPJNA 98/Presidium Korp Alumni HMI Sukabumi

Wartain.com || Di tengah hiruk-pikuk berita dunia yang kian memanas, langit di atas Timur Tengah kini tak lagi hanya dihiasi bintang, melainkan bayang-bayang jet tempur dan rudal. Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah membawa dunia ke ambang ketidakpastian besar. Namun, bagi bangsa Indonesia, ada satu senjata yang melampaui kecanggihan teknologi militer mana pun yaitu dengan Doa dan Dzikir.

Menyatukan Barisan Spiritual

Saat ini, kami menyerukan untuk merapatkan shaf bukan hanya terjadi di masjid-masjid besar, tapi hingga ke pelosok desa, mesjid, pesantren, tajug dan mushola. Seluruh umat Muslim di Indonesia untuk melangitkan mengetuk pintu langit dengan doa-doa terbaik. Ini bukan sekadar ritual rutin, melainkan sebuah benteng spiritual untuk memohon perlindungan bagi tumpah darah Indonesia seluruh masyarakat Indonesia yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri, agar terjaga terlindungi dari dampak destruktif konflik global—baik dampak ekonomi, keamanan, maupun sosial.

Dalam setiap sujud dan hitungan tasbih, terselip harapan agar Allah SWT menjauhkan negeri ini dari percikan api peperangan yang sedang berkecamuk di tanah para nabi.

Kekuatan untuk Pemimpin: Presiden Prabowo di Garis Depan Diplomasi

Di pundak Presiden Prabowo Subianto, terpikul amanat konstitusi untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.
Menghadapi konstelasi politik luar negeri yang rumit antara kekuatan Barat dan Timur Tengah, kita memohon pada Allah SWT pemilik alam semesta ini agar:

Pemerintah Indonesia diberikan hikmah dan kebijaksanaan dan ketepatan dalam mengambil keputusan strategis.

Presiden Prabowo diberikan kekuatan fisik dan batin, dianugerahkan kesehatan serta kemudahan dalam menjalin komunikasi diplomatik yang mendinginkan suasana untuk perdamaian dunia.

Indonesia menjadi Jembatan Perdamaian” yang dihormati oleh semua pihak yang bertikai, membawa misi kemanusiaan yang tulus untuk menyelamatkan ummat manusia di dunia ini.

_”Jika diplomasi adalah ikhtiar di bumi, maka dzikir adalah ikhtiar di langit. Keduanya harus berjalan beriringan agar Indonesia tetap berdiri tegak sebagai pase kedamaian.”_

Mengubah Kecemasan Menjadi Energi Positif

Konflik antara AS-Israel vs Iran memang terasa jauh secara geografis, namun dampaknya nyata di depan mata. Melalui gerakan dzikir dan doa nasional ini, masyarakat diajak untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan fokus pada penguatan internal bangsa jaga persatuan kesatuan.

Kita bermunajat agar Indonesia tidak hanya selamat secara fisik dari dampak perang, tetapi juga sukses mencatatkan sejarah sebagai bangsa yang berhasil mendorong ikut andil terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Mari kita tundukkan kepala sejenak, memohon kepada Sang Pemilik Semesta: “Ya Allah, jagalah Indonesia, lindungi seluruh masyarakat Indonesia, kuatkanlah pemimpin negeri kami, dan jadikanlah negeri kami wasilah bagi terciptanya kedamaian di muka bumi.”

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ribuan Rudal Iran Gempur Israel, Balas Serangan Zionis 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ketegangan militer di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Iran meluncurkan gelombang besar serangan rudal ke wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan dalam kurun waktu 24 jam terakhir, Minggu (1/3/2026)

Serangan ini merupakan balasan langsung atas operasi udara gabungan AS-Israel yang menghantam wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Menurut laporan terbaru, pasukan Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menembakkan ribuan rudal dan drone ke berbagai arah, menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah.

Serangan-serangan ini terjadi setelah serangan udara yang disebut sebagai salah satu operasi militer gabungan terbesar oleh Washington dan Tel Aviv terhadap fasilitas militer di Teheran.

Mayor Jenderal Ebrahim Jabari dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan Iran telah meluncurkan hingga 1.200 rudal sebagai balasan atas AS-Israel.

“Segera setelah serangan itu, sekitar 1.200 rudal diluncurkan dari Iran ke berbagai arah,” katanya.

Menurut pernyataan resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Israel saat rudal-rudal diluncurkan dari Iran.

Sistem peringatan dini diaktifkan melalui telepon seluler, memaksa jutaan warga mencari perlindungan di bunker.

IDF menyatakan bahwa ini adalah kali ke-20 dalam 24 jam warga Israel harus mencari perlindungan karena serangan rudal.

“Untuk ke-20 kalinya dalam 24 jam terakhir, jutaan warga Israel telah mencari perlindungan di seluruh Israel dari serangan rudal Iran,” kata IDF.

Serangan-serangan tersebut terjadi setelah serangan udara gabungan AS-Israel di Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Laporan situs berita TPS Israel, Angkatan Udara Israel mengatakan jet tempurnya menjatuhkan lebih dari 1.200 bom ke sasaran di Iran selama 24 jam terakhir, yang menandakan peningkatan signifikan dalam operasi militer.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada Minggu (1/3/2026) bahwa mereka telah melakukan serangan keenam sebagai bagian dari Operasi Janji Sejati 4.

Pasukan Iran menembakkan ribuan rudal dan drone ke berbagai arah, menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah, Minggu (1/3/2026)

Pasukan Iran menembakkan ribuan rudal dan drone ke berbagai arah, menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah, Minggu (1/3/2026).

Serangan itu sebagai balasan atas serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel sebelumnya.

Iran menekankan bahwa 27 pangkalan militer AS di kawasan itu, bersama dengan pangkalan udara Tel Nof dan kompleks HaKirya di Tel Aviv, berada dalam daftar targetnya.

Iran juga menyatakan akan melanjutkan tindakan balasan dan memperingatkan akan mengambil tindakan yang lebih keras jika serangan terhadap Iran terus berlanjut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemprov Jabar Alokasikan Rp60,8 Miliar THR PPPK Paruh Waktu Jelang Idulfitri

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengalokasikan dana sebesar Rp60,8 miliar guna membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu dalam rangka menyambut perayaan Idulfitri.

Kendati, pencairan THR ini masih menunggu keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur secara khusus pemberian THR bagi aparatur sipil negara (ASN).

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa besaran THR yang akan diterima oleh masing-masing PPPK Paruh Waktu setara dengan satu bulan gaji terakhir. Hal ini merupakan bentuk dukungan nyata dari Pemprov Jawa Barat terhadap para aparatur sipil negara, termasuk PPPK Paruh Waktu.

“Besaran THR yang akan diterima masing-masing PPPK Paruh Waktu setara dengan satu bulan gaji terakhir,” ujar Herman pada Minggu (1/3/2026).

Menurut Herman, penyaluran THR masih belum bisa dilakukan karena pihaknya masih menunggu terbitnya regulasi dari pemerintah pusat. Regulasi itu akan menjadi payung hukum bagi daerah dalam menyalurkan THR.

“Proses administrasi pencairan THR dapat berjalan cepat karena anggaran telah disiapkan,” ucapnya.

Di samping itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menjalin sinergi dan komunikasi intensif dengan seluruh perangkat daerah guna memastikan proses pencairan THR berjalan sesuai jadwal dan aturan yang berlaku, sehingga hak para PPPK Paruh Waktu dapat diterima tepat waktu menjelang hari raya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Tampil Memukau di Kloter 5 Jabal Nur, Da’iyah Fifah Sukabumi Lolos ke TOP 14 AKSI Indosiar 2026

0

Wartain.com || Da’iyah muda Fifah, berhasil melangkah ke babak TOP 14 ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2026 Program tahunan Indosiar. Kepastian tersebut diperoleh setelah Fifah tampil memukau dalam babak TOP 21 Kloter 5 Jabal Nur yang disiarkan langsung pada Senin (2/3/2026) pukul 02.00 WIB.

Pada kloter tersebut, Fifah bersaing bersama dua peserta lainnya, yakni Cecep dari Tangerang dan Ki Bungsu dari Serang. Ketiganya tampil secara bergantian di hadapan dewan juri dan pemirsa setia program dakwah tahunan tersebut.

Dalam penampilannya, Fifah mengangkat tema dakwah bertajuk “Hidup Berarti, Jangan Diakhiri”. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga harapan, memperkuat iman, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Penampilan Fifah dinilai semakin progresif dibandingkan babak sebelumnya. Ia tampil lebih percaya diri, tenang, dan terlihat menjiwai setiap pesan yang disampaikan, sehingga mampu menyentuh perhatian penonton maupun dewan juri.

Setelah seluruh rangkaian penampilan selesai, lima dewan juri kemudian memberikan penilaian akhir. Momen penentuan tersebut berlangsung menegangkan karena selisih nilai antarpeserta terbilang tipis.

Ki Bungsu dari Serang menjadi peserta pertama yang dinyatakan lolos dengan perolehan total nilai 458. Sementara itu, Fifah menempati posisi kedua dengan raihan 455 poin, disusul Cecep dengan total nilai 452.

Dengan hasil tersebut, Fifah dan Ki Bungsu berhak melaju ke babak selanjutnya, yakni TOP 14. Adapun Cecep harus menghentikan langkahnya dan Wassalam dari panggung AKSI 2026.

Keberhasilan Fifah menembus TOP 14 menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga serta masyarakat Sukabumi. Prestasi tersebut dinilai mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional melalui ajang dakwah bergengsi di layar kaca.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Mari Kita Sama-sama Raih Pahala Ramadan di Hari yang ke-12!

0
Oplus_131072

Wartain.com || Memasuki puasa Ramadhan hari ke-12, umat Islam kembali diberi kesempatan emas untuk memperbaiki diri. Setiap hari di bulan suci bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum penyucian hati dan peningkatan kualitas iman.

Salah satu keutamaan puasa Ramadhan hari ke-12 yang banyak disebut dalam literatur fadhail, Allah SWT menjadikan keimanan seseorang mampu mengubah keburukan menjadi kemuliaan hidup. Apa maknanya? Bagaimana cara meraihnya? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Keutamaan Puasa Ramadhan Hari ke-12 Menurut Ulama

Dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah dijelaskan, keutamaan di hari kedua belas Ramadhan berkaitan dengan peningkatan kualitas iman. Iman yang kuat akan:

* Menghapus kebiasaan buruk
* Mengubah akhlak tercela menjadi terpuji
* Mengangkat derajat hidup di sisi Allah SWT
* Menjadikan seseorang lebih mulia secara spiritual

Namun demikian, para ulama mengingatkan keutamaan ini hanya diraih oleh mereka yang berpuasa dengan ikhlas lahir dan batin, bukan sekadar menahan diri secara fisik.

Puasa Bukan Hanya Menahan Lapar
Banyak orang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Mengapa? Karena puasanya hanya bersifat lahiriah. Sementara batinnya masih:

* Gemar ghibah
* Berprasangka buruk
* Mudah marah
* Tidak menjaga lisan dan hati

Puasa yang sempurna, adalah puasa yang menjaga lahir dan batin. Inilah yang membuat keutamaan puasa Ramadhan hari ke-12 Allah mengubah keburukan menjadi kemuliaan hidup menjadi relevan secara spiritual.

5 Keutamaan Besar Puasa Ramadhan

Dalam buku Fiqih Praktis Puasa Ramadhan karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa disebutkan lima keutamaan utama puasa Ramadhan:

Termasuk rukun Islam, Menghapus dosa-dosa yang telah lalu, Menjadi sebab masuk surga, Doa orang berpuasa mustajab, Pahala dilipatgandakan tanpa batas.

Keutamaan ini, menunjukkan betapa agungnya kedudukan puasa Ramadhan dalam Islam.

Cara Meraih Keutamaan Hari ke-12

Agar tidak merugi, berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan: Memperbanyak membaca Al-Qur’an Memperbanyak doa dan istighfar Bersedekah kepada yang membutuhkan Menjalankan shalat sunnah dan qiyamul lail Menjaga hati dari iri dan dengki Semua ini menjadi pelengkap agar puasa tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar menjadi sarana perubahan diri.

Transformasi Diri di Hari ke-12 Makna terdalam dari keutamaan puasa Ramadhan hari ke-12, adalah transformasi iman. Ketika iman meningkat, kebiasaan buruk perlahan ditinggalkan. Hati menjadi lebih lembut, lisan lebih terjaga, dan hidup terasa lebih tenang. Inilah kemuliaan hidup yang dijanjikan: bukan semata kemuliaan duniawi, tetapi kemuliaan di sisi Allah SWT.

Hari ke-12 Ramadhan, momentum memperbaiki kualitas puasa. Jangan sampai hanya mendapatkan lapar dan dahaga tanpa keberkahan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)