26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
Beranda blog Halaman 249

Hasil Akhir : Bhayangkara FC Permalukan Dewa United 2-0 di Indomilk Arena

0

Wartain.com || Dewa United FC harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah dipaksa menyerah 0-2 oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026, Minggu (1/3/2026) malam. Meski mendominasi penguasaan bola hingga 70%, efektivitas serangan menjadi pembeda yang membuat tim tamu pulang dengan poin penuh.

Bertanding di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Dewa United sebenarnya tampil menekan sejak menit awal. Statistik menunjukkan anak asuh Jan Olde Riekerink mencatatkan 596 operan sukses dengan akurasi mencapai 90%. Namun, kokohnya pertahanan The Guardians yang dipimpin oleh Slavko Damjanovic membuat upaya tuan rumah selalu kandas di area final third.

Petaka bagi tuan rumah datang di penghujung babak pertama. Melalui skema serangan balik cepat, kiper Dewa United, Sonny Stevens, dianggap melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Moussa Sidibe yang maju sebagai eksekutor penalti pada menit ke-43 (P), dengan tenang mengecoh Stevens dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Bhayangkara FC hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Dewa United mencoba mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Tercatat, mereka melakukan 40 sentuhan di kotak penalti lawan, berbanding jauh dengan Bhayangkara yang hanya 22 kali. Namun, efisiensi kembali berpihak pada tim tamu. Pada menit ke-59, Henry Doumbia berhasil menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan assist matang dari Moussa Sidibe.

Bhayangkara FC tampil sangat disiplin dengan melakukan 31 intersep dan 19 sapuan (clearances) untuk meredam gempuran Dewa United. Meski hanya memegang 30% penguasaan bola, serangan balik mereka terbukti lebih mematikan dengan mencatatkan 4 tembakan tepat sasaran, berbanding hanya 2 milik tuan rumah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Efektivitas Serangan Bawa Persis Solo Tekuk Persik Kediri 2-1 di Manahan

0

Wartain.com || Persis Solo sukses mengamankan tiga poin penuh setelah menumbangkan tamunya, Persik Kediri, dengan skor tipis 2-1 dalam laga lanjutan BRI Super League yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Minggu (1/3/2025) malam. Kemenangan ini diraih Laskar Sambernyawa meski mereka kalah dominan dalam penguasaan bola sepanjang pertandingan.

Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Persis Solo membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Bruno Gomes pada menit ke-22. Namun, Persik Kediri merespons cepat dan berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Jose Enrique di menit ke-31. Drama kemenangan tuan rumah baru tercipta di pengujung laga setelah Paparyha mencetak gol penentu pada menit ke-85.

Secara statistik, Persik Kediri sebenarnya menguasai jalannya laga dengan 64% penguasaan bola dan melakukan total 520 operan. Namun, Persis Solo tampil jauh lebih efektif dalam menyerang. Meski hanya memegang 36% bola, tim asuhan tuan rumah mampu melepaskan 15 tembakan, berbanding 10 tembakan milik tim tamu.

Lini belakang Persis juga menjadi kunci kemenangan dengan catatan 32 intersep dan 21 sapuan (clearances) untuk meredam gempuran Macan Putih yang tercatat melakukan 43 kali sentuhan di dalam kotak penalti lawan.

Hasil ini menjadi kemenangan krusial bagi Persis Solo untuk terus merangkak naik di papan klasemen sementara BRI Super League, sekaligus membuktikan bahwa efisiensi penyelesaian akhir lebih menentukan daripada sekadar dominasi permainan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Respons Cepat DPKP Sukabumi, Sarang Tawon di Rumah Warga Sukajaya Berhasil Diamankan

0

Wartain.com || Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait keberadaan sarang tawon di atap sebuah rumah di Kampung Babakan Jampang RT 022/RW 07, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Sabtu (28/2/2026).

Laporan pertama diterima dari seorang warga bernama Heri sekitar pukul 10.57 WIB. Setelah melakukan koordinasi dan persiapan peralatan, petugas diberangkatkan menuju lokasi pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB.

Kepala DPKP Kabupaten Sukabumi, Budianto, menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung kurang lebih satu jam dan selesai pada pukul 22.30 WIB dalam kondisi aman.

“Petugas langsung melakukan asesmen di lokasi. Sarang tawon berada di bagian atap rumah dengan posisi yang cukup tinggi dan berpotensi membahayakan penghuni maupun warga sekitar,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap, petugas menggunakan tangga untuk menjangkau titik sarang. Proses penanganan dilakukan secara hati-hati guna menghindari risiko sengatan maupun kepanikan warga. Setelah situasi dinyatakan aman, sarang tawon berhasil diturunkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Budianto mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri apabila menemukan sarang tawon atau potensi bahaya serupa di lingkungan tempat tinggal.

“Evakuasi sarang tawon memiliki risiko tinggi. Kami mengimbau warga untuk segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur keselamatan,” tegasnya.

DPKP Kabupaten Sukabumi memastikan akan terus siaga memberikan pelayanan penyelamatan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi Mulai 1 Maret 2026, Pertalite dan Solar Tetap

0

Wartain.com || PT Pertamina (Persero) resmi memberlakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi mulai Minggu, 1 Maret 2026. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu malam (28/2/2026) sebagai bagian dari kebijakan korporasi dalam menyesuaikan harga terhadap dinamika pasar global dan ketentuan pemerintah.

Penyesuaian harga ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum, khususnya bensin dan solar non-subsidi yang dipasarkan melalui SPBU.

Di tengah penyesuaian tersebut, Pertamina memastikan bahwa BBM subsidi tidak mengalami perubahan harga. Pertalite (RON 90) tetap dipatok Rp10.000 per liter, sementara Solar subsidi (Bio Solar) bertahan di angka Rp6.800 per liter.

Kenaikan harga justru terjadi pada produk BBM non-subsidi dengan nilai oktan tinggi dan jenis diesel berkualitas. Beberapa produk seperti Dexlite dan Pertamina DEX mengalami penyesuaian cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Berikut daftar harga BBM yang berlaku di wilayah DKI Jakarta per 1 Maret 2026:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Bio Solar: Rp6.800 per liter
Pertamax (RON 92): Rp12.350 per liter
Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
Dexlite: Rp14.200 per liter
Pertamina DEX: Rp14.500 per liter

Pertamina menjelaskan bahwa kebijakan ini berlaku secara nasional. Namun, terdapat kemungkinan perbedaan harga tipis di beberapa daerah karena pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah provinsi.

Masyarakat disarankan untuk memantau informasi harga terbaru melalui aplikasi MyPertamina maupun laman resmi perusahaan guna mengetahui rincian harga sesuai wilayah masing-masing.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pergerakan Tanah di Bantargadung, BPBD Kabupaten Sukabumi Dirikan Tenda Pengungsian

0

Wartain.com || Ancaman pergerakan tanah di Kampung Cijambe RT 005 RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, memicu langkah cepat dari pemerintah daerah. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, penanganan darurat langsung dilakukan guna meminimalkan risiko terhadap warga terdampak.

Retakan tanah yang terus melebar dalam beberapa hari terakhir membuat aparat gabungan dari BPBD, P2BK, serta unsur kebencanaan lainnya turun ke lokasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga sekaligus melakukan penanganan awal di tengah kondisi tanah yang masih labil.

Sebagai bentuk mitigasi, BPBD mendirikan enam unit tenda pengungsian jenis family di area yang dinilai aman dari potensi pergerakan tanah lanjutan. Tenda bantuan dari BNPB tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak ditempati.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pemasangan tenda menjadi langkah mendesak dalam situasi saat ini.

“Tim hari ini memasang enam tenda untuk warga terdampak pergerakan tanah di Kampung Cijambe,” ujarnya.

BPBD juga telah menyiapkan langkah antisipatif apabila jumlah pengungsi bertambah. Empat unit tenda tambahan disiagakan di Kantor Desa Bantargadung untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Kami siapkan empat tenda cadangan di Kantor Desa. Jika kebutuhan pengungsian meningkat, tenda tersebut bisa langsung digunakan,” jelas Daeng.

Hingga kini, pola pengungsian warga masih tersebar. Sebagian memilih mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya menyewa rumah di lokasi yang dianggap lebih aman untuk sementara waktu.

Di sisi lain, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta P2BK Bantargadung guna mendata kebutuhan logistik para pengungsi. Langkah ini dinilai penting mengingat curah hujan di wilayah Sukabumi masih cukup tinggi dan berpotensi memperparah kondisi tanah.

Data terbaru dari P2BK Bantargadung per Jumat (27/2/2026) mencatat sebanyak 25 bangunan terdampak dalam satu RT. Lima bangunan mengalami kerusakan berat, terdiri dari empat rumah warga dan satu bangunan pondok pesantren yang dihuni sekitar 20 jiwa.

Selain itu, enam rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang dan ditempati enam kepala keluarga. Sementara 14 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan berupa retakan pada sejumlah bagian bangunan.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau warga, khususnya yang tinggal di kawasan rawan pergerakan tanah, agar tetap waspada. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan retakan baru atau perubahan kondisi tanah di sekitar permukiman guna mencegah risiko yang lebih besar.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kasus DBD Januari di Kota Sukabumi Turun Tajam, Dinkes Tekankan 3M Plus dan Peran Sekolah

0

Wartain.com || Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sukabumi pada Januari 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan. Dibandingkan periode yang sama pada dua tahun sebelumnya, jumlah kasus tercatat menurun cukup signifikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari lalu tercatat 54 kasus DBD yang tersebar di sejumlah kelurahan, tanpa adanya laporan kematian.

“Total ada 54 kasus pada Januari dan tidak ada kematian,” ujarnya.

Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2025, di mana total kasus sepanjang tahun mencapai 1.017 dengan satu kasus meninggal dunia. Rata-rata kasus per bulan saat itu sekitar 84 kasus.

Meski demikian, Denna mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Berdasarkan data Januari, kelompok anak-anak masih menjadi yang paling rentan terpapar DBD. Karena itu, Dinas Kesehatan mengajak orang tua serta pihak sekolah untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan.

Ia menekankan pentingnya penerapan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Pencegahan tidak cukup hanya di rumah. Sekolah juga harus terlibat. Cara paling efektif dan murah adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan kerja bakti rutin minimal seminggu sekali melalui 3M Plus. Fogging itu langkah terakhir,” jelasnya.

Selain itu, Dinkes juga terus menggalakkan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Program ini mendorong setiap rumah memiliki satu orang yang bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk secara berkala. Gerakan tersebut turut diterapkan di lingkungan perkantoran.

Dari 54 kasus yang tercatat, penyebarannya meliputi 33 kelurahan. Kelurahan Cisarua menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni tujuh kasus, disusul Karang Tengah dan Baros masing-masing enam kasus. Sementara itu, terdapat 11 kelurahan yang tidak mencatatkan kasus sama sekali pada Januari.

Capaian positif juga terlihat dari Angka Bebas Jentik (ABJ) yang mencapai 97,4 persen, melampaui target nasional sebesar 95 persen.

Dinkes berharap tren penurunan ini dapat terus dipertahankan dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama memasuki musim yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Biarawati Jual Takjil Saat Ramadan, Simbol Toleransi Menghangatkan Ramadan di Kota Sukabumi

0

Wartain.com || Suasana menjelang azan maghrib di Jalan Rumah Sakit, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, tampak sedikit berbeda pada Ramadan tahun ini. Di depan halaman Kongregasi Suster Fransiskan Sukabumi, dua biarawati berdiri ramah melayani warga yang membeli aneka takjil untuk berbuka puasa.

Lapak sederhana itu menjajakan beragam menu khas Ramadan, mulai dari gorengan, kolak, bubur sumsum hingga es buah segar. Para pengguna jalan yang melintas tampak singgah sejenak, memilih hidangan, lalu melanjutkan perjalanan dengan kantong plastik berisi takjil di tangan.

Obet (47), warga Kecamatan Baros, mengaku sengaja mampir untuk membeli menu berbuka bagi keluarganya. Ia menilai harga yang ditawarkan cukup terjangkau.

“Baru sekali beli Ramadan ini, tapi tahun-tahun sebelumnya juga pernah. Harganya murah, Rp5.000 saja. Saya beli dua untuk buka puasa bersama keluarga,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Bagi Obet, kehadiran para suster yang berjualan takjil bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan simbol kebersamaan di tengah perbedaan keyakinan. Ia melihatnya sebagai wujud nyata toleransi yang tumbuh alami di tengah masyarakat.

“Kita memang beda agama, tapi tetap saling menghargai. Apalagi di bulan Ramadan, toleransi harus semakin kuat. Tidak perlu saling curiga,” katanya.

Sementara itu, Suster Maria Anastasia menuturkan bahwa kegiatan ini bermula dari usulan karyawan yang beragama Islam. Sejak 2024, para suster mulai rutin berpartisipasi dengan menjual takjil setiap Ramadan sebagai bentuk kebersamaan.

“Ide awalnya dari karyawan kami yang Muslim. Kami bekerja bersama mereka, jadi ingin ikut ambil bagian dalam momen Ramadan ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelum menentukan menu, mereka terlebih dahulu bertanya kepada karyawan mengenai hidangan yang umum disajikan saat berbuka. Dari situlah muncul pilihan es buah, kolak, bubur sumsum, serta makanan ringan lainnya. Para karyawan pun turut membantu proses persiapannya.

Dalam sehari, takjil yang diproduksi tidak terlalu banyak, sekitar maksimal 15 porsi dengan lima jenis menu berbeda. Jika masih ada sisa, makanan tersebut dibagikan kepada para karyawan.

“Kami buat secukupnya saja. Kalau ada kegiatan mendadak tentu tidak berjualan, tapi selama masih ada waktu, kami usahakan tetap ikut berpartisipasi. Sudah berjalan sekitar dua sampai tiga tahun,” jelasnya.

Menurut Suster Maria, respons masyarakat sejauh ini sangat positif. Menjelang waktu berbuka, warga terlihat antusias membeli tanpa memandang latar belakang para penjualnya.

“Mereka tetap membeli, menyapa dengan ramah. Kami merasa senang karena ada komunikasi yang hangat,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, umat Katolik saat ini tengah menjalani masa puasa menjelang Paskah. Meski tata cara dan waktunya berbeda, ia menilai semangat pengendalian diri dan refleksi spiritual menjadi nilai yang sama.

“Kita sama-sama berpuasa, saling mendukung meskipun caranya berbeda. Itu salah satu wujud toleransi,” katanya.

Pemandangan sederhana di tepi jalan itu pun menjadi gambaran kecil tentang harmoni di Kota Sukabumi. Di tengah kesibukan jelang berbuka, semangkuk kolak dan segelas es buah dari tangan para suster menghadirkan pesan yang lebih dalam: kebersamaan dapat tumbuh dari hal-hal paling sederhana.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemprov Jabar Melalui DP3A Daerah Ajak Masyarakat Stop Kekerasan, Hotline Pengaduan Disiagakan

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Seruan tersebut menegaskan bahwa menghentikan kekerasan bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban bersama demi menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan.

Berbagai bentuk kekerasan seperti perundungan (bullying), kekerasan fisik, hingga kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian semua pihak.

Karena itu, masyarakat yang menjadi korban maupun mengetahui adanya tindak kekerasan diimbau untuk tidak memendamnya sendiri dan segera melaporkan kepada pihak berwenang.

Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiagakan layanan pengaduan yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

Salah satunya adalah Hotline SAPA129 yang dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor 08111129129. Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi Hotline UPTD PPA Jawa Barat melalui WhatsApp di nomor 085222206777.

Tak hanya di tingkat provinsi, setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat juga memiliki layanan hotline pengaduan masing-masing yang siap menerima laporan serta memberikan pendampingan kepada korban.

Pemerintah memastikan bahwa identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya. Hal ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat agar tidak ragu dalam melaporkan kasus kekerasan yang terjadi.

Dengan adanya layanan ini, diharapkan korban dapat segera memperoleh perlindungan dan pendampingan hukum maupun psikologis sesuai kebutuhan. Pemerintah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah dan melaporkan segala bentuk kekerasan.

“Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Jabar Istimewa, Indonesia Maju” menjadi semangat bersama dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif, aman, dan bermartabat bagi semua.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Teddy Indra Wijaya Tegaskan Pemerintah Tingkatkan Insentif dan Tunjangan Guru

0

Wartain.com || Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru, baik honorer maupun non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN). Hal tersebut disampaikannya untuk menjawab anggapan bahwa guru-guru kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Menurut Teddy, terdapat sejumlah kebijakan konkret yang telah dijalankan, khususnya terkait peningkatan insentif dan tunjangan bagi tenaga pendidik.

Pertama, mengenai guru honorer yang secara kewenangan berada di bawah pemerintah daerah. Meski demikian, pemerintah pusat tetap memberikan insentif sebagai bentuk dukungan. Ia menjelaskan bahwa insentif tersebut bukan merupakan gaji pokok, melainkan tambahan penghasilan.

“Insentif guru honorer sudah ada sejak tahun 2005 hingga 2025. Namun selama hampir 20 tahun, nilainya belum pernah mengalami kenaikan. Baru pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, insentif tersebut dinaikkan menjadi Rp400 ribu,” ujarnya, Sabtu (28/02/2026).

Kedua, pemerintah juga menaikkan tunjangan bagi guru non-ASN. Jika sebelumnya sebesar Rp1,5 juta, pada tahun lalu tunjangan tersebut meningkat menjadi Rp2 juta.

Kebijakan ketiga yang dinilai paling dirasakan para guru adalah perubahan mekanisme penyaluran tunjangan honor. Sebelumnya, dana ditransfer terlebih dahulu ke pemerintah daerah dan baru diterima guru setiap tiga bulan sekali.

Kini, berdasarkan instruksi Presiden, tunjangan tersebut disalurkan langsung kepada guru setiap bulan.

“Sekarang setiap bulan langsung diberikan ke guru, dan kebijakan ini sudah berjalan,” jelas Teddy.

Ia menambahkan, seluruh kebijakan tersebut dilaksanakan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pemerintah, tegasnya, tidak mengurangi program pendidikan yang telah berjalan, melainkan terus melanjutkan dan bahkan memperkuatnya.

“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau dihentikan. Semuanya tetap berjalan, bahkan ditambah dan lebih difokuskan kepada siswa, sekolah, dan juga gurunya,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Jelang Lebaran, Toko Baju di Pasar Cibadak Mulai Diserbu Pembeli

0
Oplus_131072

Wartain.com || Jelang lebaran 1447 H, banyak toko baju di pasar Cibadak, Kabupaten Sukabumi mulai kedatangan pembeli. Banyak warga yang membeli pakaian, untuk kebutuhan dan persiapan menyambut lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447 H mendatang

Salah satunya adalah toko baju Victoria Busana, yang beralamat di Jalan Suryakencana No 39, Kelurahan/ Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Toko busana yang menyediakan berbagai koleksi baju Anak-anak hingga dewasa tersebut,  terus dikunjungi banyak pembeli selama bulan suci Ramadan ini

Salah seorang penanggung jawab toko Victoria Busana yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kehadiran pengunjung ke tokonya tak hanya malam hari, pelanggannya juga cukup banyak datang di siang hari. Meski perut keroncongan karena masih harus menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi, pembeli jauh lebih banyak datang ke toko pada siang menjelang waktu berbuka puasa.

“Biasanya pengunjung datang setelah sholat taraweh. Tetapi, tidak sedikit juga yang datang menjelang buka puasa, mungkin sekalian ngabuburit,” ungkapnya, Minggu 01/03/2026.

Harga setiap item pakaian yang dipamerkan di tokonya, cukup variatif. Ridho mengaku, harganya berkisar dari Rp20 ribu hingga Rp300 ribu untuk berbagai jenis pakaian pria maupun wanita, anak-anak hingga dewasa.

Ramainya pembeli di bulan Ramadan ini jauh berkali-kali lipat dari bulan biasanya. Walaupun belum ada lonjakan yang signifikan,  Ia mengaku pembeli yang keluar masuk ke tokonya itu merupakan tetesan berkah dari Bulan Suci Ramadan.

“Berkah bulan puasa ini. Semoga terus laris. Pembeli yang datang juga semoga terus kembali,” harapnya, sambil melayani beberapa konsumen yang bertanya.

Jelang Lebaran, Toko Baju di Pasar Cibadak Mulai Diserbu Pembeli (foto : Aab)

Hal senada juga disampaikan oleh penjaga toko busana lainnya. Ia mengaku pembeli yang datang ke tokonya semakin ramai. Ia yakin, semakin dekat dengan lebaran, jumlah konsumen juga akan semakin bertambah.

“Setiap tahun begini. Kalau sudah hampir hari raya, yang beli makin banyak. Ini termasuk berkah ramadan,” ungkap penjaga  toko Ria Busana, yang lokasinya bersebrangan dengan toko Victoria Busana

“Setiap tahun, pasti ramai. Karena semua orang sedang ingin memeriahkan lebaran dengan baju baru,” tambahnya

Sementara itu, salah seorang pembeli, Fitria Handayani (29) mengatakan, pakaian yang ia beli di toko baju itu, untuk kebutuhan dan persiapan lebaran, bagi dirinya, suami dan kedua anaknya.

“Sudah menjadi tradisi rasanya juga. Lebaran pakek baju baru. Kami sengaja datang sekarang, agar tidak kehabisan stok baju yang dibutuhkan,” ungkap warga Kp. Cijengkol, Caringin, Sukabumi itu.

“Kami membeli pakaian untuk keluarga. Busana muslim dan baju lebaran biasa,” lanjutnya.

Ditanya terkait harganya, Fitri menyebut, pada dasarnya berbagai jenis baju yang ditawarkan harganya terjangkau,  tergantung selera dan jenis pakaian yang dibutuhkan.

“Kami kira harga yang ditawarkan cukup terjangkau, apalagi di toko ini ditawarkan juga beberapa jenis pakaian yang kena diskon. Jadi, belanja disini tidak terlalu menguras kantong,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)