Wartain.com || Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sukabumi pada Januari 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan. Dibandingkan periode yang sama pada dua tahun sebelumnya, jumlah kasus tercatat menurun cukup signifikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari lalu tercatat 54 kasus DBD yang tersebar di sejumlah kelurahan, tanpa adanya laporan kematian.
“Total ada 54 kasus pada Januari dan tidak ada kematian,” ujarnya.
Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2025, di mana total kasus sepanjang tahun mencapai 1.017 dengan satu kasus meninggal dunia. Rata-rata kasus per bulan saat itu sekitar 84 kasus.
Meski demikian, Denna mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Berdasarkan data Januari, kelompok anak-anak masih menjadi yang paling rentan terpapar DBD. Karena itu, Dinas Kesehatan mengajak orang tua serta pihak sekolah untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan.
Ia menekankan pentingnya penerapan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Pencegahan tidak cukup hanya di rumah. Sekolah juga harus terlibat. Cara paling efektif dan murah adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan kerja bakti rutin minimal seminggu sekali melalui 3M Plus. Fogging itu langkah terakhir,” jelasnya.
Selain itu, Dinkes juga terus menggalakkan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Program ini mendorong setiap rumah memiliki satu orang yang bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk secara berkala. Gerakan tersebut turut diterapkan di lingkungan perkantoran.
Dari 54 kasus yang tercatat, penyebarannya meliputi 33 kelurahan. Kelurahan Cisarua menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni tujuh kasus, disusul Karang Tengah dan Baros masing-masing enam kasus. Sementara itu, terdapat 11 kelurahan yang tidak mencatatkan kasus sama sekali pada Januari.
Capaian positif juga terlihat dari Angka Bebas Jentik (ABJ) yang mencapai 97,4 persen, melampaui target nasional sebesar 95 persen.
Dinkes berharap tren penurunan ini dapat terus dipertahankan dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama memasuki musim yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
