26.7 C
Jakarta
Rabu, Juni 10, 2026

Latest Posts

Pergerakan Tanah di Bantargadung, BPBD Kabupaten Sukabumi Dirikan Tenda Pengungsian

Wartain.com || Ancaman pergerakan tanah di Kampung Cijambe RT 005 RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, memicu langkah cepat dari pemerintah daerah. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, penanganan darurat langsung dilakukan guna meminimalkan risiko terhadap warga terdampak.

Retakan tanah yang terus melebar dalam beberapa hari terakhir membuat aparat gabungan dari BPBD, P2BK, serta unsur kebencanaan lainnya turun ke lokasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga sekaligus melakukan penanganan awal di tengah kondisi tanah yang masih labil.

Sebagai bentuk mitigasi, BPBD mendirikan enam unit tenda pengungsian jenis family di area yang dinilai aman dari potensi pergerakan tanah lanjutan. Tenda bantuan dari BNPB tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak ditempati.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pemasangan tenda menjadi langkah mendesak dalam situasi saat ini.

“Tim hari ini memasang enam tenda untuk warga terdampak pergerakan tanah di Kampung Cijambe,” ujarnya.

BPBD juga telah menyiapkan langkah antisipatif apabila jumlah pengungsi bertambah. Empat unit tenda tambahan disiagakan di Kantor Desa Bantargadung untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

“Kami siapkan empat tenda cadangan di Kantor Desa. Jika kebutuhan pengungsian meningkat, tenda tersebut bisa langsung digunakan,” jelas Daeng.

Hingga kini, pola pengungsian warga masih tersebar. Sebagian memilih mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya menyewa rumah di lokasi yang dianggap lebih aman untuk sementara waktu.

Di sisi lain, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta P2BK Bantargadung guna mendata kebutuhan logistik para pengungsi. Langkah ini dinilai penting mengingat curah hujan di wilayah Sukabumi masih cukup tinggi dan berpotensi memperparah kondisi tanah.

Data terbaru dari P2BK Bantargadung per Jumat (27/2/2026) mencatat sebanyak 25 bangunan terdampak dalam satu RT. Lima bangunan mengalami kerusakan berat, terdiri dari empat rumah warga dan satu bangunan pondok pesantren yang dihuni sekitar 20 jiwa.

Selain itu, enam rumah dilaporkan mengalami kerusakan sedang dan ditempati enam kepala keluarga. Sementara 14 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan berupa retakan pada sejumlah bagian bangunan.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau warga, khususnya yang tinggal di kawasan rawan pergerakan tanah, agar tetap waspada. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan retakan baru atau perubahan kondisi tanah di sekitar permukiman guna mencegah risiko yang lebih besar.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.