26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 77

Ada Nobar Persib, Senam Massal hingga Layanan Gratis di Nagrak

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar senam bersama warga di Lapang Sepakbola Gumbira Kecamatan Nagrak, Sabtu, 23 Mei 2026. Hal itu sebagai penanda dimulainya kegiatan olahraga,seni budaya, dan nobar Persib Bandung melawan Persijap Jepara.

Kegiatan yang meriah ini, sebagai bentuk dukungan terhadap Persib Bandung agar menjadi juara.

Berdasarkan pantauan, bupati yang didampingi Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman, Forkopimda, hingga kepala perangkat daerah ini, turut melepas warga yang melaksanakan jalan santai. Tak hanya itu saja, bupati pun menyiapkan sejumlah stand yang turut memeriahkan acara tersebut. Hal itu diisi pelayan kesehatan gratis, adminduk, pangan murah, hingga UMKM lokal Kecamatan Nagrak.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengajak seluruh warga untuk mendoakan Persib Bandung menjadi juara. Apalagi Persib Bandung Versus Persijap Jepara, merupakan pertandingan terakhir dan penentuan juara BRI Super League 2026.

“Mari nanti sore kita nobar dan doakan agar Persib Bandung Juara,” ajaknya.

Namun sebelum itu, Bupati pun mengajak warga untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang ada dalam memeriahkan Nobar Persib.

“Kegiatan pagi ini merupakan rangkaian dari nobar Persib. Mari kita meriahkan dan nikmati berbagai layanan yang tersedia di Lapang Gumbira ini,” ungkapnya.

Namun bupati berpesan agar warga tetap menjaga kebersihan. Hal itu dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mari kita bergembira, namun tetap menjaga lingkungan agar tetap bersih,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pemerintah Desa Nagrak Selatan Siapkan Nobar Persib Bareng Bupati, Ada Bazar UMKM dan Seni Budaya

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya bakal punya agenda seru akhir pekan ini. Pemerintah Desa Nagrak Selatan menggelar “Event Olahraga, Seni Budaya & Nobar bersama Bupati Sukabumi”, di Lapang Gumbira Nagrak pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Acara ini memadukan nonton bareng laga Persib Bandung melawan Persijap dengan berbagai kegiatan seni dan olahraga. Puncak acara nobar akan berlangsung pukul 15.00 WIB, sementara kegiatan lainnya sudah dimulai sejak pukul 06.00 WIB.

Kehadiran Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menambah semarak acara. Warga bisa menyaksikan pertandingan bersama orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi sambil menikmati suasana kebersamaan.

Sebelum nobar dimulai, panitia menyiapkan rangkaian kegiatan pagi. Mulai dari senam bersama pukul 08.15 WIB, hingga penampilan seni budaya yang dijadwalkan pukul 09.30 hingga 12.30 WIB.

Untuk memeriahkan suasana, area bazar UMKM juga dibuka di sekitar lapangan. Pengunjung bisa mampir ke tenda kuliner dan kerajinan yang disiapkan panitia.

Banyak sajian kuliner yang diburu warga, salah satu yang ditunggu adalah kehadiran Mochipaw di area bazar. Mereka akan menjajakan bolen lumer dan moci yang jadi favorit warga. Selain itu warga juga bisa memilih jajanan lainnya, sesuai dengan selera masing-masing

Selain bazar, acara juga dimeriahkan penampilan band lokal. Kombinasi olahraga, budaya, dan kuliner ini membuat event diprediksi ramai dikunjungi warga.

Panitia mengimbau peserta untuk menjaga ketertiban selama acara. Imbauan meliputi larangan membawa barang berbahaya, menjaga kebersihan, dan tetap menjunjung sportivitas.

Dengan tagline “Dukung Persib dengan Semangat dan Sportivitas!”, kegiatan ini diharapkan jadi ajang mempererat kebersamaan warga sekaligus mendorong pergerakan ekonomi UMKM lokal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Aldila Sutjiadi Gagal Juara di Final Ganda WTA Maroko 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Langkah Aldila Sutjiadi untuk meraih gelar ketujuh di WTA Tour harus tertunda. Berpasangan dengan Vera Zvonareva, petenis Indonesia itu kalah dari duet Eudice Chong/Magali Kempen di final WTA Maroko 2026, Jumat (22/5) waktu setempat.

Pertandingan berlangsung ketat dalam tiga set. Aldila/Zvonareva yang berstatus unggulan pertama takluk 3-6 pada set pertama. Mereka sempat bangkit dan menyamakan kedudukan setelah menang 6-2 di set kedua.

Namun di babak super tie break penentuan, Chong/Kempen tampil lebih tenang. Pasangan non unggulan itu menutup laga dengan skor 10-6, memastikan gelar juara menjadi milik mereka.

Hasil ini membuat Aldila/Zvonareva harus puas sebagai runner up. Bagi Aldila, kekalahan tersebut juga berarti ia gagal menambah koleksi gelar WTA Tour tahun ini.

Gelar terakhir Aldila masih tercatat di WTA Chennai Open saat berpasangan dengan Janice Tjen. Ambisinya untuk meraih trofi pertama di musim 2026 pun harus ditunda lebih dulu.

Tak hanya di nomor ganda, Aldila juga tampil di nomor tunggal sebagai unggulan pertama. Namun perjalanannya terhenti di babak kedua setelah dikalahkan Camilla Osorio.

Laga tunggal itu berlangsung sengit tiga set dengan skor 3-6, 6-3, 0-6. Aldila sempat memaksa rubber set, tetapi kehilangan fokus di set penentuan.

Sementara itu, nomor tunggal WTA Maroko akan mempertemukan Anhelina Kalinina melawan Petra Marcinko di partai final.

Meski belum meraih hasil maksimal di Rabat, Aldila tetap menjadi salah satu andalan ganda putri Indonesia di level dunia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Oligarki Hitam Mengamuk, Kedaulatan Indonesia Berdiri Tegak: Catatan dari Rumah Literasi Merah Putih

0

Cercle de diskusi di Rumah Literasi Merah Putih, ditemani aroma kopi khas Sukabumi yang pekat, sebuah diskusi kecil santai sarat makna hadir Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda, Sekjen PPJNA 98 Aam Abdul Salam (Penasehat SMSI/PWI Kabupaten Sukabumi/Presidium MD KAHMI Sukabumi), Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih, dan Siti Ratna Maymunah, CEO Wartain.Com sekaligus Bendahara SMSI Sukabumi. 

Wartain.com – Malam Sabtu, 22 Mei 2026, udara Sukabumi terasa hangat di dalam Rumah Literasi Merah Putih [Cercle de diskusi]. Ditemani aroma kopi khas Sukabumi yang pekat, sebuah diskusi kecil mengalir santai namun sarat makna.

Hadir dalam lingkaran tersebut Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda, Sekjen PPJNA 98 Aam Abdul Salam (yang juga Penasehat SMSI/PWI Kabupaten Sukabumi sekaligus Presidium MD KAHMI Sukabumi), Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih, dan Siti Ratna Maymunah, CEO Wartain.Com sekaligus Bendahara SMSI Sukabumi.

Dari cangkir-cangkir kopi ini, lahir sebuah perenungan mendalam tentang nasib dan masa depan Ibu Pertiwi.

Perang Spiritual dan Budaya Membela Tanah Air

Secara filosofis, Indonesia sedang berada dalam fase pembersihan besar-besaran. Langkah tegas Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi dan membersihkan oligarki hitam adalah wujud nyata dari menjaga kesucian Nusantara.

Oligarki hitam selama ini bertindak layaknya parasit yang merampas kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) milik rakyat. Dalam pendekatan spiritual, membela hak rakyat atas tanah dan isi bumi adalah amanah suci para leluhur, sesepuh Nusantara, dan para ulama.

Upaya menyelamatkan lahan-lahan negara yang dikuasai swasta secara ilegal bukan sekadar urusan hukum. Ini adalah urusan mengembalikan martabat bangsa.

Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), negara hadir memastikan anak-anak Indonesia—sebagai masa depan bangsa—tulang punggungnya kuat dan otaknya cerdas. Ini adalah pengejawantahan dari amanah untuk menjaga, melindungi, dan mencintai seluruh rakyat tanpa kecuali.

Trisakti Bung Karno dan Ketahanan Nasional yang Digoyang

Langkah Presiden Prabowo sebenarnya sedang mewujudkan Trisakti Bung Karno: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Membangun ketahanan pangan dan kemandirian energi adalah harga mati untuk kedaulatan nasional.

Namun, kemandirian ini membuat pihak asing dan mafia oligarki hitam meradang. Kenyamanan mereka dalam merampok kekayaan alam Indonesia kini terganggu.

Skenario klasik pun dimainkan. Melalui instrumen global dan jejaring domestik—termasuk oknum NGO dan akademisi—mereka mulai menyerang. Rupiah ditekan, bursa saham digoyang, dan narasi negatif diproduksi secara masif untuk memframing seolah-olah Presiden Prabowo gagal memimpin.

Ironisnya, ada keprihatinan mendalam yang mencuat dalam diskusi malam itu. Beberapa tokoh dan partai politik yang mengklaim mewarisi ideologi Bung Karno justru tidak mendukung langkah nyata ini. Demi syahwat politik jangka pendek, mereka malah ikut menari dalam tabuhan gendang oligarki, ikut memframing negatif, dan berusaha menjatuhkan presiden yang sedang berjuang demi kedaulatan rakyat.

Doa Rakyat Adalah Benteng Tertinggi

Secara kalkulasi politik hitam, serangan bertubi-tubi ini tampak mengerikan. Namun secara filsafat kehidupan, kebenaran tidak akan pernah tertukar. Upaya untuk menjatuhkan Presiden Prabowo dipastikan akan kandas. Kekuatan sejati seorang pemimpin terletak pada kemanunggalannya dengan rakyat.

Ketika seorang pemimpin berjuang demi perut anak-anak miskin dan kedaulatan tanah leluhur, maka hukum alam dan rido Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa akan bekerja. Hati, spiritualitas, dan doa seluruh rakyat Indonesia akan selalu berdiri kokoh menjadi benteng di belakang Presiden Prabowo. Nusantara tidak akan membiarkan dirinya dirampok lagi.***

Editor : M.Rafi Asyam

PLN UP3 Sukabumi dan YBM PLN Gelar “Berbagi Cahaya” di Desa Giri Mukti

0

Wartain.com – PLN UP3 Sukabumi bersama Yayasan Baitul Maal PLN kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui kegiatan “Berbagi Cahaya” di Desa Giri Mukti, Selasa (20/5/2026). Sebanyak 50 warga penerima manfaat menerima bantuan sembako langsung dari tim PLN.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PLN untuk hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.

Penyaluran sembako menyasar warga yang dinilai membutuhkan, dengan harapan bantuan tersebut bisa meringankan beban ekonomi keluarga. Suasana penyerahan berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari warga maupun pegawai PLN yang turun langsung ke lapangan.

Bagi PLN, program “Berbagi Cahaya” memiliki makna lebih dari sekadar distribusi bantuan. Energi yang disalurkan perusahaan juga diartikan sebagai semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong yang ingin terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini adalah bagian dari tanggung jawab PLN kepada masyarakat.

“Kami percaya kehadiran PLN harus memberikan dampak lebih luas, tidak hanya melalui layanan kelistrikan tetapi juga aksi nyata di bidang sosial. Program berbagi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk terus mendukung masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sugeng, Rabu 20/05/2026.

Senada dengan itu, Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kedekatan PLN dengan warga.

“Melalui Berbagi Cahaya di Desa Giri Mukti, kami ingin menunjukkan PLN selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya memberikan listrik tetapi juga berbagi kebahagiaan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi warga,” ungkap Eka.

PLN UP3 Sukabumi memastikan program sosial seperti ini akan terus dijalankan secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Waspada Hujan Petir, Cuaca Sukabumi Sabtu 23 Mei 2026 Diprediksi Basah Sepanjang Siang

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sejumlah lembaga prakiraan cuaca memprediksi hujan disertai badai petir akan mengguyur wilayah Sukabumi sejak siang hingga malam hari.

Berdasarkan data prakiraan, kondisi cerah berawan hanya bertahan hingga pagi hari. Memasuki pukul 10.00 WIB, awan gelap mulai mendominasi dan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Puncak hujan petir diperkirakan terjadi pada pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Peluang hujan pada jam-jam tersebut mencapai 100 persen dengan suhu berkisar 26-27°C dan kelembapan udara di atas 77 persen.

Memasuki sore hingga malam, hujan masih berlanjut meski intensitasnya berkurang. Pada pukul 18.00 WIB, cuaca berubah menjadi hujan biasa dengan suhu turun ke 23°C dan kelembapan mencapai 95 persen.

Suhu harian Sukabumi pada Sabtu besok diprediksi berada di kisaran 20°C hingga 27°C. Matahari terbit pukul 05:55 WIB dan terbenam pada 17:42 WIB.

Angin bertiup ringan dari arah barat dan barat daya dengan kecepatan 3-9 km/jam. Kondisi ini berpotensi membuat udara terasa lebih lembap dan tidak nyaman untuk aktivitas luar ruangan.

Sumber lain, Freemeteo, juga mencatat potensi hujan dan kemungkinan guntur sepanjang hari Sabtu. Curah hujan tertinggi diprediksi terjadi pada pukul 19.00 WIB dengan 3,9 mm.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta menghindari aktivitas di area terbuka saat hujan petir berlangsung. Jalan licin dan genangan air juga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

BMKG mengingatkan agar warga memantau perkembangan cuaca secara berkala. Kewaspadaan diperlukan terutama bagi warga di wilayah dataran tinggi dan rawan banjir di Kabupaten Sukabumi.***

Sumber : BMKG

Editor : Aab Abdul Malik

Sukabumi: Ironi Miskin di Atas Tanah Yang Kaya

0

Oleh: Yosep Maulana/Ketua Umum Forum Mahasiswa Palabuhanratu

Wartain.com – Indonesia adalah anugerah nyata yang terhampar di khatulistiwa, sebuah negeri dengan kekayaan alam yang seolah tidak ada habisnya. Berbicara tentang kekayaan tanah air, mata kita tidak bisa berpaling dari sebuah wilayah di Jawa Barat yang menjadi mikrokosmos dari seluruh potensi tersebut: Kabupaten Sukabumi.

Daerah ini adalah pemilik sah dari jargon “Gurilapss” (Gunung, Rimba, Lautan, Pantai, Sungai, Seni dan Budaya) yang paripurna. Sukabumi dianugerahi perut bumi yang kaya akan sumber daya alam (SDA) termasuk emas, bentang alam megah yang diakui dunia melalui UNESCO Global Geopark Ciletuh, hingga keajaiban geotermal unik seperti Geyser Cisolok.

Tak hanya itu, wajah Sukabumi juga diperkuat oleh karakter agraris dan maritim yang sangat kuat. Di sektor agraris, hamparan sawah yang subur, perkebunan teh yang menghijau, serta komoditas hortikultura unggulan menjadi penopang ketahanan pangan yang vital. Sementara di sektor maritim, garis pantai Sukabumi yang membentang luas di sepanjang Samudra Hindia menyembunyikan potensi kelautan yang luar biasa mulai dari melimpahnya hasil tangkapan perikanan tangkap, potensi budidaya laut, hingga menjadi gerbang utama ekonomi biru di selatan Jawa Barat.

Menariknya, pesona bahari Sukabumi tidak hanya memikat lewat keindahan kasat mata. Samudra Hindia yang membatasi wilayah selatan daerah ini sejak lama telah dibalut oleh narasi mistis yang melegenda: kisah penguasa laut selatan, Kanjeng Ratu Nyi Roro Kidul. Aura mistis dan spiritual yang menyelimuti garis pantai selatan ini bukanlah kelemahan, melainkan bagian tak terpisahkan dari kekayaan antropologi dan daya tarik wisata budaya. Keberadaan kamar khusus di hotel bersejarah Palabuhanratu hingga ritual tahunan Hari Nelayan sebagai bentuk syukur, membuktikan bahwa bentang mistis ini adalah jembatan budaya yang merekatkan manusia, alam, dan tradisi leluhur.

Di wilayah Utara, magnet wisata dunia terpancar dari Jembatan Gantung Lembah Purba di Taman Wisata Alam Situ Gunung, kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit. Menjadi salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia (sekitar 535 meter) yang membentang di atas jurang setinggi 120 meter, destinasi ini adalah bukti betapa pesona Sukabumi mampu mengundang decak kagum global.

Tak hanya alam yang bersolek, Sukabumi juga merawat memori peradaban masa lalu. Situs Tugu Gede Cengkuk di Desa Margalaksana, Kecamatan Cikakak, menjadi saksi bisu kompleks peninggalan megalitikum yang monumental. Warisan sejarah, tradisi mistis laut selatan, dan budaya dari para leluhur ini bukan sekadar objek foto, melainkan pengingat bagi kita untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas warisan yang tak ternilai ini. Ditambah lagi, sektor industri yang tumbuh subur di berbagai sudut wilayah, melengkapi modalitas Sukabumi sebagai daerah yang super kaya.

Secara teoretis, ketika semua potensi makro ini mulai dari pariwisata, kekayaan agraris, potensi maritim, budaya dan legenda, SDA, hingga sektor industri tertata dan dikelola dengan tata kelola yang bersih dan integratif, maka kemandirian ekonomi bukanlah hal yang mustahil. Dari kemandirian itulah, keadilan dan kesejahteraan masyarakat yang merata seharusnya otomatis tercipta.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar dan pekerjaan rumah kita bersama hingga hari ini adalah: Mengapa kesejahteraan yang ideal itu belum juga terwujud sepenuhnya di tengah masyarakat? Mengapa kantong-kantong kemiskinan dan ketimpangan masih sering kita jumpai di balik megahnya status world geopark, luasnya lahan pertanian, kayanya lautan, dan kuatnya akar tradisi kita?

Memutus Rantai Ironi Melalui Ruang Kelas

Jawaban atas pertanyaan besar tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan retorika politik atau kebijakan jangka pendek. Transformasi ini harus dimulai dari akar rumput, dan instrumen terbaiknya adalah pendidikan.

Hal krusial mengenai potensi sekaligus tantangan daerah ini harus disampaikan secara lantang dan jujur kepada para peserta didik yang saat ini masih duduk di bangku sekolah. Anak-anak, sebagai tunas bangsa, harus tahu dan sadar betul betapa kayanya bangsa ini, dan betapa istimewanya daerah tempat mereka berpijak.

Kita tidak boleh membiarkan generasi muda Sukabumi tumbuh menjadi asing di tanahnya sendiri (alienasi). Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada teori di atas kertas, tetapi juga harus membangun literasi ekologis, historis, dan kontekstual. Generasi baru harus dicetak untuk memiliki kesadaran kritis yang tinggi:
• Menjaga Pertanian, Kelautan, dan Tradisi: Mereka harus paham bagaimana mengelola sektor agraris modern, memanfaatkan potensi maritim, serta menghormati nilai-nilai adat dan sejarah lokal tanpa kehilangan arah di era modernisasi.

•Merawat Kelestarian Alam & Melawan Alih Fungsi Lahan: Mereka harus memiliki keberanian dan kesadaran untuk memastikan ruang-ruang hijau, lahan pertanian produktif, hutan, daerah resapan air, hingga kawasan pesisir sakral tidak habis digilas dan diambil alih oleh beton-beton bangunan seiring laju industrialisasi yang tidak terkendali.

Ketika ruang kelas berhasil menanamkan rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap lingkungan, maka di masa depan kita tidak akan lagi kekurangan pemimpin, birokrat, pengusaha, maupun akademisi yang visioner.

Masa depan Sukabumi ada di tangan generasi yang tahu cara bersyukur, tahu cara merawat, dan tahu cara mengelola kekayaan tanpa harus merusaknya. Hanya dengan melahirkan generasi baru yang sadar lingkungan dan berdaulat secara berpikir itulah, mata rantai ironi “miskin di atas tanah yang kaya” dapat kita putus untuk selamanya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(YM)

Singo Edan Mengamuk di Kanjuruhan: Arema FC Bungkam PSIM Yogyakarta 3-1 di Laga Pamungkas

0

Wartain.com – Arema FC sukses menutup kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025–2026 dengan hasil manis. Tim berjuluk Singo Edan tersebut berhasil menumbangkan tamunya, PSIM Yogyakarta, dengan skor meyakinkan 3-1. Pertandingan sengit nan menghibur ini digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Jumat sore, 22 Mei 2026.

Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Arema FC langsung mengejutkan lini pertahanan tim tamu. Memanfaatkan skema serangan balik yang sangat cepat dari lini tengah, penyerang asing Arema FC, Joel Vinicius, sukses mengonversi umpan matang dari Dalberto menjadi gol pembuka. Sepakan akurat Vinicius yang bersarang ke pojok gawang membuat kiper PSIM, Cahya Supriadi, mati langkah dan mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Arema FC kembali menerapkan strategi menekan sejak menit awal. Hasilnya, pada menit ke-48, giliran Dalberto Luan Belo yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan silang akurat dari Betinho. Skuad Laskar Mataram, julukan PSIM Yogyakarta, sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-52 lewat tendangan mendatar Deri Corfe setelah memanfaatkan kombinasi operan pendek di dalam kotak penalti.

Meski PSIM terus menggempur pertahanan Arema FC demi mengejar ketertinggalan di sisa waktu babak kedua, penyelesaian akhir yang kokoh dari skuad Singo Edan menjadi pembeda. Tepat pada menit ke-88, pemain pengganti Valdeci Moreira mengunci kemenangan Arema FC lewat sebuah aksi individu yang diakhiri dengan sepakan melengkung jarak jauh yang spektakuler. Gol tersebut sekaligus memastikan laga pamungkas musim ini berakhir dengan skor 3-1.

Pelatih kepala Arema FC menyatakan rasa puasnya atas dedikasi dan kerja keras anak asuhnya sepanjang pertandingan berat ini. Kemenangan di laga penutup ini sangat emosional karena dipersembahkan secara khusus bagi para suporter setia mereka, Aremania, yang tanpa henti memberikan dukungan di Stadion Kanjuruhan dari awal hingga akhir kompetisi.

Dengan tambahan tiga poin penuh dari pertandingan hari ini, Arema FC secara resmi mengamankan posisi mereka di peringkat ke-9 klasemen akhir dengan mengoleksi total 48 poin. Sementara itu, kekalahan ini memaksa PSIM Yogyakarta harus puas tertahan di peringkat ke-11 klasemen akhir dengan raihan 45 poin sekaligus menutup musim kompetisi dengan evaluasi besar bagi jajaran kepelatihan mereka.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Bali United Taklukkan Dewa United 1-0 di Stadion BIS

0

Wartain.com – Bali United sukses membungkam tuan rumah Dewa United dengan skor tipis 1-0 dalam laga pamungkas pekan ke-34 BRI Super League musim 2025/2026. Pertandingan penutup musim yang krusial bagi kedua tim tersebut digelar di Stadion Banten International Stadium (BIS) pada Jumat (22/5/2026) malam WIB. Gol tunggal penentu kemenangan tim tamu dilesakkan oleh gelandang andalan mereka, Kadek Agung, pada akhir babak pertama.

Pertandingan berjalan sangat sengit lantaran Dewa United yang berambisi mengamankan posisi papan atas langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Berdasarkan statistik resmi pertandingan, tim berjuluk Tangsel Warriors tersebut tampil sangat dominan dengan mencatatkan 54% penguasaan bola berbanding 46% milik Bali United. Skuat asuhan Jan Olde Riekerink ini juga terus menggempur lini pertahanan lawan dengan melepaskan 16 kali tembakan, berbanding terbalik dengan Bali United yang hanya mengemas 10 kali tembakan sepanjang laga.

Kendati terus ditekan, keefektifan taktik serangan balik cepat menjadi kunci bagaimana klub berjuluk Serdadu Tridatu tersebut mencuri poin penuh. Petaka bagi tuan rumah datang tepat pada menit ke-41 melalui skema bola mati. Berawal dari tendangan sudut melengkung yang dilepaskan oleh Teppei Yachida, Kadek Agung yang berdiri di posisi strategis berhasil memenangi duel udara dan menyundul bola ke dalam gawang yang dikawal Sonny Stevens setelah sang kiper gagal mengantisipasi datangnya arah bola.

Memasuki paruh kedua, tensi laga semakin memanas setelah Dewa United mencoba meningkatkan kreativitas serangan melalui motor serangan Ricky Kambuaya dan Alex Martins. Tekanan demi tekanan diluncurkan ke jantung pertahanan Bali United yang memaksa tim tamu harus melakukan 29 kali intersepsi dan 20 kali sapuan bola bersih (clearances). Penjaga gawang Bali United, Mike Hauptmeijer, juga tampil gemilang di bawah mistar gawang dengan mementahkan tiga peluang emas tepat sasaran (on target) yang dilesakkan para pemain depan Dewa United.

Dewa United sebenarnya sempat mendapatkan harapan saat Stefano Lilipaly terjatuh di area terlarang pasca-menerima operan matang dari Egy Maulana Vikri. Namun, setelah dilakukan peninjauan melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR), wasit memutuskan tidak ada pelanggaran penalti karena tekel lini belakang Bali United dinilai bersih. Hingga peluit panjang ditiupkan, solidnya pertahanan tim tamu membuat skor 0-1 untuk keunggulan Serdadu Tridatu tetap tidak berubah.

Hasil akhir ini secara dramatis mengubah konstelasi klasemen penutup kedua tim di akhir musim kompetisi. Tambahan tiga angka krusial membawa Bali United melesat naik ke peringkat ketujuh klasemen dengan total koleksi 51 poin. Sementara itu, kekalahan menyakitkan di kandang sendiri memaksa Dewa United harus puas menutup musim di posisi sixth dengan raihan 53 poin sekaligus memupuskan ambisi mereka untuk finis di posisi empat besar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Bobotoh Diimbau Tertib, Wagub Jabar Minta Tak Ada Sweeping Pelat B Saat Konvoi Persib

0

Wartain.com – Konvoi kemenangan direncanakan digelar apabila Persib Bandung berhasil menaklukkan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu sore besok. Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengimbau para Bobotoh agar tidak melakukan sweeping terhadap kendaraan berpelat B.

Erwan meminta seluruh pendukung Persib merayakan potensi gelar juara dengan tertib dan penuh rasa syukur. Ia juga mengingatkan agar tidak ada tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat lain saat perayaan berlangsung.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Bandung dan Jawa Barat, para Bobotoh di mana pun berada, kita syukuri Persib juara ini dengan penuh suka cita dan rasa syukur. Tidak ada aksi-aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Erwan, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, apabila Persib berhasil memastikan gelar juara, maka euforia kemenangan seharusnya diwujudkan dalam suasana kebersamaan, bukan dengan aksi negatif di jalanan.

“Kita sudah insyaallah juara, tinggal disyukuri. Jangan sampai ada perusakan dan tidak ada lagi aksi sweeping,” tegasnya.

Erwan juga menyoroti potensi sweeping kendaraan yang kerap muncul saat perayaan sepak bola berlangsung.

Ia menegaskan bahwa rivalitas hanya terjadi selama pertandingan di lapangan dan tidak seharusnya dibawa ke jalan raya.

“Persaingan hanya 90 menit di lapangan. Jadi jangan ada aksi sweeping kendaraan maupun perusakan kendaraan di jalanan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)