26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 78

Bobotoh Diimbau Tertib, Wagub Jabar Minta Tak Ada Sweeping Pelat B Saat Konvoi Persib

0

Wartain.com – Konvoi kemenangan direncanakan digelar apabila Persib Bandung berhasil menaklukkan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu sore besok. Menyikapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengimbau para Bobotoh agar tidak melakukan sweeping terhadap kendaraan berpelat B.

Erwan meminta seluruh pendukung Persib merayakan potensi gelar juara dengan tertib dan penuh rasa syukur. Ia juga mengingatkan agar tidak ada tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat lain saat perayaan berlangsung.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Bandung dan Jawa Barat, para Bobotoh di mana pun berada, kita syukuri Persib juara ini dengan penuh suka cita dan rasa syukur. Tidak ada aksi-aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Erwan, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, apabila Persib berhasil memastikan gelar juara, maka euforia kemenangan seharusnya diwujudkan dalam suasana kebersamaan, bukan dengan aksi negatif di jalanan.

“Kita sudah insyaallah juara, tinggal disyukuri. Jangan sampai ada perusakan dan tidak ada lagi aksi sweeping,” tegasnya.

Erwan juga menyoroti potensi sweeping kendaraan yang kerap muncul saat perayaan sepak bola berlangsung.

Ia menegaskan bahwa rivalitas hanya terjadi selama pertandingan di lapangan dan tidak seharusnya dibawa ke jalan raya.

“Persaingan hanya 90 menit di lapangan. Jadi jangan ada aksi sweeping kendaraan maupun perusakan kendaraan di jalanan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Evakuasi Dramatis, Pekerja Tertimpa Tembok di Proyek Indomaret Nagrak

0

Wartain.com – Proyek pelebaran bangunan Indomaret di Kampung Sinagar, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi situasi darurat pada Jumat sore (22/5/2026). Seorang pekerja bangunan terjepit reruntuhan tembok dan harus dievakuasi dalam kondisi kritis.

Korban diketahui bernama Syaripudin (42), warga Kampung Palasari, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda. Ia sedang bekerja di area proyek ketika insiden terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Tanpa tanda-tanda sebelumnya, tembok bangunan tiba-tiba roboh dan menimpa bagian bawah tubuh korban. Kedua kaki Syaripudin terjepit dari lutut ke bawah oleh material yang berat.

Suasana di lokasi langsung berubah panik. Rekan kerja dan warga yang berada di sekitar berupaya membantu, namun beratnya beban membuat mereka tidak mampu mengangkat reruntuhan tersebut.

Laporan segera diteruskan ke pihak berwenang. Tim gabungan dari BPBD, P2BK, Damkar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana, Puskesmas, serta aparat desa bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Proses evakuasi berlangsung menegangkan dan penuh kehati-hatian. Petugas Damkar bersama BPBD harus memecah bagian bawah tembok menggunakan alat cutting dan cangkul agar kaki korban bisa dibebaskan.

Sambil menunggu proses pembebasan, petugas medis dari Puskesmas memberikan bantuan oksigen dan infus di tempat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi korban tetap stabil selama penyelamatan berlangsung.

Setelah hampir dua jam berjuang, korban akhirnya berhasil dikeluarkan sekitar pukul 18.45 WIB. Syaripudin dievakuasi dalam keadaan sadar dan langsung dilarikan ke RS Sekarwangi untuk penanganan medis intensif.

Babinsa Nagrak Utara Koramil 0607, Serka Khisbuloh, mengatakan seluruh unsur bekerja tanpa henti demi menyelamatkan korban. Ia mengapresiasi kecepatan koordinasi di lapangan yang membuat proses evakuasi berjalan lancar.

“Begitu menerima informasi, kami langsung menuju lokasi. Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan. Kami juga mengimbau pelaksana proyek agar lebih memperhatikan standar keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Serka Khisbuloh.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Gelap dan Mengancam, Potret Kelam Jalur Utama Wisata Sukabumi

0

Wartain.com – Kondisi Jalan Raya Nasional III lintas Cikembar hingga Bagbagan, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan warga dan pengguna jalan akibat minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU). Jalur krusial yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata dunia, Geopark Ciletuh Palabuhanratu, ini terpantau gelap gulita saat malam hari dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Jum’at (22/5/2026)

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat malam, fasilitas lampu penerangan hanya tersedia di beberapa titik tertentu yang jaraknya berjauhan. Selebihnya, para pengendara yang melintas terpaksa hanya mengandalkan sorot lampu kendaraan mereka sendiri serta sisa bias cahaya dari lampu teras rumah warga yang berada di pinggir jalan.

Kondisi sarana jalan yang tidak memadai ini menuai keluhan langsung dari para pengguna jalan, salah satunya Aldi (23), seorang pengendara roda dua asal Palabuhanratu. Saat ditemui di sela perjalanannya menuju pusat Kota Sukabumi, ia mengaku harus ekstra waspada dan menurunkan laju kendaraannya karena jarak pandang yang sangat terbatas.

“Kondisi jalan yang minim penerangan seperti ini sangat berbahaya untuk pengendara, khususnya motor, ketika malam hari. Pandangan kita jadi sangat terbatas, padahal ini jalur cepat dan banyak tikungan,” ujar Aldi.

Situasi ini dinilai ironis dan harus segera menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah maupun pusat melalui kementerian terkait. Sebagai jalur utama logistik dan urat nadi menuju destinasi wisata internasional Geopark Ciletuh Palabuhanratu, aspek keamanan dan kenyamanan infrastruktur jalan seharusnya menjadi prioritas utama.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan para pelancong berharap pemerintah segera melakukan pengadaan dan perbaikan fasilitas PJU di sepanjang Jalan Nasional III tersebut. Pembiaran kondisi jalan yang gelap ini dikhawatirkan tidak hanya memicu kecelakaan, tetapi juga meningkatkan risiko aksi kriminalitas jalanan pada malam hari.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Jelang Laga Penutup Persib, Satlantas Polres Sukabumi Kota Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas

0

Wartain.com – Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota menyiapkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas menjelang pertandingan penentu Liga 1 yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persijap Jepara. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat, khususnya di titik-titik nonton bareng dan potensi konvoi suporter.

Kasatlantas Polres Sukabumi Kota, AKP Ridwan Shandi Maulana, mengatakan personel akan difokuskan di sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi pusat berkumpulnya Bobotoh selama pertandingan berlangsung.

Beberapa titik yang masuk dalam pengamanan di antaranya kawasan Oasis, Santa Sea, Crowded, Kafe Nama, hingga Cafe Jalur yang diprediksi dipadati penonton.

“Beberapa titik nobar yang akan mendapat pengamanan di antaranya Oasis, Santa Sea, Crowded, Kafe Nama, serta Cafe Jalur,” ujar Ridwan, Jumat (22/5/2026).

Selain pengamanan lokasi, Satlantas juga menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengurai potensi kepadatan kendaraan. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penutupan sementara ruas Jalan Samsudin SH.

Penutupan akan diberlakukan mulai dari Simpang Botram hingga Simpang Syamsudin Siliwangi yang nantinya digunakan sebagai area berkumpul suporter sebelum kegiatan konvoi dimulai.

“Ruas jalan tersebut nantinya akan digunakan sebagai titik kumpul para Bobotoh sebelum melakukan konvoi,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, petugas juga telah menyiapkan pengawalan sepanjang rute konvoi yang direncanakan melintasi Balai Kota, Botram, SMAK, Bhayangkara, Degung, Jalan Cemerlang, Lingkar Selatan, hingga berakhir di kawasan Terminal Jalur sebagai titik pembubaran.

Menurut Ridwan, pengamanan dilakukan agar euforia pertandingan tetap berlangsung aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan lainnya.

“Pengamanan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan masyarakat, pengguna jalan, serta para suporter yang ikut merayakan pertandingan terakhir Persib Bandung,” katanya.

Satlantas juga mengimbau warga agar menyesuaikan rute perjalanan selama rekayasa lalu lintas berlangsung dan tetap mengikuti petunjuk petugas di lapangan.

“Masyarakat diimbau menghindari jalur yang terdampak rekayasa lalu lintas serta mematuhi arahan petugas demi menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

GPM di Kota Sukabumi, Bantu Warga Hadapi Kenaikan Harga Jelang Idul Adha

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Kelurahan Warudoyong, Jumat (22/5/2026). Program ini menjadi salah satu langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pelaksanaan GPM merupakan bagian dari kegiatan serentak di wilayah Jawa Barat dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Sukabumi, Yani Fitriyani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan berbagai komoditas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

“Kebetulan GPM ini diadakan serentak di wilayah Jawa Barat. Ini GPM mandiri, dan Alhamdulillah kami bisa bekerja sama dengan vendor Koperasi Merah Putih. Meskipun mandiri, harga tetap di bawah harga pasaran,” ujar Yani.

Menurutnya, selain membantu daya beli masyarakat, Gerakan Pangan Murah juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menekan potensi kenaikan inflasi yang kerap terjadi menjelang momentum hari besar keagamaan.

Berbagai kebutuhan pokok yang disediakan dalam kegiatan tersebut antara lain beras SPHP, telur ayam, tepung terigu, sayuran, hingga daging ayam.

Dengan tersedianya bahan pangan dengan harga yang lebih rendah, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa terbebani lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya.

Sementara itu, Camat Warudoyong, Sandra Teguh Utama, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut di wilayahnya. Menurut dia, kehadiran Gerakan Pangan Murah tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga membantu menjaga perputaran ekonomi lokal.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala agar akses masyarakat terhadap bahan pangan yang terjangkau tetap terjaga.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jelang Penutupan TPA, Pemkot Sukabumi Ajak Warga Kelola Sampah dari Rumah

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi mulai mendorong perubahan pola pengelolaan sampah berbasis rumah tangga sebagai langkah antisipasi terhadap kebijakan penutupan tempat pembuangan akhir (TPA). Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu strategi yang kini mulai diperkuat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat menghadiri Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Kelurahan Sriwidari bersama Ketua Restoe Boemi, Kia Florita, Jumat (22/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bobby meminta warga memberi perhatian serius terhadap persoalan sampah yang menurutnya akan menjadi tantangan besar bagi daerah dalam waktu dekat.

“Sifatnya sangat penting, dimohon untuk disimak,” ujar Bobby di hadapan warga.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Sukabumi telah menerima imbauan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait kebijakan pengelolaan sampah. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah rencana penghentian operasional seluruh TPA dengan sistem lama di wilayah Jawa Barat mulai 1 Agustus 2026.

Menurut Bobby, kondisi TPA Cikundul saat ini sudah tidak memungkinkan untuk terus digunakan dengan pola penimbunan seperti sebelumnya.

“Di TPA Cikundul selama ini hanya digali lalu diurug terus menerus dengan skema yang sama. Sekarang kita sudah tidak ada lahan yang tersisa di Cikundul untuk menampung sampah,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, pemerintah mulai mengajak masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap TPA dengan melakukan pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Langkah yang didorong antara lain melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan volume sampah harian, serta penerapan lubang resapan biopori untuk mengelola sampah organik.

Dalam kegiatan itu, Ketua Restoe Boemi Kia Florita turut memberikan praktik langsung kepada warga mengenai cara membuat biopori dan metode sederhana pengelolaan sampah rumah tangga yang dapat diterapkan secara mandiri.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan masyarakat menghadapi perubahan sistem pengelolaan sampah di Kota Sukabumi, dengan harapan pengurangan sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Dorong UMKM Sukabumi Perluas Pasar, Siapkan Pertemuan Pelaku Usaha Lokal dan Investor Luar Negeri

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi mulai mengarahkan strategi penguatan ekonomi daerah melalui perluasan akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah yang didorong adalah memanfaatkan kegiatan pameran atau expo sebagai pintu masuk memperluas jaringan bisnis hingga pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki saat menghadiri kegiatan Roadshow Goes to Sukabumi Trade Expo Indonesia yang berlangsung di Ruang Pertemuan Bank BJB Kota Sukabumi, Jumat (22/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ayep menilai expo tidak lagi cukup dipandang sebagai agenda promosi semata, melainkan harus menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkuat kapasitas bisnis dan membuka peluang kerja sama baru.

“Expo bukan hanya promosi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan jejaring usaha bagi UMKM agar mampu berkembang lebih besar,” ujar Ayep.

Menurutnya, agar pengembangan UMKM berjalan efektif, diperlukan pemetaan yang lebih terstruktur berdasarkan kategori usaha. Dengan pendekatan tersebut, pola pembinaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Ia menyebut pelaku UMKM perlu dikelompokkan berdasarkan kategori unggulan, menengah, dan berkembang agar intervensi program pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

“Dengan sistem pembinaan yang tepat, UMKM diharapkan mampu terus berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Selain pembinaan, Ayep juga mendorong pelaku usaha untuk lebih aktif membangun relasi dan mencari peluang pengembangan usaha secara mandiri. Salah satu potensi yang dinilai bisa dimanfaatkan adalah dukungan pembiayaan dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Terdapat banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat apabila pelaku usaha memiliki keberanian dan kemampuan membangun jaringan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut penguatan jejaring tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berencana menggelar agenda berskala lebih besar dengan mempertemukan pelaku usaha lokal bersama pengusaha dan mitra luar negeri. Rencana itu disebut menjadi kelanjutan dari pertemuan dengan 14 duta besar yang sebelumnya pernah digelar di Kota Sukabumi.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus menyiapkan pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal. Salah satu yang menjadi perhatian adalah komoditas bambu yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan menembus pasar nasional maupun internasional.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bupati Kukuhkan Pengurus PPI Sukabumi Periode 2025-2030

0

Wartain.com – Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi para pensiunan yang masih aktif berkontribusi kepada daerah. Bahkan bernaung di dalam wadah organisasi untuk memberikan gagasan dan pemikiran demi kemajuan daerah dan negara.

“Purnabakti bukanlah akhir, namun sebuah transisi untuk terus berkarya dan berkontribusi ke masyarakat,” ujarnya dalam Pengukuhan Pengurus Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Kabupaten Sukabumi Masa Bakti 2025-2030 di Pendopo Sukabumi, Jumat, 22 Mei 2026.

Tak hanya itu, PPI pun menjadi wadah strategis bagi pensiunan untuk berhimpun. Terutama Ama dalam memberikan yang terbaik bagi negara.

“Mari kita saling membantu. Mohon doa dan kerjasamanya agar kami dapat mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah (maju, unggul, berbudaya, dan berkah),” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PPI Kabupaten Sukabumi H. Achmad Nasori menegaskan, para pensiunan di dalam PPI akan terus berbakti dan berbuat baik hingga akhir hayat. Hal itu melalui sejumlah program kerja yang telah dirancang dan dilaksanakan organisasi tersebut.

“Meskipun baru dikukuhkan, namun sejumlah program telah dilaksanakan. Mari kita bangun Sukabumi bersama,” tegasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Bupati Sukabumi Ajak Bobotoh Nobar Tertib, Optimistis Persib Tutup Musim dengan Kemenangan

0

Wartain.com – Atmosfer pertandingan pamungkas Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara mulai memanaskan semangat para bobotoh di Kabupaten Sukabumi. Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun menyiapkan kegiatan nonton bareng (nobar) yang akan digelar di Lapangan Gumbira, Kecamatan Nagrak, pada Sabtu (23/5/2026).

Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengajak seluruh suporter Persib untuk tetap menjaga ketertiban dan menunjukkan sikap santun selama merayakan pertandingan. Menurutnya, antusiasme mendukung tim kebanggaan Jawa Barat harus dibarengi dengan perilaku yang positif, terutama saat berada di jalan maupun di lokasi nobar.

“Bobotoh harus menjadi contoh yang baik. Rayakan pertandingan dengan tertib, jangan sampai mengganggu pengguna jalan lain atau melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,” ujarnya usai mengikuti upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Alun-Alun Palabuhanratu, Rabu (21/5/2026).

Asep juga mengungkapkan dirinya merupakan bagian dari bobotoh Persib dan optimistis Maung Bandung mampu menutup musim dengan hasil manis.

Ia bahkan memprediksi Persib akan memenangkan laga dengan skor 2-1 atas Persijap Jepara. Selain menggelar nobar, Pemkab Sukabumi turut mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung.

Penonton diminta tidak merusak fasilitas umum, menjaga kebersihan lingkungan, serta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Kegiatan nobar ini diharapkan menjadi ajang kebersamaan masyarakat sekaligus bentuk dukungan positif bagi Persib Bandung dalam menghadapi laga penutup musim kompetisi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

LUTD PLN UP3 Sukabumi Hadirkan Listrik Gratis untuk Warga Desa Giri Mukti

0

Wartain.com – Program Light Up The Dream kembali menyalakan harapan warga Desa Giri Mukti. PLN UP3 Sukabumi menyalurkan sambungan listrik gratis bagi masyarakat prasejahtera melalui program kepedulian sosial insan PLN.

Program ini dijalankan dengan cara insan PLN menyisihkan sebagian rezeki secara sukarela untuk membantu warga yang belum terjangkau akses listrik. Tujuannya jelas: memastikan tidak ada rumah yang masih gelap karena keterbatasan ekonomi.

Bagi warga penerima manfaat, kehadiran listrik membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas malam hari kini bisa berjalan lebih aman dan nyaman dengan penerangan yang memadai.

Selain kebutuhan dasar, listrik juga diharapkan mendorong aktivitas produktif keluarga. Anak-anak bisa belajar lebih leluasa di malam hari, sementara orang tua mendapat peluang meningkatkan usaha rumah tangga yang membutuhkan energi listrik.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa Light Up The Dream adalah bagian dari komitmen PLN menghadirkan energi yang berkeadilan.

“Melalui Light Up The Dream, PLN ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam menikmati manfaat listrik. Program ini menjadi bukti bahwa listrik bukan hanya kebutuhan, tetapi juga bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Sugeng, Kamis 21/05/2026.

Senada dengan itu, Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menyebut program ini sebagai bentuk nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat.

“Program LUTD di Desa Giri Mukti ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk berbagi cahaya sekaligus harapan. Kami berharap listrik yang kini dinikmati masyarakat dapat memberikan semangat baru untuk terus maju,” ungkap Eka.

Bagi PLN, program ini bukan sekadar menyambung kabel ke rumah warga. Lebih dari itu, listrik diposisikan sebagai pemantik perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan berdaya.

PLN UP3 Sukabumi menyatakan akan terus menjalankan program Light Up The Dream secara berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan target pemerataan akses energi hingga ke pelosok desa di seluruh Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)