26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 79

Kades Iing Ajak Warga Pawenang Nobar Persib  dengan 4 Truk Gratis di Lapang Gumbira Nagrak

0
Oplus_131072

Wartain.com – Semangat kebersamaan menyambut gelar juara Persib Bandung juga terasa hingga ke pelosok desa.  Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim yang akrab disapa Kades Iing, menginisiasi kegiatan nonton bareng sekaligus memberangkatkan warga dengan transportasi gratis.

Ajakan tersebut disampaikan melalui poster yang beredar luas di media sosial. Dalam poster bertajuk “Hayu Mapag Juara Persib Bandung Bersama Kades Iing”, warga diajak berkumpul untuk mendukung Persib pada laga terakhir BRI Super League melawan Persijap Jepara secara bersama-sama.

Untuk memudahkan mobilisasi, panitia menyiapkan empat truk gratis bagi warga Desa Pawenang yang ingin berangkat. Fasilitas ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Keempat titik keberangkatan telah ditentukan, yaitu Kantor Desa Pawenang, Terminal Cibodas, Terminal Panyindangan, dan Gang Pesantren Guling Jawa. Warga diminta hadir di salah satu titik tersebut sebelum keberangkatan.

Waktu kumpul dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB. Dari titik-titik tersebut, warga akan diberangkatkan menuju lokasi utama acara nonton bareng yang dipusatkan di Lapang Gumbira Nagrak.

Acara nobar ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antarwarga Kecamatan Nagrak. Semangat kebanggaan terhadap Persib Bandung diharapkan bisa menyatukan masyarakat lintas usia dan latar belakang.

Dalam poster tersebut, Kades Iing tampil mengenakan jersey dan syal Persib Bandung sambil mengepalkan tangan. Latar gambar menampilkan kerumunan bobotoh dan logo Persib 1933 dengan lima bintang yang melambangkan gelar juara.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa euforia kemenangan Persib tidak hanya dirasakan di Kota Bandung, tetapi juga merembet hingga ke wilayah desa. Antusiasme warga Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, diharapkan bisa menambah kemeriahan perayaan juara Maung Bandung tahun ini.

Diketahui, Persib Bandung akan melakoni laga pamungkas menghadapi Persijap Jepara. Kemenangan atau seri menjadi hal yang wajib bagi Persib untuk mengunci gelar hatrick nya. Sebab, apabila Persib mengalami kekalahan, alhasil puncak klasemen akan disalip oleh Borneo FC Samarinda. Posisi klasemen saat ini, Persib Bandung 78 poin dam Borneo FC Samarinda 76 poin.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pengurus Perwosi Kabupaten Sukabumi Dilantik, Bupati Harap Makin Maju dan Berkontribusi untuk Masyarakat

0

Wartain.com – Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Sukabumi masa bakti 2026-2030 resmi dikukuhkan dan dilantik.Organisasi yang diketuai Hj Rina Rosmaniar Japar ini dilantik Ketua Perwosi Jabar Hj. Lina Marlina di Pendopo Sukabumi, Jumat 22 Mei 2026.

Kegiatan pelantikan tersebut,dihadiri pula Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Sekda H. Ade Suryaman, hingga sejumlah kepala perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyambut baik pelantikan jajaranan pengurus Perwosi Kabupaten Sukabumi. Apalagi, Perwosi merupakan mitra strategis pemerintah dalam memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.

“Semoga kehadiran pengurus baru ini, dapat membawa Perwosi Kabupaten Sukabumi semakin maju dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Di momen itu pula, bupati mengingatkan pentingnya kolaborasi. Hal itu agar tujuan Perwosi dapat terwujud di Kabupaten Sukabumi.

“Mari kita kompak dan berkolaborasi untuk membangun Kabupaten Sukabumi.Kita satukan tujuan agar Sukabumi sehat,” ajaknya.

Hal senada pun disampaikan Ketua Perwosi Jawa Barat Hj. Lina Marlina. Apalagi ketika melihat jajaran pengurus Perwosi Kabupaten Sukabumi yang luar biasa.

“Kami menunggu program keren Perwosi Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya pun mendorong para pengurus untuk aktif dalam menjalankan tugasnya. Hal itu demi memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.

“Mari kita bersama sama olahraga, bersama sama sehat,” tuturnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PLN UP3 Sukabumi Lakukan Pemeliharaan Gabungan di Tiga Penyulang untuk Jaga Keandalan Listrik

0

Wartain.com – PLN UP3 Sukabumi melalui ULP Pelabuhan Ratu menggelar pemeliharaan gabungan pada tiga penyulang utama: Kuda Laut, Ciwaru, dan Surade. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah layanan Pelabuhan Ratu dan sekitarnya.

Sebanyak 30 personel gabungan dari tim teknik dan pelayanan diterjunkan dalam kegiatan yang dilakukan secara terencana dan terkoordinasi. Pekerjaan meliputi pemeriksaan jaringan, pemangkasan pohon di jalur jaringan atau _right of way_, pengencangan sambungan, serta perbaikan komponen yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif PLN untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik dan meminimalisir gangguan yang dapat berdampak pada pelanggan. Dengan pemeliharaan menyeluruh, PLN menargetkan kualitas layanan di wilayah tersebut semakin stabil dan andal.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa pemeliharaan rutin menjadi kunci utama menjaga kualitas layanan.

“Pemeliharaan jaringan secara rutin dan terpadu merupakan langkah penting dalam memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui berbagai upaya preventif seperti ini,” ujar Sugeng, Kamis 21/05/2026.

Hal senada disampaikan Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati. Menurutnya, kolaborasi tim menjadi faktor penentu keberhasilan kegiatan.

“Dengan melibatkan 30 personel dalam pemeliharaan gabungan ini, kami memastikan setiap titik kritis pada jaringan dapat ditangani secara optimal. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan layanan listrik yang andal dan berkualitas bagi masyarakat,” ungkap Eka.

PLN UP3 Sukabumi menyatakan akan terus menjalankan program pemeliharaan dan penguatan infrastruktur guna menjaga keandalan pasokan listrik. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga keselamatan ketenagalistrikan dengan tidak beraktivitas di dekat jaringan listrik, serta segera melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau kantor layanan PLN terdekat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

BEM Nusantara Sukabumi Raya Soroti Kinerja Dinsos, Tuntut Transparansi dan Evaluasi Total

0
Oplus_131072

Wartain.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara) Sukabumi Raya menyatakan sikap tegas terhadap berbagai persoalan sosial yang dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan dan pelayanan sosial di Kabupaten Sukabumi. Dalam aksi yang digelar pada hari Kamis, 21 Mei 2026, yang berlangsung di depan kantor dinas sosial kabupaten Sukabumi, mahasiswa sebagai kontrol sosial menyoroti dugaan lemahnya pengawasan terhadap Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS), ketidaktepatan sasaran bantuan sosial, hingga persoalan data penerima BPJS PBI. Jum’at, 22 Mei 2026.

Koordinator Wilayah Periangan Barat BEM Nus Jabar, Rahmadi L. Making, menyampaikan bahwa kasus dugaan penganiayaan terhadap almarhum Firman, seorang penyandang disabilitas yang terjadi di lingkungan LKS Aura Welas Asih, menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, Dinas Sosial memiliki kewenangan pembinaan, monitoring, evaluasi, dan pengawasan terhadap seluruh LKS yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Karena itu, munculnya dugaan kekerasan terhadap kelompok rentan di bawah lembaga yang terdaftar menjadi pertanyaan besar terkait efektivitas pengawasan yang selama ini dilakukan.

Tak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti persoalan bantuan sosial dan BPJS PBI yang dinilai masih menyisakan berbagai keluhan masyarakat. Mereka menemukan adanya dugaan penerima bantuan yang tidak tepat sasaran, di mana warga yang tergolong mampu masih menerima bantuan, sementara masyarakat miskin yang layak menerima justru belum terakomodasi secara maksimal. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya validasi dan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara menyeluruh.

Dalam kajian yang dilakukan, BEM Nusantara juga menyoroti sejumlah program bantuan sosial yang menggunakan anggaran daerah. Mereka meminta keterbukaan terkait data penerima manfaat, mekanisme distribusi, kualitas barang bantuan, serta proses pengawasannya agar masyarakat dapat memastikan bahwa anggaran yang bersumber dari uang rakyat benar-benar sampai kepada kelompok yang membutuhkan.

Atas dasar tersebut, BEM Nusantara Sukabumi Raya menyampaikan sembilan tuntutan, di antaranya mendesak evaluasi total terhadap Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, meminta transparansi hasil monitoring dan evaluasi LKS, memperbaiki validasi DTKS dan BPJS PBI, membuka data pengelolaan bantuan sosial secara terbuka, hingga mendorong audit dan evaluasi oleh Inspektorat serta DPRD Kabupaten Sukabumi terhadap program bantuan sosial yang dikelola Dinas Sosial.

“Bantuan sosial bukan sekadar angka dalam laporan administrasi. Ini menyangkut hak hidup, martabat, dan kemanusiaan rakyat kecil yang harus menjadi prioritas utama pemerintah,” tegas Rahmadi.

BEM Nusantara Sukabumi Raya menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem pengawasan sosial, memastikan bantuan tepat sasaran, serta memberikan perlindungan maksimal kepada kelompok rentan di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66, Pemkab Sukabumi Ajak Jaga Laut dan Perkuat Kesejahteraan Pesisir Peringatan

0

Wartain.com – Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 yang diperingati pada 21 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat pesisir untuk memperkuat semangat kebersamaan, menjaga kelestarian laut, serta meningkatkan kesejahteraan para nelayan di Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, S.H., M.M., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh nelayan Palabuhanratu yang selama ini berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan laut sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Ade Suryaman, nelayan memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pencari nafkah di laut, tetapi juga sebagai penjaga tradisi dan budaya maritim yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir Palabuhanratu. “Nelayan kuat, laut lestari, Palabuhanratu maju dan sejahtera menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga ekosistem laut agar tetap bersih dan berkelanjutan. Dengan kondisi laut yang terawat, hasil tangkapan nelayan diharapkan terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, Ade Suryaman juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan laut serta mendukung keberlangsungan budaya maritim yang menjadi identitas masyarakat Palabuhanratu. Hari Nelayan Palabuhanratu sendiri merupakan tradisi budaya tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.

Selain menjadi bentuk rasa syukur para nelayan atas hasil laut yang diperoleh, kegiatan tersebut juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkuat citra Palabuhanratu sebagai kawasan pesisir unggulan di Kabupaten Sukabumi.

Melalui peringatan Hari Nelayan ke-66 ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan pelestarian budaya pesisir terus tumbuh demi terwujudnya masyarakat nelayan yang mandiri, maju, dan sejahtera.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PATALI KPID Jabar di Sukabumi: Perkuat Etika Media Saat Liputan Bencana

0
Oplus_131072

Wartain.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menggelar Bimbingan Teknis bertajuk “Etika di Tengah Krisis: Penguatan Regulasi Penyiaran dalam Liputan Bencana” di Oproom Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program PATALI (Pengawasan Semesta yang Lestari dan Independen).

Acara diikuti oleh organisasi kemahasiswaan, Jurnalis Mahasiswa Universitas Nusa Putra, PWI Kota dan Kabupaten Sukabumi, serta IJTI Sukabumi Raya. Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan bahwa etika peliputan bencana menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya media.

Dorong kesadaran lingkungan dan mitigasi bencana

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, menyatakan kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif terkait kepedulian lingkungan dan mitigasi bencana.

“Ini tidak bisa hanya jadi tugas pemerintah atau lembaga penyiaran. Televisi, radio, humas pemerintah, mahasiswa, hingga organisasi masyarakat harus ikut membangun kesadaran publik,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa fungsi penyiaran dalam mendorong pelestarian lingkungan dan menyebarkan informasi kebencanaan yang akurat sudah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2002 dan P3SPS.

Adiyana menekankan pentingnya etika jurnalistik saat meliput bencana. Media dilarang mengeksploitasi korban demi sensasi, harus berhati-hati saat mewawancarai anak korban, dan menjaga keberimbangan informasi.

“Nilai budaya Sunda sudah lama mengajarkan manusia menjaga hubungan dengan Tuhan, sesama, dan alam. Kepedulian lingkungan harus lahir dari kesadaran budaya, bukan sekadar aturan,” katanya.

Tekankan jurnalisme yang manusiawi

Praktisi media Ganang Widianto menambahkan, wartawan dituntut cepat tapi juga peka terhadap korban.

“Jurnalisme bukan hanya soal kecepatan berita, tapi juga tanggung jawab kemanusiaan. Informasi yang disampaikan harus membantu masyarakat dan menumbuhkan solidaritas,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya jurnalisme filantropi yang didukung hibah dari yayasan nirlaba dan donor individu agar pemberitaan independen tetap berjalan.

Melalui program PATALI, KPID Jabar rutin menggelar bimtek regulasi penyiaran, talkshow, dan RDPA bersama lembaga penyiaran lokal. Harapannya, peliputan bencana ke depan lebih beretika, berpihak pada korban, dan memperkuat budaya sadar lingkungan di masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

BMKG Prakirakan Sukabumi Diguyur Hujan dan Badai Petir Jumat 22 Mei 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca di Kabupaten Sukabumi pada Jumat, 22 Mei 2026 akan didominasi kondisi berawan hingga hujan disertai badai petir pada siang dan sore hari.

Berdasarkan data prakiraan, pagi hari di Sukabumi akan dimulai dengan kondisi cerah berawan. Suhu berkisar 21-27°C dengan kelembapan 80%. Namun, memasuki pukul 12.00 WIB, potensi hujan mulai meningkat hingga 69%.

Puncaknya terjadi pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, di mana Sukabumi diprakirakan mengalami badai petir dengan peluang hujan mencapai 100%. Suhu pada periode ini berada di kisaran 26-28°C, disertai angin barat daya dengan kecepatan 9-11 km/jam.

Memasuki sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan mengguyur wilayah Sukabumi. Pada pukul 18.00 WIB suhu turun ke 23°C dengan kelembapan mencapai 95%. Cuaca baru berangsur membaik menjadi berawan pada malam hari.

Suhu udara sepanjang hari diprakirakan berada pada kisaran 21-28°C. Matahari terbit pukul 05.55 WIB dan terbenam pukul 17.42 WIB.

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lebat dan angin kencang yang menyertai badai petir, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga sore hari.

Kualitas udara di Sukabumi tercatat berada pada indeks 112, yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif seperti lansia, anak-anak, dan penderita gangguan pernapasan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

SPPG Cibeureum-Limusnunggal Sajikan Menu Seimbang, Libatkan UMKM Lokal

0
Oplus_131072

Wartain.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Cibeureum-Limusnunggal kembali menyalurkan makanan bergizi gratis kepada siswa pada Jumat, 22 Mei 2026. Menu yang disajikan hari ini terdiri dari Chicken Katsu, Roti Tawar, Timun, Tomat, Jeruk Siam, dan Susu UHT 110 ml.

Kombinasi menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak. Berdasarkan data SPPG, satu porsi besar mengandung 570 kkal energi, 38 gram protein, 18 gram lemak, 57 gram karbohidrat, dan 8 gram serat. Sementara porsi kecil menyediakan 377 kkal energi dengan 28 gram protein.

Kepala SPPG Cibeureum-Limusnunggal, Adri Hafiz Yusuf, mengatakan pemilihan menu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi dan kesukaan anak.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya kenyang, tetapi juga mendapatkan asupan gizi yang lengkap. Menu hari ini ada protein hewani dari chicken katsu dan susu, karbohidrat dari roti, serta vitamin dan serat dari buah dan sayur,” ujar Adri.

Adri menambahkan, seluruh bahan baku yang digunakan sebisa mungkin berasal dari pelaku UMKM lokal di wilayah Limusnunggal dan sekitarnya. Langkah ini sekaligus menjadi upaya SPPG dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Setiap rupiah yang kami belanjakan untuk bahan makanan, kami usahakan kembali berputar di daerah. Ini bentuk dukungan nyata kami kepada petani, peternak, dan pedagang kecil,” jelasnya.

Ia berharap program makan bergizi gratis ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ganda, baik bagi kesehatan anak maupun kesejahteraan pelaku usaha lokal.

Program makan bergizi gratis SPPG Cibeureum-Limusnunggal menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi generasi muda.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

SPPG Cibeureum-Limusnunggal: Dari Dapur Program Gizi, Ekonomi UMKM Lokal Ikut Hidup

0
Oplus_131072

Wartain.com – Di balik panci besar yang mengepul setiap pagi di SPPG Cibeureum-Limusnunggal, ada cerita lain yang ikut matang: cerita tentang petani sayur, peternak ayam, dan pedagang kecil yang kini punya kepastian pasar.

Program makan bergizi gratis yang dijalankan SPPG Cibeureum-Limusnunggal memang bertujuan utama untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Tapi sejak awal, pengelolanya memilih jalur berbeda. Daripada membeli bahan baku dari distributor besar luar daerah, mereka memutuskan mengetuk pintu UMKM lokal.

Keputusan itu mengubah banyak hal. Setiap minggu, belanja bahan pangan senilai puluhan juta rupiah mengalir ke tangan warga Kelurahan Limusnunggal dan daerah sekitar. Uang itu tidak pergi jauh. Ia mampir dulu di lapak sayur Bu Siti, kandang ayam Pak Ujang, dan dapur produksi kue milik ibu-ibu PKK.

Bagi SPPG, memilih UMKM lokal bukan sekadar soal ekonomi. Kualitas dan kesegaran bahan jadi alasan utama. Jarak yang dekat membuat bahan pangan sampai lebih cepat, sehingga gizi yang sampai ke piring siswa tetap terjaga.

Kepala SPPG Cibeureum-Limusnunggal, Adri Hafiz Yusuf menyebut ini sebagai “lingkaran kebaikan”. Program gizi menghidupkan UMKM, dan UMKM yang sehat memastikan keberlanjutan program.

“Kami tidak mau program ini berjalan sendiri. Kalau bisa, setiap rupiah yang keluar harus membawa manfaat ganda. Anak kenyang gizinya, warga hidup ekonominya,” katanya, Jumat 22/05/2026.

Pendekatan ini juga mendapat sorotan positif. Beberapa pihak menilai model kolaborasi SPPG Cibeureum-Limusnunggal bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang menjalankan program serupa. Di tengah tantangan ekonomi desa, langkah kecil seperti ini terbukti memberi dampak nyata.

Di dapur SPPG, api kompor terus menyala. Tapi yang lebih penting, semangat dan perputaran ekonomi warga ikut menyala bersama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkot Pastikan Dukungan untuk Porprov 2026, KONI Kota Sukabumi Diminta Fokus Siapkan Atlet

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung keikutsertaan kontingen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 meskipun kondisi anggaran daerah tengah menghadapi tantangan efisiensi.

Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki saat membuka Rapat Kerja KONI Kota Sukabumi Tahun 2026 yang digelar di Wisata Alam Oasis, Kamis (21/5/2026). Forum tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov yang akan berlangsung di Kota Bogor, Depok, dan Bekasi.

Ayep Zaki menyampaikan optimisme bahwa Kota Sukabumi tetap akan ambil bagian dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, kepastian terkait dukungan anggaran ditargetkan dapat diketahui pada Agustus mendatang.

“Saya optimistis Kota Sukabumi akan ikut Porprov dan kepastian anggarannya nanti pada bulan Agustus. Saya sangat mendukung program olahraga dan pembinaan atlet di Kota Sukabumi,” ujar Ayep.

Rapat kerja diikuti pengurus KONI Kota Sukabumi, perwakilan cabang olahraga, serta jajaran KONI Jawa Barat. Tahun ini kegiatan mengangkat tema BERANI (Bersama Raih Prestasi dan Harmoni) sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan meningkatkan capaian olahraga daerah.

Ketua KONI Kota Sukabumi Yoseph Mahdi Yunansyah menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dalam proses penentuan cabang olahraga yang akan mewakili daerah pada Porprov.

Menurutnya, keputusan terkait pengiriman atlet dan cabang olahraga harus didasarkan pada kesiapan dan potensi prestasi, bukan karena kedekatan personal.

“Kita akan menentukan bersama-sama pengcab yang akan dikirim ke Porprov tanpa mengedepankan kedekatan pribadi. Kita harus menjaga soliditas dan tetap bekerja keras meski anggaran terbatas,” katanya.

Sementara itu, perwakilan KONI Jawa Barat, Wahyu Dwiputro, mengapresiasi sinergi yang terbangun antara KONI Kota Sukabumi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembinaan olahraga.

Ia menilai persiapan menuju Porprov menjadi pekerjaan utama saat ini agar kontingen Kota Sukabumi mampu tampil kompetitif. Meski saat ini berada di posisi ke-22, sejumlah cabang olahraga dinilai memiliki peluang untuk mendulang prestasi, salah satunya cabang panahan.

Di sisi lain, Wali Kota juga mengungkapkan rencana pengembangan sarana olahraga sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penataan kawasan Lapang Merdeka agar lebih representatif bagi atlet dan masyarakat.

“Kita akan melakukan penataan Lapang Merdeka, misalnya menghadirkan track lari dan track sepatu roda dengan desain yang dapat menunjang pembinaan olahraga,” jelasnya.

Melalui rapat kerja tersebut, KONI Kota Sukabumi diharapkan dapat menyusun strategi pembinaan yang lebih terarah, menentukan prioritas cabang olahraga, dan menyiapkan atlet terbaik untuk menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik