26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
Beranda blog Halaman 80

SPPG Cibeureum-Limusnunggal Sajikan Menu Seimbang, Libatkan UMKM Lokal

0
Oplus_131072

Wartain.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG Cibeureum-Limusnunggal kembali menyalurkan makanan bergizi gratis kepada siswa pada Jumat, 22 Mei 2026. Menu yang disajikan hari ini terdiri dari Chicken Katsu, Roti Tawar, Timun, Tomat, Jeruk Siam, dan Susu UHT 110 ml.

Kombinasi menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak. Berdasarkan data SPPG, satu porsi besar mengandung 570 kkal energi, 38 gram protein, 18 gram lemak, 57 gram karbohidrat, dan 8 gram serat. Sementara porsi kecil menyediakan 377 kkal energi dengan 28 gram protein.

Kepala SPPG Cibeureum-Limusnunggal, Adri Hafiz Yusuf, mengatakan pemilihan menu dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi dan kesukaan anak.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya kenyang, tetapi juga mendapatkan asupan gizi yang lengkap. Menu hari ini ada protein hewani dari chicken katsu dan susu, karbohidrat dari roti, serta vitamin dan serat dari buah dan sayur,” ujar Adri.

Adri menambahkan, seluruh bahan baku yang digunakan sebisa mungkin berasal dari pelaku UMKM lokal di wilayah Limusnunggal dan sekitarnya. Langkah ini sekaligus menjadi upaya SPPG dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Setiap rupiah yang kami belanjakan untuk bahan makanan, kami usahakan kembali berputar di daerah. Ini bentuk dukungan nyata kami kepada petani, peternak, dan pedagang kecil,” jelasnya.

Ia berharap program makan bergizi gratis ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ganda, baik bagi kesehatan anak maupun kesejahteraan pelaku usaha lokal.

Program makan bergizi gratis SPPG Cibeureum-Limusnunggal menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi generasi muda.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

SPPG Cibeureum-Limusnunggal: Dari Dapur Program Gizi, Ekonomi UMKM Lokal Ikut Hidup

0
Oplus_131072

Wartain.com – Di balik panci besar yang mengepul setiap pagi di SPPG Cibeureum-Limusnunggal, ada cerita lain yang ikut matang: cerita tentang petani sayur, peternak ayam, dan pedagang kecil yang kini punya kepastian pasar.

Program makan bergizi gratis yang dijalankan SPPG Cibeureum-Limusnunggal memang bertujuan utama untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Tapi sejak awal, pengelolanya memilih jalur berbeda. Daripada membeli bahan baku dari distributor besar luar daerah, mereka memutuskan mengetuk pintu UMKM lokal.

Keputusan itu mengubah banyak hal. Setiap minggu, belanja bahan pangan senilai puluhan juta rupiah mengalir ke tangan warga Kelurahan Limusnunggal dan daerah sekitar. Uang itu tidak pergi jauh. Ia mampir dulu di lapak sayur Bu Siti, kandang ayam Pak Ujang, dan dapur produksi kue milik ibu-ibu PKK.

Bagi SPPG, memilih UMKM lokal bukan sekadar soal ekonomi. Kualitas dan kesegaran bahan jadi alasan utama. Jarak yang dekat membuat bahan pangan sampai lebih cepat, sehingga gizi yang sampai ke piring siswa tetap terjaga.

Kepala SPPG Cibeureum-Limusnunggal, Adri Hafiz Yusuf menyebut ini sebagai “lingkaran kebaikan”. Program gizi menghidupkan UMKM, dan UMKM yang sehat memastikan keberlanjutan program.

“Kami tidak mau program ini berjalan sendiri. Kalau bisa, setiap rupiah yang keluar harus membawa manfaat ganda. Anak kenyang gizinya, warga hidup ekonominya,” katanya, Jumat 22/05/2026.

Pendekatan ini juga mendapat sorotan positif. Beberapa pihak menilai model kolaborasi SPPG Cibeureum-Limusnunggal bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang menjalankan program serupa. Di tengah tantangan ekonomi desa, langkah kecil seperti ini terbukti memberi dampak nyata.

Di dapur SPPG, api kompor terus menyala. Tapi yang lebih penting, semangat dan perputaran ekonomi warga ikut menyala bersama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemkot Pastikan Dukungan untuk Porprov 2026, KONI Kota Sukabumi Diminta Fokus Siapkan Atlet

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung keikutsertaan kontingen pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 meskipun kondisi anggaran daerah tengah menghadapi tantangan efisiensi.

Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki saat membuka Rapat Kerja KONI Kota Sukabumi Tahun 2026 yang digelar di Wisata Alam Oasis, Kamis (21/5/2026). Forum tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov yang akan berlangsung di Kota Bogor, Depok, dan Bekasi.

Ayep Zaki menyampaikan optimisme bahwa Kota Sukabumi tetap akan ambil bagian dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, kepastian terkait dukungan anggaran ditargetkan dapat diketahui pada Agustus mendatang.

“Saya optimistis Kota Sukabumi akan ikut Porprov dan kepastian anggarannya nanti pada bulan Agustus. Saya sangat mendukung program olahraga dan pembinaan atlet di Kota Sukabumi,” ujar Ayep.

Rapat kerja diikuti pengurus KONI Kota Sukabumi, perwakilan cabang olahraga, serta jajaran KONI Jawa Barat. Tahun ini kegiatan mengangkat tema BERANI (Bersama Raih Prestasi dan Harmoni) sebagai upaya memperkuat kebersamaan dan meningkatkan capaian olahraga daerah.

Ketua KONI Kota Sukabumi Yoseph Mahdi Yunansyah menekankan pentingnya menjaga profesionalitas dalam proses penentuan cabang olahraga yang akan mewakili daerah pada Porprov.

Menurutnya, keputusan terkait pengiriman atlet dan cabang olahraga harus didasarkan pada kesiapan dan potensi prestasi, bukan karena kedekatan personal.

“Kita akan menentukan bersama-sama pengcab yang akan dikirim ke Porprov tanpa mengedepankan kedekatan pribadi. Kita harus menjaga soliditas dan tetap bekerja keras meski anggaran terbatas,” katanya.

Sementara itu, perwakilan KONI Jawa Barat, Wahyu Dwiputro, mengapresiasi sinergi yang terbangun antara KONI Kota Sukabumi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembinaan olahraga.

Ia menilai persiapan menuju Porprov menjadi pekerjaan utama saat ini agar kontingen Kota Sukabumi mampu tampil kompetitif. Meski saat ini berada di posisi ke-22, sejumlah cabang olahraga dinilai memiliki peluang untuk mendulang prestasi, salah satunya cabang panahan.

Di sisi lain, Wali Kota juga mengungkapkan rencana pengembangan sarana olahraga sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penataan kawasan Lapang Merdeka agar lebih representatif bagi atlet dan masyarakat.

“Kita akan melakukan penataan Lapang Merdeka, misalnya menghadirkan track lari dan track sepatu roda dengan desain yang dapat menunjang pembinaan olahraga,” jelasnya.

Melalui rapat kerja tersebut, KONI Kota Sukabumi diharapkan dapat menyusun strategi pembinaan yang lebih terarah, menentukan prioritas cabang olahraga, dan menyiapkan atlet terbaik untuk menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kuasa Hukum Soroti Penerapan Pasal terhadap Ibu Tiri dalam Kasus Kematian Bocah di Jampangkulon

0

Wartain.com – Perkara dugaan kekerasan yang menewaskan seorang anak laki-laki berinisial NS (12) di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, memasuki tahap baru. Di tengah proses pelimpahan perkara ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, kuasa hukum tersangka TR mulai menyoroti dasar penerapan pasal yang dikenakan kepada kliennya.

TR yang diketahui merupakan ibu tiri korban resmi diserahkan bersama barang bukti oleh penyidik kepada kejaksaan pada Kamis (21/5/2026) setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau tahap II.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Sukabumi, Abram Nami Putra, mengatakan pihaknya kini mulai menyiapkan penyusunan surat dakwaan sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan.

“Setelah berkoordinasi dengan baik dengan teman-teman di Polres Sukabumi, berkas sudah kami nyatakan lengkap dan hari ini kita menerima penerimaan tersangka dan barang bukti,” kata Abram.

Menurutnya, barang bukti yang diterima dalam perkara ini didominasi dokumen dan bukti digital, mulai dari rekaman video, percakapan, hingga keterangan para saksi.

Dalam proses hukum tersebut, jaksa menerapkan dakwaan alternatif dengan dasar Undang-Undang Perlindungan Anak dan kemungkinan pasal terkait KDRT. Ancaman hukuman maksimal yang dikenakan mencapai 15 tahun penjara.

Namun penerapan pasal itu dipersoalkan oleh kuasa hukum TR, Ferry Gustaman. Ia menilai dugaan penelantaran maupun KDRT terhadap kliennya masih perlu diuji dalam persidangan karena menurutnya tidak terdapat hubungan hukum formal antara TR dan korban.

“Kalau pasal yang didakwakan, saya bisa jelaskan penelantaran tidak masuk karena tidak punya hubungan hukum, KDRT tidak masuk karena tidak punya hubungan hukum, karena pernikahan siri,” ujar Ferry.

Selain itu, pihak kuasa hukum juga membantah adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh TR. Menurut Ferry, tudingan tersebut belum memiliki pembuktian yang cukup dan masih harus diuji di pengadilan.

“Terkait dugaan kekerasan, itu perlu pembuktian nanti di pengadilan dan klien kami menyangkal seluruh tuduhan tersebut. Termasuk saksi, menurut kami tidak ada yang menyaksikan secara langsung,” katanya.

Di sisi lain, kejaksaan mengakui penanganan perkara ini cukup kompleks karena adanya laporan saling lapor antara TR dan ayah kandung korban berinisial AS. Saat ini AS juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara lain dengan dugaan penelantaran dan KDRT.

“Keterangan mereka saling bertentangan, sehingga kami harus benar-benar objektif dalam meneliti seluruh berkas perkara yang masuk,” kata Abram.

Dengan masuknya perkara ke tahap penuntutan, proses selanjutnya akan ditentukan melalui agenda persidangan di pengadilan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hearing Dugaan Sengketa Leasing di DPRD Kota Sukabumi Memanas, Bank Sinarmas Disorot Karena Tak Hadir

0

Wartain.com – Audiensi terkait dugaan permasalahan leasing antara konsumen dan Bank Sinarmas di DPRD Kota Sukabumi berlangsung panas, Rabu (20/5/2026). Sorotan utama dalam forum tersebut tertuju pada ketidakhadiran perwakilan kepala cabang leasing Bank Sinarmas yang dinilai tidak memenuhi undangan resmi dari DPRD.

Kasus ini bermula dari pengaduan seorang konsumen yang juga menjabat sebagai Pimpinan Komisioner Bawaslu Kota Sukabumi, Firman Alamsyah Abdi Negara. Ia mengaku mengalami kerugian setelah kendaraan yang sebelumnya diserahkan secara sukarela kepada pihak leasing diketahui telah dilelang tanpa adanya pemberitahuan.

Firman menjelaskan, pada awal masa kontrak tidak terdapat kendala dalam pembayaran cicilan. Namun seiring kondisi ekonomi yang mengalami penurunan, ia memilih menyerahkan kendaraan kepada pihak leasing sebagai bentuk penyelesaian.

“Dalam proses itu kendaraan diterima oleh Sinarmas dan BI checking saya sempat sudah bagus, tidak ada masalah lagi,” ujar Firman usai mengikuti audiensi.

Belakangan, Firman mengaku baru mengetahui kendaraan tersebut telah dilelang. Ia mempertanyakan proses pelelangan yang menurutnya dilakukan tanpa informasi maupun persetujuan dari dirinya sebagai pihak yang tercantum atas kendaraan.

“Untuk pelelangan saya tidak diberi tahu. Padahal yang saya pahami, kalau kendaraan dilelang seharusnya ada pemberitahuan atau persetujuan dari pemilik atas nama,” katanya.

Dampak dari proses tersebut, lanjut Firman, masih memengaruhi catatan kredit atau riwayat pembiayaannya.

Menanggapi persoalan itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Muchendra, menyampaikan kekecewaannya atas absennya pihak Bank Sinarmas dalam forum resmi tersebut. Menurutnya, DPRD telah menyampaikan undangan secara resmi dan mengharapkan kehadiran perusahaan untuk memberikan klarifikasi langsung.

“Kami menyayangkan ketidakhadiran pihak Bank Sinarmas dalam audiensi hari ini. Padahal undangan resmi sudah disampaikan. Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan, kami berharap ada sikap kooperatif untuk hadir dan memberikan penjelasan,” ujarnya.

Meski demikian, Muchendra menegaskan DPRD tidak akan masuk ke ranah penegakan hukum karena perkara tersebut telah dilaporkan ke Polres Sukabumi Kota.

DPRD, kata dia, hanya ingin mendorong adanya penyelesaian yang terbuka dan mengedepankan komunikasi antara kedua belah pihak.

“Kami tidak mengintervensi proses hukum. Namun kami berharap ada penyelesaian yang baik dan terbuka antara konsumen dengan Bank Sinarmas,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sikap perusahaan yang tidak memenuhi undangan resmi pemerintah dapat menjadi bahan evaluasi lebih lanjut.

“Kalau ada perusahaan yang mengabaikan undangan resmi seperti ini tentu menjadi perhatian. Tidak menutup kemungkinan kami meminta dinas terkait melakukan evaluasi terhadap perizinan maupun kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang berlaku,” tegasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sakral dan Meriah, Ritual Larung Sesaji Warnai Hari Nelayan Nasional ke-66 Palabuhanratu

0

Wartain.com – Tradisi ritual Larung Sesaji di tengah laut Palabuhanratu kembali menjadi rangkaian sakral dalam peringatan Hari Nelayan Nasional ke-66 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis 21/05/2026.

Tradisi tahunan tersebut berlangsung khidmat dan dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan prosesi budaya para nelayan pesisir selatan.

Sebelum memasuki prosesi Larung Sesaji, kegiatan diawali dengan arak-arakan dari Pendopo Kabupaten Sukabumi menuju Alun-alun Gadobangkong.

Dalam perjalanan tersebut, digelar pula upacara adat serta sejumlah sambutan dari tokoh masyarakat dan pihak terkait yang turut memeriahkan perayaan Hari Nelayan Nasional.

Prosesi Larung Sesaji dilakukan dengan membawa sesaji ke tengah laut menggunakan perahu yang dinaiki para nelayan dan Puteri Nelayan. Iring-iringan kapal dan perahu nelayan yang mengikuti ritual tersebut menambah suasana meriah sekaligus sakral di tengah laut Palabuhanratu.

Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang telah diperoleh, sekaligus doa bersama untuk keselamatan para nelayan saat melaut.

Perahu yang digunakan Puteri Nelayan tampak dihias meriah dengan berbagai ornamen dan wewangian yang memperkuat nuansa adat dalam ritual tersebut.

Salah satu masyarakat, Pepy (24) yang mengikuti ritual Larung Sesaji mengaku merasa bangga dapat melihat langsung dalam tradisi sakral tersebut. Ia menilai suasana kebersamaan sangat terasa saat iring-iringan perahu nelayan bergerak di tengah laut. Menurutnya, tradisi Larung Sesaji harus terus dilestarikan.

“Saya merasa bangga bisa melihat langsung dalam ritual Larung Sesaji ini. Suasananya sangat sakral dan penuh kebersamaan, apalagi saat berada di tengah laut bersama iring-iringan perahu nelayan. Tradisi ini harus terus dijaga karena menjadi bagian dari budaya masyarakat Palabuhanratu,” ujar Pepy, pada Kamis (21/5/2026).

Bagi masyarakat Palabuhanratu, tradisi Larung Sesaji bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan representasi kuat dari identitas budaya dan sejarah panjang masyarakat nelayan pesisir selatan. Tradisi tersebut juga menjadi bentuk doa kepada Sang Pencipta agar hasil laut tetap melimpah dan para nelayan diberikan keselamatan.

Salah satu nelayan, Dedih (55) mengatakan, semoga dengan momen peringatan Hari Nelayan tahun ini, para nelayan diberikan hasil melimpah dan tentunya dijaga keselamatan para nelayan.

“Saya selaku nelayan di Palabuhanratu, berharap semoga kedepannya ikan semakin banyak dan paling penting keselamatan para nelayan saat ditengah laut mencari ikan. Semoga do’a-do’a pada momentum hari nelayan yang ke-66 ini dapat terkabul,” harap Dedih dengan penuh rasa bangga.

Sorak sorai masyarakat yang menyaksikan iring-iringan perahu di tengah laut turut menambah kesan mendalam dalam pelaksanaan ritual tersebut. Antusiasme warga dan wisatawan yang hadir memperlihatkan bahwa Larung Sesaji tetap menjadi salah satu tradisi budaya yang dinantikan setiap tahunnya di Palabuhanratu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Wali Kota Sukabumi Tegaskan Dana Abadi Tak Bisa Direalisasikan, P2RW Masih Menunggu Realisasi Anggaran

0

Wartain.com – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki merespons tuntutan dari pengurus RT dan RW se-Kota Sukabumi yang kembali mempertanyakan realisasi sejumlah program yang sebelumnya sempat diwacanakan, di antaranya dana abadi, dana kelurahan, hingga keberlanjutan program P2RW.

Menurut Ayep, rencana pembentukan dana abadi tidak dapat dijalankan karena dinilai bertentangan dengan mekanisme penggunaan anggaran daerah dan berisiko menimbulkan persoalan dalam pemeriksaan keuangan.

“Dana abadi itu tidak mungkin direalisasikan. Dari sisi aturan dan kajian juga tidak memungkinkan. Kalau dipaksakan menggunakan APBD, nanti berpotensi menjadi temuan BPK karena seluruh penggunaan anggaran daerah akan diperiksa,” ujar Ayep Zaki.

Terkait sorotan mengenai dana kelurahan, Ayep menegaskan bahwa pengelolaan anggaran tersebut sudah memiliki regulasi yang jelas sehingga tidak memerlukan campur tangan kepala daerah.

Ia memastikan tidak pernah melakukan intervensi terhadap penggunaan dana kelurahan karena seluruh mekanismenya telah diatur sesuai ketentuan yang berlaku.

“Dana kelurahan sudah ada aturan mainnya, jadi tidak perlu dipersoalkan lagi. Saya juga tidak pernah mengintervensi penggunaan dana kelurahan,” katanya.

Sementara itu, mengenai program P2RW, Ayep menyebut pemerintah masih akan menghitung dan mengejar realisasi anggaran yang tersedia. Menurut dia, alokasi dana untuk program tersebut juga harus mempertimbangkan kebutuhan operasional di tingkat kecamatan.

“Untuk P2RW kita tunggu dan akan saya kejar realisasinya. Total anggarannya sekitar Rp9 miliar, sementara kebutuhan operasional kecamatan juga kurang lebih Rp9 miliar,” ucapnya.

Sebelumnya, pengurus RT dan RW se-Kota Sukabumi menyampaikan penagihan atas sejumlah janji pemerintah daerah yang dinilai belum terealisasi, terutama terkait dana abadi, dana kelurahan, serta kelanjutan pelaksanaan program P2RW.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

UMMI Gelar Fun Walk, Fun Run, dan Fun Bike Meriahkan Milad ke-23: Buruan Daftar!

0
Oplus_131072

Wartain.com – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) akan menggelar kegiatan olahraga “Fun Walk • Fun Run • Fun Bike UMMI 2026” sebagai rangkaian peringatan Milad ke-23. Acara ini terbuka untuk umum dan digelar gratis bagi seluruh masyarakat.

Kegiatan akan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, mulai pukul 06.30 WIB. Start dan finish dipusatkan di Kampus UMMI, Sukabumi. Peserta diwajibkan mengenakan dresscode atasan putih untuk menambah semarak acara.

Mengusung tema “Langkah Ceria, Energi Bersama!”, UMMI ingin menjadikan momen ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus menyebarkan energi positif antara civitas akademika dan masyarakat Sukabumi.

Panitia menyediakan berbagai doorprize menarik bagi peserta yang beruntung. Selain sebagai ajang olahraga ringan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang pertemuan keluarga, sahabat, dan komunitas dalam suasana kebersamaan.

“Acara ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga momen mempererat silaturahmi dan menciptakan kenangan bersama warga Sukabumi,” ujar panitia penyelenggara.

Pendaftaran sudah dibuka dan dapat diakses melalui tautan resmi https://s.id/REG_FUNS_MILAD_23_UMMI. UMMI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut meramaikan perayaan milad kampus dengan berolahraga bersama.

Dengan semangat kebersamaan, Fun Walk, Fun Run, dan Fun Bike UMMI 2026 diharapkan menjadi pembuka rangkaian kegiatan Milad ke-23 yang berkesan dan penuh manfaat bagi masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Matsnawi Jalaluddin Rumi: Keterhubungan Ruh Manusia dengan Para Nabi dalam Tauhid Kenabian Ma‘rifatullah

0
Oplus_131072

Telaah Ontologis dan Spiritual atas QS Al-Hadid: 8

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

1. Ruh Manusia Bukan Sekadar Biologis

Wartain.com – Dalam tradisi tasawuf Islam, khususnya dalam karya agung _Matsnawi_ karya Jalaluddin Rumi, manusia tidak dipandang sekadar makhluk biologis yang lahir lalu mati di dunia. Manusia adalah ruh yang berasal dari pancaran Ilahi dan membawa jejak kenabian di dalam dirinya.

Karena itu, hubungan manusia dengan para nabi bukan hanya hubungan historis. Ia adalah hubungan ruhani, ontologis, dan spiritual yang hidup di dalam kedalaman fitrah manusia.

Dalam perspektif  Tauhid Kenabian Ma‘rifatullah, para nabi adalah mata rantai cahaya yang menghubungkan manusia kepada Allah. Sedangkan ruh manusia adalah cermin yang mampu menerima pantulan cahaya tersebut, sesuai tingkat kesuciannya.

2. Seruan Rasul dan Perjanjian Primordial

Allah berfirman dalam QS Al-Hadid ayat 8:

“Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sungguh Dia telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang yang beriman.”

Ayat ini mengandung dimensi yang sangat dalam. Seruan Rasul bukan sekadar ajakan verbal menuju agama formal. Ia adalah panggilan untuk kembali mengingat perjanjian primordial ruh manusia dengan Tuhan, sebagaimana termaktub pula dalam QS Al-A‘raf: 172.

Dalam Ma‘rifatullah, iman bukan hanya hasil logika. Ia adalah kebangkitan memori ruhani yang pernah bersaksi di hadapan Allah. Maka nabi hadir bukan membawa sesuatu yang asing bagi manusia. Nabi hadir untuk membangunkan sesuatu yang sudah ada dalam batin terdalam manusia: cahaya pengenalan kepada Tuhan.

3. Kerinduan Ruh dan Resonansi Kenabian

Rumi dalam _Matsnawi_ menggambarkan bahwa ruh manusia memiliki kerinduan abadi kepada asalnya. Kerinduan itu diibaratkan seperti seruling bambu yang merintih karena terpisah dari rumpunnya.

Simbol ini menunjukkan bahwa ruh manusia selalu mencari sumber cahaya pertamanya. Dalam konteks kenabian, para nabi adalah manifestasi sempurna dari ruh yang telah sepenuhnya tersambung kepada Allah.

Karena itu manusia merasakan getaran batin ketika mendengar wahyu, dzikir, atau kalam para nabi. Sebab di dalam dirinya terdapat resonansi ruhani yang berasal dari sumber yang sama.

4. Satu Hakikat Tauhid, Berbeda Syariat

Tauhid Kenabian Ma‘rifatullah memandang bahwa seluruh nabi membawa satu hakikat tauhid, walaupun syariat mereka berbeda sesuai zaman dan umatnya:

Nabi Adam: membawa kesadaran asal-usul manusia.
Nabi Nuh: membawa keteguhan ruh menghadapi banjir dunia.
Nabi Ibrahim: membawa tauhid penghancur berhala lahir dan batin.
Nabi Musa: membawa perjuangan melawan tirani ego dan kekuasaan.
Nabi Isa: membawa kelembutan ruh dan cinta Ilahi.
NabiMuhammadﷺ: membawa kesempurnaan cahaya kenabian sebagai rahmat semesta alam.

Ruh manusia yang bersih dapat merasakan keterhubungan batin dengan seluruh nabi tersebut. Bukan sebagai pemujaan personalitas, tetapi sebagai penyaksian terhadap satu cahaya Ilahi yang mengalir melalui mereka.

5. Ittiba‘: Menyelaraskan Ruh dengan Frekuensi Kenabian

Dalam perspektif ini, kenabian bukan sekadar institusi sejarah, melainkan medan cahaya spiritual. Para nabi adalah insan yang telah fana dari ego dan baqa dalam kehendak Allah.

Ketika manusia menempuh jalan _tazkiyatun nafs_ — penyucian jiwa, dzikir, tafakur, dan cinta Ilahi — sesungguhnya ia sedang menyelaraskan ruhnya dengan frekuensi kenabian.

Inilah makna terdalam _ittiba‘_ kepada nabi: bukan hanya meniru bentuk luar, tetapi menghadirkan kesadaran tauhid yang hidup sebagaimana hidup dalam diri para nabi.

6. Pewaris Cahaya Kenabian

Rumi memandang bahwa manusia memiliki kemungkinan untuk memantulkan sifat-sifat kenabian sesuai kapasitas ruhnya. Bukan menjadi nabi baru, karena kenabian telah ditutup, tetapi menjadi  pewaris cahaya kenabian (_waratsatul anbiya_).

Dalam hadis disebutkan bahwa ulama adalah pewaris nabi. Dalam makna Ma‘rifatullah, pewarisan itu bukan sekadar ilmu teks. Ia adalah cahaya kesadaran Ilahi yang menumbuhkan hikmah, kasih sayang, keadilan, dan penghambaan total kepada Allah.

7. Penutup: Perjalanan Pulang

Dengan demikian, keterhubungan ruh manusia dengan para nabi merupakan bagian dari misteri tauhid itu sendiri. Sebab seluruh ruh berasal dari Allah dan seluruh nabi adalah penunjuk jalan kembali kepada-Nya.

Ketika manusia terputus dari cahaya kenabian, ia kehilangan arah hidup dan terjebak dalam ego, materialisme, dan kehampaan spiritual.

Tetapi ketika ruh kembali tersambung kepada cahaya para nabi melalui iman, dzikir, dan Ma‘rifatullah, maka hidup tidak lagi sekadar perjalanan duniawi. Ia menjadi perjalanan pulang menuju Allah, sumber segala cahaya dan asal segala ruh.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sayati Bersama RW 09 Bantu Selesaikan Perselisihan Warga Secara Kekeluargaan

0

Wartain.com – Sebagai bentuk sinergitas TNI dan Polri dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Sayati Serka Bangbang H bersama Bhabinkamtibmas Desa Sayati Polsek Margahayu Bripka Budi H dan Ketua RW 09 Eko Ismail melaksanakan mediasi dalam membantu penyelesaian perselisihan antarwarga secara kekeluargaan, Kamis (21/05/26).

Kegiatan tersebut dilakukan agar setiap permasalahan di lingkungan masyarakat dapat diselesaikan melalui musyawarah, sehingga tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif.
Dalam proses mediasi, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat masing-masing dengan suasana yang tertib dan penuh kekeluargaan.

Babinsa Desa Sayati Serma Bangbang Hermawan, S.H, menyampaikan pentingnya menjaga hubungan baik antarwarga serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Sayati Polsek Margahayu Bripka Budi H mengimbau masyarakat agar selalu menjaga komunikasi yang baik, menahan emosi, dan tidak mudah terpancing oleh hal-hal yang dapat menimbulkan konflik di lingkungan.

Berkat kerja sama antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan ketua RW 09, perselisihan tersebut berhasil diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Kedua belah pihak pun sepakat untuk saling memaafkan serta menjaga kerukunan demi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat terus terjalin dengan baik dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Desa Sayati, Kecamatan Margahayu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(MNL/Biro Bandung)