Wartain.com, Sukabumi || Pasca Bencana Tanah longsor yang terjadi pada hari Rabu 24/01/2024, di Kp. Cibatu Hilir Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menyisakan pilu bagi korban terdampak maupun terancam.
Diketahui, ada 13 rumah yang rusak berat dihuni oleh 54 jiwa, 60 unit terancam dihuni 283 jiwa, dan 6 unit terancam zona merah yang dihuni 31 jiwa.
Kejadian tersebut tentunya menjadi perhatian dari berbagai lembaga/intansi baik pemerintah maupun komunitas relawan kemanusiaan.
Satu diantara sekian banyak relawan yang hadir ditempat kejadian adalah “Relawan Kurir Kebaikan”, dimana komunitas tersebut menjadi bagian voulenter yang khusus menangani psikologis korban.
Relawan yang sengaja datang dari Condet – Jakarta Timur bekerja sama dengan “Relawan Kurir Shodaqah”, sengaja datang untuk memberikan “Trauma Healing”, khususnya kepada anak-anak yang terdampak maupun terancam akibat longsor.
Trauma Healing adalah suatu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik, dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu.

Berdasarkan pantauan, para korban tanah longsor yang sudah ditempatkan di tenda-tenda pengungsian yang segaja didirikan oleh Satgas penanganan bencana, mereka tentunya secara psikologis sangat terganggu kejiwaannya, terutama anak-anak yang masih labil secara mental.
Ditemui wartain.com, salah seorang voulenter Trauma Healing dari “Kurir Kebaikan”, Deni mengatakan, dirinya beserta rekan-rekan yang lain sengaja datang ke tempat bencana untuk memberikan penguatan jiwa dan mental terutama kepada anak-anak.
“Kami sengaja datang kesini untuk memberikan penguatan secara mental, atas peristiwa yang sudah terjadi. Jangan sampai timbul rasa takut dalam dirinya,” kata Deni kepada awak media, Jumat 26/01/2024.
Selanjutnya ia menambahkan, tim Trauma Healing mengajak anak-anak korban, dengan cara menghibur mereka, mengajak bermain dan memberikan game santai ringan.
“Mereka kami ajak bermain, mereka kami hibur. Terlihat barusan mereka bisa ketawa, Insya Allah dengan cara begini bisa efektif menghilangkan rasa takut,” tambahnya.
Ia berharap, semua korban bisa menerima kejadian ini dengan penuh kesabaran, dan bisa mengambil hikmahnya atas peristiwa tersebut.
“Saya berharap para korban bisa tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini, kita ambil hikmahnya, dan tentunya kedepan selalu waspada dan lebih hati-hati. Semoga musibah ini cepat berkahir,” pungkasnya.***
Foto : wartain.com/Aab
Reporter/Editor : Aab Abdul Malik
