Wartain.com || Bencana pergerakan tanah yang melanda wilayah Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga Sabtu (7/3/2026) pukul 17.00 WIB, ratusan warga dilaporkan terdampak akibat peristiwa tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat pergerakan tanah terjadi di dua desa, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling. Kejadian ini mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan bahwa di Desa Bantargadung terdapat 110 kepala keluarga atau sebanyak 362 jiwa yang terdampak bencana tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 kepala keluarga atau 112 jiwa mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun lokasi yang dianggap lebih aman. Sementara itu, 76 kepala keluarga dengan total 250 jiwa mengungsi secara terpusat di lokasi yang telah disediakan.
Selain menimbulkan pengungsian, pergerakan tanah juga menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Tercatat sebanyak 61 unit rumah mengalami kerusakan berat, 19 unit rusak sedang, dan 10 unit lainnya mengalami kerusakan ringan.
Bencana ini juga berdampak pada fasilitas umum, di antaranya satu akses jalan lingkungan serta satu sarana pendidikan berupa pondok pesantren.
Sementara di Desa Bojonggaling, tercatat sebanyak 24 kepala keluarga atau 113 jiwa turut terdampak. Dari jumlah tersebut, 10 kepala keluarga dengan total 45 jiwa memilih mengungsi secara mandiri.
Kerusakan bangunan di desa tersebut juga cukup signifikan, dengan rincian sembilan rumah mengalami rusak berat, tujuh unit rusak sedang, serta delapan unit lainnya rusak ringan.
Daeng Sutisna menuturkan bahwa BPBD Kabupaten Sukabumi saat ini terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak serta aparat setempat guna menangani dampak bencana di lokasi kejadian.
Pihaknya juga terus melakukan asesmen di lapangan sekaligus memberikan pendampingan kepada warga terdampak.
“BPBD bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan di lokasi serta memastikan kebutuhan dasar warga yang mengungsi dapat terpenuhi,” ujarnya.
Sebagai pusat koordinasi penanganan bencana, posko pengungsian telah didirikan di lapangan yang berada di samping Puskesmas Bantargadung.
Di lokasi tersebut, berbagai bantuan mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, mulai dari bahan makanan untuk dapur umum, air mineral, susu formula, hingga makanan tambahan gizi.
Selain itu, kebutuhan lain yang masih diperlukan antara lain paket sembako, selimut, kasur lipat, pakaian layak pakai bagi dewasa maupun anak-anak, serta perlengkapan kebersihan seperti popok bayi, pembalut wanita, dan toilet portable.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah. Hal ini mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu terjadinya bencana susulan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
