26.7 C
Jakarta
Senin, Mei 25, 2026

Latest Posts

Akibat Hujan Deras, Kabupaten Sukabumi Dikepung Banjir dan Longsor Hingga Wilayah Selatan

Wartain.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sejak Minggu malam (24/5/2026) menyebabkan banjir mengepung wilayah utara hingga selatan pada Senin (25/5/2026). Luapan sungai, buruknya drainase, dan curah hujan tinggi dalam waktu singkat menjadi penyebab utama.

Wilayah Selatan Terparah: Palabuhanratu dan Sekitarnya

Wilayah selatan Sukabumi paling parah terdampak. Sungai Cipalabuan di Palabuhanratu meluap sekitar pukul 22.00 WIB, merendam permukiman di Kampung Cipalabuan, Citepus, Kecamatan Cidolog, Curugkembar, dan Simpenan. Ketinggian air mencapai 60-80 cm, masuk ke rumah warga dan menutup akses jalan utama menuju Pantai Palabuhanratu.

“Air naik cepat setelah hujan 5 jam tidak berhenti. Kami baru sempat selamatkan anak dan dokumen penting,” ujar Dede, warga Kampung Cipalabuan.

BPBD mencatat sedikitnya 80 rumah di Palabuhanratu terendam, 1 jembatan penghubung antar-kampung putus, dan aktivitas wisata di kawasan pantai lumpuh sementara.

Wilayah Tengah dan Utara Juga Terdampak

Di wilayah tengah, Kecamatan Cibadak dan Sukaraja ikut tergenang. Luapan Sungai Cicatih dan Sungai Cimandiri merendam ruas Jalan Raya Cibadak hingga 40 cm, menyebabkan kemacetan panjang dan beberapa motor mogok. Pasar Cibadak juga tergenang, membuat pedagang terpaksa menutup lapak lebih cepat.

Banjir di beberapa titik wilayah Sukabumi, sempat lumpuhkan aktifitas warga (foto : Sule)

Di Kecamatan Sukaraja dan Kecamatan Sukalarang juga mengalami banjir genangan akibat saluran air tersumbat sampah. Ketinggian air bervariasi 20-50 cm, terutama di permukiman padat penduduk.

Dampak dan Penanganan

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat total 120 rumah terdampak, 3 fasilitas umum terendam, dan 2 titik jalan terputus akibat banjir dan longsor kecil di wilayah perbukitan. Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah mendirikan 4 posko darurat di Palabuhanratu, Cibadak, Sukaraja, dan beberapa wilayah lainnya, untuk evakuasi dan distribusi logistik.

“Curah hujan ekstrem membuat sungai tidak mampu menampung debit air. Kami fokus evakuasi warga di bantaran sungai dan pembukaan akses jalan,” kata Daeng Sutisna, Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi.

Waspada Banjir Susulan

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi hingga sore hari 25 Mei 2026. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir susulan di wilayah selatan dan longsor di daerah perbukitan selatan seperti Simpenan dan Cisolok.

Pemkab Sukabumi mengimbau warga di bantaran sungai dan daerah rawan longsor untuk evakuasi mandiri jika hujan deras kembali turun. Warga juga diminta tidak membuang sampah ke sungai dan segera melapor ke posko terdekat jika terjadi kenaikan debit air.

Cuaca saat ini di Sukabumi terpantau berawan dengan suhu 24°C dan kelembapan 85%.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.