26.7 C
Jakarta
Senin, April 7, 2025

Latest Posts

BRIN Berikan Hasil Penelitian Benda Koleksi Museum Prabu Siliwangi Ponpes Modern Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi

Wartain.com || Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) menyerahkan hasil penelitian terhadap benda-benda koleksi di Museum Prabu Siliwangi yang ada di Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi pada Kamis 22/5/2024.

Hasil penelitian tersebut diserahkan oleh Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN Irfan Mahmud dan diterima oleh Pendiri Museum Prabu Siliwangi sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath KH Fajar Laksana dan Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji.

Fajar Laksana mengatakan, hasil penelitian tersebut berkesimpulan bahwa dari total empat jenis barang bersejarah yang ada di Museum Prabu Siliwangi, dua diantaranya telah berhasil diidentifikasi yaitu arca dan keramik. Karena saat ini hanya terdapat dua jenis tenaga ahli yaitu arca dan keramik. Sementara dua lainnya yaitu naskah-naskah kuno dan benda-benda era kolonial Belanda belum dapat diidentifikasi.

Menurut Fajar, arca yang ada di Museum Prabu Siliwangi terbilang lengkap meliputi arca zaman prasejarah, zaman peralihan (prasejarah ke sejarah), zaman sejarah, dan kontemporer.

“setelah melihat beberapa arca, maka arca di museum itu terbagi jadi empat era, pertama era pra sejarah era peralihan dari prasejarah ke sejarah dan sejarah dan era kontemporer. Dengan adanya penelitian ini kita bisa memberitahukan kepada seluruh pengunjung ini loh bentuk yang kontemporer produk baru yang bergaya lama gapapa kita pajangkan supaya kita tahu produk yang baru itu seperti ini tetapi juga ada produk asli yang dari lama sehingga museum in empat arcanya lengkap,” ujar Fajar.

Sementara itu penelitian dari jenis keramik memiliki kesimpulan berdasarkan hasil penelitian BRIN bahwa di Museum Prabu Siliwangi memiliki ragam keramik yang ada sejak zaman dinasti Ming dan King.

BRIN Berikan Hasil Penelitian Benda Koleksi Museum Prabu Siliwangi Ponpes Modern Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi (foto : wartain.com/Azi)

“Kemudian yang kedua adalah dari keramik, kita memiliki keramik yang kuno yaitu abad 15an era dinasti Ming dan ada era dinasti King dari mulai abad 15 sampai abad 19 itu yang ada di kita nah itu yang kemarin sudah diteliti,” katanya

Para peneliti BRIN kata Fajar membutuhkan waktu seminggu untuk mengidentifikasi barang-barang yang ada di museum tersebut. Bahkan dalam tiga hari mereka harus bekerja non-stop hingga malam hari.

Fajar menjelaskan hasil penelitian dari BRIN dapat memberi manfaat bagi pengunjung agar lebih mengetahui lebih detail tentang benda-benda yang ada di Museum Prabu Siliwangi. Selain itu penelitian tersebut juga membantu langkah pemerintah untuk potensi menambah situs-situs cagar budaya khususnya di wilayah Kota Sukabumi.

Sementara itu Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji berharap hasil penelitian menambah hasrat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Sukabumi. Pihaknya juga mendukung langkah Museum Prabu Siliwangi untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Sukabumi.

“Kita akan terus kembangkan dan kita dukung, makannya hari ini saya mengajak dari dinas pariwisata dan Bappeda sengaja saya didampingi agar nanti alokasi anggaran itu bisa masuk peningkatan budaya dan pariwisata. Mudah-mudahan ini bisa membangkitkan kunjungan wisata karena dampaknya jelas dapat meningkatkan ekonomi Kota Sukabumi,” tegas Kusmana.

Kepala Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah BRIN Irfan Mahmud menyebut keberadaan Museum Prabu Siliwangi menjadi tempat representatif untuk belajar tentang sejarah Padjajaran, dan penelitian yang pihaknya lakukan untuk memperkuat informasi tentang koleksi benda-benda yang ada di museum tersebut.

“Saya kira museum ini cukup representatif untuk belajar tentang sejarah Padjadjaran hingga Kerajaan Sunda, memang perlu berkolaborasi untuk memperkuat narasi koleksi kedepan dan pak Kyai sudah membuka banyak kesempatan buat kita untuk berkolaborasi, jadi koleksi ini tentu akan dicoba oleh teman-teman untuk melihat konteks sejarahnya, tradisinya, arkeologinya terutama untuk narasi yang bisa diberi gambaran untuk perjalanan Padjadjaran Sunda ini,” jelasnya***(RAF)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.