Wartain.com || Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi menyampaikan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas pernyataan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang dinilai kurang pantas dan tidak mencerminkan etika pejabat publik dalam merespons kritik dari tokoh senior Muhammadiyah, Buya Anwar Abbas.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, menegaskan bahwa penggunaan diksi bernada kasar, termasuk kata “cangkem”, sangat tidak elok disampaikan kepada seorang ulama sepuh yang selama puluhan tahun telah mendedikasikan dirinya untuk dakwah, pemikiran keislaman, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Buya Anwar Abbas bukan sekadar tokoh Muhammadiyah, beliau adalah ulama nasional yang menyampaikan kritik dengan niat amar ma’ruf nahi munkar. Kritik beliau terkait pengelolaan haji justru harus dipahami sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan jamaah dan tata kelola yang transparan serta profesional,” ujar Yandra, saat pengajian qabla Ramadhan di UMMI, Rabu 04/02/2026.
Menurutnya, peringatan yang disampaikan Buya Anwar Abbas terkait penyerahan layanan haji kepada dua syarikah merupakan masukan strategis yang seharusnya dijawab dengan data, argumentasi kebijakan, dan sikap rendah hati, bukan dengan pernyataan yang berpotensi melukai etika dialog publik.
Pemuda Muhammadiyah Sukabumi mengingatkan bahwa pejabat negara, terlebih yang memiliki latar belakang aktivis dan intelektual, semestinya menjadi teladan dalam berkomunikasi, menjaga adab, serta menghormati ulama dan sesepuh umat.
“Kami mendorong Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka kepada Buya Anwar Abbas dan keluarga besar Muhammadiyah, demi menjaga marwah pemerintah dan keharmonisan hubungan antara negara dan elemen umat,” tambahnya.
Pemuda Muhammadiyah Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik, khususnya penyelenggaraan ibadah haji, agar benar-benar berpihak pada kepentingan jamaah, berlandaskan prinsip transparansi, profesionalisme, dan akhlak kepemimpinan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(DH)
