Wartain.com – Musyawarah Nasional ke-3, Perhimpunan Aktivis Indonesia telah rampung digelar di Samala Hotel, Jakarta, Rabu-Minggu 28-31 Mei 2026. Forum tertinggi organisasi ini menghasilkan 2 keputusan strategis yang jadi titik balik gerakan.
1. Nama Baru, Semangat Baru: Resmi Jadi “Perhimpunan Aktivis Indonesia”
Forum sepakat mengubah nama dari Perhimpunan Aktivis Nusantara menjadi Perhimpunan Aktivis Indonesia.
Perubahan ini bukan sekadar ganti plang. Alasannya kuat: merujuk pada asas tunggal Pancasila sebagai dasar negara & dasar gerak organisasi. Keputusan disahkan dengan dukungan 50+1 peserta forum. Maknanya: payung perjuangan kini lebih luas, menjangkau seluruh pemuda/i Indonesia tanpa batas wilayah.
2. Nakhodai Baru: Caesar Almunir P.s Terpilih Jadi Ketua Umum
Di tengah dinamika internal, forum memilih Caesar Almunir P.s, sebagai Ketua Umum yang baru. Meski kondisi organisasi penuh tantangan, beliau tegaskan ini justru bagian dari proses pendewasaan.
“Ini adalah awal perjuangan, bukan akhir dari segala kemunduran,” tegas Caesar usai ditetapkan.
Meski saat ini jaringan PAI baru diikuti beberapa daerah, Ketum berkomitmen tancap gas ekspansi. Kuncinya: kolaborasi dengan pengurus baru + optimalkan jaringan yang sudah ada.
Arah Gerak PAI ke Depan
Ada 3 kompas baru yang digariskan Munas ke-3:
1. Merangkul Tanpa Sekat
PAI akan kunjungi senior-senior lintas elemen. Nggak pandang bendera organisasi, agama, ras, atau suku. “Karena keresahan terhadap masa depan bangsa ini milik semua pemuda/i Indonesia,” ujar Caesar, yang tercatat sebagai aktivis HMI dari Universitas Nusa Putra Sukabumi ini.
2. Lahir dari Keresahan, Bergerak untuk Perubahan
Organisasi ini dibentuk atas dasar keresahan kolektif pemuda terhadap kebijakan rezim yang dinilai menyimpang. Fokusnya: jaga Indonesia tetap di rel yang benar.
3. Tagline Jadi Kompas: “Indonesia Emas Gemilang”
Tagline ini jadi parameter semua program kerja. Targetnya satu: mendorong kemajuan bangsa & negara Indonesia menuju 2045.
Pesan Penutup Ketum
“Sebagai Ketum, saya akan merangkul semua pihak. Baik yang dulu berseberangan dengan saya, maupun semua pihak yang terlibat dalam Munas ini. Salam pergerakan, salam cinta atas nama perjuangan,” tutup Caesar Almunir P.s.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
