Wartain.com – Ribuan umat Muslim di Kecamatan Simpenan menggelar aksi pawai akbar dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Berdasarkan pantauan di lapangan, kurang lebih 2.000 massa yang berasal dari 21 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kecamatan Simpenan tumpah ruah memadati sepanjang rute syiar Islam tersebut. Senin (15/6/2026).
Arak-arakan massa yang didominasi oleh obor dan atribut bernuansa Islami ini memulai rute pawai dari titik start di halaman Kantor Kecamatan Simpenan. Ribuan peserta kemudian berjalan kaki dengan tertib menyusuri jalan protokol dan menyelesaikan perjalanan mereka di titik finish yang berpusat di Desa Cidadap.
Kegiatan syiar Muharram ini mendapat sambutan hangat dari jajaran pemerintah setempat. Camat Simpenan, Supendi, S.Ip., M.Si., secara terbuka menyampaikan apresiasi serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak Pemerintah Desa Cidadap dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cidadap yang telah sukses mengoordinasi jalannya acara hingga berjalan aman dan lancar.Dalam wawancaranya di lokasi kegiatan, Supendi menekankan bahwa momentum pergantian tahun hijriah ini harus dijadikan ajang memperkuat solidaritas sosial.
“Silaturahmi antar warga mempererat ukhuwah islamiah, meningkatkan kepedulian sosial karena hari ini masuk bulan Muharram bulannya anak yatim dan dhuafa, kita harus lebih meningkatkan kepedulian terhadap yatim dan dhuafa,” tegas Supendi.
Selain pelaksanaan pawai yang melibatkan ribuan massa, pihak Kecamatan Simpenan sebelumnya juga telah bergerak cepat untuk memastikan kekhusyukan malam pergantian tahun ini. Melalui surat edaran resmi yang dikeluarkan ke seluruh wilayah, Camat mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan malam pergantian tahun di tempat ibadah.
Melalui instruksi dalam surat edaran tersebut, warga diwajibkan untuk berkumpul dan membacakan doa akhir tahun serta doa awal tahun secara berjamaah di masjid masing-masing dilingkunannya. Langkah ini diambil agar momentum 1 Muharram tidak hanya meriah secara seremonial di jalanan, tetapi juga sarat akan nilai spiritualitas, refleksi diri, dan keberkahan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
