Wartain.com || Pencopotan mendadak Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PDAM TBW) Kota Sukabumi, Sani Santika Susena Prawirakoesoema, mengejutkan banyak kalangan. Langkah ini menuai perhatian luas, mengingat posisinya yang strategis dalam pengelolaan air bersih bagi masyarakat.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, akhirnya angkat bicara terkait keputusan tersebut. Menurutnya, pencopotan itu merupakan bagian dari langkah besar restrukturisasi internal di tubuh PDAM TBW untuk mendorong perbaikan kinerja dan pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Langkah ini bukan semata pergantian posisi, tapi bagian dari proses restrukturisasi PDAM TBW Kota Sukabumi,” ujar Ayep usai menghadiri Milad ke-91 Pondok Pesantren Syamsul Ulum dan Haul ke-75 Mama Ajengan KH. Ahmad Sanusi, Sabtu (19/7/2025).
Ia menegaskan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) harus memberikan kontribusi nyata terhadap PAD Kota Sukabumi. Target yang ditetapkannya pun cukup ambisius: minimal Rp 50 miliar per tahun dari empat entitas — PDAM, RSUD Waluya, BPR, dan BLUD lainnya.
Ayep menyebut, evaluasi terhadap kinerja Dirut PDAM sebelumnya mengungkapkan berbagai persoalan krusial. Salah satunya adalah kebocoran air yang justru semakin meningkat.
“Target kebocoran air tahun 2025 seharusnya ditekan hingga 65 persen. Namun faktanya, kebocoran justru melonjak hingga 82 persen. Ini pertanda tidak ada progres perbaikan,” jelasnya.
Selain itu, jumlah pelanggan aktif juga mengalami penurunan, dari sebelumnya 20 ribu pelanggan menjadi 19 ribu. Ayep menilai hal ini sebagai kemunduran yang tak bisa diabaikan.
“Pemkot butuh kepemimpinan yang mampu membawa perubahan nyata. Kalau sudah stagnan bahkan memburuk, maka tak ada pilihan selain melakukan pergantian,” tegasnya.
Permasalahan lainnya, lanjut Ayep, adalah tingginya jumlah piutang PDAM yang mencapai Rp 29 miliar, jauh di atas batas toleransi yang hanya Rp 4 miliar.
“Ini berarti ada uang yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk operasional dan layanan, tetapi malah terhambat di luar. Kondisi seperti ini tidak sehat dan harus ditangani serius,” ujarnya.
Menanggapi kekosongan jabatan, Ayep menyampaikan bahwa Pemkot telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PDAM TBW sebagai solusi sementara. Ia juga menyebut proses rekrutmen Dirut definitif akan dilakukan secara terbuka melalui mekanisme seleksi.
“Semua pihak berkesempatan mendaftar. Namun, harus dipastikan kandidat memiliki kapasitas, integritas, dan kesiapan untuk dicopot jika target tidak tercapai,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkot akan terus memantau progres yang dicapai oleh Plt Dirut saat ini. Jika menunjukkan perbaikan, tidak menutup kemungkinan akan diberi mandat lebih lanjut.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
