26.7 C
Jakarta
Minggu, Februari 8, 2026

Latest Posts

Elang Jawa di Sukabumi Masih Diobservasi, Diduga Alami Stres Berat

Wartain.com || Elang Jawa yang sebelumnya menabrak kaca rumah warga di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, hingga kini masih menjalani observasi intensif. Satwa yang dilindungi itu diduga mengalami stres berat setelah insiden dan proses evakuasi dari lokasi kejadian.

Manager Umum Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Cahyono, mengatakan elang tersebut dievakuasi oleh petugas Polisi Hutan sebelum akhirnya diserahkan kepada tim Cikananga untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah dievakuasi dari lokasi oleh Polhut, elang tersebut dibawa ke kantor dan pada hari yang sama langsung dikirim ke Cikananga. Kondisinya saat itu lemah, responsnya kurang, tapi masih hidup,” ujar Cahyono, Kamis (5/2/2026).

Setibanya di Cikananga, elang Jawa tersebut langsung menjalani pemeriksaan awal dan sempat dirawat di klinik selama satu malam. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi fisik yang belum stabil dan perilaku yang masih belum normal.

Namun, perkembangan positif mulai terlihat sehari kemudian. Saat ditempatkan di kandang karantina, elang tersebut sudah mampu naik dan bertengger, meski aktivitasnya masih terbatas.

“Awalnya dia terus berada di bawah dan tidak mau terbang. Tapi sekarang sudah bisa terbang pendek dan bertengger,” katanya.

Meski demikian, tingkat stres elang Jawa tersebut dinilai masih tinggi. Menurut Cahyono, kondisi tersebut membuat satwa cenderung defensif dan berpengaruh pada kondisi fisiknya.

“Perilakunya masih sangat liar. Karena stresnya tinggi, dia menjadi defensif dan itu membuat tubuhnya terlihat lemah,” jelasnya.

Tim medis juga masih memantau respons elang terhadap pakan yang diberikan. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah satwa tersebut sudah mau makan.
“Pada satwa liar dengan tingkat stres tinggi, biasanya memang butuh waktu sebelum mau makan,” tambahnya.

Terkait kemungkinan cedera, Cahyono mengungkapkan adanya dugaan benturan keras saat elang menabrak kaca dan terjatuh. Dugaan tersebut muncul karena elang sempat tidak mau bertengger setelah kejadian.

“Kemungkinan benturan di bagian kepala saat menabrak kaca, lalu saat jatuh bagian belakang tubuh atau ekor lebih dulu mengenai lantai. Itu bisa berdampak ke kaki,” terangnya.

Saat ini, elang Jawa tersebut masih berada di kandang karantina untuk pemantauan lanjutan. Pihak Cikananga akan terus memantau perkembangan kondisi satwa tersebut sebelum mengambil langkah selanjutnya.

“Jika kondisinya sudah stabil dan tidak ditemukan luka serius, kami akan merekomendasikan ke BKSDA untuk proses pelepasliaran,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.