Wartain.com || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meresmikan Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sukabumi, Selasa (10/02/2026). Kehadiran gedung baru ini diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan UMKM dan industri kerajinan lokal di Kota Sukabumi.
Peresmian yang berlangsung di halaman Gedung Dekranasda tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, jajaran perangkat daerah, perwakilan BUMD, camat, serta pengurus Dekranasda Kota dan Provinsi Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan bahwa pembangunan Gedung Dekranasda merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Ia menyebutkan, pembangunan gedung tersebut sepenuhnya dibiayai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi tahun 2025, bersama dua infrastruktur strategis lainnya, yakni Jembatan Kopeng dan Gapura Batas Kota.
“Pemerintah daerah bertanggung jawab menghadirkan fasilitas yang tidak hanya megah, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk bagi para perajin dan pelaku UMKM,” ujarnya.
Ayep Zaki juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, alokasi pembangunan infrastruktur dari PAD direncanakan meningkat signifikan hingga Rp31 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jembatan, kantor kecamatan, ruang publik, serta peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik prioritas.
Selain itu, Pemkot Sukabumi turut menargetkan penguatan tata kelola pemerintahan melalui penyehatan 17 BLUD, optimalisasi kinerja BUMD, serta peningkatan kapasitas 35 OPD sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menekankan bahwa Gedung Dekranasda bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang strategis untuk membangun ekosistem kerajinan dan UMKM yang berdaya saing.
Ia menyebutkan, gedung tersebut akan difungsikan sebagai pusat pembinaan perajin, etalase produk unggulan daerah, ruang edukasi dan inovasi, sekaligus tempat kolaborasi antar pelaku usaha.
“Gedung ini menjadi simbol keberpihakan pemerintah terhadap produk lokal. Kami ingin memastikan para perajin memiliki ruang untuk tumbuh, berinovasi, dan menembus pasar yang lebih luas,” kata Ranty.
Peresmian Gedung Dekranasda ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Wali Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimda.
Ranty berharap gedung ini dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh perajin dan pelaku UMKM, serta menjadi penggerak ekonomi kreatif yang berakar pada identitas budaya lokal. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi mendukung kemajuan produk daerah.
“Hayu urang silih rojong silih giring, ngamumule karya lokal,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
