Wartain.com || H+1 lebaran yang memasuki masa libur panjang dimanfaatkan masyarakat untuk mencari tempat wisata. Tidak ketinggalan objek wisata yang ada di Sukabumi, menjadi incaran para wisatawan.
Namun, perjalanan menuju destinasi wisata yang ada di Sukabumi sedikit terkendala, akibat banyaknya kendaraan yang melintas yang digunakan wisatawan. Hal iniĀ mengakibatkan penumpukan kendaraan di beberapa titik.
Sejumlah pengendara yang keluar dari Pintu Tol Cigombong maupun GT Parungkuda,Ā langsung merasakan kemeriahan arus lalu lintas di jalan nasional III ruas Bogor-Sukabumi.
Kepada wartain.com, salah seorang wisatawan asal Depok Rudi (48) menuturkan, ia menempuh perjalanan selama 2 jam dari GT Parungkuda sampai simpang Ratu-Cibadak.
āDuh parah, biasanya 30 menit, ini sampai 2 jam kita keluar dari GT Parungkuda. Mudah-mudahan setelah ini lancar sampai pantai Palabuhanratu,” tutur Rudi, Selasa 01/04/2025.
Rudi menyebut, dirinya beserta keluarga akan berwisata ke Geopark-Ciletuh. Ia mengaku apakah jalan amblas akses ke Geopark sudah dibuka atau belum pasca bencana bulan lalu
āKita belum tahu informasinya apakah akses menuju Geopark sudah selesai apa belum. Yang penting nanti banyak pilihan, mungkin le pantai Palabuhanratu saja,” sebut Rudi.
Berdasarkan pantauan hingga sekitar pukul 15.15 WIB, arus lalu lintas dari Jakarta sangat ramai, ribuan kendaraan wisatawan bercampur dengan pemudik mulai masuk ke arah Sukabumi.
Ahmad Sujana, Petugas Dishub Kabupaten Sukabumi mengatakan hingga sekitar pukul 12.00 WIB tercatat 31 ribu kendaraan masuk ke Sukabumi dari Jakarta.
āKendaraan yang masuk ke Kabupaten Sukabumi, 37Ā ribu kendaraan dominasi mobil dan motor, Jakarta-Sukabumi,ā kata Sujana di Pintu Tol Parungkuda.
Arus kendaraan dari arah sebaliknya juga disebut padat, mencapai 16 ribu.
ā16 ribu kendaraan dari Sukabumi ke arah Jakarta. Jadi mayoritasnya wisatawan mudik dan wisatawan berbarengan dengan arus balik,ā imbuhnya.
āKita survei jalan alternatif di beberapa titik lokasi. Kita menyiagakan personel juga menjaga agar jalur alternatif tetap kondusif,ā pungkasnya.***
Foto : Aab
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
