26.7 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026

Latest Posts

Halal Bihalal Barikade ’98: Kawal Demokrasi, Jaga Indonesia

Ini Bukan Katanya, Tapi ini Fakta

Wartain.com.|| Ada yang sedang berubah dari Wajah kekuasaan di negeri ini. Bukan sekadar kebijakan. Bukan sekadar arah pembangunan.Tetapi cara kekuasaan memandang rakyatnya sendiri.

Kritik yang dahulu dirayakan sebagai vitamin demokrasi, kini perlahan diposisikan sebagai ancaman. Perbedaan pendapat yang seharusnya menjadi tanda hidupnya republik, justru dicurigai sebagai ancaman makar.

Kita menyaksikan bagaimana kebijakan publik lahir tanpa cukup dialog, tanpa transparansi yang memadai, bahkan tanpa kepekaan terhadap realitas sosial yang dihadapi rakyat.

Di saat yang sama, ruang-ruang kritik menyempit. Suara-suara yang berbeda mulai ditekan dengan cara yang halus hingga yang paling kasar: intimidasi, teror, kriminalisasi, upaya pembunuhan dengan penyiraman air keras terhadap Andri Yunus/Aktivis Kontras, hingga stigmatisasi sebagai antek asing, musuh negara.

Ini Bukan Sekadar Gejala. Ini Tanda Bahaya

Sebab demokrasi tidak runtuh dalam satu malam. Ia dilemahkan perlahan. Ketika kritik dibungkam, ketika ketakutan diproduksi, dan ketika kekuasaan mulai alergi terhadap kontrol publik.

Lebih ironis lagi, semua ini terjadi di tengah narasi besar tentang efisiensi dan keberpihakan pada rakyat. Namun publik justru melihat pemborosan kebijakan, inkonsistensi arah, dan keputusan-keputusan yang jauh dari rasa keadilan.

Sebenarnya, untuk siapa negara ini bekerja?

Dalam situasi seperti ini, diam Adalah pengkhianatan yang paling porno. Diam juga adalah bentuk persetujuan haram jadah yang paling berbahaya.

Karena itu, Halal Bihalal Barikade 98 tahun ini, tidak dimaksudkan sebagai seremoni rutin pasca Idul Fitri. ini adalah panggilan Sejarah dalam Mengawal Demokrasi dan Menjaga Indonesia.

Demokrasi tidak boleh diserahkan begitu saja kepada kekuasaan. Karena Republik ini terlalu mahal untuk dibiarkan berjalan tanpa kritik. Dan sebagai generasi yang pernah menjatuhkan otoritarianisme, kita tidak akan tinggal diam Ketika kritisme publik dibunuh dan menjadi mayat yang terkapar dirumahnya sendiri. Dan Kita juga tidak akan pernah rela melihat tanda-tanda kembalinya wajah itu dalam bentuk yang baru.***

Panjang Umur Perlawanan,
Sehat Selalu Perjuangan!

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.