Wartain.com || Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cianjur merilis data teknis hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026. Berdasarkan data hisab yang dihimpun, posisi hilal saat ini dipastikan masih berada di bawah kriteria standar MABIMS.
H. Eli Ghozali, perwakilan dari Lembaga Falakiyah PCNU Kab. Cianjur, menjelaskan bahwa meskipun pemantauan tetap dilakukan secara maksimal, data perhitungan menunjukkan angka yang belum memenuhi syarat minimal visibilitas hilal.
“Berdasarkan hasil hitungan kami yang merujuk pada kitab falak, tinggi hilal mar’i atau Irtifak Mar’i hanya mencapai 01° 45′ 14″. Sedangkan kriteria MABIMS menetapkan minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat,” ungkap H. Eli Ghozali.
Berikut adalah rincian data teknis lengkap hasil observasi tersebut:
1. Terbenam Matahari: 18:06:39 WIB
2. Terbenam Hilal: 18:16:11 WIB
3. Umur Hilal: 09 jam 41 menit 10 detik
4. Muktsul Hilal (Lama Hilal): 00:09:32 (9 menit 32 detik di atas ufuk)
5. Nurul Hilal (Cahaya Hilal): 0,253%
6. Elongasi: 05° 46′ 04″
7. Irtifak Mar’i (Tinggi Hilal): 01° 45′ 14″
8. Azimut Matahari: 269° 23′ 53″
9. Azimut Bulan: 273° 59′ 23″
Dengan kondisi Elongasi yang masih berada di angka 05° 46′ 04″, hilal sulit untuk teramati secara kasat mata maupun menggunakan alat bantu di titik pantau wilayah Cianjur. Tim LF PCNU Cianjur mencatat bahwa selisih waktu antara terbenamnya matahari dan terbenamnya hilal hanya terpaut sekitar 9 menit.
Seluruh data teknis ini telah dikirimkan secara resmi ke Kementerian Agama pusat sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional.
“Kami telah melaporkan data-data ini, baik hilal terlihat maupun tidak. Masyarakat diimbau untuk tetap menunggu hasil keputusan resmi Sidang Isbat yang akan diumumkan oleh pemerintah setelah waktu Maghrib,” pungkasnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
