26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Hujan Ekstrim Terjang Nagrak, Dua Desa Terdampak Longsor 

Wartain.com || Hujan ekstrim dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (04/12/2025) sejak siang hingga malam hari memicu serangkaian kejadian tanah longsor di beberapa desa. Sedikitnya tiga titik longsor tercatat oleh P2BK Nagrak.

P2BK Nagrak, Miky menjelaskan bahwa rangkaian insiden tersebut terjadi dalam rentang waktu beberapa jam, sesaat hujan deng intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak.

“Pada Kamis, 04 Desember 2025, kami menerima laporan tiga kejadian tanah longsor di wilayah Kecamatan Nagrak, yaitu Desa Nagrak Selatan Satu Titik dan Desa Darmareja Dia Titik,” ungkap Miky, Jumat 05/11/2025.

1. Desa Darmareja

Longsor pertama terjadi di Kampung Kebon Kerep, RT 25 RW 05, Desa Darmareja. Tebing sepanjang 10 meter dengan tinggi 7 meter runtuh. Kondisi ini membuat dua rumah warga, yaitu milik Misbahudin yang dihuni 1 KK dan 3 jiwa serta rumah milik Holid yang dihuni 1 KK dan 3 jiwa, berada dalam situasi rawan serta terancam ambruk. Selain itu jalan penghubung kampung juga nyaris terputus, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua.

Insiden kedua, terjadi di Kampung Cijulang, RT 03 RW 03, Desa Darmareja. Miky menjelaskan bahwa longsor yang berasal dari runtuhan tebing merusak Satu rumah warga atas nama Ujang Supriatna yang dihuni 1 KK dan 6 jiwa. Akibatnya, dinding rumah milik korban jebol, serta terjadi retakan, sehingga mengancam keselamatan bagi penghuni rumah.

2. Desa Nagrak Selatan

Longsor ketiga dilaporkan terjadi di Kampung Lamping Cikolawing RT 02 RW 08,  Desa Nagrak Selatan. Akibat hujan deras tebing setinggi 12 meter runtah dan menutupi jalan gang tempat warga beraktivitas.

Mendapat, laporan dari Pemdes masing-masing, P2BK langsung melakukan asesmen untuk mengambil langkah-langkah penanganan. Selanjutnya, berkat koordinasi semua pihak, langkah yang paling urgen untuk mengevakuasi korban bisa dilaksanakan. Selain itu pembersihan material longsor juga dilakukan dengan gotong royong, untuk menghindari longsor susulan.

Kendati kerusakan fisik cukup signifikan, Miky memastikan tidak ada korban jiwa atau luka dari ketiga peristiwa tersebut. Hanya saja, korban mengalami kerugian material, untuk memperbaiki rumah yang akan mereka huni.

“Hal yang paling mendesak adalah bantuan bahan makanan, minuman, pakaian dan material untuk kembali memperbaiki rumah korban,” pungkas Miky.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.