Oleh: AM Soleh/ Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak – Kalbar
Wartain.com || Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam diturunkan dalam bahasa Arab, firman Allah SWT dalam surat Az-zukhruf:
{ حمۤ . وَٱلۡكِتَـٰبِ ٱلۡمُبِینِ . إِنَّا جَعَلۡنَـٰهُ قُرۡءَ ٰ نًا عَرَبِیࣰّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ }
“Haa Miim. Demi kitab (Al-Qur’an) yang jelas. Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti” [Surat Az-Zukhruf: 1-3]
Syekh Abu Hayyillah Al Marzuki berkata, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya huruf-huruf (Arab) itu memiliki banyak Rahasia” (Jawahir al-Lamma’ah)
Begitu pula imam Ali al-Buni menyatakan, bahwa tiap huruf Arab (abjad Hawaz) memiliki angka tersendiri dan angka-angka tersebut memiliki energi ruhaniyat (قوة الروحانيه) yang sangat lembut yang tak kasat mata, bahwasanya angka-angka itu memiliki rahasia, seperti halnya huruf-huruf memiliki dampak dalam kehidupan manusia (Syamsu al-ma’arif al-kubra)
Dalam ilmu hisabiyah, melalui perhitungan dengan nilai numerik abjad Hawaz banyak sekali manfaat dan dapat menjadi alat/sarana bagi kita untuk mengetahui beberapa Hal tersembunyi yang dapat kita Ambil Hikmah daripadanya, seperti diantaranya:
1. Menentukan jumlah hitungan dzikir atau wirid
Sering kita menemukan Dalam Kitab-kitab ilmu hikmah dan sejenisnya, atau amalan-amalan dan wirid dari seorang guru/kiyai yang harus dibaca dengan jumlah tertentu. Misalnya membaca dzikir “لا اله الا الله” sebanyak 165x, membaca wirid “بسم الله الرحمن الرحيم” sebanyak 786x, atau wirid “حسبنا الله و نعم الوكيل” sebanyak 450x, dan sebagainya.
Dari manakah angka-angka itu..? Ya, jumlah hitungan dzikir itu adalah hasil dari hisab jumal dengan menggunakan metode ilmu huruf abjad Hawaz.
Sebagai contoh:
لا اله الا الله
Kalimah thayyibah ini terdapat tiga jenis huruf didalamnya, yaitu ا (Alif), ل (lam), dan ه (Ha). Huruf Alif nya ada 5, lam nya ada 5, dan huruf Ha nya ada 2. Jika dijumlahkan semuanya menjadi 12 huruf. Berdasarkan metode Abjad Hawaz Nilai numerik dari masing-masing ketiga huruf ini adalah :
Alif ( ا ) = 1 dikalikan lima = 5
Lam ( ل ) = 30 dikalikan lima = 150
Ha ( ه ) = 5 dikalikan dua = 10
Jumlah total semuanya adalah = 165
Jadi hisab jumal kalimah “لا اله الا الله” adalah 165
Begitu pula dengan jumlah hitungan dzikir/wirid بسم الله الرحمن الرحيم 786x, dan حسبنا الله و نعم الوكيل 450x ataupun yang lainnya, bisa diketahui dengan menggunakan ilmu huruf metode Abjad Hawaz.
2. Mengetahui beberapa Rahasia Kemu’jizatan Al- Qur’an (I’jazul Qur’an) diantaranya :
a. Nilai Derajat
Salah satu ayat dalam Al-Qur’an, yaitu surat Al-Mu’min ayat 15 yang menyatakan bahwa Allah SWT adalah pemilik “Derajat Tertinggi”
رفيع الدرجات ذو العرش ..
“(Dialah) Yang maha tinggi derajatnya, yang memiliki ‘Arasy… (QS: Al-Mu’min : 15)
Yang maha tinggi derajatnya dalam ayat tersebut merupakan terjemahan dari kalimat (رفيع الرجات) kalimat Rafi’u menyatakan ketinggian.
Apabila kita hitung nilai numerik dari kata Rafi’u رفيع (terdiri dari huruf Ra, Fa, Ya, dan ‘Ain) berdasarkan metode Abjad Hawaz akan kita dapatkan jumlah total dari nilai numerik nya adalah 360. Dan dalam matematika 360 merupakan derajat yang tertinggi.
Nilai numerik : Ra ( ر ) = 200, Fa ( ف ) = 80
Ya ( ي ) = 10, ‘Ain ( ع ) = 70.
Jumlah total: 360
b. Nomor Atom Besi (Fe)
Jika kita buka dalam buku-buku Kimia, maka akan kita temukan nomor atom unsur Fe (Besi) adalah 26. Kata Besi di dalam Al-Qur’an menggunakan istilah HADID (حديد). Perhatikan QS Al-Hadid ayat 25 :
{ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِیدَ فِیهِ بَأۡسࣱ شَدِیدࣱ وَمَنَـٰفِعُ لِلنَّاسِ }
“Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia. [Surat Al-Hadid: 25]
Sekarang mari Kita hitung menggunakan metode Abjad Hawaz Nilai numerik dari kata حديد (Besi) :
Ha ( ح ) = 8, dal ( د ) = 4, ya ( ي ) = 10, dal ( د ) = 4.
Jumlah: 8 + 4 + 10 + 4 = 26.
3. Mengambil ‘Ibrah (pelajaran) dari pola yang tersembunyi dalam Al-Qur’an dan Sirah Rasulullah SAW.
Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini tidak ada yang kebetulan, bahkan sesuatu yang kita lihat sepertinya kebetulan tidaklah kebetulan. Semua adalah rancangan pasti dari Allah SWT.
Begitu banyak Ibrah dari kisah di dalam Al-Qur’an dan Sirah Rasulullah SAW yang bisa kita ambil pelajaran yang dibaliknya terdapat “pola yang unik”, dan ini bisa kita temukan dengan menggunakan ilmu huruf metode Abjad Hawaz, diantaranya Kisah nabi Daud mengalahkan Jalut
Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 251 :
{ وَقَتَلَ دَاوُۥدُ جَالُوتَ }
“Dan Dawud membunuh Jalut. [Surat Al-Baqarah: 251]
Dalam ayat diatas Allah SWT mengabarkan bahwa Daud mengalahkan Jalut. Dengan menggunakan ilmu huruf metode Abjad Hawaz kita bisa mengetahui rahasia nilai numerik dari nama daud ( داود ) dan Jalut ( جالوت ) . Daud memiliki nilai akhir 6, sedangkan Jalut nilai akhir nya 8. Dari kasus ini Abu Ma’syar al-Falaki merumuskan metode “Ghalib wal Maghlub” (pemenang dan pecundang) dalam bab ini beliau merumuskan bahwa 6 mengalahkan 8. ( Lihat bab Ghalib wal Maghlub Abu Ma’syar al-Falaki )
Begitu juga dalam kisah lain yang tercantum didalam Al-Qur’an seperti disebutkan bahwa nabi Musa mengalahkan Fir’aun, atau dalam Sirah Nabawiyah, yang mulia Rasulullah SAW pernah mempersaudarakan sahabat Anshar dan Muhajirin seperti persaudaraan Abdurahman bin auf dan sa’ad bin ar-Rabi’.
Jika nama-nama yang disebut dalam kisah itu dihitung menggunakan ilmu huruf metode Abjad Hawaz maka didalamnya terdapat rahasia hikmah agung yang bisa kita ambil pelajaran untuk dijadikan pedoman dalam keseharian kita.
4. Sebagai sandaran pokok pada ilmu hisabiyah sebagaimana tercantum dalam kitab Abu Ma’syar al-Falaki
a. menghitung Ghalib Maghlub ( menang dan kalah)
b. menghitung pasangan yang cocok, partner, koalisi, persekutuan, dan mempersaudarakan.
c. menghitung orang sakit, disebabkan apa sumber penyakitnya
d menghitung wanita hamil ( USG metafisik )
e. menghitung orang yang berpergian ( musafir ) dan orang hilang ( ghaib )
f. menghitung hajat terkabul atau tidak ( lauhul hayat dan lauhul Mamat)
g. mengetahui atau menghitung Buruj (zodiak) seseorang
(Lihat kitab Abu Ma’syar al-Falaki)
“Khusus untuk poin ke 4 ini jika ingin mengetahui lebih dalam hingga bisa masuk ke tahap mengamalkannya, harus melalui proses ijazah terlebih dahulu dari seorang guru”.
Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan membuka wawasan baru bagi pembaca tentang ilmu hisabiyah dan metode ilmu Huruf Abjad Hawaz Abu Ma’syar al-Falaki yang selama ini terabaikan.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
