Wartain.com || Pengurus Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih melakukan kunjungan ke keluarga keturunan Pahlawan Nasional asli Sukabumi KH. Ahmad Sanusi, bertempat di Yayasan Pendidikan Islam Syamsul Ulum, Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jumat 03/10/2025.
Rombongan dari pengurus Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, di terima langsung oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Syamsul Ulum beserta Jajaran dan Rektor Institut KH Ahmad Sanusi (Inkhas).
Kunjungan tersebut digagas menjelang peringatan HUT TNI dan peringatan hari pahlawan. Dimana, pada bulan November akan diadakan kegiatan doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan di Kota Sukabumi yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Salah seorang pendiri Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, yang sekaligus sebagai Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi, Aam Abdul Salam, S.Ag mengatakan, sebagai generasi penerus bagaimana pentingnya memberikan perhatian khusus kepada keluarga pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.
“Keluarga pahlawan adalah penjaga warisan sejarah dan budaya kita. Mereka layak mendapatkan penghormatan dan dukungan yang sesuai dengan jasa leluhur mereka,” ujar Aam disela-sela kunjungannya.
Dalam kesempatan tersebut, Aam juga menekankan pentingnya pengembangan untuk selalu menjaga warisan tokoh kemerdekaan, baik dalam bentuk tulisan maupun pemikirannya.

“Selain sebagai tokoh pahlawan Kemerdekaan, KH. Ahmad Sanusi merupakan ulama besar yang sudah berhasil menorehkan karya-karya besarnya. Baik dalam bentuk tulisan maupun ide dan gagasan,” tambah Aam.
“Contoh hasil karya KH. Ahmad Sanusi adalah, Tafsir Raudlatul Irfan, Tafsir Maljau Tholibin, Dzikir Pagi Sore : Misbahul Falah, dan masih banyak yang lainnya. Ini perlu kita sama-sama lestarikan, misalnya dengan membangun Museum KH. Ahmad Sanusi,” jelas Aam.
Senada, Ketua Umum Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih H. Sihabudin, SE yang karib disapa Budi mengungkapkan, sebagai tanda penghormatan sebagai generasi penerus bangsa, Yayasan Majelis Dzikir berencana mau mengadakan rangakaian acara doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan yang akan dihelat di Kota Sukabumi.
“Insya Allah, pada bulan November kita akan mengadakan kegiatan doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan. Ini merupakan rangkaian peringatan HUT TNI dan hari pahlawan. Kegiatan kita akan dihadiri Presiden Prabowo. Nah salah satu rangkaian kunjungannya, nanti Pak Presiden mau berkunjung sekaligus ziarah ke makam pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi,” ungkap Budi.
“Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan perhatian terhadap keluarga pahlawan nasional. Sekaligus mendorong pengembangan wisata berbasis religi dan sejarah di seluruh Indonesia, ikut melibatkan keluarga atau keturunan pahlawan di daerah masing-masing,” harap Budi.

Sementara itu Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Syamsul Ulum, Dra. Hj Neni Fauziah, M.Ag sekaligus sebagai cucu pahlawan nasional KH Ahmad Sanusi, memberikan apresiasi atas ide dan gagasan dari Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih yang akan menggelar doa bersama dan dzikir akbar, sekaligus berziarah ke makam kakeknya.
“Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas ide dan gagasan besar ini. Kami dari keluarga Almarhum sangat menyambut baik kegiatan doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan, apalagi ada kunjungan dan ziarah dari RI-1 ke makam kami, kita akan terima dengan terbuka,” ucap Neni.
Diamini, rektor Institut KH Ahmad Sanusi (Inkhas) Sukabumi Dr. H. Ahmad Suganda, M.Ag mendukung rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri doa bersama dan dzikir akbar kebangsaan, sekaligus ziarah ke makan pahlawan nasional asal Sukabumi KH. Ahmad Sanusi.
“Kami dari civitas akademika Inkhas yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan perjuangan pendiri Yayasan Pendidikan Islam Syamsul Ulum, KH Ahmad Sanusi, akan mendukung rangkaian kegiatan yang di gagas Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih. Salahsatunya kunjungan dan ziarah Presiden Prabowo ke makam pahlawan nasional, yang merupakan keluarga besar kami,” tukas rektor.
Disinggung soal pendirian museum KH. Ahmad Sanusi yang sudah direncanakan dan sampai saat ini belum terealisasi. Rektor Inkhas menyebutkan, pihaknya akan terus memperjuangkan hal tersebut sampai benar-banar terwujud.
“Kami akan terus berupaya, agar museum KH Ahmad Sanusi benar-benar terwujud. Karena museum ini akan menjadi sarana penghormatan terhadap jasa pahlawan nasional asal Sukabumi KH. Ahmad Sanusi sebagai salah seorang penggagas kemerdekaan republik Indonesia,” pungkas Ahmad Suganda.***
Foto : Aab
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
