26.7 C
Jakarta
Selasa, Maret 17, 2026

Latest Posts

Jelang Ramadan, Pemkot Sukabumi Ajak Warga Perkuat Ukhuwah dan Peduli Lingkungan

Wartain.com || Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun sinergi demi kehidupan yang lebih baik, terutama menjelang datangnya bulan Ramadan 1447 Hijriah.

“Semua harus bersinergi agar hidup kita menjadi lebih baik. Bulan Ramadan sudah di depan mata. Ini menjadi bulan refleksi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ukhuwah islamiyah,” ujar Bobby saat menghadiri Tabligh Akbar Majelis Taklim Kajian Ahad Pagi (Kahpi), Selasa (17/2/2026), di Masjid Baiturrahim, Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi.

Kegiatan yang menjadi bagian dari persiapan spiritual menyambut Ramadan itu diikuti ratusan jemaah. Hadir pula Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, yang juga merupakan pembina Kahpi.

Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan apresiasi atas konsistensi Majelis Taklim Kahpi dalam menghadirkan ruang-ruang penguatan nilai keislaman di tengah perubahan sosial yang begitu cepat. Ia menilai, di era digital saat ini, tantangan generasi muda semakin kompleks.

“Di era digital ini jangan sampai generasi kita mudah mengeluh di media sosial. Cara mendidik anak harus lugas dan bijak. Boleh mengikuti perkembangan zaman sesuai usianya, tetapi penggunaannya harus dipantau. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Menurut Bobby, majelis taklim memiliki peran strategis dalam memperkenalkan nilai-nilai agama kepada anak-anak dan remaja, agar pola pikir mereka tidak hanya terfokus pada aspek duniawi. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi memang membawa banyak kemudahan, tetapi tanpa bimbingan syariat Islam, dampaknya bisa kurang baik bagi pembentukan mental generasi mendatang.

“Majelis seperti ini penting dalam membentuk karakter umat, memperluas wawasan keislaman, sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang menyejukkan. Kita berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara akhlak dan spiritual,” ungkapnya.

Selain itu, Bobby menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendukung kegiatan keagamaan lintas agama. Ia menyebut, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi para tokoh agama untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, terdapat 26 indikator pembangunan daerah yang mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, salah satunya terkait kerukunan umat beragama.

“Alhamdulillah, Kota Sukabumi saat ini menempati peringkat pertama sebagai kota tertoleransi di Provinsi Jawa Barat, dan peringkat keenam secara nasional. Ini patut kita syukuri bersama,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan simbolik, melainkan berdampak langsung pada terciptanya iklim investasi yang kondusif, terbukanya peluang usaha, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau indikator strategis lain seperti angka pengangguran terbuka, tingkat kemiskinan, dan pendapatan asli daerah.

Dalam kesempatan itu, Bobby turut menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang kini menjadi perhatian serius, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia mengaitkan hal tersebut dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia mengenai larangan membuang sampah ke sungai, danau, dan laut.

“Ramadan bukan hanya membersihkan diri dan pikiran, tetapi juga lingkungan. Saat ini, sampah yang masuk ke TPA Cikundul mencapai 183 hingga 187 ton per hari. Kapasitas TPA Cikundul diperkirakan hanya mampu bertahan satu sampai satu setengah tahun lagi,” jelasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Sampah organik seperti sisa makanan dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah nonorganik seperti botol plastik dan kardus bisa disalurkan melalui bank sampah.

“Mulai dari rumah masing-masing. Pisahkan sampah organik dan nonorganik. Sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos, sementara yang nonorganik bisa dijual ke bank sampah. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bisa bernilai ekonomi,” katanya.

Bobby menambahkan, Pemerintah Kota Sukabumi secara rutin menerima kunjungan anak-anak PAUD dan TK setiap pekan sebagai bagian dari upaya menanamkan karakter dan budaya membuang sampah pada tempatnya sejak usia dini.

Rangkaian tabligh akbar kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustaz Subki Al-Bughuri. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental menjelang Ramadan, karena kesehatan merupakan nikmat besar yang harus disyukuri agar ibadah dapat dijalankan secara optimal.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.