26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 11, 2026

Latest Posts

Jerman Tolak Terlibat Perang AS-Israel di Timur Tengah, Merz: Bukan Urusan NATO

Wartain.com || Kanselir Jerman, Friedrich Merz, memberikan reaksi keras terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Merz menegaskan bahwa Jerman tidak akan ikut serta dalam operasi militer tersebut, dengan menyatakan bahwa perang yang dipicu oleh serangan ke Teheran pada 28 Februari lalu bukanlah tanggung jawab aliansi NATO.

Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, pada Senin waktu setempat, Merz mengkritik kurangnya koordinasi dari pihak AS dan Israel sebelum melancarkan serangan. Ia menekankan bahwa tidak ada mandat kolektif yang mengharuskan anggota aliansi untuk terlibat.

“Sudah jelas sejak awal bahwa perang ini bukan urusan NATO,” kata Merz sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa (17/3/2026). “AS dan Israel tidak berkonsultasi dengan kami sebelum perang ini.”

Lebih lanjut, Merz menutup pintu rapat-rapat bagi kemungkinan keterlibatan militer Jerman dalam bentuk apa pun.

“Tidak pernah ada keputusan bersama tentang apakah akan campur tangan. Itulah sebabnya pertanyaan tentang bagaimana Jerman dapat berkontribusi secara militer tidak muncul. Kami tidak akan melakukannya,” tambahnya.

Pernyataan Merz ini muncul sebagai respons atas desakan Presiden AS Donald Trump. Sebelumnya, Trump menyerukan kepada negara-negara sekutu, termasuk Korea Selatan, Prancis, Inggris, bahkan China, untuk membantu mengamankan jalur bebas di Selat Hormuz setelah Iran menyatakan wilayah tersebut tertutup bagi lalu lintas AS dan sekutunya.

Trump bahkan memberikan peringatan keras melalui Financial Times (FT), yang menyebut bahwa NATO menghadapi masa depan yang “sangat buruk” jika para anggotanya enggan berkontribusi membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Namun, Merz tetap pada posisinya untuk menolak pengiriman kapal perang ke wilayah tersebut.

“Selama perang berlanjut, kami tidak akan terlibat dalam memastikan jalur bebas di Selat Hormuz dengan cara militer,” tegas Merz.

Senada dengan Kanselir, Juru Bicara Stefan Kornelius menegaskan bahwa mandat NATO terbatas pada pertahanan wilayah anggotanya, bukan untuk intervensi dalam konflik luar yang tidak dikonsultasikan.

“NATO adalah aliansi untuk pertahanan wilayah dan mandat untuk mengerahkan NATO tidak ada,” ujar Kornelius.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Boris Pistorius menyatakan bahwa Jerman lebih memilih jalur diplomasi dibandingkan pengerahan kekuatan senjata. Pistorius juga mempertanyakan urgensi bantuan fregat Eropa bagi angkatan laut AS yang sudah sangat kuat.

“Tidak akan ada partisipasi militer dari Jerman, tetapi Berlin siap mendukung upaya diplomatik untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz,” kata Pistorius.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab utama Jerman saat ini tetap berfokus pada stabilitas keamanan di sayap timur dan utara Eropa.

“Apa yang diharapkan Donald Trump dari segelintir fregat Eropa di Selat Hormuz yang tidak dapat ditangani oleh angkatan laut AS yang perkasa sendirian? Inilah pertanyaan yang saya ajukan pada diri sendiri,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.