Wartain.com || Persijap Jepara berhasil memetik kemenangan penting saat menjamu tim kuat Bhayangkara FC dalam lanjutan kompetisi BRI Super League. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Sabtu (11/4/2026) malam, Laskar Kalinyamat sukses menyudahi perlawanan tim tamu dengan skor akhir 2-1. Kemenangan ini sekaligus membuktikan bahwa penguasaan bola bukan jaminan kemenangan di atas lapangan.
Pertandingan baru saja dimulai ketika Borja CJ langsung menghentak lewat gol kilat pada menit ke-1. Gol cepat ini meruntuhkan skema permainan yang telah disusun Bhayangkara FC. Tak puas dengan satu gol, Persijap kembali menambah keunggulan melalui Sudi pada menit ke-44. Skor 2-0 di babak pertama menjadi modal berharga bagi anak asuh tuan rumah untuk bermain lebih bertahan di babak kedua.
Secara statistik, Bhayangkara FC sebenarnya tampil sangat dominan dengan menguasai 69% bola sepanjang laga. Mereka mencatatkan 422 operan dengan akurasi mencapai 82% dan menciptakan 7 peluang emas. Namun, tembok pertahanan Persijap Jepara tampil luar biasa disiplin dengan melakukan 27 intersep dan 23 sapuan bola untuk mementahkan setiap gempuran yang datang.
Dominasi Bhayangkara FC baru membuahkan hasil di penghujung laga melalui gol yang dicetak oleh Moussa JR pada menit ke-90. Meskipun tim tamu terus mengurung pertahanan Persijap di masa injury time, skor 2-1 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Efektivitas menjadi kunci utama bagi Persijap yang hanya melakukan 158 operan sukses namun mampu mengonversinya menjadi dua gol kemenangan.
Pelatih Persijap tampaknya memang menginstruksikan pemainnya untuk bermain pragmatis. Hal ini terlihat dari rendahnya jumlah umpan di sepertiga akhir lapangan milik Persijap yang hanya berjumlah 15 kali, sangat kontras dengan 45 kali umpan milik Bhayangkara FC. Meski berada di bawah tekanan, serangan balik Persijap terbukti jauh lebih tajam dan efisien dalam memanfaatkan celah di lini belakang lawan.
Hasil poin penuh di kandang ini sangat berarti bagi Persijap Jepara untuk memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen BRI Super League. Sementara itu, bagi Bhayangkara FC, kekalahan ini menjadi evaluasi besar mengenai cara membongkar pertahanan rapat lawan yang bermain defensif. Pertandingan ini menjadi pengingat bagi para pecinta sepak bola bahwa efisiensi penyelesaian akhir adalah kunci dalam memenangkan sebuah laga besar.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
