Wartain.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York.
Kecaman tersebut memicu aksi walk-out dari delegasi Israel.
Dilansir Al-Jazeera, Rabu (23/9/2026), para delegasi Israel keluar dari ruangan sidang saat Erdogan menyampaikan pidato. Di sisi lain, kecaman Erdogan disambut tepuk tangan dari perwakilan Palestina.
Erdogan menyoroti kejahatan perang Israel yang terus berlanjut di Gaza serta eskalasi serangan brutal oleh pemukim di Tepi Barat yang diduduki.
“Berkat dukungan Presiden AS Donald Trump, kami turut berkontribusi pada tercapainya gencatan senjata. Namun, meskipun ada gencatan senjata tersebut, lebih dari 1.300 warga sipil telah dibunuh di Gaza,” ujar Erdogan.
Ia menyebut meskipun Hamas dan kelompok-kelompok Palestina lainnya telah menerima tahap kedua dari kesepakatan kerangka kerja gencatan senjata bulan Oktober, Israel tidak menghentikan tindakannya.
“Israel tidak menghentikan tindakannya di Gaza, dan Tepi Barat sedang mengalami masa-masa paling sulit akibat pendudukan wilayah tersebut oleh pemukim ilegal Israel,” tegasnya.
Erdogan menggambarkan Gaza sebagai kamp konsentrasi paling mengerikan dan paling memalukan di zaman ini.
“Kita menghadapi pola pikir genosida yang tidak pernah puas melakukan pembunuhan. Tidak ada seorang pun yang memiliki rasa kemanusiaan, belas kasih, atau hati nurani yang bisa menutup mata terhadap hal ini,” tambahnya.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
