Oleh: Ferry Gustaman/Koordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi
Wartain.com – Memasuki bulan Rabiul Awal 1448 H, umat Islam di seluruh dunia, kembali memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum kelahiran Rasulullah ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk merawat persatuan dan meneladani akhlak beliau.
Atas nama Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Sukabumi, mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Semoga semangat Maulid membawa keberkahan, kedamaian, dan kekuatan bagi kita semua.
Rasulullah SAW hadir membawa misi besar: menyempurnakan akhlak. Beliau mempersatukan kabilah-kabilah yang tercerai berai, membangun peradaban di atas fondasi keadilan, musyawarah, dan kasih sayang. Ini pelajaran besar bagi Indonesia hari ini.
Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Perbedaan suku, agama, dan pandangan politik adalah keniscayaan. Tapi perbedaan itu tidak boleh menjadi alasan untuk tercerai berai. Justru di sinilah kita diuji meneladani Rasul: bagaimana mengelola perbedaan dengan hikmah.
Sebagai organisasi kader, MD KAHMI Sukabumi memandang Maulid sebagai momentum konsolidasi. Konsolidasi iman, konsolidasi intelektual, dan konsolidasi sosial. Kader KAHMI harus hadir menjadi perekat, bukan pemecah. Menjadi jembatan, bukan tembok.
Dalam konteks Sukabumi, tantangan kita nyata. Mulai dari persoalan ekonomi, pendidikan, hingga dinamika sosial politik. Jika kita tidak menjaga persatuan, maka energi bangsa akan habis untuk konflik internal. Padahal yang dibutuhkan adalah gotong royong membangun daerah.
Rasulullah mengajarkan 4 sifat utama: Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah. Empat sifat ini harus hidup di ruang publik. Pemimpin harus jujur dan amanah. Akademisi harus cerdas dan menyampaikan kebenaran. Masyarakat harus saling percaya.
Untuk para alumni HMI dan keluarga besar MD KAHMI Sukabumi, mari kita aktualisasikan nilai-nilai Maulid dalam kerja-kerja nyata. Di kampus, di kantor, di pemerintahan, di ormas, dan di masyarakat. Jadilah pribadi yang memberi manfaat.
KAHMI memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal demokrasi yang beradab. Demokrasi tanpa akhlak akan melahirkan kegaduhan. Karena itu mari kita dorong politik yang santun, diskusi yang konstruktif, dan kritik yang membangun.
Kepada generasi muda, jangan pernah lelah belajar dari sirah Nabi. Tentang bagaimana beliau sabar menghadapi cacian, tegas dalam prinsip, tapi lembut dalam pergaulan. Itulah modal menjadi pemimpin masa depan.
Peringatan Maulid juga harus melahirkan aksi. MD KAHMI Sukabumi mengajak seluruh elemen untuk memperkuat solidaritas sosial. Bantu UMKM, dampingi pendidikan anak, rawat lingkungan, dan jaga kerukunan antar umat beragama.
Mari kita kobarkan semangat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah. Karena Indonesia hanya bisa besar jika kita bersatu. Dan persatuan hanya kokoh jika dibangun di atas akhlak.
Sekali lagi, selamat Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk meneladani beliau. “Laqad kana lakum fii rasulillahi uswatun hasanah”. Sungguh pada diri Rasulullah ada teladan yang baik.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
